Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Ayo damai dalam banyak cara

Expand Messages
  • lebah buayawati
    Ayo ikut . Ini kan perdamaian juga .Masih ada tempat tuh. zz dear all, ini update terbaru dengan susunan seperti biasa, hehehe. bagi yang sudah mendaftar mohon
    Message 1 of 25 , Nov 15, 2007
    • 0 Attachment
      Ayo ikut .
      Ini kan perdamaian juga .Masih ada tempat tuh.
      zz
       
      dear all,
      ini update terbaru dengan susunan seperti biasa,
      hehehe. bagi yang sudah mendaftar mohon dicek lagi.
      mungkin ada yang perlu dikoreksi. bagi yang belum
      mendaftar, segera mendaftar sebelum hari minggu, 18
      November 2007 ya.
      regards
      anggi
      08175036675
      ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
       
      Daftar Welcome Rider BFEGTB

      Pembalap Pendamping Part1 (Magelang-Jogja)
      Senin, 19 November 2007
      No Nama Nomor Telepon
      1 Bapak Dwiantoro 08157915666
      2 Bapak Agus Tq 085228053654
      3 Mas Andri 085643455397
      4 Mas Fendi 085868244422
      5 Mas Dhanang 085648535905
      6 Bapak Untung 081328047171
      7 Mas Borne 7887500
      8 Mas Deny 085959558559
      9 Mba ZizaGM 081392598617
      10 Bapak Bambang BR 08122691385
      11 Bapak Bardo 02749138907
      12 Bapak Tugiman 081328768023
      13 Mba Hani Raihana 085228020409
      14 Mas Bagus 081904079265
      15 Mba Sita Sari 085628230313
      16 Mas Deno Hervino 02749107379
      17 Mas Reza 0817466613
      18 Bapeda 1
       
      19 Bapeda 2
       
      20 Bapeda 3
       
      21 Mas Anang Saptoto 081578009382
      22 Mas Yasin 088827608967
      23 Mas Bimo UY 08156896146
      24 Bapak Martinus 085241992306
      25
       
       
      26
       
       
      27
       
       
      28
       
       
      29
       
       
      30
       
       
      31
       
       
      32
       
       
      33
       
       
      34
       
       
      35
       
       
       
       
      Solusi perubahan iklim saat ini sama dengan fundamentalisme pasar dimana emisi karbon diperjualbelikan dipasar internasional, artinya sama saja dengan memberikan hak untuk mencemari lingkungan dilegalkan.
       
       

      Membongkar Politik Ekonomi Perubahan iklim
      oleh
      Andy armansyah (Eknas WALHI)
       
       
      Pemanasan global berdampak serius pada kehidupan ratusan juta warga di bumi. Dampaknya, seperti laporan 441 pakar Intergovernmental Panel on Climate Change, 10 April 2007, naiknya suhu permukaan bumi lima tahun mendatang plus dampak lanjutan berupa kegagalan panen, kelangkaan air, tenggelamnya daerah pesisir, lenyapnya spesies, banjir, dan kekeringan. Asia terkena dampak paling parah: produksi pertanian Cina dan Bangladesh anjlok 30 persen, India langka air, dan 100 juta rumah warga pesisir tergenang.
      Laporan itu menyebutkan, permukaan laut akan meningkat 8-29 sentimeter dari saat ini pada 2030. Dampaknya bagi Indonesia, 2.000 pulau tenggelam, garis pantai mundur ke arah daratan ratusan meter, jutaan hektare tambak lenyap, dan air kian langka. Penduduk Jakarta dan kota-kota di pesisir akan kekurangan air bersih. Pada sejumlah daerah aliran sungai akan terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut yang kian tajam. Akibatnya, akan sering terjadi banjir, sekaligus kekeringan yang mencekik kehidupan. "Ancaman itu terlalu riskan diabaikan," kata Achim Steiner, Direktur Eksekutif UNEP.
      Laporan "menyeramkan" yang menggambarkan bumi di ambang kiamat semacam ini bukan hal baru. Tapi negara-negara industri nan kaya, terutama Amerika Serikat, tak acuh. Padahal merekalah penyumbang terbesar gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Mereka bisa mencapai kemakmuran seperti sekarang setelah mengkonsumsi energi secara boros dan berlebihan. Simak ketidakadilan itu: penduduk Amerika, Kanada, dan Eropa yang hanya 20,1 persen dari total warga dunia mengkonsumsi 59,1 persen energi dunia, sedangkan warga Afrika dan Amerika Latin yang 21,4 persen dari populasi dunia hanya mengkonsumsi 10,3 persen.
       
