Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

the power of GETHOK TULAR

Expand Messages
  • rumahpelangi
    Segalanya tidak / belum menjadi jelas apabila belum klik: www.RumahPelangi.blogspot.com berbagai hal inspiratif akan didapatkan disini ANAK BUKIT HIJAU, Sebuah
    Message 1 of 1 , Mar 4 8:43 PM
    • 0 Attachment
      Segalanya tidak / belum menjadi jelas apabila belum klik:

      www.RumahPelangi.blogspot.com

      berbagai hal inspiratif akan didapatkan disini

      ANAK BUKIT HIJAU,
      Sebuah nama yang kita kenal baru di bulan November 2007 lalu. Terletak
      di pucuk perbukitan di Kampung Ngijo, Dusun Banyakan 3, Desa
      Sitimulyo. Letak kampung ini sangat terpencil di atas bukit. Bahkan
      ada seloroh yang mengatakan anak-anak KKN pun belum pernah tau kalau
      nun di atas bukit sana ada kampung. Awalnya, mas Tugiman seorang
      pemuda dusun setempat (Ngijo) berinisiatif membuat sanggar untuk
      anak-anak di kampungnya. Saat ini selain mengelola aktivitas anak
      kampungnya, mas T G M (kami menyebutnya) aktif sekali untuk
      sosialisasi kegiatan anak di kampung-kampung sebelahnya. Berawal dari
      rasa ketidakpercayaan diri sendiri, saat ini mas T G M mendapat
      dukungan dari warga sekitar untuk melanjutkan karyanya. Tanggal 9
      Maret besok di Rumah Pelangi, mas Tugiman dengan anak-anak sanggar nya
      akan menampilkan teater berjudul BAPAK NGEDAN. Akankah edan beneran??

      Berikut sedikit laporan kegiatan Anak Bukit Hijau ketika pentas di
      Suran Tutup Ngisor, Magelang:



      BEBERAPA KESAN ANAK-ANAK
      "SANGGAR KREATIF" ABH

      Kesanku waktu pentas di Magelang
      Oleh:Yulianti

      Saya seneng banget bisa pentas di Magelang, karena aku tambah
      wawasannya dan aku pasti tambah temannya.Terus yang paling aku suka
      yaitu aku mempunyai mental yang bener-bener besar dan aku dibilang
      seperti orang tua atau nenek-nenek beneran.Karena aku dibilang seperti
      nenek-nenek beneran dan aku punya mental, jadi aku pentas dengan penuh
      semangat dan aku menjadi yakin bahwa aku bisa.


      Kesanku Waktu Pentas di Magelang
      Oleh:Zumarwanto (cah nakal)

      Aku sangat senang sekali saat aku ikut pentas di Magelang. Karena di
      sana ternyata sangat menyenangkan dan mengasyikan. Apalagi waktu dalam
      perjalanan berangkatnya kami semua kehujanan. Tapi sangat asyik kok
      dan aku gembira waktu itu. Setelah sampai di sana ternyata acaranya
      sudah dimulai. Dalam acara itu ada pertunjukan jatilan. Kami semua
      langsung menonton terlebih dahulu. Tidak lama kemudian aku merasa
      lapar, aku langsung membeli makanan apa adanya. Lalu aku makan sambil
      menonton pertunjukan yang lain. Setelah itu kami semua langsung
      persiapan untuk pentas. Dan acara pentas dimilai jam 18.00 WIB. Tapi
      sebelumnya kami makan-makan terlebih dahulu.
      Didalam pentas aku sangat terkejut karena setelah rombongan ABH
      keluar, atau masuk panggung semua orang tertawa. Apalagi waktu ninung
      melucuti pakaianku. Sebenarnya aku sangat kaget waktu itu. Dan setelah
      selesai pentas kami semua langsung siap-siap untuk pulang. Dan
      Alhamdulillah dalam perjalanan pulang kami semua selamat sampai
      tujuan. Aku sangat lega karena sudah sampai rumah.



