Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[artikel ] Ki-moon: Dunia Kehabisan Waktu Atasi Perubahan Iklim

Expand Messages
  • ruhimat
    Berita lainnya dan selengkapnya lihat di : http://library.pelangi.or.id/?pilih=arsip&topik=7 *Ki-moon: Dunia Kehabisan Waktu Atasi Perubahan
    Message 1 of 1 , Feb 1, 2011
    • 0 Attachment

      Berita lainnya dan selengkapnya lihat di : http://library.pelangi.or.id/?pilih=arsip&topik=7

       

       

      Ki-moon: Dunia Kehabisan Waktu Atasi Perubahan Iklim
      28-Jan-2011; 07:13
      Jumat, 28 Januari 2011 20:35 WIB

      Davos (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-Moon menegaskan bahwa dunia sudah kehabisan waktu untuk mengatasi perubahan iklim.
      Dalam pidatonya pada pembukaan diskusi bertema "How Can Sustainable Development Become a Driver of Inclusive Growth?" di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Jumat, Ban Ki-Moon mengatakan, saat ini dibutuhkan revolusi untuk mengubah gaya hidup manusia sehingga pertumbuhan ekonomi bisa berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

      Extra U.N. climate talks set for April in Bangkok
      31-Jan-2011; 07:04
      Date: 31-Jan-11
      Country: NORWAY
      Author: REUTERS

      Climate negotiators from almost 200 nations will hold an extra session in Bangkok in April to try to unblock work on a successor to the U.N.'s Kyoto Protocol for slowing global warming, officials said on Friday.They said that 2011 is likely to mark a slowdown in the overall number of U.N. meetings about climate change after a rush of talks since 2007 failed to come up with a treaty.

      Fertilizing Oceans Seen Fruitless In Climate Fight
      01-Feb-2011; 07:12
      Date: 01-Feb-11
      Country: NORWAY
      Author: Alister Doyle

      Fertilizing the oceans to boost the growth of tiny plants that soak up greenhouse gases is unlikely to work as a way to slow climate change, a U.N.-backed study showed on Monday.
      Such "geo-engineering" schemes would be hard to monitor and were likely to store away only small amounts of carbon dioxide, the main greenhouse gas, according to a report by the Intergovernmental Oceanographic Commission.

      DNPI siap fasilitasi konservasi energi
      01-Feb-2011; 07:17
      Oleh Yuda Prihantono
      Published On: 01 February 2011

      JAKARTA: Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) siap memfasilitasi perusahaan tambang di Tanah Air yang ingin mendapatkan keuntungan ganda terkait penjualan emisi ke pasar karbon melalui kegiatan konservasi energi.
      Divisi Mekanisme Perdagangan Karbon DNPI A. Samyanugraha mengatakan penyumbang emisi terbesar Indonesia saat ini berasal dari sektor gambut dan sektor energi. Bedanya pada sektor kehutanan gambut biarpun emisinya besar akan tetapi kedepannya punya kecenderungan konstan dan bahkan bisa menurun. Tidak seperti sektor tambang dimana emisi yang dihasilkan bisa kian meningkat lantaran produksi energi yang dihasilkan kian naik sejalan dengan kebutuhan energi yang terus meningkat.

       

       

       

       

       

       

       

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.