Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

(refresh) Ayo Di cek..

Expand Messages
  • Ikie_Djokdja
    Di sela-sela kesibukan, boleh loh kalo mau refresh :p Silahkan cek huruf2 misteri di bawah ini.... :) M Solihin FikriFulltime BloggerMobile :
    Message 1 of 1 , Apr 28, 2009
    • 0 Attachment

      Di sela-sela kesibukan, boleh loh kalo mau refresh :p
      Silahkan cek huruf2 misteri di bawah ini.... :)



      M Solihin Fikri


      Fulltime Blogger

      Mobile : +62817461947

      Blog    : http://defickry.wordpres.com/

       





      Silakan coba Test ALZHEIMER gratis!!!!
      ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
      1- Temukan huruf "C" di bawah. Jangan gunakan bantuan cursor.
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO COOOOOOOOOOOOOO O
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
      OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

      2- Jika anda telah menemukan huruf "C", sekarang temukan angka "6" di bawah.
      9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999
      9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
      9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
      9999699999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
      9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
      9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999

      3- Sekarang temukan huruf "N" di bawah. Ini agak lebih sulit.
      MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MNMMMM
      MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
      MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
      MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
      MMMMMMMMMMMMMMMMMMM

      Ini bukan gurauan, fren
      Jika anda bisa melewati 3 test ini, maka anda bisa batalkan rencana
      kunjungan ke ahli neurologi
      Otak anda masih baik dan jauh dari penyakit Alzheimer. Selamat !
      For your info
      Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf
      otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya penyakit
      menular. Penderita Alzheimer mengalami keadaan penurunan daya ingat yang
      parah sehingga penderita akhirnya tidak lagi mampu mengurus dirinya sendiri.
      Alzheimer tergolong sebagai salah satu jenis dementia yang ditandai dengan
      melemahnya kemampuan bercakap, kemampuan berpikir sehat, daya ingat,
      kemampuan mempertimbangan, adanya perubahan kepribadian dan tingkah laku
      yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani penderita dan juga anggota
      keluarga yang perlu menjaga dan merawatnya. Menurunnya fungsi ingatan juga
      memengaruhi fungsi intelektual dan sosial penderitanya.
      Sumber penyakit ini belum diketahui dengan pasti, tetapi bukan karena proses
      penuaan. Sebagian ilmuwan memperkirakan bahwa kepikunan ini berkaitan dengan
      pembentukan dan perubahan sel-sel saraf yang normal menjadi semacam serat.
      Resiko untuk mengidap Alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan usia.
      "Pada usia sekitar 65 tahun, seseorang berisiko lima persen untuk menderita
      penyakit ini dan risiko ini meningkat dua kali lipat setiap lima
      tahun,"menurut Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas
      Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther Ebeenezer.  Meskipun
      kepikunan seringkali dikaitkan dengan usia lanjut, namun terbukti bahwa
      penderita Alzheimer yang pertama diidentifikasi adalah seorang perempuan
      berusia awal 50 tahunan.
      Sejarah Alzheimer
      Penyakit ini ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan
      Alzheimer sesuai nama penemunya.
      Alzheimer menemukan bahwa syaraf otak penderita Alzheimer tidak hanya
      mengerut, bahkan dipenuhi gumpalan protein luar biasa yang disebut plak
      amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).
      Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein tersebut, dipercaya
      menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan
      syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron
      lain terpengaruh.
      Meskipun sudah ditemukan hampir satu abad yang lalu, Alzheimer tidak
      seterkenal penyakit yang lain seperti hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut
      Parah (SARS) atau pun penyakit jantung. Mungkin karena gejala penyakit
      Alzheimer tidak segera terlihat, berbeda dengan hipertensi yang dapat
      dipantau melalui pemeriksaan tekanan darah.  Penyakit Alzheimer tidak
      terdeteksi karena adanya anggapan bahwa sering lupa adalah hal yang wajar
      dialami orang berusia lanjut karena faktor usia. Padahal mungkin saja
      "sering lupa" tersebut merupakan tanda awal penyakit Alzheimer.
      Penyakit Alzheimer menjadi lebih dikenal secara meluas setelah mantan
      Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan mengemukakan keadaan
      dirinya dalam suratnya yang tertanggal 5 November 1994. Penelitian klinis
      terbaru menunjukkan bahwa konsumsi suplemen asam lemak omega-3 dapat
      memperlambat laju penurunan fungsi kognitif penderita alzheimer ringan.
      Gejala dan tingkat keparahan penyakit:
      Pada taraf ringan gejalanya dapat berupa: lupa dimana menyimpan kunci, lupa
      mengambil uang kembalian, lupa mau membeli apa di toko, lupa nomor telepon
      atau tidak ingat mana obat yang setiap hari biasa dimakan.
      Pada tingkat menengah: penderita misalnya, lupa mencampurkan gula dalam
      minuman, garam dalam masakan atau lupa bagaimana cara mengaduk gula di dalam
      gelas.
      Pada tingkat yang parah, penderita  sudah tidak mampu melakukan hal-hal
      mendasar seperti mengurus diri sendiri, tidak lagi mengenali keadaan sekitar
      rumahnya, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat.
      Penderita Alzheimer dapat menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat
      untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya. Penderita tingkat
      menengah atau parah dapat menunjukkan tingkah laku aneh, seperti menjerit,
      terpekik atau mengikuti orang ke mana saja, bahkan walau orang tersebut ke
      WC.
      Selain itu, penderita dapat juga mengalami semacam halusinasi seperti
      mendengar suara atau bisikan halus, atau
      melihat bayangan menakutkan. Penderita juga kadangkala berjalan mondar
      mandir tanpa tujuan dan pola tidur mereka juga berubah. Penderita biasanya
      akan lebih banyak tidur di siang hari dan terus terjaga pada malam hari.
      Keadaan tersebut secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada perawat
      atau anggota keluarga yang harus waspada menjaga penderita selama '36 jam'
      sehari.
      Kebanyakan penderita Alzheimer meninggal dunia akibat radang paru-paru atau
      pneumonia karena mereka tidak dapat melakukan berbagai aktivitas fisik
      lainnya.
      Yang menyedihkan, adalah bahwa orang yang sakit itu sendiri tidak memahami
      apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang lain. Berita
      buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan. Tetapi, gejalanya
      masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan. Obat-obatan yang diberi pada
      tingkat awal, dapat membantu ingatan penderita seperti fungsi kognitif,
      aktivitas dan tingkah laku sehari2.
      Prevalensi
      Sekitar tahun 1950-an diperkirakan sekitar 2,5 juta warga dunia menderita
      penyakit ini. Pada tahun 2003 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),
      memperkirakan lebih dari satu milyar orang yang berusia di atas 60 tahun
      atau 10 persen penduduk dunia menderita Alzheimer.
      Peningkatan jumlah penderita Alzheimer berkaitan dengan meningkatnya jumlah
      warga dunia yang berusia lanjut,  dan semakin panjangnya usia atau masa
      hidup warga dunia. Usia hidup perempuan meningkat hingga mencapai usia 80
      tahun dan laki-laki mencapai usia 75 tahun.  Selain itu, faktor pemeliharaan
      kesehatan yang semakin baik dan menurunnya tingkat kelahiran.
      Orang yang berisiko menderita Alzheimer:
      * penderita hipertensi dengan usia di atas 40 tahun
      * Penderita diabetes
      * Kurang berolahraga
      * Kadar kolesterol yang tinggi
      * Faktor keturunan - memiliki keluarga yang menderita Alzheimer pada usia
      50-an

      --
      Best Regards,

      Nurul Hidayat

      Master of International Business
      University of Canberra




      Berselancar lebih cepat.
      Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.