Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [PG] Atasi Kelaparan, Kurangi Limbah Makanan - Hijauku.com

Expand Messages
  • Dunia Vegan Dunia Damai
    Apakah kita kekurangan Makanan?   KONSUMSI BIJI-BIJIAN     KONSUMSI KACANG KEDELAI    Berapa Orang Yang Kelaparan di Dunia? 1,02 miliar orang pada
    Message 1 of 3 , Jun 1, 2012
    • 0 Attachment
      Apakah kita kekurangan Makanan?

       
      KONSUMSI BIJI-BIJIAN
       
       

      KONSUMSI KACANG KEDELAI

       


       Berapa Orang Yang Kelaparan di Dunia?

      1,02 miliar orang pada tahun 2009
      Biji-bijian yang saat ini dipakai untuk memberi makan ternak, cukup untuk memberi makan 2 miliar orang.


      Dan jika kita tidak memakan daging, semua peternak dapat dilatih untuk menanam sayuran, atau hal lain.

      Dan akan jauh lebih sedikit kelaparan, karena kita menggunakan hasil pertanian, biji-bijian untuk memberi makan manusia daripada dipakai untuk memberi makan ternak.






      From: light 99 <quanyinyogi@...>
      To: PemanasanGlobal@yahoogroups.com
      Sent: Friday, June 1, 2012 9:27 AM
      Subject: Re: [PG] Atasi Kelaparan, Kurangi Limbah Makanan - Hijauku.com

       
      Untuk mengatasi kelaparan dunia yang sekarang sudah ada maupun yang akan datang,

      alih-alih sekedar mencari dan menggali serta meningkatkan sumber pangan yang ada di bumi

      mestinya kita dan penduduk dunia sudah mulai berpikir untuk lebih serius untuk :

      - lebih efisien menggunakan bahan makanan yang sesungguhnya sangat berlimpah di dunia ini
        Ketimbang hasil panen diberikan kepada hewan ternak dan juga perikanan, lebih baik diberikan kepada manusia
        (kalau saja semua hasil panen dunia digunakan untuk manusia maka kita akan dapat memberi makan
         kepadada 3 planet Bumi ini)
        Berhenti mengkonsumsi produk hewani merupakan langkah yang paling tepat agar para pengusaha peternakan
        dan perikanan mengalihkan bidang usahanya ke bidang usaha yang ramah lingkungan.

      - lebih efisien, lebih sehat dan lebih manusiawi ..memperhatikan penyerapan gizi dan nutrisi
        ketimbang terus menambahkan asupan nutrisi yang justru sering membuat ketidakseimbangan
        FAO juga harus berpikir mengapa mereka menjadi kekurangan nutrisi karena 
        hampir semua penduduk dunia kekurangan nutrisi, baik mereka yang berlimpah pangan maupun yang kekurangan pangan.
        Hal ini terjadi karena pangan mereka hanya membuat kenyang, "empty nutrition", dan justru menggerorgoti kualitas kesehatan

      - industri kesehatan dunia harus disederhanakan : alih-alih terus berjuang memproduksi obat dan cek kesehatan dengan tujuan
        menjual obat dan produk kesehatan yang mahal-mahal, lebih baik menjual pendidikan agar masyarakat meningkatkan kesehatan
        mereka dengan menghindari begitu banyak makanan yang begitu buruk untuk kesehatan

      - limbah makanan akan menjadi sangat berkurang jika industri makanan berkurang. Makin tidak sehat apa yang kita makan
        makin buruk limbah yang terjadi bagi lingkungan.
        Pengeloaan limbah memang sangat penting, tetapi juga jauh lebih penting memperhatikan apa yang bisa membuat limbah itu

      Bagaimana kita bisa menghijaukan dunia kalau kita tetap makan daging, susu, telur, ikan dan produk yang terbuat darinya
      yang merupakan predator terbesar pada pepohonan atau hutan dunia?

      Demikian, semoga berguna dan bisa menjadi perhatian semua orang di dunia,
      Terima kasih banyak,

      salam,

      pater ananta

        

      2012/6/1 Hizbullah Arief <salam_ari@...>
       
      Atasi Kkitaelaparan, Kurangi Limbah Makanan


      Pembangunan berkelanjutan tidak akan berhasil tanpa menghapuskan kelaparan dan kekurangan gizi.

      Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi limbah makanan. Hal ini terungkap dari laporan terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang diluncurkan kemarin (30/5).

      “Pembangunan tidak bisa dikatagorikan sebagai berkelanjutan jika kondisi ini terus berlangsung. Satu dari tujuh laki-laki, perempuan dan anak-anak masih mengalami kekurangan gizi,” ujar José Graziano da Silva, Direktur Jenderal FAO.

      Laporan yang berjudul "Towards the future we want: end hunger and make the transition to sustainable agricultural and food systems" ini dipersiapkan untuk menyambut Konferensi Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20) yang akan berlangsung di Brasil, akhir Juni nanti.

      FAO menekankan pentingnya mengatasi masalah di sistem pangan saat ini sehingga ratusan juta penduduk di negara berkembang memiliki kemampuan untuk memroduksi makanan sebagai mata pencaharian mereka dan membeli makanan untuk kebutuhan sehari-hari.

      “Di Rio+20 kita memiliki peluang emas untuk mengatasi masalah ini, dengan menggabungkan konsep keamanan pangan dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Graziano da Silva.

      Laporan FAO ini juga mendorong pemerintah untuk menetapkan dan melindungi hak-hak rakyat atas sumber daya alam, memromosikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan dalam sistem pangan.

      Keberadaan pasar pangan dan pertanian yang adil dan berdaya juga penting dan pemerintah diminta untuk melakukan investasi dari hasil sumber daya yang dimiliki publik untuk melakukan inovasi dan membangun infrastruktur.

      Laporan ini juga memberikan rekomendasi cara membantu petani yang mengelola 500 juta lahan pertanian kecil di negara berkembang yang hingga saat ini masih kekurangan sumber daya akibat ketidakcukupan pangan dan nutrisi.

      Negara-negara maju juga diminta untuk mengubah pola konsumsi mereka untuk mengurangi limbah makanan. FAO memerkirakan, jumlah makanan yang hilang dan terbuang mencapai 1,3 miliar ton setiap tahun atau sepertiga dari jumlah makanan yang dikonsumsi dan diproduksi penduduk dunia.

      Untuk memenuhi kebutuhan pangan populasi dunia yang diperkirakan akan mencapai angka 9 miliar penduduk pada 2050, menurut FAO diperlukan perbaikan sistem tata kelola pangan dan pertanian. “Tanpa aksi yang terarah, peningkatan produksi pangan - sebesar 60% untuk memenuhi pertumbuhan permintaan dunia - belum mampu mengentaskan 300 juta penduduk dari kelaparan pada 2050 karena mereka tetap tidak memiliki akses ke pasokan pangan,” ujar FAO.

      Redaksi Hijauku.com
       
      http://www.hijauku.com - @hijaukudotcom - Situs Hijau Indonesia




    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.