Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [PeaceGeneration] Diskusi Bedah Buku: “ Mengenali Hak Kita: Perempuan, Keluarga, Huku m dan Adat di Dunia Islam”

Expand Messages
  • lebah buayawati
    Fi, ada soft copy materi diskusi n notulensi diskusi ngga?Kalo iya boleh minta ?Lewat japri.Trimsz Peace Generation is da Best Vokoke Perkapers will alwyyzz
    Message 1 of 2 , Mar 16, 2010
    • 0 Attachment
      Fi, ada soft copy materi diskusi n notulensi diskusi ngga?Kalo iya boleh minta ?Lewat japri.Trims
      z

      Peace Generation is da Best
      Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
      Joy oh joy
      Of the life adventure I'll find in the next bend of being
      Since knowledge omnivora have I decided to be  
       
      "Aerodynamically a bee can't fly .
      But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
      Mary Kay Ash
      Don't know who she is but worthy word she does has.


      --- On Mon, 3/15/10, Luthfi Widagdo Eddyono <luthfi_we@...> wrote:

      From: Luthfi Widagdo Eddyono <luthfi_we@...>
      Subject: [PeaceGeneration] Diskusi Bedah Buku: “Mengenali Hak Kita: Perempuan, Keluarga, Hukum dan Adat di Dunia Islam”
      To: s2htn2006ui@yahoogroups.com, "hukum2000 ugm" <hukum2000ugm@yahoogroups.com>, "peace ge" <peacegeneration@yahoogroups.com>, aria.suyudi@..., jejak_langkah@yahoogroups.com, "jeremy" <menchik@...>, "mack cammack" <mcammack@...>, "lala" <nazla_anastasia@...>, "lala2" <alala_ragil@...>, "mahkamah" <keluargabesar-mahkamah@yahoogroups.com>, "bppm mahkamah" <bppm-mahkamah@yahoogroups.com>, "MAHKAMAH alt" <mahkamah_fhugm@yahoogroups.com>
      Date: Monday, March 15, 2010, 4:55 PM

       

      Diskusi Bedah Buku: “Mengenali Hak Kita: Perempuan, Keluarga, Hukum dan Adat di Dunia Islam”

      Tuesday, 09 March 2010 17:18 meZem WEMC - Program
      E-mail Print PDF

      18 Maret 2010

      Komnas HAM Jalan Latuharhari No 4B Jakarta Pusat

      Pengantar

      Bagaimana perempuan mengenal hak – haknya apabila regulasi dan kebijakan tidak mengakomodir hak – hak perempuan khususnya dalam institusi keluarga dan perkawinan yang di bawah naungan Hukum Islam dan Hukum Adat. Cakupan dari hukum keluarga maupun perkawinan memang sangat banyak mulai dari menjelang terjalinnya relasi perkawinan serta akibat hukum dari relasi tersebut serta beberapa dampak hukum lainnya seperti kepemimpinan dalam keluarga, hak waris dan sebagainya. Inilah yang selalu menjadi perdebatan berbagai kalangan, bahkan di Indonesia perdebatan ini justru ditanggapi secara resistens dan reaksioner dari kelompok tertentu. Ini terjadi pada saat Counter Legal Drafting (CLD) Kompilasi Hukum Islam (KHI) diajukan untuk mengamandemen KHI yang lama.


      Saat ini Pemerintah malah mengusulan RUU Hukum Materil Peradilan Agama termasuk Bidang perkawinan. RUU tersebut itu didasarkan pada penafsiran tertentu terhadap bagaimana hukum islam diterapkan di Indonesia yang cenderung masih melihat posisi perempuan yang tidak setara dengan laki-laki.


      Bagaimana konteks negara lain yang hukum keluarga dan perkawinannya masih dipengaruhi oleh hukum Islam seperti di Algeria, Bangladesh, Kamerun, Mesir, Fiji, Gambia, India, Iran, Malaysia, Maroko, Nigeria, Pakistan, Filipina, Senegal, Tunisia, Singapura, Turki dan Uzbekistan. Mengkaji konteks tersebut merupakan pengayaan diri untuk mengetahui konteks sehingga sebenarnya pemberlakuan hukum itu tidak berlaku mutlak apalagi sampai menisbikan hak – hak perempuan sebagai manusia, meskipun tindakan penisbian tersebut seringkali dilakukan dengan mengatasnamakan Islam atau dengan merujuk pada hukum Islam.

