Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Trs: Bls: [ppia_uc] Trs: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah

Expand Messages
  • Ikie_Djokdja
    Nih Den jawaban dr beberapa temen..hehe..baca dr bawah yak...menarik...  Sincerely yours, M Solihin FikriThe Peace Scholarship Program 2008 University of
    Message 1 of 2 , Jun 21, 2008
      Nih Den jawaban dr beberapa temen..hehe..baca dr bawah yak...menarik...
       
      Sincerely yours,

      M Solihin Fikri
      The Peace Scholarship Program 2008
      University of Canberra
      ACT - AUSTRALIA

      http://defickry.wordpress.com





      ----- Pesan Diteruskan ----
      Dari: Junaedi charavansky <zuneth_mappi@...>
      Kepada: ppia_uc@yahoogroups.com
      Terkirim: Sabtu, 21 Juni, 2008 20:49:23
      Topik: Re: Bls: [ppia_uc] Trs: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah

      Kalo dalam hukum, tidak harus bahwa 1+1=2, karena kalo jawaban 2 itu pasti ada masalah. Justru, 1+1 bisa jadi sama dengan 3 atau bahkan 4 atau bahkan 5. Dalam hal ini, kami di dunia hukum ada adagiumnya: Bahwa kalo ada satu orang hukum bertemu (ditambah) satu orang hukum lainnya bertemu dan berdiskusi atau bahkan berdebat soal suatu permasalahan hukum dan masing-masing berpendapat kalo dilihat kan akan ada dua pendapat, nah kalo dibilang hasilnya ada dua pendapat maka tidak terjadi titik temu maka hasilnya harus ada 3 atau bahkan 4 pendapat yang memberikan titik temu dari diskusi tersebut kalo hanya ada satu titik temu maka hasilnya tiga akan tetapi jika ada alternatif titik temu maka ada 4 jawabannya. dan kalo lebih dari satu alternatif titik temu maka hasilnya bisa jadi 5 atau 6. So then satu tambah satu kalo bisa jangan dua akan tetapi tiga. karena kalo dua, berarti masing2 saling mempertahankan pendapatnya, nah kalo ini terjadi berarti ada masalah yang tak terselesaikan.

      Salam,

      --- On Sat, 6/21/08, Ikie_Djokdja <ms_fickry@yahoo. co.id> wrote:
      From: Ikie_Djokdja <ms_fickry@yahoo. co.id>
      Subject: Bls: [ppia_uc] Trs: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah
      To: ppia_uc@yahoogroups .com
      Date: Saturday, June 21, 2008, 11:36 AM

      wwkkw..
      ya disitulah letak debatable nya mas Yan..
      mungkn bisa jadi di salah level tertentu di jurusan matematika 1+1 = 3
      mana nih yg jurusan matematika?? ? bener gak?? hehe..
       
      pisssss... :)
       
      Sincerely yours,

      M Solihin Fikri
      The Peace Scholarship Program 2008
      University of Canberra
      ACT - AUSTRALIA

      http://defickry. wordpress. com





      ----- Pesan Asli ----
      Dari: yan mulya <yanz080@yahoo. com>
      Kepada: ppia_uc@yahoogroups .com
      Terkirim: Sabtu, 21 Juni, 2008 14:15:15
      Topik: Re: [ppia_uc] Trs: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah

      Dear All
       
      Maaf kalau tidak berkenan, hati saya gatel kalo melihat kejanggalan.
       
      Saya melihat article tersebut masih membahas rumusan matematika kelas SD, pertama terlihat dari rumus yang di bahas 1+1=2, kedua kalo tidak setuju langsung main gebuk-gebukan dengan mengatas namakan jurusan.
       
      Sehingga oknum yang mengaku ahli matematika tersebut tidak hanya mencoreng jurusan matematika pada umumnya. Tetapi mencoreng nama almamater University banyak jurusan.
       
      Ada baiknya, kita menggunakan jalur hukum yang resmi, sehingga semua penyelewengan (atas dasar pencemaran) bisa diperbaiki. Buat apa ada hukum kalo mental main hakim sendiri masih dihalalkan.
       
      Gitu aja kok repot kata salah satu professor matematika.
       
