Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

50937Tips : Fit dan Sehat selama bertualang

Expand Messages
  • Dody Johanjaya
    Jul 15, 2013
      Tips : Fit dan Sehat selama bertualang

      Obyek wisata atau obyek petualangan yang menarik, teman seperjalanan yang menyenangkan dan heboh…. merupakan beberapa indikator asyiknya sebuah perjalanan atau petualangan. Namun itu semua akan sia-sia, tidak akan kita gubris dan akan menjadi hambar alias garing bila kondisi badan kita tidak sehat, tidak bugar dan dalam keadaan sakit.

      Maka kerugian yang akan kita derita berlipat-lipat. Tidak bisa menikmati indahnya alam, tidak bisa melihat uniknya adat istiadat dan budaya, tidak dapat merasakan kehangatan dan keramahan masyarakat lokal, tidak bisa menikmati makanan tradisional yang lezat dan tidak dapat mengalami serunya petualangan. Belum lagi kerugian akibat waktu yang terbuang sia-sia dan habisnya uang dalam jumlah yang tidak sedikit.

      Maka, selain mempersiapkan dengan matang rencana perjalanan, perlengkapan perjalanan, kita pun wajib mempersiapkan fisik sebaik-baiknya agar tetap fit dan sehat selama perjalanan.
      Salah satu persiapan sebelum melakukan perjalanan tentunya dengan rutin berolahraga. Agar badan kita sehat, bugar dan memiliki daya tahan yang lama menghadapi deraan perjalanan panjang yang melelahkan.


      Selama bertualang lupakan program diet, impian melangsingkan tubuh, rencana menghilangkan perut buncit, keinginan membakar lemak di paha, bokong dan sebagainya. Program dan rencana diatas hanya akan membuat kita berhitung, kita pilih-pilih makanan dan kadang makan kadang tidak. Lupakan itu semua, jangan lakukan itu, buang jauh-jauh rencana itu.
      Selama bertualang makan yang banyak baik ketika sarapan, makan siang atau makan malam. Nyemil juga bagus dan dianjurkan, apalagi kalau cemilannya makanan padang.
      Jadi salah satu kunci agar tubuh tetap fit dan sehat adalah makan, makan dan makan. Perut kosong ketika melakukan perjalanan darat, laut, sungai atau udara, hanya akan mengundang masuk angin dan memperlemah daya tahan tubuh yang berarti mengundang penyakit ke tubuh kita. Makanan yang kita konsumsi terutama karbohidrat (nasi, kentang) selain memberi tenaga juga menambah kuat daya tahan tubuh dan menjaga sistim kekebalan dalam tubuh kita tetap siaga dan berfungsi sebagaimana mestinya. Makanan yang kita konsumsi terutama protein (daging ayam, sapi, ikan) akan memperbaiki sel-sel yang rusak akibat aktifitas berat seharian.

      Jangan pilih-pilih makanan yang sesuai selera kita saja. Makanan yang ada wajib kita santap, walaupun keliatan kotor sekalipun daripada perut kosong sama sekali. Biasanya pilihan makanan sangat sedikit bila kita berada di pedalaman yang terpencil.



      Di beberapa lokasi kita pasti makan seadanya, asal terhidang, tidak bisa memilih. Karena seadanya maka makanan yang kita santap pastinya kurang dalam kandungan gizi, protein dan vitamin. Alangkah baiknya, setelah makan kita mengkonsumsi juga vitamin dan suplemen makanan. Vitamin dan suplemen makanan akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pengganti untuk tubuh.

