Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Tips selama puasa ^-^

Expand Messages
  • red_now14
    Hindari Es Saat Berbuka! Rasa lapar dan haus saat puasa lebih merupakan efek sesaat yang dapat diatur. Dengan kata lain, rasa lapar dan haus bukanlah tanda
    Message 1 of 1 , Oct 2, 2005
    • 0 Attachment
      Hindari Es Saat Berbuka!

      Rasa lapar dan haus saat puasa lebih merupakan efek sesaat
      yang dapat diatur. Dengan kata lain, rasa lapar dan haus bukanlah
      tanda mutlak dari kebutuhan tubuh akan makanan. Kebutuhan energi,
      untuk bekerja misalnya, bisa dipenuhi dari cadangan energi pada hati,
      otot, lemak di bawah kulit, dan lain-lain. Justru berpuasa merupakan
      kesempatan memobilisasi timbunan lemak. Puasa juga
      mengistirahatkan "mesin pencernaan" selama beberapa jam. Oleh karena
      itu, puasa tidak harus menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan dalam
      banyak kasus justru membuat tubuh lebih sehat. Untuk itu diperlukan
      pengaturan berbuka dan makan sahur yang benar. Berbuka dan makan
      sahur tidaklah sekadar memasukkan makanan. Selama berpuasa, kadar
      gula dalam darah lebih rendah dibandingkan dengan keadaan tidak
      berpuasa. Padahal, gula merupakan sumber tenaga yang segera dapat
      digunakan. Gula inilah yang perlu segera diperoleh saat berbuka
      puasa, tetapi jangan berlebihan sebab akan mengganggu kenikmatan
      menyantap menu utama. Berikut saran Dr. H. Anies, MKK, PKK, Dosen
      Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro,
      Semarang, dalam memilih menu sehat saat berbuka dan sahur :
      a. Ada kebiasaan salah yang dilakukan sebagian orang, yaitu minum air
      es atau es yang dicampur ke dalam minuman sebelum menyantap makanan.
      Cara ini sangat merugikan karena es dapat menahan rasa lapar.
      Akibatnya, hidangan lain yang lebih bergizi bisa tidak disantap,
      sehingga mengurangi asupan nutrisi yang diperlukan. Hindari minum es
      saat buka puasa.!
      b. Saat berbuka mulailah dengan minuman manis hangat dan makanan
      ringan yang mudah dicerna. Bisa teh manis, sirup, ditemani kurma,
      pisang goreng, atau pisang sale. Setelah kadar gula darah berangsur-
      angsur normal bisa dilakukan salat magrib.
      c. Setengah jam kemudian barulah nikmati menu utama. Makanlah
      secukupnya. Dua jam kemudian, setelah salat tarawih, dapat menyantap
      hidangan yang masih ada.
      d. Makan sahur jangan dianggap sepele. Tidak jarang orang enggan
      bangun, padahal makan sahur sangat penting untuk mengimbangi zat gizi
      yang tidak diperoleh tubuh selama sehari berpuasa. Makan sahur jangan
      asal kenyang, tetapi harus bergizi tinggi. Hidangan sahur harus bisa
      menjadi cadangan kalori dan protein, serta membuat lambung tidak
      cepat hampa makanan. Dengan demikian, rasa lapar tidak cepat
      dirasakan. Makanan yang cukup mengandung protein dan lemak adalah
      nasi; telur, dendeng, rendang, ikan, dan tentu saja sayuran. Dengan
      berbuka dan sahur secara sehat, berbagai gangguan kesehatan bisa
      dihindari. Namun, bukan berarti semua orang sakit boleh berpuasa. Hal
      itu sangat bengantung pada kondisi pasien dan penyakitnya. @ ken





      Puasa Tanpa Baauuu...!

