Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fwd: Segar Bugar Sepanjang Masa: Hindari Kosmetik yang mengandung Merkuri, tetapi, bagaimana dengan Vaksin?

Expand Messages
  • light 99
    ... From: light 99 Date: 2012/7/2 Subject: Segar Bugar Sepanjang Masa: Hindari Kosmetik yang mengandung Merkuri, tetapi, bagaimana dengan Vaksin? To:
    Message 1 of 1 , Jul 1, 2012
    • 0 Attachment


      ---------- Forwarded message ----------
      From: light 99
      Date: 2012/7/2
      Subject: Segar Bugar Sepanjang Masa: Hindari Kosmetik yang mengandung Merkuri, tetapi, bagaimana dengan Vaksin?
      To: segarbugarsepanjangmasa@...


      Hindari Kosmetik yang mengandung Merkuri,

      tetapi, bagaimana dengan Vaksin?


      Pada tanggal 6 Maret 2012 yang lalu, Badan Pengawasan  Obat dan Makanan AS (FDA) mengingatkan kepada para pengguna krim untuk kulit, sabut antiseptik dan sabun kecantikan atau minyak (lotion) agar menghindari produk yang “mungkin mengandung merkuri”.


      Seorang penasihat medis di FDA, Charles Lee, M.D.,  mengatakan “Paparan merkuri dapat mengakibatkan masalah yang serius bagi kesehatan karena dapat merusakan ginjal dan sisterm syaraf serta mengganggu perkembangan otak pada janin dalam kandungan dan anak-anak yang masih sangat belia”.

      Bahkan tosicologist (ahli racun) Mike Bloger, Ph. D., juga dari FDA mengatakan “Orang, terutama anak-anak, tubuhnya bisa terkena merkuri dengan hanya menghirup uap merkuri jika salah satu anggota rumah tangga menggunakan krim kulit yang mengandung merkuri. Bayi dan anak kecil dapat mencerna merkuri dengan hanya bersinggungan dengan orang tua mereka yang menggunakan  produk-produk mengandung merkuri,... dan ini sangat riskan bagi kehidupannya pada kemudian hari”.1)

      FDA melarang penggunaan merkuri pada obat dan kosmetik. Bahkan secara tegas,           Brad Pace, J.D., dari Heath Fraud and Consumer Outreach Branch di Pusat FDA untuk Evaluasi dan Penelitan Obat, mengatakan,”Penjual dan distributor produk ilegal tersebut akan disita dan mendapatkan sanksi hukum”.


      Beberapa tanda dan gejala keracunan merkuri antara lain (menurut siaran FDA yang sama):


      -          iritasi, rendah diri, tremor, penurunan penglihatan atau pendengaran, mudah lupa, depresi, ‘jari-jari tangan, kaki atau sekitar mulut kesemutan dan matirasa”

      Badan POM Indonesia juga sudah mengedarkan daftar kosmetik yang mengandung merkuri dan melarang peredarannya.


      FDA membatasi penggunaan merkuri pada kosmetik hingga 1 ppm (part per million) tetapi dalam vaksin digunakan thimerosal (ethyl mercury) yang mengandung 49,6% merkuri2). Tiap vaksin terdiri sekitar 50 ppm merkuri. Mereka berdalih bahwa yang berbahaya adalah methyl mercury dan bukan ethyl mercury, tetapi ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa ethyl mercury justru lebih berbahaya3). Yang satu mengatakan lebih aman, yang lain mengatakan justru lebih berbahaya4,5,6). Bagaimana nih?

      Kalau kosmetik ditempatkan di atas kulit, tetapi injeksi vaksin langsung menembus kulit masuk ke dalam peredaran darah dan bahkan dengan  kadar merkuri yang jauh lebih tinggi.


      Apakah memang ada jenis merkuri yang lain yang aman untuk tubuh?


      Pertanyaan semacam ini yang membuat banyak orang awam di dunia bingung.


      Sementara penggunaan merkuri pada kosmetik dilarang begitu ketat, tetapi memasukkan merkuri dengan 50 kali lebih banyak dengan cari penyuntikan vaksin justru dianjurkan.


      Benarkah vaksin aman?


      Mengapa untuk mendapatkan kekebalan dan ketahanan terhadap penyakit, kita harus memilih vaksinasi yang masih terus mengalami prokontra7) sepanjang masa? Mengapa kita tidak memilih memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh dengan cara mengurangi asupan racun ke dalam tubuh? Tubuh yang sehat dan kuat sulit tertular oleh penyakit apapun bukan?


      Dengan buah manis segar tanpa lemak dan sayur segar berwarna hijau, misalnya. Tapi, apakah mereka itu obat kuat, suplemen super atau racun yang bisa menstimulasi antibodi tubuh sehingga tubuh menjadi imun, kuat dan sakti terhadap berbagai serangan penyakit?


      Jelas bukan, buah manis segar tanpa lemak dan sayur segar berwarna hijau tentu bukanlah obat dan tidak bisa membuat orang menjadi kebal atau imun. Kalau kita banyak makan “buah manis segar manis tak berlemak dengan dilengkapi sayur segar berwarna hijau” tentu jumlah makanan yang lain yang banyak mengandung racun yang kita konsumsi akan menjadi berkurang dengan sendirinya bukan?


      Artinya, jumlah racun yang kita konsumsi juga makin berkurang.

      Seandainya bisa hanya mereka atau makanan segar saja yang kita konsumsi, tentu makin minimal lagi racun yang kita konsumsi dan tentu tubuh makin punya kesempatan untuk memperbaiki diri dan bertahan diri.


      Apakah bisa sakit setelah itu? Tentu juga bisa, tergantung sudah berapa lama kita melakukannya, tergantung seberapa besar serangannya.