        

      ----- Original Message ----
      From: Ikie_Djokdja <ms_fickry@yahoo. co.id>
      To: PPSDMS milis <ppsdms_0608@ yahoogroups. com>; UC PPIA <ppia_uc@yahoogroups .com>; Peace <peacegeneration@ yahoogroups. com>; alumni_sman18_ plbg@yahoogroups .com; Lepass Sripo <lepass_sripo@ yahoogroups. com>; Imiki <imiki@yahoogroups. com>; Inculs UGM <inculs_ugm@yahoogro ups.com>; Kepel UGM <kepel_ugm@yahoogrou ps.com>
      Sent: Saturday, June 21, 2008 10:27:11 AM
      Subject: [ppia_uc] Trs: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah

      Salam,
       
      masih terkait isu kemarin..gak ada salahnya yak tuk nambah2 wacana..hehe. .sangat mungkin debatable.
      maaf bagi yg gak berkenan.
       
      Sincerely yours,

      M Solihin Fikri
      The Peace Scholarship Program 2008
      University of Canberra
      ACT - AUSTRALIA

      http://defickry. wordpress. com


      ----- Pesan Diteruskan ----
      Dari: Dendi Pratama <moshack001@yahoo. com>
      Kepada: JMF_UGM@yahoogroups .com
      Terkirim: Kamis, 19 Juni, 2008 02:46:50
      Topik: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah

      Pernah belajar matematika ? Kalau begitu anda pasti tahu jawaban
      berapa 1 + 1. Hmmm saya yakin mayoritas kita akan menjawab 2. Tapi
      percayakan anda kalau saya katakan saya punya seorang teman yang
      sangat yakin bahwa 1 + 1 itu adalah 3. Menurutnya jawaban 2 adalah
      konstruksi sosial, penafsiran mayoritas yang diakui sebagai kebenaran
      tunggal.

      Awalnya saya membantah teman saya tersebut. Saya pikir hanya orang
      gila yang mengatakan 1+1=3. Namun yang menarik adalah teman saya bisa
      menrangkan argumennya. Alasannya adalah ; tak ada didunia ini benda
      yang benar-benar bulat dan sama. Contohnya ada 1 apel… ditambah satu
      apel… apakah jawabannya dua? tergantung… apa definisi kita tentang 1
      apel tersebut… apa tafsir kita tentang sebuah apel. Berat nya?
      warnanya atau apa…

      Saya yakin andapun akan mengatakan teman sayas tersebut kurang waras…
      tapi kalau saya katakan dia kuliah di jurusan filsafat anda (seperti
      saya) pasti akan berkata… ooo.. pantes kuliahnya di filsafat. Yaa
      wajar saja kalau dalam ilmu filsafat itu 1+1 bisa tiga..

      Saat bercakap-cakap .. datanglah seorang teman saya yang kuliah di
      jurusan matematika. Mendengar pembicaraan kami dia langsung menimpali…
      bener.. menurutku 1+1 memang 3. mendengar komentar tersebut.. teman
      saya yang anak filsafat terdiam.. dan berkata pada anak matematika
      tersebut…. hmmm sebagai orang matematika kamu sudah sesat. Kamu
      harusnya masuk filsafat mad. Si ahmadiyah hanya diam terpaku…

      He he anda mungkin tidak akan percaya kalau saya katakan teman saya
      tersebut bernama Ahmadiyah. Saya pikir teman saya Ahmadiyah harus
      mulai menentukan… dijurusan manakah ia kuliah. Apakah ia anak
      matematika, atau anak filsafat. Jika mengaku matematika maka tentu
      saja dia harus mengikuti standar ilmu yang ada. Dia harus bisa
      menerima 1+1=2 (seperti yang tertulis dalam kitab matematika). Tapi
      jika tetap bersikukuh 1+1=3 (apalagi sampai bikin kitab matematika
      baru) maka tentu saja teman saya tersebut sebaiknya masuk jurusan
      filsafat. karena jika tidak ia bisa digebukin anak-anak jurusan
      matematika… atas tuduhan pencemaran ilmu matematika.

      Sejak saat itu.. saya berniat. Saya akan belajar lebih giat..
      menguasai dalil-dail dan rumus2 matematika. Agar suatu saat nanti..
      saya tidak di kibuli oleh anak filsafat yang mengaku matematikawan.

      hmm ngomong-ngomong. .. apa jurusan anda ?



      Dapatkan nama yang Anda sukai!
      Sekarang Anda dapat memiliki email di @... dan @rocketmail. com.



      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.



