Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

MERTI JIWO - bebersih diri

Expand Messages
  • Rumah Pelangi
    Membuka kesempatan siapa saja dlm prosesi Merti Jiwo, ritual pembuka Fstvl Seni Tradisi Anak Merapi ke 5 di Dusun Stabelan (4 – 5 Juni 2011). Peserta diajak
    Message 1 of 1 , May 30, 2011
    • 0 Attachment

      Membuka kesempatan siapa saja dlm prosesi Merti Jiwo, ritual pembuka Fstvl Seni Tradisi Anak Merapi ke 5 di Dusun Stabelan (4 – 5 Juni 2011). Peserta diajak membersihan hati melalui doa antar iman, ritual perjalanan naik ke sebuah situs Merapi, dan ekplorasi tari di situs tersebut. Para penggiat dan simpatisan yang terlibat diajak memahami tujuan Tlatah Bocah bukanlah sebuah pesta melainkan upaya pemahaman terhadap eksistensi anak.

       

      Merti Jiwo dilakukan di dusun Stabelan, sebuah dusun paling dekat dengan puncak Merapi (3.5km) yang mempunyai budaya khas dan sangat percaya bahwa  mereka dilindungi sepenuhnya dan diberi kemakmuran oleh Merapi. Dusun ini terletak di Desa Tlogolele (Kecamatan Selo - Kab Boyolali)           

       

      Agenda:

       

      Sabtu Pon, 4 Juni 2011, 

       

      Jam: 19.30 - 24.00 WIB

       

      1) Diskusi: Merapi & Keberagaman

       

      2) Doa Lintas Iman (Mbah Waldji – FPUB)

        

      Minggu Wage,  5 Juni 2011

       

      Jam: 04.00 – 09.30 WIB

       

      1) Perjalanan ke situs Pusung Malang (di atas dusun Stabelan)

       

      2) Eksplorasi Tari di situs Pusung Malang

       

      ============

       

      Pendaftaran:

       

      Gunawan

       

      Telp: 081002723030

       

      Email: TlatahBocah@...

       

      Facebook: Tlatah Bocah               

       

      Twitter: @TlatahBocah

       

      ============

       

      Peserta kumpul di sekretariat Tlatah Bocah (Muntilan) bersama2 menuju Stabelan (45 menit)

       

      Kloter pemberangkatan hari Sabtu, 4 Juni 2011 jam 16.00 WIB dan jam 18.00 WIB

       

      Rute perjalanan:

       

      Dari Muntilan menuju pasar Talun terus ke pasar sayur Soka. Sampai pasar Soka ambil lurus (naik). Ikuti jalan aspal kira kira 6 km sampai perempatan SD Telogolele, ambil kanan ikutin jalan aspal, sampai akhir dusun itulah STABELAN, dusun tempat Merti Jiwo diadakan.

       

      ============

       

      Agenda Festival Seni Tradisi Anak Merapi ke 5 ini kemudian dilanjutkan rangkaian acara yang saling berkaitan dan penuh makna, yakni:

       

      2. LAKU LAMPAH

      Selain Boyolali, gunung Merapi juga dilingkupi 3 kabupaten lainnya, yakni: Magelang, Sleman, dan Klaten. Banyak warga di wilayah tersebut masih mengungsi di hunian sementara sampai saat ini. Laku lampah merupakan sebuah perjalanan spiritual meresapi psikologi penyintas ini dengan eksplorasi tari dan juga mengusung spirit hidup melalui seni tradisi yang disajikan anak–anak.

       

      Laku Lampah I:

       

      Lahar hujan sebagai salah satu dampak erupsi Merapi telah menghilangkan ribuan sawah dan menenggelamkan banyak rumah. Warga banyak menghuni hunian sementara yang dibangun lembaga maupun pemerintah. Salah satu area yang digunakan untuk menampung warga ini adalah Jumoyo.

       

      Lokasi                    : Huntara Jumoyo – Kabupaten Magelang

      Tanggal                 : 11 Juni 2011 Sabtu Kliwon

      Jam                        : 19.00 – 23.00 WIB

       

      1) SUDRATARI – Kolaborasi

      2) JATHILAN – Kadirojo

      3) Bintang Tamu

       

      Laku Lampah II:

       

      Wilayah Cangkringan, Kabupaten Sleman bagian atas merupakan area yang terkena dampak Merapi sangat parah tersapu awan panas sehingga tidak dapat dihuni lagi. Warga yang selama ini tinggal disana sekarang menempati hunian sementara di sebelah bawahnya dan belum dapat mengolah tanahnya lagi.

