Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Flu Burung Ternyata Rekayasa Senjata Biologi AS & WHO

Expand Messages
  • Bje Soejibto
    Flu Burung Ternyata Rekayasa Senjata Biologi AS & WHO ________________________________ Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health
    Message 1 of 6 , Mar 19, 2009

      Flu Burung Ternyata Rekayasa Senjata Biologi AS & WHO


      Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health
      Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS).

      Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam
      mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1).

      Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusaha an dari
      negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di
      negara berkembang, termasuk Indonesia .

      Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan
      Tuhan di Balik Virus Flu Burung.

      Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga meluncurkan buku yang sama
      dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It's Time for the World to Change.

      Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakuakn negara adikuasa dengan cara
      mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung.

      "Saya mengira mereka mencari keuntungan dari penyebaran flu burung dengan
      menjual vaksin ke negara kita," ujar Fadilah kepada Persda Network di
      Jakarta , Kamis (21/2)..

      Situs berita Australia , The Age, mengutip buku Fadilah dengan mengatakan,
      Pemerintah AS dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata biologi dari
      penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan memproduksi senjata
      biologi.

      Karena itu pula, bukunya dalam versi bahasa Inggris menuai protes dari
      petinggi WHO.

      "Kegerahan itu saya tidak tanggapi. Kalau mereka gerah, monggo mawon. Betul
      apa nggak, mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga
      kelaparan dan kemiskinan.. Negara-negara maju menidas kita, lewat WTO, lewat
      Freeport , dan lain-lain. Coba kalau tidak ada kita sudah kaya," ujarnya.

      Fadilah mengatakan, edisi perdana bukunya dicetak masing-masing
      1.000eksemplar untuk cetakan bahasa
      Indonesia maupun bahasa Inggris. Total sebanyak 2.000 buku.

      "Saat ini banyak yang meminta jadi dalam waktu dekat saya akan mencetak
      cetakan kedua dalam jumlah besar.. Kalau cetakan pertama dicetak penerbitan
      kecil, tapi untuk rencana ini, saya sedang mencari bicarakan dengan
      penerbitan besar," katanya..

      Selain mencetak ulang bukunya, perempuan kelahiran Solo, 6 November 1950,
      mengatakan telah menyiapkan buku jilid kedua.

      "Saya sedang menulis jilid kedua. Di dalam buku itu akan saya beberkan semua
      bagaimana pengalaman saya. Bagaimana saya mengirimkan 58 virus, tetapi saya
      dikirimkan virus yang sudah berubah dalam bentuk kelontongan. Virus yang
      saya kirimkan dari Indonesia diubah-ubah Pemerintahan George Bush," ujar
      menteri kesehatan pertama Indonesia dari kalangan perempuan ini.

      Siti enggan berkomentar tentang permintaan Presiden Susilo Bambang
      Yudhoyonoyang memintanya menarik buku dari peredaran.

      "Bukunya sudah habis. Yang versi bahasa Indonesia , sebagian, sekitar 500
      buku saya bagi-bagikan gratis, sebagian lagi dijual ditoko buku. Yang bahasa
      Inggris dijual," katanya sembari mengatakan, tidak mungkin lagi menarik buku
      dari peredaran.

      Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan peralatan militer berupa
      senjata berat atau tank jika Pemerintah RI bersedia menarik buku setebal 182
      halaman itu.

      Mengubah Kebijakan

      Apapun komentar pemerintah AS dan WHO, Fadilah sudah membikin sejarah dunia.

      Gara-gara protesnya terhadap perlakuan diskriminatif soal flu burung, AS dan
      WHO sampai-sampai mengubah kebijakan fundamentalnya yang sudah dipakai
      selama 50 tahun.

      Perlawanan Fadilah dimulai sejak korban tewas flu burung mulai terjadi di
      Indonesia pada 2005.

      Majalah The Economist London menempatkan Fadilah sebagai tokoh pendobrak
      yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak flu burung.

      "Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih senjata yang terbukti lebih
      berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi ancaman
      virus flu burung, yaitu transparansi, " tulis The Economist.

      The Economist, seperti ditulis Asro Kamal Rokan di Republika, edisi pekan
      lalu, mengurai, Fadilah mulai curiga saat Indonesia juga terkena endemik flu
      burung 2005 silam..

      Ia kelabakan. Obat tamiflu harus ada. Namun aneh, obat tersebut justru
      diborong negara-negara kaya yang tak terkena kasus flu burung.

      Di tengah upayanya mencari obat flu burung, dengan alasan penentuan

      diagnosis, WHO melalui WHO Collaborating Center (WHO CC) di Hongkong
      memerintahkannya untuk menyerahkan sampel spesimen.

      Mulanya, perintah itu diikuti Fadilah. Namun, ia juga meminta laboratorium

      litbangkes melakukan penelitian. Hasilnya ternyata sama. Tapi, mengapa WHO

      CC meminta sampel dikirim ke Hongkong?

      Fadilah merasa ada suatu yang aneh. Ia terbayang korban flu burung di
      Vietnam . Sampel virus orang Vietnam yang telah meninggal itu diambil dan
      dikirim ke WHO CC untuk dilakukan risk assessment, diagnosis, dan kemudian
      dibuat bibit virus.

      Dari bibit virus inilah dibuat vaksin. Dari sinilah, ia menemukan fakta,
      pembuat vaksin itu adalah perusahaan-perusaha an besar dari negara maju,
      negara kaya, yang tak terkena flu burung.

      Mereka mengambilnya dari Vietnam , negara korban, kemudian menjualnya ke
      seluruh dunia tanpa izin. Tanpa kompensasi.