      Dapatkan nama yang Anda sukai!
      Sekarang Anda dapat memiliki email di @... dan @....
    • Ikie_Djokdja
      Nih Den jawaban dr beberapa temen..hehe..baca dr bawah yak...menarik...  Sincerely yours, M Solihin FikriThe Peace Scholarship Program 2008 University of
      Message 2 of 2 , Jun 21, 2008
        Nih Den jawaban dr beberapa temen..hehe..baca dr bawah yak...menarik...
         
        Sincerely yours,

        M Solihin Fikri
        The Peace Scholarship Program 2008
        University of Canberra
        ACT - AUSTRALIA

        http://defickry.wordpress.com





        ----- Pesan Diteruskan ----
        Dari: Junaedi charavansky <zuneth_mappi@...>
        Kepada: ppia_uc@yahoogroups.com
        Terkirim: Sabtu, 21 Juni, 2008 20:49:23
        Topik: Re: Bls: [ppia_uc] Trs: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah

        Kalo dalam hukum, tidak harus bahwa 1+1=2, karena kalo jawaban 2 itu pasti ada masalah. Justru, 1+1 bisa jadi sama dengan 3 atau bahkan 4 atau bahkan 5. Dalam hal ini, kami di dunia hukum ada adagiumnya: Bahwa kalo ada satu orang hukum bertemu (ditambah) satu orang hukum lainnya bertemu dan berdiskusi atau bahkan berdebat soal suatu permasalahan hukum dan masing-masing berpendapat kalo dilihat kan akan ada dua pendapat, nah kalo dibilang hasilnya ada dua pendapat maka tidak terjadi titik temu maka hasilnya harus ada 3 atau bahkan 4 pendapat yang memberikan titik temu dari diskusi tersebut kalo hanya ada satu titik temu maka hasilnya tiga akan tetapi jika ada alternatif titik temu maka ada 4 jawabannya. dan kalo lebih dari satu alternatif titik temu maka hasilnya bisa jadi 5 atau 6. So then satu tambah satu kalo bisa jangan dua akan tetapi tiga. karena kalo dua, berarti masing2 saling mempertahankan pendapatnya, nah kalo ini terjadi berarti ada masalah yang tak terselesaikan.

        Salam,

        --- On Sat, 6/21/08, Ikie_Djokdja <ms_fickry@yahoo. co.id> wrote:
        From: Ikie_Djokdja <ms_fickry@yahoo. co.id>
        Subject: Bls: [ppia_uc] Trs: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah
        To: ppia_uc@yahoogroups .com
        Date: Saturday, June 21, 2008, 11:36 AM

        wwkkw..
        ya disitulah letak debatable nya mas Yan..
        mungkn bisa jadi di salah level tertentu di jurusan matematika 1+1 = 3
        mana nih yg jurusan matematika?? ? bener gak?? hehe..
         
        pisssss... :)
         
        Sincerely yours,

        M Solihin Fikri
        The Peace Scholarship Program 2008
        University of Canberra
        ACT - AUSTRALIA

        http://defickry. wordpress. com





        ----- Pesan Asli ----
        Dari: yan mulya <yanz080@yahoo. com>
        Kepada: ppia_uc@yahoogroups .com
        Terkirim: Sabtu, 21 Juni, 2008 14:15:15
        Topik: Re: [ppia_uc] Trs: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah

        Dear All
         
        Maaf kalau tidak berkenan, hati saya gatel kalo melihat kejanggalan.
         
        Saya melihat article tersebut masih membahas rumusan matematika kelas SD, pertama terlihat dari rumus yang di bahas 1+1=2, kedua kalo tidak setuju langsung main gebuk-gebukan dengan mengatas namakan jurusan.
         
        Sehingga oknum yang mengaku ahli matematika tersebut tidak hanya mencoreng jurusan matematika pada umumnya. Tetapi mencoreng nama almamater University banyak jurusan.
         
        Ada baiknya, kita menggunakan jalur hukum yang resmi, sehingga semua penyelewengan (atas dasar pencemaran) bisa diperbaiki. Buat apa ada hukum kalo mental main hakim sendiri masih dihalalkan.
         
        Gitu aja kok repot kata salah satu professor matematika.
         