      Pentas seni di Padepokan Seni Tjipta Boedaja
      Oleh: Dwi Jananto (Ninung / Pemeran anak cengeng)

      Pada tanggal 24 januari 2008, tepatnya hari Kamis. Saya dan
      kawan-kawan grup Anak Bukit Hijau yang dipimpin mas Tugiman mengikuti
      pentas seni yang diadakan Rumah Pelangi di Tutup Ngisor, Muntilan.
      Momen ini merupakan penampilan pertamaku dalam bermain teater bersama
      Anak Bukit Hijau. Peristiwa ini memberi kesan yang pada mulanya saya
      grogi dikarenakan melihat kesenian-kesenian yang ditampilkan pada sore
      hari itu begitu bagus.
      Setelah tiba giliran kami tampil sebagai pembuka acara dan melihat
      sarana pentas yang lengkap mendorong kelompok kami tampil dengan
      percaya diri dan saya merasa puas tampil dengan tanpa beban .





      NADIF di Magelang
      Oleh:Muhamad Nadif Silqi

      Waktu itu saya kebasahan sedikit karena berjalan kesana kesini,
      Setelah itu disuruh makan rasanya nikmat. Setelah itu menonton bule.
      Setelah itu pentas habis Ngisak rasanya dingin sekali waktu naik
      panggung yang tertutup korden yang besar sekali.
      Terus di tarik pelan-pelan terus di mulai langsung melihat korep
      menari terus menari sore-sore padang mbulan. Yang menari Nurul, Bowo,
      Kentung, Zuanti. Setelah itu saya menari sama kentung, Eno. Setelahnya
      menari ada yang mendukung semua yang disana, setelah selesai kami
      pulang rumah dan tidur selesai.



      LAPORAN KEGIATAN

      PERINGATAN SURAN TUTUP NGISOR
      "PADHEPOKAN SENI TJIPTA BOEDAJA"





      PENTAS TEATER ANAK BUKIT HIJAU
      (ABH)




      "SANGGAR KREATIF" ANAK BUKIT HIJAU
      Kampung Ngijo, Dusun Banyakan III, Desa Sitimulyo, Kec. Piyungan, Kab.
      Bantul,
      YOGYAKARTA – INDONESIA, 55792

      KAMIS, 24 JANUARI 2008



      KATA PENGANTAR
      Hal-hal yang terjadi baru-baru ini banyak memberikan pelajaran yang
      buruk terhadap perkembangan anak, baik secara langsung maupun tidak
      langsung. Banyak kita lihat dan temui di sekitar kita, anak muda yang
      secara terang-terangan mabuk-mabukan, berkata-kata kotor, maupun
      melakukan kegiatan yang kurang terpuji baik itu di hadapan anak maupun
      tidak. Hal ini membuktikan betapa mudahnya anak muda mengadopsi
      pengaruh dari luar. Disamping itu, hal ini membuktikan pula kerusakan
      mentalitas maupun keimanan anak-anak muda disekitar kita.
      Disisi lain bentuk keprihatinan dari keadaan dan perkembangan jaman
      sekarang yang cenderung tidak mengenal kompromi dan semakin menggila,
      ternyata mampu menggugah hati dan perasaan. Melihat keceriaan anak
      seolah melihat harapan di masa depan, bayangkan jika anak-anak kita
      mempunyai kesiapan menghadapi perkembangan jaman, dengan mentalitas
      yang bertanggung jawab, sopan-santun yang harmonis, serta keimanan
      yang kuat sebagai benteng pengendalian diri, tentunya sanggat
      membahagiakan bagi kedua orang tua maupun masyarakat yang
      melingkupinya. Harapan ini menjadi dasar dari pembentukan "Sanggar
      Kreatifitas" Anak Bukit Hijau, dinama sanggar ini mempunyai visi pada
      perkembagan mentalitas anak, tingkah laku, dan penanaman keimanan
      sejak dini.
      Seiring perkembagan jaman yang berdampak pula pada perubahan pola
      pikir manusia tentunya harus pula diimbangi dengan kegiatan-kegiatan
      ataupun wadah yang berfungsi sebagai penyaring, penyeimbang, bahkan
      sebagai penangkal efek negatif dari pengaruh perkembangan jaman yang
      seolah mendewakan tren modernisasi yang hal tersebut belum tentu baik
      untuk masa depan kita.
      Anak adalah generasi harapan kita. Mereka merupakan keinginan dan
      harapan masa depan bagi orang tua, Bangsa, dan Negara. Sudah
      sepantasnya, sudah seharusnya, jika kita tanamkan didikan yang tepat
      buat mereka. Tentunya tidak ada ruginya jika kita berikan yang terbaik
      buat mereka. Dunia anak adalah dunia ceria, dunia bermain, dunia
      bercerita, dunia bergaya, maupun dunia penuh fantasi dari
      kerlap-kerlip hiasan inderawi. Maka dari itu kita sebagai generasi
      muda dan juga para orang tua, sudah seharusnyalah kita yang memahami
      dunia anak ini, dan haruslah kita juga berinisiatif memberikan
      ruang-ruang gerak sebagai sarana bermain, belajar, bercerita, bergaya,
      maupun berekspresi.




