Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Fw: 'Agama Yang Menumbuhkan Dialog : Dialog Agama Langit dan Bumi'

Expand Messages
  • hani raihana
    ... From: Impulse Subject: Agama Yang Menumbuhkan Dialog : Dialog Agama Langit dan Bumi To: ngurah suryawan
    Message 1 of 1 , Oct 4, 2009
    • 0 Attachment


      --- On Fri, 10/2/09, Impulse <office@...> wrote:

      From: Impulse <office@...>
      Subject: 'Agama Yang Menumbuhkan Dialog : Dialog Agama Langit dan Bumi'
      To: "'ngurah suryawan'" <ngurahsuryawan@...>, raihanahani@..., strawberry_starz88@...
      Date: Friday, October 2, 2009, 4:53 AM

      Mohon diinfokan pada rekan-rekan di Bali. Khusus untuk yang berdomisili di Bali...

      Terima kasih

       

       

      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

       

      ‘Agama Yang Menumbuhkan Dialog : Dialog Agama Langit dan Bumi’

       IMPULSE-TIFA- Institut Hindu Dharma Negeri

      Term of reference

       

       

       

      Latar Belakang

                      Praktik keagamaan di Indonesia masih penuh dengan simbol, mulai dari simbol formal sampai simbol yang berujud kekerasan, bidah, sinkretik, dan gaya hidup. Di sisi lain, ada phobia antar agama yang berujung pada pengucilan dan terror. Kekhawatiran ini muncul Islam berwajah pedang dan kekerasan sehingga menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran berkurangnya jumlah penganut agama. Pada sisi lain, negeri ini (masih) dikuasai kemiskinan, korupsi, krisis kemanusiaan, dan lain sebagainya. Lalu dimanakah letak agama yang menjiwai perikehidupan Indonesia ?

                       Bali, meminjam istilah Peter L Berger, merupakan wilayah dialektikal atau dialectic territory. Pasca Bom Bali terdapat kebencian tersembunyi antara penduduk asli/pribumi dan pendatang. Hal ini didasarkan pada riset IMPULSE tentang Bali, dalam buku ”Bali Yang Hilang”, yang menunjukkan munculnya tensi ketegangan antara penduduk asli dan pendatang. Di Bali, dialektika ini sangat menonjol sehingga harus dilakukan langkah mediasi konstruktif guna meminimalisasi prasangka-prasangka yang terbentuk dalam masyarakat.  Dari sinilah perlu ada forum diskusi intensif antara penduduk asli (Hindu) dengan pendatang mengenai konsep-konsep keagamaan, termasuk manajerial atas perbedaan-perbedaan. ‘Agama Yang Menumbuhkan Dialog : Dialog Agama Langit dan Bumi’ merupakan langkah mediasi - dialog tematik yang mengacu pada permasalahan aktual sehari-hari.

       

       

      Tujuan Umum

      1.  Memberikan ruang dialog tentang agama Langit-Bumi dalam dialog yang terbuka dan konstruktif.

      2. Membangun pemahaman penganut agama dan kepercayaan tentang agama yang pluralis dan humanis.

      3.   Meningkatnya rasa ingin tahu atas agama dan otokritik agama di dalam diri peserta.

      4.   Memperlihatkan wujud dialog yang sudah ada dalam agama.

       

       

      Tujuan Khusus

      1. Peserta mau dan mampu melakukan dialog terbuka dan konstruktif mengenai agamanya dan agama lain.
      2. Peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai agama yang pluralis dan humanis.
      3. Membangun jaringan epistemic community yang terbiasa melakukan dialog.
      4. Alumni sekolah diarahkan untuk melakukan perubahan bagi diri sendiri dan lingkungan di sekitarnya.

       

       

      Hasil

      1. Peserta bisa melakukan dialog
      2. Rantai pengetahuan tidak terputus, Peserta terus terlibat dalam berbagai kegiatan dan diskusi yang mengangkat tema dialog.
      3. Naskah buku berisi hasil tulisan reflektif mengenai praktek keagamaan (yang dibuat melalui proses light research).

       

       

      Materi Sekolah

      1. Agama sebagai rahmat bagi semesta

      2.       Sinkretisme dan kemurnian agama, agama berdialog dengan kelokalan

      3.      Agama berdialog dengan ketidakadilan sosial dan harmoni dalam ajaran Hindu Bali

      4.      Agama menyapa demokrasi, gerakan rakyat sipil, telaah atas institutionalized religion

      5.      Agama menyapa dan membela kesetaraan perempuan

      6.      Observasi

      7.      Refleksi : Agama menyapa lingkungan (kerusakan, krisis lingkungan, dan global warming)

      8.      Kelas Menulis

       

       