      Minggu ini seluruh umat muslim di dunia memasuki bulan
      Ramadan. Saat inilah kita diwajibkan menjalani salah satu rukun
      Islam, berpuasa. Allah SWT memerintahkan puasa pada orang-orang
      beriman, tujuannya agar mereka lebih bertakwa. Pelaksanaannya di
      bulan Ramadan dan hari-hari yang telah dianjurkan untuk berpuasa.
      Setiap orang yang berpuasa tentunya ingin tetap sehat. Dr. Samuel
      Oentoro, MS. dari Klinik Nutrifit, menganjurkan agar orang yang
      menjalankan puasa tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang,
      yaitu sumber karbohidrat, lemak, protein hewani dan nabati serta
      asupan sumber mineral dan vitamin, saat sahur maupun buka puasa.
      Dengan demikian, meski sepanjang pagi hingga sore hari tidak makan
      dan minum, tubuh tetap dalam keadaan sehat dan bugar. Meski badan
      dalam keadaan sehat dan bugar, gangguan sosial kerap dialami oleh
      orang yang sedang berpuasa, yaitu bau mulut. Hal ini dimungkinkan
      karena sejak batas imsak saat menjelang subuh hingga berbuka ketika
      magrib, lambung dalam keadaan kosong. Menurut Dr. Rosa dari Klinik
      Prorevital, Jakarta, keadaan lambung kosong serta hawanya yang keluar
      lewat mulut menimbulkan bau tak sedap. Terlebih bila orang itu
      mengalami sakit maag. Bau yang keluar akan lebih
      menyengat."Sebenarnya dalam keadaan normal saja mulut kita penuh
      dengan bakteri. Bakteri-bakteri itulah yang menyebabkan bau mulut.
      Mulut menjadi tidak bau karena terbilas oleh air dan makanan ketika
      kita tidak berpuasa. Mengonsumsi terlalu banyak makan yang beraroma
      seperti bawang putih pun mengakibatkan bau mulut," tutur Dr.Rosa.
      Resep atasi bau mulut dan badan
      Ada beberapa jenis tanaman yang cocok untuk mengatasi bau mulut dan
      bau badan. Tanaman itu mengandung bahan aktif berbau segar dan
      bermanfaat mematikan atau mengendalikan pertumbuhan bakteri serta
      memberikan bau harum bagi tubuh. Menurut Hj. Sarah Kriswanti S.,
      herbalis asal Bandung, Jawa Barat, tanaman-tanaman itu adalah adas,
      kapulaga, pegagan, melati, sirih, jeruk nipis, dan kunyit. Berikut
      ini cara meramu bahan-bahan tersebut:
      1. Bahan : 1 sendok teh adas, 1 cangkir daun beluntas, 2 biji
      kapulaga, 1 gelas air.
      Cara Membuat : Bahan direbus dalam wadah tertutup dengan api kecil
      selama setengah jam, diamkan hingga hangat, lalu diperas. Air perasan
      tersebut dikumur-kumur lalu ditelan. Ramuan ini untuk 3 kali
      pemakaian. Lakukan hingga beberapa hari.
      2. Bahan: 1 genggam daun beluntas muda.
      Cara membuat : Daun beluntas dicuci bersih lalu dikukus. Makan
      sebagai lalap. Lakukan hingga beberapa hari.
      3. Bahan : 3 buah jeruk nipis, kapur sirih secukupnya.
      Cara membuat : Jeruk nipis diiris-iris. Taburkan kapur sirih pada
      permukaan irisan jeruk nipis tersebut. Kemudian oleskan pada ketiak,
      biarkan selama 15 menit. Seteiah itu cuci bersih dengan air. Lakukan
      setiap selesai mandi.
      4. Bahan : 8 butir kapulaga, 1 cangkir daun pegagan, 2 gelas air.
      Cara membuat : Kapulaga yang telah dicuci bersih dihancurkan,
      kemudian dicampur dengan daun pegagan. Tambahkan air, lalu direbus
      dalam keadaan tertutup hingga mendidih, selama setengah jam. Tetap
      dalam keadaan tertutup, rebusan didiamkan hingga terasa hangat,
      kemudian disaring atau diperas. Air perasan diminum setiap pagi pada
      saat perut masih kosong. Lakukan hal ini selama beberapa hari.
      5. Bahan : 30 buah kuntum bunga melati, 1 gelas air matang.
      > Cara membuat: Bunga melati direndam 1 malam dalam keadaan tertutup
      dalam wadah plastik atau kaca. Airnya diminum setiap pagi selama lima
      hari berturut-turut.
      6. Bahan: 5 helai daun sirih, 3 gelas air.
      > Cara Membuat: Daun sirih yang telah dicuci bersih direbus dengan
      air bersih hingga mendidih selama 15 menit. Biarkan rebusan air
      hingga dingin dalam keadaan tertutup. Gunakan rebusan air sirih untuk
      kumur-kumur sebanyak 3 kalisehari. Setiap kali kumur, gunakan 2
      sendok makan. Lakukan hal ini hingga beberapa hari.
      7. Bahan: 2 jari kunyit, gula aren secukupnya, 1 gelas air.
      > Cara membuat: Kunyit dicuci bersih lalu diparut dan diremas dengan
      air. Setelah itu tambahkan gula aren, kemudian aduk-aduk hingga rata.
      Selanjutnya campuran ini diperas atau disaring. Air perasan diminum
      sekaligus pada malam hari menjelang tidur. Lakukan hal ini selama
      beberapa hari. 8. Bahan: 15 helai daun muda jeruk nipis, tepung
      beras secukupnya.
      > Cara membuat: Daun jeruk nipis dicuci bersih lalu dihaluskan.
      Tambahkan tepung beras secukupnya pada halusan daun jeruk nipis.
      Campuran itu diaduk sampai rata, kemudian bentuklah menyerupai pil,
      butiran pil tersebut ditelan sebanyak tiga kali sehari satu butir
      setelah makan. Lakukan hal ini selama beberapa hari. @Hendra Priantono