      Sekilas tentang Suran di Tutup Ngisor.
      Peringatan suran merupakan kegiatan rutin yang diadakan Padepokan Seni
      Tjipta Boedaja (yang terletak di Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber,
      Kecamatan Dukun) sebagai agenda tahunan. Dimana pada acara tersebut di
      tampilkan berbagai kesenian dari berbagai daerah. Dalam peringatan
      kali ini kami bersyukur bawasannya kami berkesempatan untuk melihat
      secara langsung kegiatan tersebut, sekaligus berkesempatan untuk
      menampilkan pentas teater ABH di sana.


      14-23 januari 2008
      Dari H-10, anak-anak "Sanggar Kareatif"Anak Bukit Hijau, sibuk
      berlatih teater guna mempersiapkan pentas pada tanggal 24 januari 2008
      di Padepokan Seni Tjipta Boedaja yang terletak di Dusun Tutup Ngisor,
      Desa Sumber, Kecamatan Dukun. Dusun ini terletak di lereng Merapi
      wilayah Kabupaten Magelang. Banyak sekali hal-hal menarik, lucu maupun
      menggemaskan, dari kejadian maupun perilaku anak-anak dari kegiatan
      latihan tersebut.
      v Pada hari-hari awal anak-anak selalu saja ribut, baik itu
      rebutan kenthongan, selalu usil mengganggu temannya, ada yang kurang
      serius, bahkan selalu tertawa ketika di bilangin ada adegan begini-begitu.
      v Ketika hanya disediakan air minum satu ceret dan satu gelas,
      maka anak-anak harus mengantri untuk mendapatkan satu gelas air minun,
      eh… sudah susah-susah mengantri, bagian belakang nggak kebagian
      lagi…kacian..dech lo……
      v Mendekati hari H, ada anak yang terserang Demam Berdarah,
      terpaksa dech nggak bisa ikut pentas,, tapi yang menarik justru sang
      anak malah sembuh ketika hari H, tapi mau gimana lagi… lha wong pulang
      dari Rumah sakit sore, yang dah ketinggal dong sama teman-temannya,
      kitakan berangkatnya siang...
      v Momen yang tidak kalah menarik ketika sudah mendekati hari H,
      anak-anak disuruh Extion,, anak-anak kelihatan kurang semangat, dan
      loyo. Habis selesai adegan…, langsung saja pelatih dengan raut muka
      kecut, dan dengan intonasi keras…, JELEK,, JELEK!!!!...,APA INI.,
      KALAU MAIN KALIAN KAYAK GINI, UDAH NGGAK USAH TAMPIL…., MEMALUKAN TAU
      NGGAK!!!, SAYA KAN SUDAH BILANG,,,, MAKSIMALKAN SUARA,,, MAKSIMALKAN
      KENTHONGAN,,,, BUKAN KAYAK GINI… LOYO.. UDAH ULANG LAGI…… , Anak-anak
      diemmm…, ha..ha..ha..(dalam batin aku tertawa), nggak tau kalau mereka
      aku kerjain, DAH EXTION!!!…., adeganpun spontan keras dan semangat.
      Selesai adegan terdengar ketawa pelatih… Ha..ha..ha…, bagus..bagus..,
      nah gitu besuk kalo pentas… tadi aku cuman bercanda.. ha..ha..ha…
      v H-1, anak-anak terlihat gembira sekali, karena sudah ada
      kepastian pakaian yang mau dipakai dan sorenya jam 16.00, anak-anak di
      pentaskan diluar kampung di halaman Bapak Dukuh untuk pemanasan
      sebelum mereka pentas di Muntilan.
      24 januari 2008 (11.00-13.00)
      Persiapan berangkat ke Tutup Ngisor, Muntilan.
      v Anak-anak Sanggar Kreatif ABH di Bantu para pendamping, sibuk
      memakai pakaian pentas, serta menyiapkan alat-alat serta perlengkapan
      yang di perlukan
      v Setelah selesai, sambil menunggu bus penjemput anak-anak melatih
      fokal, serta kenthongan yang di pandu oleh beberapa pendamping.
      v Sekitar jam 13.00 bus penjemput tiba, sebelum berangkat kami
      menyempatkan foto-foto bareng.
      13.00-15.00. WIB
      Sekitar 2 jam kami berada di dalam bus dalam perjalanan menuju arena
      pentas di Tutup ngisor. Kami menggunakan 2 bus, untuk bus yang satu di
      gunakan oleh para pemuda-pemudi dari sitimulyo, piyungan; sedangkan
      untuk bus yang satunya di gunakan untuk kru dari anak-anak Sanggar
      Kreatif ABH yang mau pentas, beserta para pendampingnya.

