Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[artikel ] "Bantuan Norwegia Bukan Udang di Balik Batu"

Expand Messages
  • ruhimat
    Berita lainnya dan selengkapnya lihat di : http://library.pelangi.or.id/ Pemerintah Tawarkan 5 Lahan Gambut ke
    Message 1 of 1 , Jun 1, 2010
    • 0 Attachment

      Berita lainnya dan selengkapnya lihat di : http://library.pelangi.or.id/

       

       

      Pemerintah Tawarkan 5 Lahan Gambut ke Norwegia
      01-Jun-2010
      Pemerintah Tawarkan 5 Lahan Gambut ke Norwegia
      Selasa, 1 Juni 2010 - 11:13 wib

      Andina Meryani - Okezone
      JAKARTA - Pemerintah akan menawarkan lahan gambut di daerah Kampar Riau sebagai pilot project moratorium atau penghentian konversi lahan hutan REDD dengan Norwegia pada 1 Januari 2011 mendatang.Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa hingga saat ini luas lahan gambut di seluruh Indonesia sebesar 17 juta hektare (Ha) dan untuk proyek moratorium tersebut, pemerintah Indonesia hanya menawarkan lima wilayah.[read]

       "Bantuan Norwegia Bukan Udang di Balik Batu"
      01-Jun-2010
      Selasa, 1 Juni 2010 - 14:06 wib

      Wilda Asmarini - Okezone
      JAKARTA - Komitmen Norwegia yang akan memberikan hibah senilai USD1 miliar untuk mengurangi emisi karbon dari deforstasi dan degradasi hutan dalam kurun tiga hingga empat tahun mendatang diyakini tidak ada udang di balik batu."Sudah saya katakan, tidak ada udang di balik batu. Kita tidak ada hubungannya sama sekali antara strategi kita mengurangi emisi karbon 26 persen, itu ada atau tidak ada bantuan dari negara-negara maju," tandas Menko Perekonomian Hatta Rajasa, kepada wartawan di Gedung Nusantara V DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/6/2010).[read]

       Greenpeace: Konsep REDD+ Bagai Pisau Bermata Dua
      01-Jun-2010
      Selasa, 1 Juni 2010 12:22 WIB

      Pekanbaru (ANTARA News) - Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, Zulfahmi, meminta pemerintah menempatkan masyarakat pada posisi penting sebagai aktor utama penerapan konsep REDD+ untuk pelestarian dan pencegahan degradasi kualitas lingkungan hutan."Konsep REDD bisa menjadi pisau bermata dua. Memberikan keuntungan dana kompensasi tapi juga bisa menempatkan masyarakat dalam posisi yang lebih sulit dari sebelumnya," kata Zulfahmi kepada ANTARA di Pekanbaru, Selasa.[read]

       

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.