      Ketidakadilan iklim (unclimate justice)
      Secara umum 2,8 miliar orang hidup masih dibawah 2 dolar/hari, dan 1,2 miliar orang hidup masih kurang dari 1 dolar perhari sedangkan Pemerintah Uni Eropa telah memberikan subsidi bagi rakyatnya 2 dolar/hari (Bank Dunia,2000; FAO,1999). Jutaan rakyat tidak memiliki akses terhadap energi di Negara selatan, sedang rakyat di Negara utara melampaui batas penggunaan energi dan bergaya hidup yang boros dan dampaknya terlihat jelas yaitu terjadinya pengungsian, masalah kesehatan, bencana alam dll.
      Contoh ketimpangan lain adalah 20 % dari penduduk di dunia bertanggungjawab atas lebih dari 60% emisi saat ini (80% jika emisi masa lalu dihitung), Rata-rata emisi gas rumah kaca (GRK) orang Amerika Serikat (AS) adalah 4 atau 5 kali dari emisi rata-rata dunia (1 amerika = 9 china atau 18 India). Tetapi miliaran orang termiskin di Negara berkembang yang akan menghadapi dampak paling serius. Mereka yangg paling tidak bertanggung jawab atas perubahan iklim justru membayar paling tinggi. Hingga saat ini Sistem ekonomi di AS berjalan dengan landasan energi murah dari bahan bakar fosil dimana setiap orang AS menggunakan energi 8 kali lebih tinggi dari bahan  bakar fosil yang digunakan rata-rata penduduk negara berkembang. Penduduk AS hanya 4% dari penduduk dunia yg menyumbang emisi lebih besar daripada 136 negara berkembang digabung 24%. Bagi orang AS konsumsi lebih banyak produk dan jasa adalah ukuran penting bagi keberhasilan pribadi dan bangsa, bahkan ukuran dari kebebasan. Orang AS menggunakan pendapatan dan daya beli per kapita 8 kali lebih besar dan melepaskan proporsi CO2 lebih tinggi lagi dibandingkan orang ditempat lain
      Contoh ekstrem adalah Amerika. Satu dekade terakhir, konsumsi energi Amerika naik menjadi 2,7 juta barel per hari, lebih banyak daripada yang dikonsumsi India dan Pakistan sekaligus, yang keduanya berisi total empat kali lipat penduduk Amerika. Secara total, rata-rata orang Amerika mengkonsumsi lima kali lebih banyak energi daripada rata-rata warga dunia, 10 kali lebih banyak daripada rata-rata orang Cina, dan 20 kali lebih banyak daripada rata-rata orang India. Pada 1990, total emisi gas rumah kaca mencapai 13,7 Gt (gigaton), yang secara berturut-turut disumbang Amerika (36,1 persen), Rusia (17,4 persen), Jepang (8,5 persen), Jerman (7,4 persen), Inggris (4,2 persen), Kanada (3,3 persen), Italia (3,1 persen), Polandia (3 persen), Prancis (2,7 persen), dan Australia (2,1 persen).
       
       
      Konteks Indonesia
      Dari data Nasional Communication diketahui bahwa pada tahun 1994, konsumsi energi di Indonesia yang terdiri dari pemakaian di Rumah tangga dan bangunan komersial, industri , transportasi, dan pembangkit listrik menimbulkan emisi CO2 sekitar 170 juta ton. Polusi udara yang disumbangkan dari kendaraan bermotor di Indonesiapun mesti dilihat secara jelas produsennya karena produksi kendaraan bermotor seperti Honda dan Suzuki, dan lain-lain merupakan produk dari Jepang yang kedepan mulai dipikirkan alih teknologi disainnya yang lebih ramah terhadap lingkungan.
      Emisi dari konsumsi energi tersebut merupakan 25% dari emisi keseluruhan Indonesia pada tahun 1994 yang sebesar 748,6 juta ton sedangkan rata-rata emisi karbon perkapita dunia mencapai 1,3 ton per tahun.  Namun demikian,  jumlah emisi yang dihasilkan Indonesia tersebut masih sangat kecil bila dibandingkan negara maju. Data international energi administration menunjukkan bahwa pada tahun 1994, emisi dari CO2 dunia dari penggunaan energi (pembakaran bahan bakar fosil) adalah 21 milyar ton.
      Dengan demikian emisi CO2 yang dikonsumsi di Indonesia pada tahun 1994 hanya menyumbang sekitar 0,8% terhadap emisi dunia dari konsumsi energi. Sedangkan untuk kondisi hutan, penurunan penutupan lahan paling tinggi terjadi pada periode waktu 1997-2000 seluas 3,5 juta ha (kawasan hutan dan kawasan non hutan) pertahun dengan laju tertinggi dipulau Sumatera 1,15 juta ha, Kalimantan 1,12 juta ha/tahun dan Sulawesi 692 ribu ha/tahun, dan Papua 156 ribu ha pertahun. Sekitar 60% dari emisi rumah kaca berasal dari LULUCF (land use, land use change, forestry (Natcom,1999) . Sedangkan Emisi GRK perkapita 2,5 ton tanpa emisi dari kebakaran hutan. Emisi kebakaran dihitung 15 ton perkapita disisi lain ;20 juta rumah belum terjangkau pelayanan listrik (DJLPE,2007) .
       
       
      Terkait dengan ancaman dari perubahan iklim dimana Indonesia terdiri dari negara kepulauan, pesisir, memiliki resiko tinggi dan  ancaman bagi pulau-pulau kecil tenggelam, erosi,  dan wilayah kesatuan republik Indonesia akan berkurang, selain itu juga pengungsi internal meningkat, penyakit meningkat, banjir dan longsor, perubahan masa tanam, rawan pangan (kekeringan) dan raawan air dan pangan akibat badai tropis meningkat. Sedangkan jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2006 sebesar 39,05 juta (17,75 persen), persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Pada bulan Maret 2006, sebagian besar (63,41 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. Tentunya angka kemiskinan dan penyakit akan meningkat dari tahun ketahun akibat dampak dari perubahan iklim dan ditambah dengan makin sempitnya akses masyarakat terhadap sumber daya alam.
       