          

        ----- Original Message ----
        From: Ikie_Djokdja <ms_fickry@yahoo. co.id>
        To: PPSDMS milis <ppsdms_0608@ yahoogroups. com>; UC PPIA <ppia_uc@yahoogroups .com>; Peace <peacegeneration@ yahoogroups. com>; alumni_sman18_ plbg@yahoogroups .com; Lepass Sripo <lepass_sripo@ yahoogroups. com>; Imiki <imiki@yahoogroups. com>; Inculs UGM <inculs_ugm@yahoogro ups.com>; Kepel UGM <kepel_ugm@yahoogrou ps.com>
        Sent: Saturday, June 21, 2008 10:27:11 AM
        Subject: [ppia_uc] Trs: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah

        Salam,
         
        masih terkait isu kemarin..gak ada salahnya yak tuk nambah2 wacana..hehe. .sangat mungkin debatable.
        maaf bagi yg gak berkenan.
         
        Sincerely yours,

        M Solihin Fikri
        The Peace Scholarship Program 2008
        University of Canberra
        ACT - AUSTRALIA

        http://defickry. wordpress. com


        ----- Pesan Diteruskan ----
        Dari: Dendi Pratama <moshack001@yahoo. com>
        Kepada: JMF_UGM@yahoogroups .com
        Terkirim: Kamis, 19 Juni, 2008 02:46:50
        Topik: [JMF_UGM] Matematika dan Ahmadiyah

        Pernah belajar matematika ? Kalau begitu anda pasti tahu jawaban
        berapa 1 + 1. Hmmm saya yakin mayoritas kita akan menjawab 2. Tapi
        percayakan anda kalau saya katakan saya punya seorang teman yang
        sangat yakin bahwa 1 + 1 itu adalah 3. Menurutnya jawaban 2 adalah
        konstruksi sosial, penafsiran mayoritas yang diakui sebagai kebenaran
        tunggal.

        Awalnya saya membantah teman saya tersebut. Saya pikir hanya orang
        gila yang mengatakan 1+1=3. Namun yang menarik adalah teman saya bisa
        menrangkan argumennya. Alasannya adalah ; tak ada didunia ini benda
        yang benar-benar bulat dan sama. Contohnya ada 1 apel… ditambah satu
        apel… apakah jawabannya dua? tergantung… apa definisi kita tentang 1
        apel tersebut… apa tafsir kita tentang sebuah apel. Berat nya?
        warnanya atau apa…

        Saya yakin andapun akan mengatakan teman sayas tersebut kurang waras…
        tapi kalau saya katakan dia kuliah di jurusan filsafat anda (seperti
        saya) pasti akan berkata… ooo.. pantes kuliahnya di filsafat. Yaa
        wajar saja kalau dalam ilmu filsafat itu 1+1 bisa tiga..

        Saat bercakap-cakap .. datanglah seorang teman saya yang kuliah di
        jurusan matematika. Mendengar pembicaraan kami dia langsung menimpali…
        bener.. menurutku 1+1 memang 3. mendengar komentar tersebut.. teman
        saya yang anak filsafat terdiam.. dan berkata pada anak matematika
        tersebut…. hmmm sebagai orang matematika kamu sudah sesat. Kamu
        harusnya masuk filsafat mad. Si ahmadiyah hanya diam terpaku…

        He he anda mungkin tidak akan percaya kalau saya katakan teman saya
        tersebut bernama Ahmadiyah. Saya pikir teman saya Ahmadiyah harus
        mulai menentukan… dijurusan manakah ia kuliah. Apakah ia anak
        matematika, atau anak filsafat. Jika mengaku matematika maka tentu
        saja dia harus mengikuti standar ilmu yang ada. Dia harus bisa
        menerima 1+1=2 (seperti yang tertulis dalam kitab matematika). Tapi
        jika tetap bersikukuh 1+1=3 (apalagi sampai bikin kitab matematika
        baru) maka tentu saja teman saya tersebut sebaiknya masuk jurusan
        filsafat. karena jika tidak ia bisa digebukin anak-anak jurusan
        matematika… atas tuduhan pencemaran ilmu matematika.

        Sejak saat itu.. saya berniat. Saya akan belajar lebih giat..
        menguasai dalil-dail dan rumus2 matematika. Agar suatu saat nanti..
        saya tidak di kibuli oleh anak filsafat yang mengaku matematikawan.

        hmm ngomong-ngomong. .. apa jurusan anda ?



        Dapatkan nama yang Anda sukai!
        Sekarang Anda dapat memiliki email di @... dan @rocketmail. com.



        Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.



        Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.