Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

RE: [SSR-Klub] Kasus 9: DANA PENDIDIKAN UNTUK GALIH & RATNA

Expand Messages
  • Adhi PY
    Daripada tidak sama sekali, lebih baik terlambat, soalnya internetnya mati 2 hari :( Adhi Prasiddha Yoedo: Kalau melihat kondisi sementara Bapak Anton, bisa
    Message 1 of 2 , Jul 6, 2004
    View Source
    • 0 Attachment
      Message
              Daripada tidak sama sekali, lebih baik terlambat, soalnya internetnya mati 2 hari :(
       
      Adhi Prasiddha Yoedo:
       
      Kalau melihat kondisi sementara Bapak Anton, bisa disimpulkan assetnya yg bisa diuangkan adalah :
      1. Tabungan                 10.000.000
      2. Sepeda motor             9.000.000
      3. Uang modal bagi hasil  8.000.000
       
      Pengeluaran besar yang akan dilakukan
      1. Biaya masuk sekolah Galih  = 2.000.000
      2. Biaya masuk sekolah Ratna = 1.000.000
       
      Pendapatan bulanan berkisar:
      1. Gaji 5 juta - pengeluaran tetap 4,5 juta = 500.000 yg ditabung
      2. Pendapatan bagi hasil = 300.000
       
      Kisaran tambahan pengeluaran perbulan
      1. Biaya sekolah anak-anak 200.000
      2. Cicilan mobil per bulan    500.000
       
      Ada beberapa hal yang bisa diambil kesimpulannya:
      1. Untuk biaya masuk sekolah anak-anak bisa diambil dari tabungan
          Sisa tabungan 10 jt - 3 jt = 7 jt
      2. Yang bisa ditabung setiap bulan tinggal 500.000+300.000-200.000-500.000 = 100.000
      3. Setelah mencicil mobil, sepeda motor bisa dijual apabila memang membutuhkan uang kontan.
      4. Modal usaha bagi hasil, sebaiknya tidak diambil kecuali memang mendesak.
       
      Dengan sisa uang yang bisa ditabung setiap bulan hanya 'tersisa' 100.000, maka uang ini sebenarnya
      merupakan dana pendidikan Ratna untuk untuk masuk SD 2 tahun yad, apabila ditabung.
      Sehingga pada saat Ratna masuk SD, bapak Anton memiliki uang 2,4 juta untuk dana pendidikan Ratna.
       
      Dari ilustrasi ini terlihat Bapak Anton kekurangan dana untuk membayar asuransi.... kecuali .....
      1. sepeda motornya dijual & menggunakan uangnya untuk membayar asuransi.
      2. Menggunakan uang tabungan untuk membayar asuransi.
       
      Sedangkan pilihan bapak Anton untuk mengikuti asuransi Pendidikan rasanya kurang tepat, mengingat:
      1. Asuransi pendidikan jauh lebih mahal daripada asuransi Jiwa murni preminya.
      2. Apabila preminya terlalu kecil, maka pada jatuh tempo pembayaran, Pak Anton akan kekurangan dana.
      3. Apabila Pak Anton mengambil asuransi pendidikan, maka demi sehatnya keuangan keluarga Pak Anton,
         sebaiknya jangan mengambil asuransi jiwa lainnya.
      4. Apabila yang diutamakan adalah 'Dana Pendidikan', maka sebenarnya asuransi dan proteksinya bisa
          dibeli dengan paket terpisah.
       
      Saran:
      1. Kalau Proteksi Asuransi merupakan keharusan, sebaiknya Pak Anton mengambil kredit lunak
          mobil, lalu menjual sepeda motor. Uang penjualan sepeda motor dibelikan asuransi jiwa murni
          dengan cara pembayaran sekaligus. Dengan nilai sepeda motor berkisar 9 jt & umur Pak Anton
          35 th, kalau dibelikan asuransi jiwa murni dengan pembayaran sekaligus, bisa mendapat pro
          teksi sekitar 100 juta. Ini jauh lebih murah dari pada asuransi pendidikan.
      2. Karena proteksi asuransi sudah didapat, maka Pak Anton bisa memfokuskan pendapatan untuk
          pendidikan anak. Selain dana tabungan yang masih 7 juta, sebaiknya Pak Anton mulai
          mencari cara penghematan atau pendapatan tambahan. Tapi tidak usah terlalu terburu-buru, karena
          masalah pendidikan anak dan masalah asuransi sudah terselesaikan, paling tidak untuk waktu
          2 tahun kedepan.
      3. Cari cara selain asuransi pendidikan untuk menjamin pendidikan anak, misalnya melalui
          investasi di reksadana atau menyimpan emas untuk jangka panjang.
       
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.