       

      Lokasi                    : Huntara Cangkringan – Kabupaten Sleman

      Tanggal                 : 19 Juni 2011 (Minggu Pon)

      Jam                        : 15.00 – 18.00 WIB

       

      1) SUDRATARI – Kolaborasi

      2) DAYAK GRASAK - Sumber

      3) BALIJA - Jogja

      4) Bintang Tamu

       

      Laku Lampah III:

       

      Deles di Kabupaten Klaten merupakan daerah yang setiap saat terancam bahaya erupsi Merapi. Masyarakat tetap tinggal disana karena Merapi telah menghidupi mereka generasi ke generasi.

       

      Lokasi                    : Dusun Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang,Kab. Klaten

      Tanggal                 : 26 Juni 2011 (Minggu Kliwon)

      Jam                        : 15.00 – 18.00 WIB         

       

      1) SUDRATARI – Kolaborasi

      2) CAKAR LELE – Ngandong

      3) Bintang Tamu

       

       

      3. SRAWUNG GUNUNG

       

      Warga yang tinggal di Merapi berprofesi sebagai petani dan peternak. Pekerjaan ini berpengaruh pada kesederhanaan pola hidup dan secara tidak disadari merupakan faktor penting dalam keseimbangan lingkungan. Srawung Gunung adalah program pengenalan kehidupan lereng Merapi untuk anak–anak dari luar daerah. Difasilitasi oleh anak–anak seusianya, mereka diajak tinggal beberapa hari untuk bermain ala gunung, mengelola kebun sayur kelompok, beternak, dan belajar seni tradisi.

       

      Lokasi                    : Dusun Sumber, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kab. Magelang

      Tanggal                 : 1 – 9 Juli 2011 (Jumat Kliwon – Sabtu Pon)

      Jam                        : 08.00 – 21.00 WIB

       

      1) Berkebun dan Beternak

      2) Latihan Musik Tradisi / Gamelan

      3) Latihan Tari Tradisi

       

       

      4. NGUNDUH MANTU

       

      Membentuk keluarga baru tentu saja harus menyiapkan lembaran layaknya warga Merapi yang berjuang menata kehidupan baru.  TLATAH  BOCAH  ke  5 kali ini juga  mengantarkan salah satu penggiatnya pada sebuah jenjang pernikahan dengan nuansa yang TLATAH BOCAH, dirayakan bukan untuk sebuah pesta melainkan upaya pemahaman terhadap suatu keputusan.

       

      Lokasi                    : Dusun Kadirojo, Kelurahan Muntilan, Kec. Dukun, Kab. Magelang

      Tanggal                 : 3 Juli 2011 (Minggu Pahing)

      Jam                        : 13.00 – 15.00 WIB

       

      1) SUDRATARI – Kolaborasi

      2) REOG BOCAH – Gumuk

      3) DAYAK GRASAK – Sumber

       

       

      5. HAJAT SENI

       

      Masyarakat Merapi dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi tradisi leluhur dan mempunyai toleransi atas perbedaan. Salah satu warisan yang menggambarkan nilai ini adalah keberagaman seni tradisi yang masih ada. Puluhan jenis kesenian dari ratusan kelompok kesenian terdapat di Merapi. Meskipun demikian, kelompok ini belum banyak memberikan kesempatan pada anak untuk terlibat kecuali sebagai penonton / pendukung. TLATAH BOCAH menjembataninya dengan menggelar hajat seni tradisi yang pelakunya anak–anak. Tahun ke tahun kesertaan anak dalam kelompok kesenian bertambah. WAYAH GUMREGAH dapat digunakan sebagai modal awal membangun komunitas ramah anak.

       

      Lokasi                    : Dusun Sengi, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kab. Magelang, Sengi,

                        Kabupaten Magelang

      Tanggal                 : 9 – 10 Juli 2011 (Sabtu Pon – Minggu Wage)

      Jam                        : 09.00 – 24.00 WIB

       

      1) ORASI BUDAYA

      2) AMAN PERKUSI – Jakarta

      3) ANGGUK RAME – Ngargo Tontro

      4) BOCAH MENGKAL – Kajoran

      5) CAKAR LELE – Ngandong

      6) DAYAK GRASAK – Sumber

      7) GELAP NGAMPAR – Gejiwan

      8) JALANTUR – Gowok Pos

      9) JATHILAN – Kadirojo

      10) KLENENGAN – Samigaluh

      11) KOBRO SISWO – Sengi

      12) MAHESA BUTHENG – Bandongan

      13) MONDOLAN – Soko

      14) PADAT KARYA – Klakah Tengah

      15) PUTERI KAWEDAR – Sengi

      16) QARYAH THAYYIBAH – Salatiga

      17) REOG BOCAH – Gumuk

      18) TANAM UNTUK KEHIDUPAN – Salatiga

      19) TEATER RAKYAT – Purwodadi

      20) TOPENG IRENG – GKI Muntilan

      21) WAYANG BOCAH – Tutup Ngisor

      22) Bintang Tamu (masih terbuka kesempatan apabila ada komunitas luar menyajikan karya)