      Selain makan, kebutuhan minum juga harus banyak. Normalnya kita harus minum 2-3 liter sehari. Bila aktifitas berat kita harus lebih banyak minum. Karena pastinya kita banyak mengeluarkan keringat dan ini harus kita ganti dengan air yang kita minum, agar tubuh tidak mengalami dehidrasi, atau kekurangan cairan.
      Kemudian yang wajib dibawa kalau dalam perjalanan atau bertualang adalah obat-obatan pribadi. Walaupun dalam kelompok atau grup sudah disiapkan obat-obatan. Namun alangkah baiknya kita juga membawa satu kantong kecil berisi obat-obatan pribadi, karena hanya kita yang tahu persis obat apa yang cocok untuk tubuh kita kalau kita sakit.
      Agar tidak memberatkan kita seleksi obat-obatan tersebut, kita pilih yang benar-benar berfungsi nantinya. Misalnya (ini obat yg biasa saya bawa) kalau punya sakit maag ya kita siapkan obat maag (saya tidak punya maag, jadi tidak pernah bawa), kalau suka mabuk darat, laut atau udara ya jangan lupa bawa obat anti mabuk (tidak pernah bawa juga). Kemudian obat sakit kepala (panadol), sakit perut atau diare (diatab atau modium), obat jamur kulit (daktarin), obat memar (trombopop gel), obat flu dan demam (decolgen), obat batuk (bisolvon), antibiotic (amoxilin), obat gatal (ctm), untuk menetralisir racun (norit), obat pegal dan keseleo (counterpain). Obat luka luar seperti obat antiseptic (betadine), kasa steril, handyplas dll



      Siapkan selalu obat merah atau betadin spray yang mudah dikeluarkan dan dijangkau. Agar apabila kita terluka walapun kecil bisa kita gunakan. Biasanya tanpa sengaja, tangan atau kaki kita tergorea, yang mengakibatkan luka luar. Kadangkala karena luka kecil, biasanya kita cuek dan membiarkan begitun saja. Namun ini bisa berakibat fatal, karena luka luar sangat rentan terinfeksi kotoran, sehingga luka membusuk dan bernanah. Semakin parah akan jadi borok, membuat kita demam dan akan melemahkan tubuh kita.

      Luka luar sekecil apapun harus kita rawat, bersihkan dengan membilas pake air atau alkohol, keringkan, lalu oleskan obat merah atau semprotkan betadin. obat ini mengandung antiseptik yg akan menangkal infeksi dan kotoran, bakteri dari luar. Kalau luka cukup besar dan terbuka, tutup dengan kain kasa.

      Bila tujuan petualangan kita adalah wilayah Indonesia bagian timur seperti Flores, Kalimantan dan Papua. Kita harus mengantisipasi serangan panyakit malaria, karena kawasan tersebut merupakan kawasan endemik malaria. Beberapa obat anti malaria (resocin) dalam aturan pakainya mewajibkan menelan 2 butir obat tersebut untuk orang dewasa, 2 minggu sebelum berangkat, terus setiap minggunya 2 butir lagi di hari yang sama, kita tetap minum selama di lokasi dan 2 minggu setelah pulang dari lokasi petualangan.



      Namun pencegahan malaria dengan meminum obat malaria tidak akan efektif bila kondisi badan kita sakit, makanya kuncinya tetep dengan menjaga kondisi badan tetap sehat. Bila disiang hari bolong kita merasakan ngilu disekujur badan dan mengigil disaat udara panas, itu tandanya kita sedang diserang malaria.

      Salah satu cara untuk menangkal virus penyakit ini agar tidak benar-benar menguasai tubuh kita yaitu dengan di BOM…! Kita telan sebanyak 6 – 8 butir obat malaria sekaligus, sangat pahit dan menyakitkan memang. Namun ini salah satu cara mencegah penyakit malaria. Karena bila kita sudah positif terkena, kita akan memperoleh pengobatan sejenis dengan dosis yang sama di rumah sakit. Alhamdulillah cara ini berhasil menangkal serangan Malaria terhadap saya dan teman seperjalanan saya di Papua.

      Cara lain untuk menghindari penyakit malaria…ini kata orang tua juga…jangan sering tidur sore-sore, kalau dipan atau tempat tidur tidak pake kelambu. Karena konon nyamuk malaria aktif di sore hari. Penangkal malaria yang lain adalah sering-sering minum dan makan yang pahit-pahit, seperti teh pahit, pare, daun papaya dan lain sebagainya. Obat anti malariapun (resocin) rasanya sangat pahit. Semua makanan yang pahit kebetulan saya suka dan makan dalam porsi banyak, kalau ada. Malah kadang sengaja saya cari dan makan. Ahamdulillah sampai sekarang saya belum pernah kena penyakit malaria. Insya Allah untul seterusnya.

      Selamat bertualang.....jangan lupa berdoa.



      Dody Johanjaya

      dody@...
      www.dodyadventure.com
      http://blog.dodyadventure.com/
      @dodyjepe
      @dodyadventure




      [Non-text portions of this message have been removed]