Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

GENERASI YANG HILANG (??)

Expand Messages
  • Rumah Pelangi
    SINGKAT CERITA: RUMAH PELANGI mengadakan penggalangan dana untuk keberlangsungan kegiatannya. Jarak dengan penggalangan dana sebelumnya untuk sekolah seorang
    Message 1 of 1 , Oct 10, 2005
    • 0 Attachment

      SINGKAT CERITA:

       

      RUMAH PELANGI mengadakan penggalangan dana  untuk keberlangsungan kegiatannya. Jarak dengan penggalangan dana sebelumnya untuk sekolah seorang penggiatnya (Asti Handayani) baru selesai Agustus 2005 lalu dan ada rasa malu apakah pantas/tidakkah melakukan fundrasing lagi. Namun, banyak rekan di luar RUMAH PELANGI mendukungnya dan memberikan berbagai pertimbangan diantaranya bahwa penggalangan dana memang patut dilakukan oleh organisasi asal sesuai dengan tujuan yang baik. Ada pula yang mengatakan bahwa penggalangan dana memang harus dilakukan 24 jam tanpa henti karena suatu organisasi selalu bergerak dimana salah satu pendukungnya adalah masukan kas. Pendapat lain lagi mengatakan, penggalangan dana tidak terhenti dengan sendirinya apabila telah memperoleh dana dari penggalangan sebelumnya karena event yang akan dilakukan organisasi bisa jadi berbeda. Selain itu kami mencoba membolak balik berbagai buku tentang etika-etika penggalangan dana.

      Apabila tertarik mengetahui lebih lanjut, dapat membaca imel panjang dibawah ini. Selain itu kami sangat berterima kasih apabila imel ini dapat diteruskan ke beberapa rekan lain / organisasi yang sekiranya memahami tentang penggalangan dana. Tidak lupa, mohon masukan, kritik dan sarannya. Terima kasih.

       

      ========================

       

      LATAR BELAKANG:

       

      RUMAH PELANGI ada ketika Gunawan, Gambir, dan Desi berkumpul untuk membahas perlunya suatu wadah untuk kegiatan generasi muda. Awalnya dari ketiga orang ini yang sudah mengenal semuanya adalah Gambir yang kemudian mempertemukan Gunawan dan Desi. Pada perbincangan itu ternyata masing-masing mempunyai obsesi sama yang telah dipendam lama namun tidak jua terlaksana karena terpikirkan minimnya kemampuan. Bersamaan dengan itu ada sebuah rumah kosong yang direncanakan disewakan oleh orang tua salah seorang pendiri tersebut. Menyikapi hal tersebut mereka mensiasati agar rumah itu digunakan sebagai pusat kegiatan yang dicita-citakan, yakni dalam hal ini selaku kantor serta tempat berkumpul karena suasana lingkungan yang menarik dan berjauhan dengan rumah penduduk. Rumah tersebut terletak dikelilingi oleh 2 kolam ikan di kanan kirinya serta sawah di depan maupun belakangnya dan juga ruang-ruang kosong yang telah bersekat. Amatlah disayangkan apabila kesempatan menggunakan rumah tersebut terlepas karena disewakan pihak lain. Tindaklanjut kemudian adalah minta ijin untuk memakainya dengan menyatakan menyewanya dan itu dimulai tanggal 7 Maret 2004. Meskipun demikian sampai sekarang belum pernah terjadi transaksi berkenaan dengan itu dan organisasi belum pernah mengeluarkan biaya perawatan pula.

       

      Pada perkembangan di RUMAH PELANGI ada beberapa aktivitas untuk anak dan remaja dimana ada kalanya pasang dan surut karena masih mencari format yang tepat disesuaikan kemampuan orang-orang yang terlibat didalamnya dan juga jadwal kegiatan mereka di luar komunitas. Hal yang tidak dapat disangka pada mulanya adalah banyaknya para remaja (kebanyakan anak SMA) dan juga dewasa (99.8 % pengangguran) yang rajin datang untuk ikut terlibat dalam berbagai kegiatan. Apabila menilik kampungnya mereka berasal dari beberapa kecamatan di sekeliling Muntilan, yakni Kecamatan Borobudur, Salaman, Dukun, Salam, Sawangan, Mungkid dalam radius +-25km.

       

      Saat ini harta yang dimiliki adalah buku-buku sejumlah kurang lebih 600 buku cerita yang semuanya merupakan sumbangan. Sebuah rak buku yang digunakan untuk menatanya merupakan pinjaman dari sesepuh di dusun Kadirojo, tempat RUMAH PELANGI berada. Aset berharga komunitas adalah semangat rekan-rekan pendatang dari berbagai kecamatan tersebut. Mereka sangat antusias akan keberadaan RUMAH PELANGI meskipun dalam kondisi “bersahaja” selama ini. Kas organisasi sama sekali 0 (nol) karena tiadanya iuran dari anggota yang terdiri dari anak-anak, remaja SMP/A, dewasa pengangguran. Kegiatan selama ini dapat terselenggara berkat “iuran-bantingan”. RUMAH PELANGI sendiri keberadaannya sudah diakui oleh organisasi-organisasi/individu-individu di sekitar Yogyakarta maupun lingkungan Kabupaten/Kodia Magelang dan mereka seringkali mengunjungi komunitas untuk melihat lebih dekat.