       

       

      6. LARUNG SUKERTA

       

      Pengaruh Merapi tidak hanya dirasakan pada 4 kabupaten yang mengitarinya, namun juga melampaui area yang lebih jauh. Sungai Progo yang merupakan salah satu sungai pembawa material Merapi yang berakhir di Pantai Trisik. Larung Sukerta merupakan suatu tradisi menghilangkan unsur negatif dalam kehidupan disimbolkan dengan melarung benda sebagai gambaran unsur tersebut. Identik dengan muara sungai yang berakhir di laut, prosesi ini mengakhiri hajat budaya TLATAH BOCAH 5 untuk berpikir positif atas segala yang terjadi dan bangkit memulai kehidupan baru.

       

      Lokasi                    : Muara Sungai Progo, Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Kab. Kulon Progo

      Tanggal                 : 17 Juli 2011 (Minggu Legi)            

      Jam                        : 15.00 – 18.00 WIB

       

      1) Bintang Tamu

      2) WAYANG KERTAS – Sambak

      3) DURSASANA GUGUR – Kolaborasi

      4) Doa

       

       

      SUMBER DAYA

       

      Kesuksesan kegiatan terjadi apabila saat banyak pihak berpartisipasi dalam hajat budaya ini. Setiap individu selalu mempunyai peran sesuai kemampuannya. Penggalangan sumber daya dilakukan dalam bentuk kebutuhan relawan/wati dan dana.  Relawan/wati  dapat memenuhi kebutuhan fisik, ide, maupun spirit.  Dana dibutuhkan untuk pengadaan berbagai kebutuhan materi yang terbagi dalam dua kategori:

       

      Beasiswa Seni:

      Donasi dari partisipan dikumpulkan untuk menjadi sebuah sumber daya memperkuat komunitas seni – komunitas seni dalam jejaring TLATAH BOCAH.  Sumber  daya  tersebut  digunakan untuk perbaikan kostum, alat musik, dll. Beasiswa ini dikelola oleh perwakilan tim kesenian yang terlibat.

       

      Galang Gelang:

      Penggalangan dana kebutuhan kepanitiaan hajat budaya TLATAH BOCAH 5 dilakukan dengan penjualan gelang TLATAH BOCAH di beberapa tempat.  Hasil bersih dari gelang inilah yang digunakan panitia untuk memenuhi kebutuhan bahan konsumsi, dekorasi, sewa genset, pengeras suara, transportasi, komunikasi, dll

       

      ============

       

      GAGASAN

       

      Berawal pada tahun 2005, Rumah Pelangi beserta komunitas–komunitas lereng Merapi bermimpi mewujudkan area ramah anak (child friendly space), sebuah ruang fisik dan psikologis yang memberikan kesempatan anak–anak terlibat pembangunan. Jejaring ini menumbuhkembangkan kepekaan anak terhadap realita sosial, lingkungan, dan relasi antar manusia yang terwujud dalam rutinitas kegiatan. Salah satu media pembelajaran dilakukan melalui kesenian tradisi dimana terkandung nilai kepedulian dan solidaritas.

       

      Pada tahun 2007 jejaring menginisiasi TLATAH BOCAH (area ramah anak), sebuah hajat budaya selama satu bulan untuk mengkampanyekan hak anak. Tema yang diangkat saat itu tentang transformasi nilai–nilai pendidikan melalui  gerakan  kebudayaan  dan  kesenian. Hajat budaya ini dikembangkan rutin setiap tahun dengan tema terkait isu–isu tentang anak.

       

      Jejaring meluas dengan adanya komunitas di gunung Sumbing, Merbabu, dan pelosok perbukitan Menoreh. Tercatat 25 komunitas dari 4 Kabupaten (Magelang, Boyolali, Salatiga, dan Kulon Progo) menggerakkan TLATAH BOCAH. Selain itu, solidaritas dari berbagai penjuru tanah air menyemarakkan hajat budaya ini dengan partisipasi sesuai kemampuan sumber dayanya.

       

      TEMA

       

      WAYAH GUMREGAH (Waktunya Bangkit / Anak Cucu Bangkit)

      kebangkitan masyarakat Merapi dari keterpurukan era erupsi 2010.

       

      SEKRETARIAT

       

      RUMAH PELANGI

      Jl. Talun km 1 no. 57B - Patosan

      Muntilan 56412

       

       

      Email     : TlatahBocah@...           

      Facebook            : Tlatah Bocah

      Twitter : @TlatahBocah

       

      Kontak

      0818 – 0272 3030

       

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.