Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

sekolah tionghoa

Expand Messages
  • hani raihana
    SEKOLAH TIONGHOA “Mengenal Lebih Dalam Masyarakat Tionghoa”     Stereotip atas Tionghoa tak pernah henti. Satu orang Tionghoa kaya, maka demikian semua
    Message 1 of 2 , Aug 6, 2008
    • 0 Attachment

      SEKOLAH TIONGHOA

      Mengenal Lebih Dalam Masyarakat Tionghoa”

       

       

      Stereotip atas Tionghoa tak pernah henti. Satu orang Tionghoa kaya, maka demikian semua Tionghoa. Sama juga dengan : satu orang Jawa munafik, dan demikian semua orang Jawa. Mari kita jawab sendiri, benarkah hal itu?

      Belum juga terjawab tuntas, hereditas genetis yang tidak dapat ditampik ini bertemu dengan stigma negatif yang terus bertumbuh menghasilkan stagnansi sekat rasialis yang makin tebal dan buram.

      Missing link dalam proses 'MenjadiIndonesia ' yang belum selesai menyisakan problem struktural dan kultural atas nama identitas, perebutan kuasa dan simbol, serta perang tanding kemajuan dan klaim kebenaran. Tak kurang di dalamnya golongan baru Tionghoa nusantara yang mengalami stratifikasi dan diferensiasi dari generasi ke generasi, dan dari waktu ke waktu.

      Akulturasi dan pengakuan keberadaan Tionghoa di negri ini tentu bukan sebatas euforia Liong Samsi dan metro Xin Wen di TV, namun kesederajatan ini berbasis pada citizen of nation state and the world, pada basis humanisme.

      Kini saatnya mengenal, mempelajari, dan berdialektika tentang apa itu Tionghoa, bagaimana filsafat hidup Tionghoa, dan bagaimana berdamai berdampingan dalam hidup sehari-hari. Sekolah Tionghoa merupakan ruang pembelajaran bersama atas pengetahuan dan ketidaktahuan atas Tionghoa dan membuka pencerahan baru atas problem the otherness.

       

       

      Waktu & Tempat

      Setiap Selasa, pukul 15.00-17.00 WIB,

      di IMPULSE Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta

      Sekolah pertama dimulai Selasa,

      26 Agustus 2008

       

      Kurikulum

      • Entrepreneurship Tionghoa, dari Gandekan hingga Toko Ramai
      • Tionghoa dan Kerajinan Kemasan
      • Elitisme baru Tionghoa, dari Notaris, Dokter Gigi, hingga Dokter Spesialis
      • Mencari tahu identitas Tionghoa Kranggan, Ketandan, hingga Gandekan
      • Islam, Katolik, dan “agama” Baru masyarakat Tionghoa

      Pengajar

      • Tjia Eddy Sutanto (pengusaha,Ketua Pamitra)
      • Jimmy Sutanto (pengusaha, Ketua Bhakti Putera)
      • Mustofa, M.Kn  (notaris)
      • Ohim Sindudisastra, M.Hum (pendidik,  Ketua INTI Yogyakarta )
      • Lucinda, M.Lett  (sosiolog)
      • Budi Satyagraha (PITI)

       

      Pendaftaran : Rp 25.000,-

      Biaya sekolah ditentukan saat pertemuan pertama sekolah

       

      Informasi Sekolah

      Ranggabumi IMPULSE

      Telp. (0274) 7101997, 08562872047

      office@..., impulse.yogya@...

       

       

       

       


    • lebah buayawati
      Kalo ada yang nongol ke sini share ya makalahnya. Tx Iseng tentang keragaman Indonesia. z m_nazir wrote: Seminar
      Message 2 of 2 , Aug 10, 2008
      • 0 Attachment
        Kalo ada yang nongol ke sini share ya makalahnya.
        Tx

        Iseng tentang keragaman Indonesia.
        z
        m_nazir <azet_r@...> wrote:

        Seminar dan Konferensi

        Seminar dan Konferensi
        Agustus 2008
        11 Agustus, pk. 08.00-16.00, tempat: Ruang Sidang I FIB UGM
        Konferensi Pendahuluan program penelitian ”Mengisi Kemerdekaan: Partisipasi Massa dan Munculnya Ekonomi Nasional, Identitas Kultural dan Demokrasi Politik di Indonesia, 1945-1960” .                                                                   
        Convenor:
        • Thomas Lindblad,
        • Bambang Purwanto,
        • Robert Cribb,
        • Freek Colombijn 
        Penyaji:
        • Purnawan Basundoro,
        • Baha’Uddin,
        • Mutiah Amini,
        • Agus Suwignyo,
        • M. Nazir,
        • Nasihin,
        • Umi Barjiyah

        12 Agustus, pk. 09.00-12.00, tempat: Ruang Sidang 1 FIB UGM:            
        • Diskusi tentang ”The Chinese Massacre in Batavia, 1740”. Penyaji: Abdul Wahid
        • Bedah buku The idea of Indonesia. A history karya R.E. Elson (2008), Diskusan: Farabi Fakih
        September 2008
        Bedah buku Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda 1600-1950 karya Harry Poeze (2008). Pembedah, waktu dan tempat menyusul

        Oktober 2008
        15-16 Oktober, Universitas Leiden
        Workshop internasional tentang “Ekonomi Indonesia di Periode Awal Kemerdekaan: Tantangan dan Capaian”.                                                  
        Pembicara:
        • Prof. Anne Booth (School of Oriental and African Studies, London),
        • Dr. Thee Kian Wie (LIPI, Jakarta),
        • Prof. Robert Cribb (Australian National University, Canberra),
        • Prof. Bambang Purwanto (UGM),
        • Dr. Freek Colombijn (Free University of Amsterdam),
        • Dr. J. Thomas Lindblad (Leiden University),
        • Daan Marks, MA (International Institute of Social Studies, Amsterdam),
        • Dr. Peter Post (Netherlands Institute for War Documentation, Amsterdam).                        

        Informasi lebih lanjut, silakan hubungi: dr. J. Thomas Lindblad (thomaslindblad@ hotmail.com) .


      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.