       
      Tawaran PBB (UNFCC) lewat Perdagangan Karbon
      Di Kyoto, Jepang, pada 1997 dicapai konsensus guna mengurangi emisi negara-negara industri paling sedikit 5 persen dari tingkat emisi pada 1990 menjelang 2008-2012. namun belakangan Australia dan Amerika keluar dari negara-negara yang yang termasuk meratifikasi protokol Kyoto. Tapi negara-negara peratifikasi Protokol Kyoto mengembangkan perdagangan gas rumah kaca via clean development mechanism (CDM) atau mekanisme pembangunan bersih. CDM dirancang sebagai bentuk investasi berbasis pasar dengan sertifikat penurunan emisi (certified emission reduction/CER) sebagai komoditasnya. Negara industri bisa membeli sertifikat dari negara berkembang lewat proyek hijaunya.
      Sejak Protokol Kyoto berlaku pada 2005, Uni Eropa, Kanada, dan Jepang telah masuk "pasar buangan gas rumah kaca" menawarkan dana pembangunan proyek ramah lingkungan. Bank Dunia telah menghimpun US$ 800 juta Prototype Carbon Fund (PCF) untuk membiayai proyek ramah lingkungan di negara berkembang. India dan Cina menerima sekitar 40 persen dana PCF itu. Indonesia tergolong tertinggal. Padahal potensi karbon yang bisa dijual Indonesia cukup besar. Data Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup menyebutkan, hingga 2012 potensi karbon yang dapat dijual lewat CDM 24 juta ton per tahun dari sektor energi dan 23 juta ton per tahun dari sektor kehutanan.
      Menurut perhitungan terakhir, kerusakan hutan Indonesia pada 2000-2005 adalah 1,8-2 juta hektare per tahun. Berdasarkan data itu, potensi gas rumah kaca yang dilepaskan Indonesia setiap tahun 93,6-280,7 juta ton karbon. Jika pasar dapat membeli US$ 4 per metrik ton karbon dioksida, kerusakan hutan Indonesia yang dapat dihindarkan akan mendapat kompensasi senilai US$ 374 juta hingga US$ 1.123 miliar per tahun. Nilai tertinggi di pasar untuk menghargai karbon hampir US$ 20 per ton. Jadi deforestasi yang dihindarkan oleh Indonesia dapat memperoleh harga US$ 1.871-5.614 miliar per tahun dan income per kapita Indonesia naik rata-rata 0,14-2,08 persen (Mangunjaya, 2007).
       
      Pemerintah Indonesia saat ini juga tertarik dengan mekanisme CDM lewat penanaman pohon tersebut, di luar itu, masih terbuka peluang meraih pendapatan dari penurunan emisi lewat CDM sektor energi. Misalnya, dari budi daya 10 juta hektare jarak pagar diproyeksikan dana CDM US$ 800 juta per tahun. Dana yang diperoleh kian besar apabila kelapa sawit, tebu, singkong, dan tanaman lain penghasil bahan bakar nabati diusahakan dalam luasan signifikan.
      Konvensi tentang Kerangka-kerja Perubahan Iklim (UN-FCCC) tahun 1992 tidak menegosiasikan reduksi emisi gas rumah kaca sebagai hal utama' tetapi lebih sebagai 'bagian dari tawar menawar yang lebih luas antara negara-negara utara dan selatan, yang berkompetisi pada kepentingan atas energi dan kepemerintahan yang dihadapkan dengan masalah-masalah ekonomi yang bertumbuh, mengembangkan investasi di masa datang akan semakin penting tetapi menjadi lebih sulit.  (Sonja Boehmer-Christianse n, 1994).
       
      Ada dua jenis perdagangan karbon. Pertama adalah perdagangan emisi (emission trading). Yang kedua adalah perdagangan kredit berbasis proyek (trading in project based credit). Seringkali dua kategori tersebut disatukan menjadi sistem perdagangan hibrida. Namun dalam bentuknya ada 3 opsi yaitu mengurangi emisi, saling memperdagangkan hak emisi, atau membeli kredit di luar negeri.  Disisi lain lewat lembaga keuangan internasional memberikan bantuan untuk program CDM terutama negara berkembang untuk proyek-proyek penanaman pohon. Tentunya tidak menutup kemungkinan wilayah-wilayah yang telah di cap sebagi proyek CDM itu nantinya akan di perdagangkan di pasar saham internasional yang ditawarkan kepada perusahan-perusahaa n raksasa penyumbang emisi.
       
      Namun metode seperti di atas tidak disetujui oleh kelangan yang mendorong penegakan keadilan iklim global karena telah membuat masyarakat lokal terkena dampak dengan dilanggarnya hak-hak mereka untuk mendapatkan akses terhadap sumberdaya alam akibatnya mereka menjadi korban dari diterapkannya metode tersebut, hal ini bisa dibuktikan lewat contoh-contoh proyek di Uganda dan Ecuador yang telah menyingkirkan ribuan komunitas lokal dari hutan akibat privatisasi hutan oleh perusahaan-perusaha an Utara yang dibekingi oleh pemerintah Uganda dan Ecuador. Semua upaya ini berkaitan dengan pengambilalihan skala dunia dengan harga grosir (murah). Logika pengimbangan karbon ini (carbon-offset) menjamin Negara-negara Utara dapat terus mengemisi gas rumah kaca dalam jumlah yang tidak proporsional. Kultur korporasi ini memperbesar jurang ketidaksetaraan antara orang-orang kaya  dan orang-orang tidak punya di mana negara Selatan menjadi wilayah pembuangan karbon akibat konsumsi Utara yang berlebihan.
      Ancaman terhadap masyarakat asli dan petani amat buruk, penghancuran dan hilangnya akses terhadap hutan akan menghancurkan penghidupan mereka. Forum Internasional Masyarakat Asli yang Pertama (The First International Forum Of Indigenous Peoples on Climate Change) menyatakan “sinks (penyerapan) dalam mekanisme CDM akan mengandung strategi skala dunia dalam rangka pengambilalihan tanah-tanah kami.” (sumber: www.carbontradewatc h.org) Artinya lewat mekanisme carbon trading serta proyek CDM ini kembali tidak  menunjukkan ketidakadilan iklim bagi negara berkembang khususnya masyarakat yang masih dibawah garis kemiskinan, dan kembali negara selatan yang menanggung akibatnya.
       