       

      Berdasarkan hal tersebutlah yang menjadi salah satu pendorong dari konsorsium penelitian, yang tergabung ke dalam WLUML (Women Living Under Muslim Laws), yang telah melakukan penelitian secara komprehensif dan komparatif dari berbagai negara yang berada di naungan hukum Islam. Hasil penelitian tersebut terkompilasi dengan ilmiah dalam satu buku yang berjudul “Mengenali Hak Kita: Perempuan, Keluarga, Hukum dan Adat di Dunia Islam”. Pendekatan yang dilakukan selama penelitian adalah pendekatan kualitatif serta misinya yang berorientasi pada “aksi” telah dilakukan sejak tahun 1984.


      Bersamaan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional, 08 Maret, dengan ini menjadi penting untuk merefleksikan kembali apakah perempuan – perempuan sudah lebih mengenal dan mengetahui hak – haknya sebagai bagian dari warga negara serta manusia yang utuh meskipun hukum telah mereduksinya atau belum mengakomodirnya secara utuh.


      Oleh karena itu, WEMC (Women Empowerment in Muslim Context) yang merupakan konsorsium peneliti yang melakukan penelitian untuk isi kemiskinan, demokratisasi dan pemberdayaan keluar serta kedalam dalam konteks muslim, berinisiasi untuk mengadakan diskusi bedah buku yang berjudul “Mengenali Hak Kita: Perempuan, Keluarga, Hukum dan Adat di Dunia Islam”. Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan dukungan dari WRRC (Program Women Redefine and Reclaiming Cultural) serta Jurnal Perempuan .


      Adapun tujuan kegiatan ini adalah

      • menyosialisasikan substansi hasil penelitian yang terkompilasi dalam buku yang berjudul Mengenali Hak Kita, guna mendapatkan masukan serta relevansinya dengan konteks kekinian.
      • merefleksikan dan mengkaji kembali konteks argumentasi peraturan perundang – undangan hukum keluarga dan perkawinan baik yang telah menjadikan perempuan sebagai objek hukum yang tersubordinasi
      • mengkritisi RUU Hukum Materil Peradilan Agama bidang Perkawinan

       

      Pembicara, Moderator dan Fokus Pembicaraan

      Pembicara dan Fokus Pembicaraannya dalam diskusi ini adalah

      • Mariana Amirrudin (Direktur Jurnal Perempuan), yang akan memfokuskan pada tema “Hukum Keluarga dalam Konteks Kekinian.
      • Ki Husein Muhammad (Ulama dan Komisioner Komnas Perempuan), yang akan memfokuskan pada tema ”Fiqih Keluarga yang Melindungi Perempuan

       

      Moderator

      - Sri Wiyanti Eddyono (Representatif Indonesia untuk WEMC, Peneliti WEMC dan salah satu Penulis Buku Inisiatif Pemberdayaan Perempuan)

      Peserta

      Jumlah peserta yang akan hadir sekitar 50 orang yang terdiri dari:

      • Akademisi
      • Penggiat dan aktivis LSM yang mempunyai fokus terhadap Hak Asasi Manusia
      • Masyarakat umum

       

      Konfirmasi kepesertaan dapat menghubungi SCN CREST (021-78834920, melly) dan Yayasan Jurnal Perempuan (Olin Monteiro)

      Waktu dan Tempat Pelaksanaan

      Diskusi Bedah Buku ini akan dilaksanakan pada 18 Maret 2010 bertempat di aula Komnas HAM, Jalan Latuharhari No 4B, Jakarta Pusat.


      Penyelenggara

      Kegiatan ini diselenggarakan dan diinisiasi oleh WEMC, WRRC, SCN-CREST dan Jurnal Perempuan.


      Penutup

      Demikian kerangka acuan kegiatan ini dibuat, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih




      LUTHFI WIDAGDO EDDYONO
       
      ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ==
      "Transmisi ini mungkin berisi informasi yang bersifat pribadi, rahasia dan tertutup untuk dipublikasikan berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia. Jika anda bukanlah penerima yang dituju, bersama ini anda diperingatkan bahwa semua publikasi, penggandaan, pendistribusian, atau penggunaan informasi yang ada disini (berikut semua informasi yang terkait) adalah terlarang. Jika Anda menerima transmisi ini tanpa disengaja, harap segera hubungi pengirim dan hapus material ini seluruhnya, baik dalam bentuk elektronik maupun dokumen cetak.
      Terima kasih."
      ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= ====


      New Email names for you!
      Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
      Hurry before someone else does!


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.