Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fw: [MQ] Master Ching Hai Bahas 'Global Warming' di SSG Denpasar (Bali Post)

Expand Messages
  • Sudarman
    Forwarded message dari Bali Post. Catatan : Kutipan prediksi Dr. H. J. Zwally, seorang ahli iklim NASA, es di kutub akan lenyap pada akhir musim panas 1212 ,
    Message 1 of 1 , Sep 3 12:12 AM
    • 0 Attachment
      Forwarded message dari Bali Post. Catatan : Kutipan prediksi Dr. H. J. Zwally, seorang ahli iklim NASA, es di kutub akan lenyap pada akhir musim panas 1212", mestinya dibaca : "pada akhir musim panas 1012"
       
      Subject: [MQ] Master Ching Hai Bahas 'Global Warming' di SSG Denpasar (Bali Post)

      http://balipost. com/mediadetail. php?module= detailberitainde x&id=4158
      Master Ching Hai Bahas 'Global Warming' di SSG Denpasar (Bali Post)
      Pemanasan global (global warming) kenyataannya sudah sangat parah
      menimpa bumi ini. Faktanya fenomena alam dewasa ini semakin beringas
      ditandai banjir, angin puting beliung, curah hujan tak menentu, dan suhu
      udara yang semkain panas. Hal itu merupakan bukti nyata pengaruh global
      warming sudah kritis.

      Untuk mengeliminasi salah satu efek gas rumah kaca itu, idealnya semua
      pihak melakukan langkah-langkah kongkret salah satunya memilih pola
      makan vegetarian. Vegetarian mengurangi methana sangat berarti. Gas
      methana ini merupakan salah satu dari tiga gas yakni karbon dioksida,
      methana dan diintroksida yang menjebol lapisan ozon.

      Demikian substansi diskusi dengan tema 'global warming' disampaikan oleh
      tiga pemakalah yakni Peter Ananda (dari perwakilan Supreme Master Ching
      Hai), Dr. Ir. Anuraga Duarsa (Sai Study Grup Denpasar) dan dr. Gede Budi
      Sucita. Diskusi yang digelar di Gedung SD Sai Study Grup (SSG) Denpasar,
      di Jalan Kemuda, Tegeh Kori, Denpasar itu juga dihadiri Ketua SSG
      Denpasar Suasti Puja, S.E. serta 400 anggotanya. Beberapa tamu dari
      mahasiswa Unhi, IHDN, Ananda Marga, Hari Krisna ikut meramaikan sehingga
      diskusi sekitar 4 jam itu berlangsung hangat dan menarik.

      Beberapa contoh kerusakan alam disampaikan oleh Supreme Master Ching
      Hai. Dikatakan, efek gas rumah kaca membuat es di Kutub Utara dan
      Selatan mencair. Mengutip prediksi Dr. H.J. Zwally, seorang ahli iklim
      NASA, es di kutub akan lenyap pada akhir musim panas 1212. Dampak
      lainnya, perubahan iklim/cuasa semakin ekstrem, meningkatnya level
      permukaan laut, glombang panas menjadi semakin ganas, habisnya gletser
      sumber air bersih dunia.

      Sesungguhnya yang lebih parah, efek pemanasan global juga mencairkan
      methane hydrates. Methana adalah gas dengan emisi rumah kaca 23 kali
      lebih ganas dari karbondioksida (C02). 'Methane beku di kutub jumlahnya
      3.000 kali dari methana yang saat ini ada di atmosper. Kalau seluruh es
      di antartika habis, maka 400 miliar ton methana terlepas ke atmospir.
      Jika itu terjadi maka kiamatlah bumi ini,' ujar Peter Ananda.

      Nah, subangsih terbaik yang bisa dilakukan untuk mengeliminasi globab
      warming itu adalah melakukan pola makan vegetarian yakni tidak makan
      daging. Seperti dirilis PBB, 18% dari emisi gas rumah kaca datang dari
      aktivitas pemeliharaan ayam, sapi, babi dan hewan-hewan ternak lainnya.
      Di Amerika saja, setiap tahunnya dijagal 10 miliar hewan. Jumlah itu
      setara 100 miliar ton methana.

      Bandingkan dengan gas mobil, truk, pesawat terbang hanya 13 persen.
      'Dengan berperilaku hidup vegetarian, bisa menyelamatkan hingga setengah
      hektar pepohohan setiap tahun. Kelaparan juga tidak terjadi, jika orang
      bervegetarian, ' ujar Anuraga Duarsa. (kmb11/*)

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.