      15.00-19.30. WIB
      Sekitar pukul 15.00 kami sampai di Tutup Ngisor. Di sana sudah ramai
      sekali para penonton yang sedang menikmati pentas demi pentas dari
      berbagai daerah yang di suguhkan para panitia.
      Keadaan saat itu sedang turun hujan, kami harus berlarian untuk menuju
      rumah yang sudah di siapkan untuk rombongan agar tidak basah
      kehujanan. Para rombongan di persilahkan masuk oleh para panitia,
      namun karena keadaan yang sedikit basah sebagian rombongan lebih
      memilih istirahat sambil duduk-duduk di teras.
      Tidak lama kemudian hujanpun reda, dan tidak lama kemudian
      rombonganpun sudah pada pergi sendiri-sendiri menikmati pentas maupun
      suasana kebersahajaan alam pedesaan di Tutup Ngisor. Tidak ketinggalan
      anak-anak dari Sanggarpun sudah pada pergi melihat pentas atu sekedar
      jalan-jalan sambil jajan. Terlihat ceria sekali anak-anak menikmati
      jajanan demi jajanan yang mereka beli.
      19.30-22.30 WIB
      Disaat inilah ketegangan anak-anak ABH bener-bener tampak. Mereka
      sudah selesai memakai pakaian dan juga make up. Dari tempat make up,
      anak-anak dan para pendampingnya menuju ruang tunggu di bagian
      belakang padhepokan seni Tjipta Boedaja yang sekaligus juga berfungsi
      sebagai ruang make up. Anak-anak sengaja kami lewatkan bagian depan
      panggung dari padhepokan, dan sedikit kami terangkan keadaan
      padhepokan dibagian mana mereka pentas, dari mana arah penenton, dan
      sebagainya. (kalau boleh jujur disaat-saat ini aku sendiri juga sangat
      tegang ketika melihat anak-anak didikku yang baru pertama kali pentas
      diluar kota, apalagi di hadapan orang banyak seperti ini,, bisa
      maksimal nggak ya???,bagus nggak ya???.)
      Sesaat kemudian kami sudah sudah tiba ruang make up padhepokan seni
      Tjipta Boedaja di bagian belakang padhepokan. Saat itu kami sempat
      ngobrol-ngobrol ringan sebentar, yang kemudian hanya terdengar suaraku
      memotivasi anak-anak dan menerangkan sesi-sesi penampilan panggung.
      Tak lama kemudian panitia memberi tahu kalau sudah saatnya kami
      tampil. Kamipun segera turun, dan mengambil posisi masing-masing.
      Tiraipun di buka…., terdengarlah kenthongan yang kemudian disambut
      dengan irama dari kreasi sejumlah kenthongan pula yang dipegang
      anak-anak. Adegan demi adegan kami lalui, tepuk tangan demi tepuk
      tangan pun terlewati, ketawapun tidak terelakkan dari penonton yang
      sangat fokus pada penampilan teater ABH.
      Anak-anakpun turun dari panggung, "Bagus…Bagus…" sambil mengacungkan
      kedua jempol tangan, ucapan selamat dari sang sutradara membuat bangga
      anak-anak yang kelihatan sangat lega.
      Kamipun kembali ke ruang make up padhepokan, dan kemudian mengambil
      peralatan yang kami tinggal dan dengan keceriaan yang tiada tara kami
      keluar menuruni tangga dan keluar kebagian depan padhepokan menikmati
      pentas demi pentas yang di suguhkan oleh seniman-seniman dari berbagai
      daerah.
      22.30
      Angin malam terasa makin dingin masuk ke pori-pori tubuh, tak terasa
      pula waktu telah larut membuai alam bawah sadar dari peluh-peluh
      inderawi. Kamipun harus segera pamit untuk pulang ke jogjakarta, untuk
      menyiapkan hari esuk.
      Kami kembali ketempat kami berkumpul sebelumya dan menyiapkan
      barang-barang yang harus kami bawa pulang lagi. Anak-anak juga
      kelihatan sudah pada kecapekan.dan tidak berapa lama kamipun sudah
      selesai membenahi pakaian seragam serta alat-alat teater. Kamipun
      segera pamit untuk pulang ke jogja. Selesai berpamitan kami menuju ke
      parkir bus dan naik ke bus untuk melanjutkan perjalanan.