      Yang jelas, kemampuan dan ketahanan tubuh pasti menjadi lebih baik tanpa melalui proses demam, kejang dan harus mempertaruhkan nyawa serta bingung dengan prokontra vaksin7) yang ada.

      Semoga makin sehat, segar, bugar dan selalu tambah keren!


      --------------------------------

      1) http://www.fda.gov/ForConsumers/ConsumerUpdates/ucm294849.htm


      2) FDA admits in court case that vaccines still contain mercury, April 1, 2012

      http://www.naturalnews.com/035432_vaccines_mercury_court_case.html


      3)Pada bulan Agustus 2005, National Institute of Healt mengatakan bahwa ethulmercury lebih beracun terhadap otak ketimbang methylmercury karena lebih sulit diekskresikan dan tinggal di dalam otak lebih lama.

      Mayer Einstein, MD, JD, MPH, Make and Informed Vaccined Decision, 2010


      http://www.whale.to/vaccines/ethyl_vs_methyl.html

      4)Study Shows Ethylmercury Used in Vaccines Ends Up in the Brain of Primates; Environmental Journal Puts Happy Spin on Results Says National Autism Association (NAA)

      http://www.prnewswire.com/news-releases/study-shows-ethylmercury-used-in-vaccines-ends-up-in-the-brain-of-primates-environmental-journal-puts-happy-spin-on-results-says-national-autism-association-naa-54369407.html


      5) Ethylmercury appears to be more toxic to enzymes than Hg2+

      http://www.speciation.net/Database/Links/BIOMEDICAL-ASPECTS-OF-THIMEROSAL-EXPOSURE-;i1557


      6) Penelitian lain tentang pengaruh thimerosal (ethylmeercury) bagi kesehatan :


      - D.A. Geier, P.G. King, M.R. Geier, “Mitochondrial dysfunction, impaired oxidative-reduction activity, degeneration, and death in human neuronal and fetal cells induced by
      low-level exposure to thimerosal and other metal compounds”
      , Toxicol. Environ. Chem., 91/4 735-749, 2009. DOI: 10.1080/02772240802246458

      - Alberto Eugenio Tozzi, Patrizia Bisiacchi, Vincenza Tarantino, Barbara De Mei, Lidia D'Elia, Flavia Chiarotti, Stefania Salmaso, “Neuropsychological Performance 10 Years After Immunization in Infancy with Thimerosal-Containing Vaccines”, Pediatrics, 123/2 475-482, 2009. doi:10.1542/peds.2008-0795
      - Donald R. Branch, Gender selective toxicity of thimerosal, Exp. Toxicol. Pathol., 61/2  133-136, 2009. doi:10.1016/j.etp.2008.07.002
       -José G. Dórea, Rejane C. Marques, “Modeling Neurodevelopment Outcomes and Ethylmercury Exposure from Thimerosal-Containing Vaccines”, Toxicol. Sci., 103/2 414-415, 2008.. doi:10.1093/toxsci/kfn049
      - Grazyna Zareba, Elsa Cernichiari, Rieko Hojo, Scott Mc Nitt, Bernard Weiss, Moiz M. Mumtaz, Dennis E. Jones, Thomas W. Clarkson, Thimerosal distribution and metabolism in neonatal mice: comparison with methyl mercury, J. Appl. Toxicol., 27/5 511-518, 2007. doi: 10.1002/jat.1272

      - David A. Geier, Mark R. Geier, “Early Downward Trends in Neurodevelopmental Disorders Following Removal of Thimerosal-Containing Vaccines”, J. Am. Phys. Surg., 11/1 8-13, 2006.

      - David A. Geier, Mark R. Geier, “A two-phased population epidemiological study of the safety of thimerosal-containing vaccines: a follow-up analysis”, Med. Sci. Monit., 11/4    CR160-170., 2005.

      - Mark F. Blaxill, Lyn Redwood, Sallie Bernard, “Thimerosal and autism? A plausible hypothesis that should not be dismissed”, Med. Hypotheses, 62 788-794, 2004. doi:10.1016/j.mehy.2003.11.033
       -Thomas Verstraeten, Robert L. Davis, Frank DeStefano, Tracy A. Lieu, Philip H. Rhodes, Steven B. Black, Henry Shinefield, Robert T. Chen, “Safety of Thimerosal-Containing Vaccines: A Two-Phased Study of Computerized Health Maintenance Organization Databases”, Pediatrics, 112/5 1039-1048, 2003.

      http://pediatrics.aappublications.org/cgi/reprint/112/5/1039


      7) Pembahasan tentang “Kampanye Hitam Anti-Vaksinasi,”

      https://groups.google.com/forum/?fromgroups#!topic/segarbugarsepanjangmasa/s2VozddzEWE

      --
      ___________________________________
       
      Pola Makan Segar merupakan suatu pola makan yang dapat membuat tubuh memiliki kesempatan lebih besar untuk memulihkan diri, memperbaiki diri dan meningkatkan kesehatan. Kita akan menjadi makin kagum dan terkejut bahwa sesungguhnya tubuh ini begitu indah dan hebat.
       
      Sekalipun "Makanan Segar bukanlah Obat" tetapi ...menjadi lebih sehat, lebih bugar, lebih bersemangat, lebih ceria, lebih bahagia dan menjadi sangat-sangat keren hanyalah sekedar efek sampingan kecil setelah kita melakukan pola makan segar dan pola hidup yang baik.
       
      Ulasan 'seputar kesehatan yang sering tidak kita pikirkan' yang lain dapat didapatkan dengan membuka atau join di :
      http://groups.google.com/group/segarbugarsepanjangmasa

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.