Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Kali mo liat ...

Expand Messages
  • lebah buayawati
    Aku ga punya kata2 untuk menrangkan atau ngapain.Bentuk pendapat masing2 dewe yach.trims.maaf kalo crossposting Z Peace Generation is da Best Vokoke Perkapers
    Message 1 of 3 , Jan 3, 2009
    • 0 Attachment

      Aku ga punya kata2 untuk menrangkan atau ngapain.Bentuk pendapat masing2 dewe yach.trims.maaf kalo crossposting
      Z
      Peace Generation is da Best
      Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
      Joy oh joy
      Of the life adventure I'll find in the next bend of being
      Since knowledge omnivora have I decided to be  
       
      "Aerodynamically a bee can't fly .
      But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
      Mary Kay Ash
      Don't know who she is but worthy word she does has.
      kunci-l@yahoogroups.com
      From:    Send an Instant Message "Arie Tia" <mataharitia@...>  Add to Address BookAdd to Address Book  Add Mobile Alert
      Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups.com. Learn more
      Date:    Tue, 30 Dec 2008 10:22:52 -0000
      Subject:    [kunci-l] Resource: Talal Asad-Formation of the Seculars,Christianity, Islam & Modernity

      Dear all,

      Saya baru asyik menjelajah gagasan antropolog Talal Asad - yang
      memfokuskan analisis kritis ttg bagaimana 'islam' selama ini menjadi
      obyek kajian antropologis dari perspektif etnologi yang memberlakukan
      'islam' sbg 'the other realm of modernity'.

      Gagasan Asad memuat beberapa asumsi yang scr intelektual provokatif
      menurut saya, yakni:

      # Menjelaskan fenomena basis modernitas yang berlangsung dalam
      fenomena peradaban islam kontemporer selama ini selalu memunculkan
      aspek sejarah di dalam modernitas yg mendapatkan akar dalam peradaban
      christianity di Barat - yakni 'the secularisation of church and the
      state'. Sehingga, menjelaskan preposisi modernitas di dalam analisis
      perkembangan masyarakat muslim kontemporer selalu mengacu pada sejauh
      mana 'islam' memungkinkan bagi berlangsungnya proses sekularisasi
      dalam infrastruktur sosial. Sementara bagi sebagian besar masyarakat
      muslim (terutama yang memiliki akar peradaban Timur-Tengah dengan
      karakter budaya tribalisme yang masih kuat) Asad menilai bahwa
      sekularisme selalu dianggap sebagai 'ancaman'- musuh yang
      mendestabilisasikan hierarki politis dimana domain 'private' hampir
      sepenuhnya ditundukkan oleh kekuatan politik yang bersifat oligarkhis.
      Disini Asad menilai, bahwa sekularisme bukan hanya persoalan
      'memisahkan domain private dan public - sebagaimana yang acapkali
      menjadi fokus analisis sarjana2 sosial Barat, melainkan lebih jauh
      berkembang pada bagaimana modernitas mampu membuka peluang bagi proses
      'penciptaan ruang publik yang sekuler' dan 'ruang religius yang privat'.

      #Analisis Asad menurut saya memberi suatu pemahaman (khususnya dari
      tradisi berpikir Foucauldian) untuk para sarjana yang hendak membedah
      isu2 mengenai nasionalisme dan modernitas di dalam masyarakat muslim
      kontemporer untuk 'berhati-hati' menggunakan kategori 'sekularisme'
      sebagai analisis pembanding. Disisi lain, Asad seakan-akan sedang
      mengajak para sarjana (khususnya dari kalangan islamic studies)untuk
      melihat sejauhmana ambivalensi dan kuasa manipulatif berlangsung di
      dalam sebagian besar masyarakat muslim yang basisnya justru memperoleh
      kekuatan dari karakter modernitas itu sendiri.

      Jikalau rekan2 ada yang tertarik untuk membaca gagasan Talal Asad,
      saya merekomendasikan buku ini:
      'Formations of the seculars, Christianity, Islam, Modernity'
      yang bisa diakses secara gratis melalui salah satu fasilitas
      google-books, misalnya lewat alamat situs ini:

      http://books. google.de/ books?id= CeJ85XwCPxQC

      salam,
      tia

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.