      21.00
      Sekitar pukul 21.00, bus mulai berangkat menuju jogja. Kelihatan
      sekali anak-anak pada kecapekan, namun masih tetap kelihatan ceria
      saat itu. Bus melaju dengan pelan menuruni jalan beraspal yang sudah
      kelihatan pada lobang-lobang karena rusak. Keadaan jalan juga sempit,
      yang mengharuskan bus berjalan pelan. Beberapa saat kemudian beberapa
      anak-anak ada yang sudah terlelap di dalam kursi bus.

      21.30
      Keadaan jalan saat itu licin karena hujan yang mengguyur tadi sore.
      Saat itu anak-anak sebagian besar sudah pada lelap karena kecapekan.
      Sedangkan para pendamping juga sebagian sudah setengah lelap karena
      kecapekan pula. Kedua bus berjalan sangat pelan karena ada dua buah
      truck pengangkut pasir yang bermuatan penuh berjalan pelan di depan
      kami. Selang beberapa saat bus pertama yang bermuatan supporter dari
      10 titik muda-mudi sitimulyo berhasil menyalip dua buat truck yang
      bermuatan pasir tersebut. Giliran bus kedua, yang mengangkut anak-anak
      ABH dan para pendampingnya antri di belakang truck yang pelan
      berjalan. Sang sopir pun melihat celah untuk menyalip, dan akhirnya
      truck pertama berhasil di lewati, namun kelihatan sekali sopir bus
      kami kurang memperhatikan keselamatan penumpangnya, dia malah tancap
      gas untuk menyalip truck yang berikutnya, sedangkan keadaan jalan
      waktu itu jelas sekali saya lihat tidak memungkinkan untuk menyalip.
      Sang sopir malah nekat memelaju dengan kecepatan tinggi, YA
      ALLOH!!!!……, ACH!!!!….., MAMA!!!!….., ADUH GIMANA INI****,,,,
      Terdengar spontan teriakan kepanikan keras sekali terdengar didalam
      bus. TENANG-TENANG, ORA PO-PO ORA PO-PO, DO RASAH KESUSU,ALON-ALON
      WAE, LE METU GENTENAN (tenang-tenang, ngak apa-apa,ngak usah
      keburu-buru, pelan-pelan aja, keluarnya gentian), suara yang keras
      namun penuh dengan kedamaian ini saya ucapkan bersama teman-teman
      pendamping yang sekaligus sebagai dokumentator dan tata rias untuk
      menenangkan suasana. Semua berebut berlari menuju pintu keluar. Ya
      Alloh.. bus yang kami terguling keparit dipinggir jalan. Kami semua
      kesulitan untuk keluar dari bus karena keadaan bus yang sudah sangat
      miring karena ban yang sebelah terjebur ke parit di sisi kanan jalan.
      Beberapa saat kami sudah turun semua dari bus. Kami berjalan ke
      belakang menuju ke depan rumah yang berada di pinggir jalan, untuk
      mencari ketenangan.Untung bus pertama mengetahui kejadian bus yang
      kami tumpangi. Dia berhenti jauh di depan, dan para penumpang berjalan
      menuju kearah kami. Pertanyaan silih berganti saat itu. Tapi semua
      selamat, nggak ada yang terluka, hanya beberapa anak terjadug, karena
      kemiringan bus.
      Dari kesepakatan, kami anak-anak dan perempuan pulang duluan, dan yang
      laki-laki memunggu dan mengentaskan bus yang terguling. Aku sangat
      lega saat itu, karena anak-anak dan perempuan di ijinkan pulang duluan.
      Gurauan demi gurauan antara empat orang pengamping ABH (Pono, Giman,
      Pengkit, Bang Yos), terdengar sangat mengundang tawa anak-anak dan
      para penumpang lainnya. Gurauan kami lakukan sepanjang perjalanan
      pulang, hal ini sengaja kami lakukan untuk mengembalikan trauma
      psikologis anak-anak dan para penumpang yang kebetulan juga sangat
      takut dari kejadian tersebut. Hal ini terbukti sangat manjur mengobati
      trauma anak-anak, terbukti mereka tertawa dan tidak membicarakan
      kejadian yang baru mereka alami barusan.
      Tidak terbayangkan perasaan ku waktu itu, semua ini sangat telak
      memukul hati, perasaan dan terutama pikiranku. aku harus ngomong apa
      jika para orang tua anak bertanya tentang hal yang kami alami ini. Dan
      aku sempat kepikiran juga.., mungkin ABH akan berhenti dari sini,
      karena orang tua yang sudah tidak memperbolehkan anaknya berkegiatan
      dan pentas diluar kota. Hal ini membuatku sempat stress beberapa hari
      memikirkan antisipasi ptotes dari masyarakat.