      Fadilah marah. Ia merasa kedaulatan, harga diri, hak, dan martabat
      negara-negara tak mampu telah dipermainkan atas dalih Global Influenza
      Surveilance Network (GISN) WHO. Badan ini sangat berkuasa dan telah
      menjalani praktik selama 50 tahun. Mereka telah memerintahkan lebih dari 110
      negara untuk mengirim spesimen virus flu ke GISN tanpa bisa menolak..

      Virus itu menjadi milik mereka, dan mereka berhak memprosesnya menjadi
      vaksin.

      Di saat keraguan atas WHO, Fadilah kembali menemukan fakta bahwa para
      ilmuwan tidak dapat mengakses data sequencing DNA H5N1 yang disimpan WHO CC..

      Data itu, uniknya, disimpan di Los Alamos National Laboratoty di New Mexico ,
      AS.

      Di sini, dari 15 grup peneliti hanya ada empat orang dari WHO, selebihnya
      tak diketahui.

      Los Alamos ternyata berada di bawah Kementerian Energi AS.

      Di lab inilah duhulu dirancang bom atom Hiroshima . Lalu untuk apa data itu,
      untuk vaksin atau senjata kimia?

      Fadilah tak membiarkan situasi ini. Ia minta WHO membuka data itu. Data DNA
      virus H5N1 harus dibuka, tidak boleh hanya dikuasai kelompok tertentu.

      Ia berusaha keras. Dan, berhasil. Pada 8 Agustus 2006, WHO mengirim data
      itu. Ilmuwan dunia yang selama ini gagal mendobrak ketertutupan Los Alamos ,
      memujinya.

      Majalah The Economist menyebut peristiwa ini sebagai revolusi bagi
      transparansi. Tidak berhenti di situ. Siti Fadilah terus mengejar WHO CC
      agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia , yang konon telah ditempatkan di
      Bio Health Security, lembaga penelitian senjata biologi Pentagon.

      Ini jelas tak mudah. Tapi, ia terus berjuang hingga tercipta pertukaran
      virus yang adil,

      transparan, dan setara.

      Ia juga terus melawan dengan cara tidak lagi mau mengirim spesimen virus
      yang diminta WHO, selama mekanisme itu mengikuti GISN, yang imperialistik
      dan membahayakan dunia.

      Dan, perlawanan itu tidak sia-sia. Meski Fadilah dikecam WHO dan dianggap
      menghambat penelitian, namun pada akhirnya dalam sidang Pertemuan Kesehatan
      Sedunia di Jenewa Mei 2007, International Government Meeting (IGM) WHO di
      akhirnya menyetujui segala tuntutan Fadilah, yaitu sharing virus disetujui
      dan GISN dihapuskan.

      sumber:
      Ini Bukunya Menkes Fadilah Bikin Gerah AS-WHO


      From: Ikie_Djokdja <ms_fickry@...>
      To: JMF ugm <jmf_ugm@yahoogroups.com>; Kepel Community <kepelcommunity@yahoogroups.com>; Kepel UGM <kepel_ugm@yahoogroups.com>; alumni_sman18_plbg@yahoogroups.com; Imiki <imiki@yahoogroups.com>; Inculs UGM <inculs_ugm@yahoogroups.com>; Peace <peacegeneration@yahoogroups.com>
      Sent: Monday, March 16, 2009 12:52:28 PM
      Subject: [PeaceGeneration] (Lowongan) Web designer dan Sekretaris Website


      Lowongan

      http://www.eddy.web.id/lowongan

      Tickk Digital membutuhkan seorang

      I. Web Designer

      Job Description :

      1. Membuat design dalam bentuk gambar
      2. Membuat html dan css dari gambar yang ada
      3. Bekerjasama dengan programmer mengimplementasikan code kedalam design

      Syarat-Syarat Ketrampilan :

      1. Menguasai Adobe Photoshop dan Corel Draw
      2. Mahir bahasa HTML dan CSS
      3. Mahir bahasa Inggris minimal menulis
      4. Menguasai Flash merupakan nilai tambah
      5. Kreatif, menyukai design dan senang berinovasi
      6. Tidak buta warna

      II. Sekretaris Website

      Job Description :

      1. Menuliskan beberapa artikel untuk dijadikan artikel online
      2. Memelihara isi artikel beberapa website
      3. Membuat surat-surat resmi perusahaan untuk diemailkan
      4. Membuat manual-manual aplikasi

      Syarat-Syarat Ketrampilan :

      1. Bisa mengetik dengan cepat dan tepat
      2. Menguasai Ms Word atau word processor lainnya
      3. Mahir bahasa Inggris minimal menulis

      Syarat-Syarat Umum :

      1. Wanita, minimal 23 tahun dari semua jurusan *I
      2. Wanita, minimal 21 tahun, D3 Sekretaris *II
      3. Tugas Akhir *I atau Fresh Graduate, diutamakan berpengalaman
      4. Mampu bekerja sama dalam tim atau seorang diri dalam jadwal yang ketat

      Kirimkan data berikut ke email lowongan@... :

      1. Contoh design yang pernah dibuat dalam bentuk JPG / PNG / BMP *I
      2. Contoh website yang pernah dibuat ( html atau informasi URL web ) *I
      3. Surat lamaran
      4. CV, KTP dan Foto terbaru

      Paling lambat 22 Maret 2009.

       




      M Solihin Fikri


      Mobile : +62817461947

      Blog    : http://defickry.wordpres.com

       






      Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya?
      Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.