      Kolak Tak Sehat Untuk Berbuka Puasa

      KOLAK, makanan khas yang selalu ada dalam menu berbuka puasa,
      menurut ahli nutrisi ternyata bukanlah makanan yang sehat untuk
      dimakan setelah 14 jam menahan lapar dan haus. Pada acara bincang-
      bincang Cara Mudah Mengikuti Food Combining, di Balai Sidang
      Jakarta, akhir pekan lalu, ahli nutrisi Wied Harry Apriadji,
      mengatakan kolak tidak sehat karena mengandung gula dan lemak
      yang terlalu tinggi. Kombinasi keduanya membuat alat pencernaan
      secara tiba-tiba bekerja berat, setelah sebelumnya beristirahat
      seharian. Lulusan Institut Pertanian Bogor itu menyarankan
      agar mengikuti teladan Nabi Mohammmad SAW yang hanya makan kurma
      dan minum air putih untuk berbuka. Karena meskipun mengandung gula
      yang kadarnya cukup tinggi, dan sama-sama manis seperti kolak,
      karbohidrat yang dikandung kurma mudah dicerna. "Dalam berpuasa yang
      harus ditekankan adalah nilai spiritualnya. Puasa akan menjadi
      percuma kalau kita hanya mengubah jam makan yang harusnya siang
      menjadi malam," ujar Wied. Menurut Wied, dalam analisa nutrisi,
      orang yang hanya minum air putih selama 40 hari tidak akan sakit
      dan meninggal. Kebutuhan nutrisinya juga akan terpenuhi. "Kan kalau
      berpuasa kita tidak banyak keinginan sehingga nutrisi tidak banyak
      terkuras. Saat berpuasa semuanya akan lebih tenang, nutrisi lebih
      dihemat," kata konsultan gizi yang juga redaktur sebuah majalah
      kesehatan itu. Wied pernah menerapkan pola makan Food
      Combaining dengan cara mengonsumsi buah dan sayur secara
      terpisah, dan porsinya sama dengan asupan karbohidrat serta protein
      ke dalam tubuh. Selain itu, protein dan karbohidrat juga tidak
      dimakan bersamaan. Cara makan seperti itu dibuat dengan
      mempertimbangkan lamanya proses pencernaan dalam tubuh agar nutrisi
      zat makanan dapat diserap secara sempurna. Pola makan semacam itu
      tetap ia terapkan saat menjalankan puasa. Meskipun porsi makan
      menjadi lebih sedikit. Namun, dengan penyerapan yang maksimal,
      tubuh tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
      (am)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.