Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

OOT : Nyayian seorang kakak

Expand Messages
  • Abadi Purwadaksina
    Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang kedua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael, anaknya yang pertama yang baru
    Message 1 of 1 , May 8, 2005
    • 0 Attachment
      Seorang ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang kedua.
      Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael, anaknya yang pertama
      yang baru berusia 3 tahun, untuk menerima kehadiran adiknya. Michael senang
      sekali. Kerap kali ia menempelkan telinganya di perut ibunya. Dan karena
      Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di
      perut ibunya itu.

      Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh di luar dugaan,
      terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael
      dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk
      sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen,
      "Bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi." Karen dan
      suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada
      yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya
      bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan.

      Lain halnya dengan Michael. Sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek
      terus! "Mami... aku mau nyanyi buat adik kecil!" Ibunya kurang tanggap.
      "Mami... aku pengen nyanyi!!" Karen terlalu larut dalam kesedihan dan
      kekuatirannya. "Mami.... aku kepengen nyanyi!!!" Itu berulang kali diminta
      Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan
      Michael sebagai rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang
      bagi anak-anak. Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan
      Michael. "Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir
      kalinya. Mumpung adiknya masih hidup!" batinnya.

      Ia dicegat oleh suster di depan pintu kamar ICU. "Anak kecil dilarang
      masuk!" Karen ragu-ragu. "Tapi, suster...." suster tak mau tahu. "Ini
      peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!"

      Karen menatap tajam suster itu, lalu berkata, "Suster, sebelum
      diizinkan bernyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin
      ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!" Suster terdiam
      menatap Michael dan berkata, "Tapi tidak boleh lebih dari lima menit!"

      Demikianlah, kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu
      dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek
      dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya... Lalu dari mulutnya
      yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring "You are my
      sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey...."

      Ajaib! Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan
      sayang dari kakaknya. "You never know, dear, How much I love you. Please
      don't take my sunshine away."

      Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan
      menatapnya dengan tajam dan, "Terus.... terus Michael! Teruskan sayang...,"
      bisik ibunya sambil menangis.

      "The other night, dear, as I laid sleeping, I dreamt, I held you in
      my..." Dan, Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang.
      Pernapasannya lalu menjadi teratur..." I'll always love you and make you
      happy, if you will only stay the same..." Sang adik kelihatan begitu tenang,
      sangat tenang.

      "Lagi sayang..." bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael
      terus bernyanyi dan.... adiknya kelihatan semakin tenang, rileks dan
      damai... lalu tertidur lelap.

      Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak
      menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang
      baru saja ia saksikan sendiri.

      Hari berikutnya, satu hari kemudian, si adik bayi sudah diperbolehkan
      pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien
      yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah terapi ajaib,
      dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai mujizat Kasih Ilahi yang luar
      biasa, sungguh amat luar biasa!

      Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar
      bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun
      membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you".
      Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil
      "Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang
      mustahil bagi-NYA bila IA menghendaki terjadi.

      Sumber: unknown

      --------------------------------------------------------------------------
      Kerja keras (hard work) saja tidak menjamin orang menjadi kaya. Perlu juga
      diimbangi dengan kerja pintar (smart work) http://www.kerjapintar.com
      --------------------------------------------------------------------------
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.