       
       
      Mengapa kita butuh keadilan iklim (Climate justice)
       
      Perubahan iklim tidak mengenal batas negara namun distribusi dan dampaknya tidak seimbang dan adil, dimana sebagian besar rata-rata warga negara Amerika menghasilkan 6 ton karbon per tahun dan rata-rata seorang warga Eropa menghasilkan hampir 3 ton karbon pertahun, sedangkan di negara berkembang lainnya masih dalam kondisi miskin. Pada tahun-tahun terakhir, bencana iklim telah mengambil nyawa lebih dari 3 juta orang dunia, 800 juta korban dan kerusakan-kerusakan langsung yang melebihi 23 miliar dolar, dan dari semua kerusakan-kerusakan itu 90% terjadi di negara-negara berkembang. Setiap warga negara memilki hak atas kehidupan dan pembangunan.
       
      Sejauh ini kelompok capital  yang mengatur prilaku capital (orang kaya), kelompok kapital memikirkan tanggungjawab iklim dimasa depan lewat pertumbuhan ekonomi, pasar bebas,dll. Artinya kepentingan segelintir kelompok (capital) telah merugikan kelompok yang lebih besar (masyarakat golongan miskin).  Dalam konteks perubahan iklim, cara pandang kelompok capital ini melihat bahwa dengan meng-uangkan tanggungjawab kerusakan /pencemaran yang dilakukannya tersebut, sudah dianggap sebagai jawaban dari tanggungjawabnya terhadap proses pemanasan global yang kian hari kian bertambah.  Namun kenyataannya inilah bentuk pengingkaran dari keadilan iklim itu sendiri karenak telah menafikan banyak hal terutama terkait kesejahteraan rakyat dan keberlajutan lingkungan,
       
      Pembacaan emisi di negara berkembang (termasuk Indonesia) untuk hidup dan pembangunan sedangkan emisi di negara maju merupakan gaya hidup boros dan penguasaan atas sumberdaya alam. kerugian pertanian, perikanan, kerusakan infrastruktur telah meningkatkan biaya pembangunan dan mengancam kehidupan masyarakat lokal. Sedangkan tujuan dari program MDG’s terancam gagal hal ini terkait karena dampaknya akan  memperburuk kemiskinan, ketidakadilan akses pada sumberdaya, dampak globalisasi ekonomi, konflik dan kerusakan lingkungan
       
      ketidakadilan iklim terjadi karena negara dan masyarakat sebagai penyumbang terkecil pada perubahan iklim, akan menghadapi dampak dan resiko terbesar dari perubahan iklim tersebut, yang pada kenyataanya juga paling tidak siap dan tidak mampu beradaptasi terhadap dampak tersebut. Sedangkan Negara dan masyarakat penyebab terbesar perubahan iklim justru paling siap menghadapi resiko dan sulit mengubah gaya hidup dan berupaya untuk berbagi sumberdaya dengan negara dan masyarakat penyumbang terkecil.
       
      Perubahan iklim merupakan hasil persamaan yang kompleks dari gagalnya model pembangunan skala global. karena itu setiap upaya untuk menghindari pemanasan global dan perubahan iklim serta upaya-upaya beradaptasi pada kondisi atmosferik yang berubah juga tidak sederhana. Melihat kembali persoalan hubungan antar bangsa, negara, dan individu yang terjadi selama berabad-abad dan tidak kunjung berubah, tidaklah layak menafikan kondisi ketidak adilan yang masih terus menerus terjadi.
      Tidak bisa dipungkiri, meski dalam kondisi krisis iklim, banyak pihak terutama mereka yang menikmati pertumbuhan dan gaya hidup dari ekstraksi atas sumber daya dan kemanusiaan tidak bersedia bahkan menurunkan batas keuntungannya. Hampir setiap upaya mengatasi perubahan iklim yang berada di dalam kerangka Protokol Kyoto maupun inisiatif di luar Protokol Kyoto tidak secara signifikan mengatasi penyebab utama meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer. Dua agenda pokok yang selalu dibicarakan adalah upaya-upaya penyelesaian lewat teknologi dan pengaturan kembali lahan-lahan (terutama wilayah hutan) agar terus dapat menjaga stabilitas atmosfer pada tingkat yang tidak membahayakan bagi kehidupan manusia.
       
      Menjadi penting menempatkan prinsip-prinsip dan kriteria utama dalam setiap perubahan iklim agar penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia tetap terjaga dan terpelihara. Kemudian yang tak kalah penting adalah upaya mengatasi perubahan iklim harus dijadikan upaya menggeser paradigma pembangunan yang berlaku saat ini ke arah yang lebih adil, manusiawi, dan menyelematkan manusia pada generasi ini dan generasi mendatang.
       
       
      Upaya mendorong keadilan Iklim (climate justice)
       
      Keadilan iklim merupakan  hak untuk mendapatkan keadilan antar generasi atas prinsip-prinsip keselamatan rakyat, pemulihan keberlanjutan layanan alam, dan perlindungan produktifitas rakyat dimana  semua generasi baik sekarang maupun mendatang berhak terselamatkan akibat dampak perubahan iklim dan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim secara berkeadilan. adapun secara rinci antara lain :
       
