Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

SIAPA BILANG MAKAN IKAN ITU MENYEHATKAN?

Expand Messages
  • Eating Green
    SIAPA BILANG MAKAN IKAN ITU MENYEHATKAN? Sadarkah kita bahwa laut adalah tempat pembuangan sampah terbesar di dunia? Sadarkah anda kemana kotoran yang kita
    Message 1 of 1 , Aug 2, 2010
    • 0 Attachment
      SIAPA BILANG MAKAN IKAN ITU MENYEHATKAN?

      Sadarkah kita bahwa laut adalah tempat pembuangan sampah terbesar di dunia? Sadarkah anda kemana kotoran yang kita buang ke selokan? Ya, kotoran apapun yang kita buang ke saluran – saluran air akan berakhir di laut. Laut menanggung sampah yang luar biasa hebat, mulai dari sampah biologis, hingga racun – racun kimiawi yang berasal dari pabrik – pabrik maupun tempat pembuangan sampah yang tidak terkendali.
      Ikan hidup di air yang sangat terpolusi, air yang tidak mungkin akan kamu minum. Tetapi kamu tidak sadar setiap kali kamu makan, kamu juga memasukkan racun – racun tersebut ke dalam tubuh kamu, mulai dari bakteri, logam – logam berat, serta bahan kontaminasi lainnya. Tubuh ikan menyerap racun – racun yang ada pada habitatnya. Semakin tinggi posisi seekor ikan dalam rantai makanan, ikan tersebut menjadi semakin beracun. Ikan – ikan besar (seperti ikan paus dan hiu) yang memakan ikan – ikan kecil juga akan menyerap racun seperti ini akan menyatu dengan jaringan tubuh yang tidak mungkin bisa dihilangkan dengan pencucian.
      Racun yang banYak ditemukan pada ikan adalah PCB (polychlorinated biphenyls) yang dapat menyebabkan kerusakan hati, kelainan jaringan saraf dan gangguan janin ; dioksin, biasanya terkait dengan kanker; radioaktif, seperti strontium 90; dan logam – logam berbahaya lainnya seperti merkuri, cadmium, chromium, lead dan arsenic.
      Dalam penelitiannya pada sejumlah responden wanita, EPA (Environment Protection Agency – Agen Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat) melaporkan bahwa wanita yang mengonsumsi ikan dua kali seminggu memiliki kandungan logam merkuri dalam darah hingga tujuh kali lebih tinggi dari wanita yang mengonsumsi ikan! Bahkan hanya dengan mengonsumsi satu kaleng tuna per minggu, kandungan merkuri dalam darah wanita yang teliti meningkat hingga 30% lebih tinggi daripada batas aman yang ditetapkan oleh EPA.
      Merkuri adalah logam yang mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan yang serius pada manusia, meliputi kerusakan otak (mungkin anda masih ingat dengan kasus telur buyat yang terkait dengan penyakit minamata), penurunan ingatan, hingga merusak perkembangan janin pada ibu hamil.
      Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang makan ikan secara rutin sangat mungkin melahirkan bayi yang lamban, memiliki lingkar kepala yang kecil dan mengalami gangguan perkembangan. Bahkan wanita yang mengonsumsi ikan dengan kandungan PCB, merkuri dan racun – racun lainnya dalam kadar yang rendah sekalipun diketahui banyak mengalami kesulitan mengandung. Berita buruk lainnya adalah racun – racun kimiawi ini dapat tinggal di tubuh manusi hingga bertahun – tahun.

      Referensi : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/07/08/brk,20100708-261890,id.html
      http://greenliving.about.com/od/foodhealth/a/FishMercury.htm

      sampah industri dan sampah rumah tangga masuk ke dalam saluran - saluran airdan berakhir di laut. Meracuni ikan dan biota laut lainnya



      Supreme Master TV - Saluran TV Global Konstruktif Anda
      (Dengan 14 Satelit di Seluruh Dunia dan 42 teks terjemahan)


      http://www.SupremeMasterTV.com/ina

      http://www.PemanasanGlobal.net
      http://www.SelamatkanBumi.net
      http://www.InfoVegetarian.net
      http://www.ResepVegan.net
      http://www.LovingHut.co.id


      Anda boleh saja berkata, “Soal makan daging itu urusan saya” tapi sebenarnya hal itu mempengaruhi seluruh dunia, mempengaruhi generasi selanjutnya. Dengan pola makan vegan, kita mengonsumsi apa yang terbaik bagi kesehatan kita, bagi hewan-hewan, dan juga bagi lingkungan. Bumi kita sedang mengalami kehancuran karena kita makan terlalu banyak daging. PBB mencatat bahwa produksi daging secara global telah meningkat hingga 5 kali dibandingkan 50 tahun yang lalu dan diprediksikan akan menjadi 2 kali lipat pada tahun 2050. Jika prediksi ini terjadi, maka kita akan menghadapi bencana lingkungan karena sumber daya alam kita tidak dapat menanggung lagi dampak dari pola makan daging.

      Be Veg, Go Green 2 Save the Planet

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.