Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [PeaceGeneration] How statistics lies

Expand Messages
  • Luthfi Widagdo Eddyono
    artikel yang bagus.. ... From: Kuncoro Sejati Subject: [PeaceGeneration] How statistics lies To: PeaceGeneration@yahoogroups.com
    Message 1 of 2 , Nov 12, 2012
    • 0 Attachment
      artikel yang bagus..

      --- On Tue, 13/11/12, Kuncoro Sejati <kuncoro_no1@...> wrote:

      From: Kuncoro Sejati <kuncoro_no1@...>
      Subject: [PeaceGeneration] How statistics lies
      To: "PeaceGeneration@yahoogroups.com" <PeaceGeneration@yahoogroups.com>
      Date: Tuesday, 13 November, 2012, 6:36 AM

       

      Cara membaca kondisi kesejahteraan ekonomi bangsa ini adalah melihat berapa banyak warganegara yang berada dibawah garis kemiskinan. Angka ini seringkali "dimainkan" utnuk kepentingan politik [pencitraan], satu modus kebohongan publik.

      Sebagai contoh BPS bilang jumlah orang miskin kita 30,2 juta, jauh dibawah perhitungan ADB yang bilang 43.12 juta. Terrnyata batas garis kemiskinan ADB adalah $1.25/hari [untuk negara melarat] BPS mematok "angka" sendiri $1.13/hari. Bahkan kalau diukur memakai standard negara lain didunia [PBB] yang mematok angka $2/hari ... jumlah orang miskin di negeri ini langsung melonjak jadi 117 juta!

      Bayangkan, hidup dengan $2/hari ... untuk makan 3 kali sehari di Jakarta/Bandung sudah sulit, belum urusan rumah dan kebutuhan dasar lain.  117 juta rakyat kita berpenghasilannya dibawah$2/hari = 2 x 365 = $730/tahun. Dari mana Hatta Rajasa mendapat angka pendapatan per kapita kita $3554/tahun? 

      Angka itu adalah rata-rata untuk bangsa Indonesia ... yang sering digembar-gemborkan untuk menutupi kemiskinan kita yang endemik dan meluas itu, 117 juta harus hidup .dibawah $2/hari. Ini satu bentuk kebohongan publik yang sengaja dilakukan untuk mengelabui bangsa, untuk kepentingan politik dan untuk menutupi kegagalan pemerintah selama ini dalam mengentaskan kemiskinan.

      Hampir separuh penduduk Indonesia, 117 juta, bepenghasilan dibawah $730/tahun. Untuk mendapatkan angka rata-rata $3554/tahun (hampir lima kali) --tidak perlu ilmu statistik yang tinggi-tinggi-- maka dibutuhkan penghasilan yang sangat tinggi diatas garis kemiskinan yang $2 itu. Artinya disparitas (perbedaan) antara kaya-mikin yang luar biasa besar. Yang tidak pernah disebut-sebut oleh pemerintah atau Hatta Rajasa adalah kenyataan bahwa kekayaan 40 manusia paling kaya di Indonesia setara dengan kekayaan 60 juta warga miskinnya!

      Studi yang dilakukan oleh Prakarsa (Center for Welfare Studies) mendapati di tahun 2010, kekayaan 40 orang super-kaya diatas mencapai 680 trilyun rupiah [$76.8 milyar]. Dan ini sekitar 10.3 persen dari seluruh GDP negara! Dan ini merupakan kekayaan total dari 60 juta warga yang berada dibawah tanga ekonomi. Sungguh pemerataan yang memiriskan. Harta kekayaan negeri ini dikangkangi oleh beberapa gelintir orang super kaya. Prosentasi GDP yang njomplang oleh harta/penghasilan super-kaya ini jauh lebih besar di negeri ini ketimbang di negeri kaya seperti USA, Germany, China and Japan -- membuat Indonesia surga bagi  beberapa gelintir super-kaya dan neraka bagi ratusan juta warga miskinnya. Ini kegagalan kolosal pemerintah kita. Ditutupi dengan kebohongan canggih apapun, bau bangkainya tercium kemana-mana.


      Sent from my iPad
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.