      Prinsip-prinsip Keselamatan Rakyat
       
      Seluruh upaya mengatasi perubahan iklim harus menjamin keselamatan manusia untuk hidup secara layak tanpa menafikan hak asasi manusia yang melekat dalam individu dan dijamin dalam deklarasi universal hak asasi manusia.
      Hak warga atas pembangunan, kehidupan yang layak, lingkungan yang sehat tidak bisa dinafikan atas nama penyelamatan lingkungan global.  
      Penghormatan terhadap hak-hak warga lokal, minoritas, untuk menentukan nasib sendiri. 
      Proses belajar kolektif oleh warga, pengurus negara, maupun entitas lain dalam upaya perbaikan lingkungan demi mengatasi dan menghadapi perubahan iklim tidak boleh dibatasi oleh siklus tahun anggaran yang berorientasi pada target-target belanja (spending target) anggaran.
      Ukuran pokok dalam setiap proses belajar memperbaiki lingkungan harus berorientasi pada penurunan krisis yang menjadi pendorong perubahan iklim, dampak perubahan iklim, maupun pengurangan kerentanan sosio-ekologik warga dengan sepenuhnya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi warga.  
      Prinsip-prinsip Pemulihan Keberlanjutan Layanan Alam
      Penurunan emisi yang lebih besar di negara-negara utara. 
      Keadilan  derajat pembangunan antar bangsa dan individu termasuk penggunaan energi adalah kunci utama.
      upaya pencegahan perombakan kemampuan lingkungan (fragmentasi, penyusutan, hilang) dalam melayani kehidupan  harus dicegah.   
      pencegahan deforestrasi dan pemulihan fungsi ekosistem hutan diprioritaskan bagi keberlanjutan pelayanan ekologik setempat sesuai dengan fungsi/karakter ekosistem alaminya.  
      upaya pencegahan deforestrasi dan pemulihan fungsi ekosistem hutan yang telah rusak seiring dengan upaya menjawab faktor-fakor pendorong terjadinya alih fungsi lahan secara besar-besaran.  
      pencegahan emisi dari penggunaan lahan seperti pencegahan deforestrasi, dan penghutanan kembali, tidak dibenarkan untuk off-set.  
      pemenuhan hak warga setempat.  
      Prinsip-prinsip perlindungan Produktifitas Rakyat
      peningkatan kemampuan warga untuk menjamin keselamatan, produktifitas dalam memenuhi kebutuhan dasar minimum, dan memelihara jasa layanan alam adalah mutlak.  
      Sektor energi harus dikembalikan sebagai derivatif dari sektor kehidupan lainnya.   
      Penurunan emisi harus dilakukan dengan mengubah penggunaan ruang.  
      Kesimpulan
      Secara umum permasalahan pemanasan global dikarenakan Boros energi, industri kotor, penggundulan hutan, gaya hidup, serta tidak adanya berbagi teknologi bersih dan effisien ke negara berkembang.
       
      Solusi perubahan iklim saat ini sama dengan fundamentalisme pasar dimana emisi karbon diperjualbelikan dipasar internasional, artinya sama saja dengan memberikan hak untuk mencemari lingkungan dilegalkan. Negara maju memikul tanggungjawab terbesar, harus menurunkan penggunaan energi, mengubah gaya hidup, tidak sekedar mengalihkan perdagangan dan Negara maju harus membayar atas dampak yang timbul akibat emisi di masa lalu dan masa datang kepada Negara berkembang.
       
      Ketidakadilan iklim bisa diakhiri dengan azas tanggung jawab atas kelakuan dimasa lalu negara maju harus menyediakan dana baru untuk negera dan masyarakat yang paling miskin dan rentan yang justru paling tidak bertanggungjawab atas krisis ini. Negara maju harus membantu negara berkembang mengadakan transisisi kearah pembangunan yang lebih berkeadilan, berkelanjutan dengan energi rendah carbón. Perlunya memperkuat hak rakyat untuk mendapatkan keadilan antar generasi atas prinsip-prinsip keselamatan rakyat, pemulihan keberlanjutan layanan alam, dan perlindungan produktifitas rakyat baik generasi sekarang maupun akan datang.
       
       

      Last update : 31-10-2007 10:47


      Peace Generation is da Best
      Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
      Joy oh joy
      Of the life adventure I'll find in the next bend of being
      Since knowledge omnivora have I decided to be  
       
      "Aerodynamically a bee can't fly .
      But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
      Mary Kay Ash
      Don't know who she is but worthy word she does has.


      Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.
    • lebah buayawati
      From: Mohammad Iqbal To: daily_crcs@yahoogroups.com Cc: senirakyat@yahoo.com Sent: Wednesday, November 14, 2007 12:21:06 AM Subject:
      Message 2 of 25 , Nov 15, 2007
      • 0 Attachment
        From: Mohammad Iqbal <ahnafe7@...>
        To: daily_crcs@yahoogroups.com
        Cc: senirakyat@...
        Sent: Wednesday, November 14, 2007 12:21:06 AM
        Subject: [daily_crcs] Undangan Pemutaran Perdana&Diskusi Film CRCS:
         "Beragama dalam Keragmaan"
         
         
         
         
         

           
                    Mohon undangan ini diforward ke mailist atau teman2 lain!!
         Tks.
        Salam,
         
        Puji syukur kepada Tuhan, dengan bangga kami mengabarkan bahwa CRCS
         telah menyelesaiakn produksi film dokuementer berjudul "Beragama dalam
         Keragaman." Tiga kasus diangkat dalam film ini: Menyatukan yang Terbelah,
         Menikahi Agama, dan Aku...Anak Sholeh. Ketiga film ini adalah hasil
         kerja keras mahasiswa CRCS dan staf. Kami bersyukur terutama karena film
         ini kami kerjakan di tengah kesibukan kelas dan kegaitan-kegiatan lain
         CRCS yang makin padat.
         
        Pembuatan film ini adalah bagian dari komitmen CRCS untuk membangun
         tradisi keilmuan yang berbasis masyarakat (grounded). Film ini melengkapi
         kajian teorits mahasiwa di kelas dengan observasi atas praksis
         keberagamaan masyarakat sehari-hari. Potret praksis keberagamaan masyarakat
         yang disajikan dalam film ini juga diharapkan memberi kontribusi dalam
         mencairkan polemik wacana keagamaan di media yang menegagngkan dan penuh
         polarisasi ideologis.
         