       

      PERMASALAHAN:

       

      Pemilik rumah beberapa minggu lalu menyatakan akan menyewakan rumah yang digunakan sebagai markas tersebut pada siapa saja yang menginginkan dengan nilai kontrak Rp 4.000.000,- (empat juta rupiah) selama dua tahun. Dana itu sendiri akan digunakan untuk perawatan rumah dan memasang langit-langit (eternit). Selain itu, satu hal fatal apabila kehilangan rumah untuk berteduh adalah hilangnya tempat untuk berkumpul, berkomunikasi bersama, dan melakukan kegiatan sehingga anggota akan tercerai-berai dengan kelesuan semangat (GENERASI YANG HILANG).

       

      SOLUSI:

       

      Pada pertemuan hari Sabtu, 1 Oktober 2005 segenap anggota RUMAH PELANGI berkumpul membahasnya dan menyatakan untuk tetap mempertahankan rumah tersebut dengan pertimbangan memang sudah selayaknya komunitas melakukan perawatan/perbaikan mengingat RUMAH PELANGI sendiri dapat berdiri karena kondisi awal mensiasati hal tersebut. Pendapat para pendiri adalah, apabila siasat satu setengah tahun dulu tidak sukses / tidak diijinkan pemilik rumah, RUMAH PELANGI sampai sekarang masih merupakan obsesi dan semua yang berkumpul disini mungkin tidak/belum saling kenal. Toh, uang sewa juga akan dikembalikan pada perawatan/perbaikan rumah yang digunakan berkegiatan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah dengan mengontrak (bukti tertulis) terhadap rumah tersebut, komunitas tidak akan direpotkan oleh ketidakpastian waktu penggunaan rumah. Apabila tidak ada kontrak, pemilik bisa setiap saat menggusur dengan menggunakan beberapa alasan. Ada pertimbangan pula untuk mencoba mencari rumah lain, namun hal tersebut juga akan menghadapi permasalahan yang sama dimana dibutuhkan sejumlah dana untuk perawatan/perbaikan rumah yang akan ditempati. Belum lagi kondisi lingkungan baru apabila pindah harus mengadakan penyesuaian-penyesuaian lagi dalam berbagai hal. Berdasarkan kesepakatan dengan pemilik, RUMAH PELANGI diberi waktu untuk mengontraknya per 1 Januari 2006.

      Keputusan ingin menyewa rumah yang digunakan selama ini tentu saja berimplikasi pada bagaimana tindakan penggalangan dana. Dalam hal ini ada dua kegiatan yang dilakukan:

       

      1. Fundraising dari masyarakat/organisasi yang peduli.

                Waktu realisasi: 1 Oktober 2005 – 31 Desember 2005.

      Langkahnya:

      a.      Melalui imel ke beberapa rekan dan milis.

      b.      Melalui Surat Pembaca di beberapa harian.

      Kontrapretasi yang diberikan adalah foto-foto lokasi maupun beberapa kegiatan atau produk/jasa lain sesuai kesepakatan.

      Melalui imel ini sudilah kiranya rekan-rekan / organisasi berpartisipasi. Apabila tertarik lebih lanjut dapat menghubungi: Yessy Widi Hananta ( 0818 – 0273 8056 )

       

      2. Kegiatan/Event Lomba

                Waktu realisasi: Februari 2006.

      Permodalan kegiatan/event lomba ini berupa “iuran-bantingan” dari penggiat RUMAH PELANGI yang dikumpulkan semenjak sekarang. Diharapkan mendapat bantuan dana dari sponsor dan memperoleh keuntungan dari pendaftaran peserta.

       

      Upaya di atas didukung dengan pembentukan panitia “PEDULI RUMAH PELANGI”, yang terdiri dari:

       

      Penanggung Jawab:

      Yessy Widi Hananta                Anggota RUMAH PELANGI

      ( 0818 – 0273 8056 )                Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris semester 3

                                                   Fakultas Keguruan dan Pendidikan

                                                   Universitas Sanata Dharma – Yogyakarta

       

      Bendahara / Sekretaris:

      Fatimah Herdianti                       Anggota RUMAH PELANGI

      ( 0813 – 2875 8402 )                Siswa Kelas 3 (XII) SMA NEGERI I MUNTILAN

      ( 0856 – 4303 4045 )

       

      Dewan Pengawas:

      Gunawan Julianto                   Pendiri RUMAH PELANGI, Pengangguran

      ( 0818 – 0272 3030 / 0293 – 587 992 )

      Desi Derius                            Pendiri RUMAH PELANGI,

      Relawan Perpustakaan Keliling USC-Satunama,

                                                   Kandidat Pengajar Paruh Waktu Teater Anak

        di sebuah TK – di Yogyakarta

      Gambir Wismantoko               Pendiri RUMAH PELANGI, Petani

      ( 0813 – 1818 1669 )

       

      Rekening:

      Gambir Wismantoko         BCA Muntilan, a/c: 104 – 013 – 0272

       

      Imel:

      RumahPelangi@...

       

      Milis:

      Warga-RumahPelangi@yahoogroups.com

      Untuk pendaftaran milis harap kirim imel kosong ke:

      Warga-RumahPelangi-subscribe@yahoogroups.com.

       



      ---------------------------------------------------------
      RUMAH PELANGI merupakan komunitas nirlaba untuk generasi muda dan mempunyai aktifitas  sosial budaya serta pengelolaan perpustakaan.

      Kontak : Gunawan Julianto
      telp.     : 0293 - 587992 / 0818 - 0272 3030 

       
      R U M A H   P E L A N G I
      KERAGAMAN MEMPERKAYA NURANI
       
      Apabila imel yang diterima dirasa mengganggu mohon beritahukan kepada kami Rumah Pelangi.


      Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.