      Pengajar

      1. Prof. Dr. Abd A’la (IAIN Sunan Ampel, Surabaya)
      2. I. Ketut Widnya, Ph.D (Institut Hindu Dharma Negeri, Denpasar)
      3. Drs. I Ketut Donder, M. Si (Institut Hindu Dharma Negeri, Denpasar)
      4. Prof. Dr. I Made Titib (Institut Hindu Dharma Negeri, Denpasar)
      5. Oka Rusmini  (penulis)
      6. I Gde Suwantana* (Ashram Gandhi)
      7. Gutomo Priyatmono, M. Hum (IMPULSE, Yogyakarta)

       

       

      Metode Pembelajaran

      Program ini merupakan kegiatan persekolahan yang dilakukan dengan metode aktif-partisipatoris berupa kegiatan diskusi dan dialog intensif, observasi/studi komparasi mengenai kemajemukan relasi agama, hingga merumuskan dan light research.

      Metode :

      1.       Diskusi dan penyampaian materi bersama pengajar dengan menggunakan metode ceramah, dialog, presentasi dan diskusi, dengan memanfaatkan media seperti film, artikel koran, dll.

      2.       Observasi ke lapangan agar peserta dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat didampingi fasilitator.

      3.      Kelas menulis, merupakan bimbingan bagi alumni dalam hal penulisan merupakan bimbingan bagi alumni dalam hal penulisan yang akan menjadi persiapan dan jembatan menuju light research.

      1. Di tiap sesi, seluruh peserta mendapat tugas untuk membuat tulisan tanggapan dan refleksi. Kesemua tulisan tersebut akan diperdalam dalam satu tulisan reflektif yang utuh mengenai dialog agama langit dan bumi yang akan dibukukan dan menjadi buku referensi.

       

       

      Profil Calon Peserta

      Peserta ‘Agama Yang Menumbuhkan Dialog : Dialog Agama Langit dan Bumi’ akan diseleksi menjadi 15 orang yang berdomisili di Bali, berasal dari komponen sebagai berikut :

      -   Laki-laki/Perempuan

      -   Berusia maksimal 35 tahun

      -   pemimpin organisasi/komunitas penggerak dialog berbasis agama, budaya, dan kemasyarakatan

      -   orang yang berpotensi penjadi pemimpin organisasi/komunitas penggerak dialog berbasis agama, budaya, dan kemasyarakatan

      -   pendidik/guru agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Yahudi, kepercayaan) dari daerah Bali

      -   penyebar agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Yahudi, kepercayaan) di daerah Bali

      -   aktivis politik

      -   seniman

      -   budayawan

      -   jurnalis

      -   mahasiswa

       

       

      Metode seleksi

      1. Calon peserta mengisi formulir biodata dan dikirimkan melalui fax/pos/e-mail ke kantor IMPULSE dengan menyertakan fotokopi KTP, foto 3 x 4, dan esai pendek (1 halaman) mengenai pengalaman keberagamaan, paling lambat tanggal 24 Oktober 2009. Formulir dapat didownload atau dicopy di www.impulse.or.id, jika menemui kesulitan, dapat mengirim e-mail ke office@... atau impulse.yogya@...
      2. Seleksi administrasi, tanggal 26-30 Oktober 2009
      3. Pengumuman peserta terseleksi 31 Oktober 2009
      4. Peserta terpilih mengisi dan menandatangani formulir kesanggupan mengikuti rangkaian kegiatan ”Agama Yang Menumbuhkan Dialog : Dialog Agama Bumi dan Agama Langit”

       

      Tempat dan Waktu Pelaksanaan

      ”Agama Yang Menumbuhkan Dialog : Dialog Agama Bumi dan Agama Langit” diselenggarakan pada hari Senin – Jumat,  16 – 20 November 2009 di Institut Hindu Dharma Negeri, Denpasar

       

       

      Biaya dan Fasilitas

      Peserta tidak dikenai biaya dan akan mendapatkan fasilitas berupa :

      §         dana stimulus penulisan naskah

      §         insentif transportasi

      §         akomodasi dan konsumsi

      §         diskusi kelompok intensif dengan pembicara

      §         makalah

      §         sertifikat

      §         kesempatan mengikuti Sekolah Islam Rakyat di Yogyakarta atauSurabaya.

       

      Pengelola Sekolah & Fasilitator

      1. Kepala Sekolah : Dr. Zuly Qodir
      2. Wakil Bidang Pengelolaan: Gutomo Priyatmono, M. Hum
      3. Wakil Bidang Akademik : Hani Raihana, S. Sos
      4. Wakil Bidang Kerja Sama :  Mega Paramita, S. Ant
      5. Staf Bidang Administrasi dan Keuangan : Rosalina Ary, A. Md

       

       

      Informasi Sekolah

      Institute for Multiculturalism and Pluralism Studies (IMPULSE)

      Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta 55281

      Telp. (0274) 588783 ext. 245, 0274- 7101997, 08121350131 (Mega)

      Fax. (0274) 563349, office@..., impulse.yogya@... 

       

       

       

       


    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.