        Dan yang penting, film ini diharapkan menjadi awal bagi diskusi lebih
        lanjut tentang keberagmaan beragama di Indonesia dan sikap idel dalam
         menghadapai keberagamaan. Film ini dilengkapi dengan buku kecil untuk
         memperkaya diskusi.
         
        Untuk itu, kami mengharap kehadiran teman-teman semua dalam pemutaran
         perdana dan diskusi film ini, yang akan kemai selenggarkana besok pada:
         
        Hari, Tanggal: Kamis, 22 November 2007
        Waktu        : 10:00-13:00
        Lokasi       : Ruang Seminar Lt. 5, Gedung Pascasarjana UGM
        Pembicara    : PM Laksono, Suhadi Cholil, dan Khairussalim
         
        Sinopsis
         
        BERAGAMA DALAM KERAGAMAN
         
        Indonesia menjadi rumah bagi berbagai ragam agama; setiap agama
         mempunyai beragam pemahaman atau aliran; setiap pemeluk agama menjalani agama
         secara beragam. Beragama di Indonesia adalah “beragama dalam
         keragaman.” Film ini adalah dokumentasi atas tiga contoh keberagamaan
         beragama di Indonesia 
         
        Film 1: Menyatukan yang Terbelah
         
        Film ini bercerita tentang masyarakat desa Kedunglengkong di Boyolali.
        Warisan konflik G30/PKI membuat Kedunglengkong terpolarisasi
         berdasarkan agama menjadi Wetan Sawah dan Kulon Sawah; namun program pembangunan
         irigasi yang melibatkan masyarakat dari latar belakang yang berbeda
         mampu menyatukan kembali Kedunglengkong yang sebelumnya terbelah.
         
        Film 2: Menikahi Agama
         
        Film ini bercerita tentang pasangan berbeda agama yang ingin menempuh
         hidup baru, berjanji setia seumur hidup, tapi dihadang oleh urusan
         administratif yang merepotkan.
         
        Film 3: Aku…Anak Sholeh
         
        Film ini memberi gambaran dilematis tentang pendidikan agama di usia
         dini, dilemma antara pentingnya mengajarkan anak beragama secara dini,
         pentingnya mengajarkan keterbukaan dalam beragama dan kekhawatiran atas
         nuansa intoleransi dalam pengajaran agama pada anak sebagaimana kesan
         yang muncul dari bagian ahir tepuk anak sholeh: “Islam Islam
         Yes…Kafir Kafir No.”
         
        Demikian, terimakasih
        Iqbal Ahnaf


        Peace Generation is da Best
        Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
        Joy oh joy
        Of the life adventure I'll find in the next bend of being
        Since knowledge omnivora have I decided to be  
         
        "Aerodynamically a bee can't fly .
        But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
        Mary Kay Ash
        Don't know who she is but worthy word she does has.


        Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
      • lebah buayawati
        DevJobsIndo@yahoogroups.com From: silvia adhi Add to Address Book Add Mobile Alert Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message
        Message 3 of 25 , Nov 15, 2007
        • 0 Attachment
          DevJobsIndo@yahoogroups.com
          From: "silvia adhi" <silviaadhi@...>  Add to Address Book  Add Mobile Alert
          Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups.com. Learn more
          Date: Tue, 13 Nov 2007 10:16:13 +0700
          Subject: [DevJobsIndo] UN FAO Yogyakarta Job Vacancies
              Dear Moderator, titip infokan untuk rekan-rekan berkompeten,
          terima kasih
          --
          Silvia Kusuma Adhi (vivi)
          Admin and Finance Assistant
          UN FAO Yogyakarta
          Dinas Pertanian Yogyakarta
          Gedung B Sub dinas Peternakan Lt 2
          Jl. Gondosuli No. 6
          Office phone: (0274) 586 511
          *UN FAO Yogyakarta Job Vacancy*
          FAO-Indonesia supports the earthquake affected family in Yogyakarta and
          Central Java Province through the livelihood project of the
          agriculture- based home industry.
          FAO is seeking four young *National Program Officers for FOOD PROCESSING,
          PROCUREMENT ON FOOD PROCESSING TOOLS AND EQUIPMENTS, MARKETING AND BUSINESS
          DEVELOPMENT and TRAINING* as contract staff.
          * The candidate should have qualifications as follow:*
          - Have University Degree with relevant discipline related to the
          respective position, with minimum four years experience
          - Good command in English
          - Computer literate
          - Familiarity with UN work, procedures in rehabilitation assistance
          and working with grass root communication and related government
          institutions is an asset
          - Experience in dealing with community development program; and in
          working with local government and non government organizations would be
          essential skills.
          - Good ability work as a team
          *Application: *
          Interested candidates should submit an electronic application letter
          together with a comprehensive CV, a recent photograph, copies and references
          to
          *Administrative Officer of UN-FAO Yogyakarta base Office in
          silviaadhi@gmail. com*
          Closing date is 2 weeks after this advertisement date
          Contract Duration: 5 months from January/February 2008
          Duty Station: Yogyakarta with travel to other project sub-districts
          Salary is depend on the experiences and negotiable
          TUHAN : BUZZ!!
          TUHAN : kamu memanggilKu?
          AKU : memanggilmu? Tidak..ini siapa ya?
          TUHAN : ini TUHAN. Aku mendengar doamu, jadi Aku ingin berbincang2 dengan mu.
          AKU : ya, aku memang sering berdoa, hanya agar aku merasa lebih baik. tapi sekarang aku sibuk.
          TUHAN : sedang sibuk apa? semut juga sibuk.
          AKU : gak tau ya. yang pasti aku tidak punya waktu luang sedikit pun. hidup jadi seperti terburu2. setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
          TUHAN : benar sekali. aktifitas memberimu kesibukan tapi produktifitas memberimu hasil. aktifitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.
          AKU : aku mengerti itu, tapi aku tetap tidak dapat menghindarinya. sebenernya aku tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting begini.
          TUHAN : aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa
          petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan media yang lebih nyaman untukmu daripada lewat mimpi.
          AKU : OK. sekarang britau aku mengapa hidup jadi begitu rumit??
          TUHAN : berhentilah menganalisa hidup, jalani saja. analisalah yang membuatnya jadi rumit.
          AKU : Tapi mengapa kami tidak pernah senang?
          TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. kamu merasa khawatir karen akamu menganalisa. merasa khawatir menjadi kebiasaanmu, karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
          AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian???
          TUHAN : ketidakpastian itu tidak bisadihindari, tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
          AKU : tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian!
          TUHAN : rasa sakit itu tidak bisa dihindari, tapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
          AKU : jika penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu menderita??
          TUHAN : intan tidak dapat diasah tanpa gesekan, emas tidak dapat dimurnikan tanpa api,dengan pengalaman dan penderitaan hidup orang baik menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
          AKU : maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
          TUHAN : ya. dari segala sisi pengalaman adalah guru yang keras. pengalaman memberi ujian dulu baru pemahamannya.
          AKU : tapi mengapa kami harus melalui semua ujian? mengapa kami tidak dapat bebas dari masalah??
          TUHAN : masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental,kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan bukan dari berleha2.
          AKU : sejujurnya di tengah segala persoalan ini kami tidak tau harus kemana melangkah...
          TUHAN : jika kamu melihat keluar maka kamu tidak akan tahu kemana harus melangkah. lihatlah ke dalam maka kamu terjaga. melihat keluar,kamu bermimpi. mata memberimu penglihatan, hati memberimu arah.
          AKU : kadangkala ketidakberhasilan membuat aku menderita, apa yang dapat aku lakukan?
          TUHAN : keberhasilan adalah ukuran yang dibuat orang lain. kepuasan adalah ukuran yang dibuat oleh dirimu sendiri. mengetahui tujuan perjalanan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kamu sedang berjalan. bekerjalah dengan kompas biarkan org lain berkejaran dengan waktu.
          AKU : bagaimana bisa tetap termotivasi di saat sulit?
          TUHAN : selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan.selalu hitung yang harus kamu syukuri jangan hitung yang tidak kamu peroleh.
          AKU : apa yang menarik dari manusia??
          TUHAN : jika menderita selalu bertanya:"Mengapa hrs aku??" jika mereka bahagia tidak ada yang pernah bertanya:"Mengapa hrs aku??"
          AKU : kadang aku bertanya, siapa dan mengapa aku disini??
          TUHAN : jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin jadi apa km? Berhentilah mencari tau:"Mengapa aq disini?". Ciptakan tujuan itu. hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
          AKU : bagaimana aku bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?
          TUHAN : hadapilah masa lalu tanpa penyesalan, peganglah saat ini dgn keyakinan, siapkan masa depan tanpa rasa takut.
          AKU : seringkali aku merasa doaku tak terjawab..
          TUHAN : tidak ada doa yang tidak terjawab, seringkali jawabannya adalah TIDAK!
          AKU : terima kasih Tuhan buat chatting yang indah ini.
          TUHAN : OK, teguhkan iman dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKU. Hidup itu indah jika kamu tau cara untuk hidup ^^


          Peace Generation is da Best
          Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
          Joy oh joy
          Of the life adventure I'll find in the next bend of being
          Since knowledge omnivora have I decided to be  
           
          "Aerodynamically a bee can't fly .
          But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
          Mary Kay Ash
          Don't know who she is but worthy word she does has.


          Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
        • I Nengah Budi Setiawan
          Capeee decch kalo naik sepeda hehehee Hai pa kabar semua??? Hanya pingin nyapa teman2 sekalian aja kok lebah buayawati wrote: Ayo
          Message 4 of 25 , Nov 15, 2007
          • 0 Attachment
            Capeee decch kalo naik sepeda
            hehehee
             
            Hai pa kabar semua???
            Hanya pingin nyapa teman2 sekalian aja kok
             


            lebah buayawati <aishaza_is_cool@...> wrote:
            Ayo ikut .
            Ini kan perdamaian juga .Masih ada tempat tuh.
            zz
             
            dear all,
            ini update terbaru dengan susunan seperti biasa,
            hehehe. bagi yang sudah mendaftar mohon dicek lagi.
            mungkin ada yang perlu dikoreksi. bagi yang belum
            mendaftar, segera mendaftar sebelum hari minggu, 18
            November 2007 ya.
            regards
            anggi
            08175036675
            ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
             
            Daftar Welcome Rider BFEGTB

            Pembalap Pendamping Part1 (Magelang-Jogja)
            Senin, 19 November 2007
            No Nama Nomor Telepon
            1 Bapak Dwiantoro 08157915666
            2 Bapak Agus Tq 085228053654
            3 Mas Andri 085643455397
            4 Mas Fendi 085868244422
            5 Mas Dhanang 085648535905
            6 Bapak Untung 081328047171
            7 Mas Borne 7887500
            8 Mas Deny 085959558559
            9 Mba ZizaGM 081392598617
            10 Bapak Bambang BR 08122691385
            11 Bapak Bardo 02749138907
            12 Bapak Tugiman 081328768023
            13 Mba Hani Raihana 085228020409
            14 Mas Bagus 081904079265
            15 Mba Sita Sari 085628230313
            16 Mas Deno Hervino 02749107379
            17 Mas Reza 0817466613
            18 Bapeda 1
             
            19 Bapeda 2
             
            20 Bapeda 3
             
            21 Mas Anang Saptoto 081578009382
            22 Mas Yasin 088827608967
            23 Mas Bimo UY 08156896146
            24 Bapak Martinus 085241992306
            25
             
             
            26
             
             
            27
             
             
            28
             
             
            29
             
             
            30
             
             
            31
             
             
            32
             
             
            33
             
             
            34
             
             
            35
             
             
             
             
            Solusi perubahan iklim saat ini sama dengan fundamentalisme pasar dimana emisi karbon diperjualbelikan dipasar internasional, artinya sama saja dengan memberikan hak untuk mencemari lingkungan dilegalkan.
             
