Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Trs: [perempuan] korantempo: Remaja Palu Kurang Senang Berteman Beda Agama

Expand Messages
  • little che
    Little Che http://www.che-berceloteh.blogspot.com ... Dari: Evi Douren Kepada: Perempuan Milist ; MediaCare
    Message 1 of 1 , Oct 4, 2010
    • 0 Attachment

       
      Little Che
      http://www.che-berceloteh.blogspot.com


      ----- Pesan Diteruskan ----
      Dari: Evi Douren <evi_eds@...>
      Kepada: Perempuan Milist <perempuan@yahoogroups.com>; MediaCare Milist <mediacare@yahoogroups.com>; Filantropi Milist <filantropi_indonesia@yahoogroups.com>
      Terkirim: Ming, 3 Oktober, 2010 17:36:46
      Judul: [perempuan] korantempo: Remaja Palu Kurang Senang Berteman Beda Agama

       


      @korantempo: Remaja Palu Kurang Senang Berteman Beda Agama http://bit.ly/9BtTem




      Remaja Palu Kurang Senang Berteman Beda Agama

      Minggu, 03 Oktober 2010 | 17:07 WIB

      TEMPO Interaktif, Palu -Hasil survei Wahana Visi Indonesia Region Sulawesi-Maluku menyebutkan, remaja Kota Palu dan Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, kurang senang atau enggan berteman dengan remaja berbeda agama.

      Survei tersebut berlaku sama, dengan remaja di wilayah bekas konflik Poso. "Persentase anak yang tidak mau berteman beda agama di Palu masih 35 persen, sementara di Poso 15 persen," kata Peace Education Officer Wahana Visi Indonesia Regio Sulawesi-Maluku, Frida Siregar, Minggu (3/10).

      Survei ini, kata Frida, dilakukan pada Mei 2009, dibantu oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia. Jumlah respondennya mencapai 700 orang remaja. Frida menyatakan hasil survey ini bukan refresentasi anak Sulawesi Tengah, karena responden yang dipilih hanya di wilayah Palu Barat.

      Dia mengatakan, di daerah bekas konflik Poso, persentase anak yang mau berteman berbeda agama lebih tinggi 74,2 persen dibanding anak di Palu yang hanya 36,7 persen. Menurut Frida, persentase tersebut menunjukkan masih perlunya didorong peningkatan kualitas pendidikan yang memperhatikan keanekaragaman budaya dan etnik suku bangsa.

      Salah satu pendekatan yang digunakan, kata dia, adalah pendidikan harmoni yang terintegrasi tanpa menghilangkan identitas kemajemukan siswa didik.

      Menurut Frida, Wahana Visi Indonesia masih menemukan adanya sejumlah anak yang memiliki rasa dendam dan agresivitas tinggi. "Cita-cita responden yang ingin menjadi aparat (polisi dan tentara) di Palu 22,5 persen, sementara di Poso 26,7 persen," katanya.

      Dia mengatakan, agresivitas tersebut menunjukkan kecenderungan masih tingginya resistensi dendam di kalangan anak. Survei itu menunjukkan hanya 2,5 persen anak-anak yang bercita-cita menjadi pemimpin baik di pemerintahan maupun di swasta.

      DARLIS


      Evi Douren

      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.