      22.45
      Selang satu jam lebih sedikit kami tiba disanggar Kreatif ABH, aku
      sempat berpesan kepada para pendamping untuk ikut memetralkan keadaan
      dengan tidak membesar-besarkan kejadian tersebut. Turun dari bus,
      Pikiranku kacau saat itu, ketika aku melihat salah satu anak didikku
      ada yang menangis dipelukan ibunya, aku sempat bilang,"udah…udah…
      nggak apa..apa..", habis itu aku menemui yang lain, dan ternyata yang
      lain tetap happy, dan mereka bukannya menceritakan bus yang terguling,
      namun menceritakan pentas mereka. Alhandulillah…. Aku agak tenang
      mendengar keceriaan anak-anak sudah kembali pulih.
      Setelah anak-anak istirahat sebentar di sanggar, mereka kemudian
      pulang kerumah masing-masing dengan penjemput mereka.

      THE END…..
















      BEBERAPA KESAN ANAK-ANAK
      "SANGGAR KREATIF" ABH

      Kesanku waktu pentas di Magelang
      Oleh:Yulianti

      Saya seneng banget bisa pentas di Magelang, karena aku tambah
      wawasannya dan aku pasti tambah temannya.Terus yang paling aku suka
      yaitu aku mempunyai mental yang bener-bener besar dan aku dibilang
      seperti orang tua atau nenek-nenek beneran.Karena aku dibilang seperti
      nenek-nenek beneran dan aku punya mental, jadi aku pentas dengan penuh
      semangat dan aku menjadi yakin bahwa aku bisa.


      Kesanku Waktu Pentas di Magelang
      Oleh:Zumarwanto (cah nakal)

      Aku sangat senang sekali saat aku ikut pentas di Magelang. Karena di
      sana ternyata sangat menyenangkan dan mengasyikan. Apalagi waktu dalam
      perjalanan berangkatnya kami semua kehujanan. Tapi sangat asyik kok
      dan aku gembira waktu itu. Setelah sampai di sana ternyata acaranya
      sudah dimulai. Dalam acara itu ada pertunjukan jatilan. Kami semua
      langsung menonton terlebih dahulu. Tidak lama kemudian aku merasa
      lapar, aku langsung membeli makanan apa adanya. Lalu aku makan sambil
      menonton pertunjukan yang lain. Setelah itu kami semua langsung
      persiapan untuk pentas. Dan acara pentas dimilai jam 18.00 WIB. Tapi
      sebelumnya kami makan-makan terlebih dahulu.
      Didalam pentas aku sangat terkejut karena setelah rombongan ABH
      keluar, atau masuk panggung semua orang tertawa. Apalagi waktu ninung
      melucuti pakaianku. Sebenarnya aku sangat kaget waktu itu. Dan setelah
      selesai pentas kami semua langsung siap-siap untuk pulang. Dan
      Alhamdulillah dalam perjalanan pulang kami semua selamat sampai
      tujuan. Aku sangat lega karena sudah sampai rumah.



      Pentas seni di Padepokan Seni Tjipta Boedaja
      Oleh: Dwi Jananto (Ninung / Pemeran anak cengeng)

      Pada tanggal 24 januari 2008, tepatnya hari Kamis. Saya dan
      kawan-kawan grup Anak Bukit Hijau yang dipimpin mas Tugiman mengikuti
      pentas seni yang diadakan Rumah Pelangi di Tutup Ngisor, Muntilan.
      Momen ini merupakan penampilan pertamaku dalam bermain teater bersama
      Anak Bukit Hijau. Peristiwa ini memberi kesan yang pada mulanya saya
      grogi dikarenakan melihat kesenian-kesenian yang ditampilkan pada sore
      hari itu begitu bagus.
      Setelah tiba giliran kami tampil sebagai pembuka acara dan melihat
      sarana pentas yang lengkap mendorong kelompok kami tampil dengan
      percaya diri dan saya merasa puas tampil dengan tanpa beban .





      NADIF di Magelang
      Oleh:Muhamad Nadif Silqi

      Waktu itu saya kebasahan sedikit karena berjalan kesana kesini,
      Setelah itu disuruh makan rasanya nikmat. Setelah itu menonton bule.
      Setelah itu pentas habis Ngisak rasanya dingin sekali waktu naik
      panggung yang tertutup korden yang besar sekali.
      Terus di tarik pelan-pelan terus di mulai langsung melihat korep
      menari terus menari sore-sore padang mbulan. Yang menari Nurul, Bowo,
      Kentung, Zuanti. Setelah itu saya menari sama kentung, Eno. Setelahnya
      menari ada yang mendukung semua yang disana, setelah selesai kami
      pulang rumah dan tidur selesai.





      …………………………………………………………………………………………………...
      "SANGGAR KREATIF" ANAK BUKIT HIJAU
      Kampung Ngijo, Dusun Banyakan III, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan,
      Kabupaten Bantul,
      YOGYAKARTA – INDONESIA, 55792

      CONTAK PERSON:
      TUGIMAN / KI SENTHOT
      Telp: (0274) 7863649



      ---------------------------------------------------------
      RUMAH PELANGI merupakan komunitas nirlaba untuk generasi muda dan
      mempunyai aktifitas sosial budaya serta pengelolaan perpustakaan.

      Kontak : Gunawan Julianto
      telp. : 0293 - 587 992 / 0818 - 0272 3030


      R U M A H P E L A N G I
      KERAGAMAN MEMPERKAYA NURANI

      Apabila imel yang diterima dirasa mengganggu mohon beritahukan kepada
      kami Rumah Pelangi.

      --------------------------------------------------------------------------------
      Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.


      ---------------------------------------------------------
      RUMAH PELANGI merupakan komunitas nirlaba untuk generasi muda dan
      mempunyai aktifitas sosial budaya serta pengelolaan perpustakaan.

      Kontak : Gunawan Julianto
      telp. : 0293 - 587 992 / 0818 - 0272 3030


      R U M A H P E L A N G I
      KERAGAMAN MEMPERKAYA NURANI

      Apabila imel yang diterima dirasa mengganggu mohon beritahukan kepada
      kami Rumah Pelangi.


      --------------------------------------------------------------------------------
      Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
      Search.




      --
      hormat kami,


      gunawan julianto
      ---------------------------------------------------------
      RUMAH PELANGI merupakan komunitas nirlaba untuk generasi muda dan
      mempunyai aktifitas sosial budaya serta pengelolaan perpustakaan.

      Kontak : Gunawan Julianto
      telp. : 0818 - 0272 3030


      R U M A H P E L A N G I
      KERAGAMAN MEMPERKAYA NURANI

      Apabila imel yang diterima dirasa mengganggu mohon beritahukan kepada
      kami Rumah Pelangi.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.