             

            Membongkar Politik Ekonomi Perubahan iklim
            oleh
            Andy armansyah (Eknas WALHI)
             
             
            Pemanasan global berdampak serius pada kehidupan ratusan juta warga di bumi. Dampaknya, seperti laporan 441 pakar Intergovernmental Panel on Climate Change, 10 April 2007, naiknya suhu permukaan bumi lima tahun mendatang plus dampak lanjutan berupa kegagalan panen, kelangkaan air, tenggelamnya daerah pesisir, lenyapnya spesies, banjir, dan kekeringan. Asia terkena dampak paling parah: produksi pertanian Cina dan Bangladesh anjlok 30 persen, India langka air, dan 100 juta rumah warga pesisir tergenang.
            Laporan itu menyebutkan, permukaan laut akan meningkat 8-29 sentimeter dari saat ini pada 2030. Dampaknya bagi Indonesia, 2.000 pulau tenggelam, garis pantai mundur ke arah daratan ratusan meter, jutaan hektare tambak lenyap, dan air kian langka. Penduduk Jakarta dan kota-kota di pesisir akan kekurangan air bersih. Pada sejumlah daerah aliran sungai akan terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut yang kian tajam. Akibatnya, akan sering terjadi banjir, sekaligus kekeringan yang mencekik kehidupan. "Ancaman itu terlalu riskan diabaikan," kata Achim Steiner, Direktur Eksekutif UNEP.
            Laporan "menyeramkan" yang menggambarkan bumi di ambang kiamat semacam ini bukan hal baru. Tapi negara-negara industri nan kaya, terutama Amerika Serikat, tak acuh. Padahal merekalah penyumbang terbesar gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Mereka bisa mencapai kemakmuran seperti sekarang setelah mengkonsumsi energi secara boros dan berlebihan. Simak ketidakadilan itu: penduduk Amerika, Kanada, dan Eropa yang hanya 20,1 persen dari total warga dunia mengkonsumsi 59,1 persen energi dunia, sedangkan warga Afrika dan Amerika Latin yang 21,4 persen dari populasi dunia hanya mengkonsumsi 10,3 persen.
             
            Ketidakadilan iklim (unclimate justice)
            Secara umum 2,8 miliar orang hidup masih dibawah 2 dolar/hari, dan 1,2 miliar orang hidup masih kurang dari 1 dolar perhari sedangkan Pemerintah Uni Eropa telah memberikan subsidi bagi rakyatnya 2 dolar/hari (Bank Dunia,2000; FAO,1999). Jutaan rakyat tidak memiliki akses terhadap energi di Negara selatan, sedang rakyat di Negara utara melampaui batas penggunaan energi dan bergaya hidup yang boros dan dampaknya terlihat jelas yaitu terjadinya pengungsian, masalah kesehatan, bencana alam dll.
            Contoh ketimpangan lain adalah 20 % dari penduduk di dunia bertanggungjawab atas lebih dari 60% emisi saat ini (80% jika emisi masa lalu dihitung), Rata-rata emisi gas rumah kaca (GRK) orang Amerika Serikat (AS) adalah 4 atau 5 kali dari emisi rata-rata dunia (1 amerika = 9 china atau 18 India). Tetapi miliaran orang termiskin di Negara berkembang yang akan menghadapi dampak paling serius. Mereka yangg paling tidak bertanggung jawab atas perubahan iklim justru membayar paling tinggi. Hingga saat ini Sistem ekonomi di AS berjalan dengan landasan energi murah dari bahan bakar fosil dimana setiap orang AS menggunakan energi 8 kali lebih tinggi dari bahan  bakar fosil yang digunakan rata-rata penduduk negara berkembang. Penduduk AS hanya 4% dari penduduk dunia yg menyumbang emisi lebih besar daripada 136 negara berkembang digabung 24%. Bagi orang AS konsumsi lebih banyak produk dan jasa adalah ukuran penting bagi keberhasilan pribadi dan bangsa, bahkan ukuran dari kebebasan. Orang AS menggunakan pendapatan dan daya beli per kapita 8 kali lebih besar dan melepaskan proporsi CO2 lebih tinggi lagi dibandingkan orang ditempat lain
            Contoh ekstrem adalah Amerika. Satu dekade terakhir, konsumsi energi Amerika naik menjadi 2,7 juta barel per hari, lebih banyak daripada yang dikonsumsi India dan Pakistan sekaligus, yang keduanya berisi total empat kali lipat penduduk Amerika. Secara total, rata-rata orang Amerika mengkonsumsi lima kali lebih banyak energi daripada rata-rata warga dunia, 10 kali lebih banyak daripada rata-rata orang Cina, dan 20 kali lebih banyak daripada rata-rata orang India. Pada 1990, total emisi gas rumah kaca mencapai 13,7 Gt (gigaton), yang secara berturut-turut disumbang Amerika (36,1 persen), Rusia (17,4 persen), Jepang (8,5 persen), Jerman (7,4 persen), Inggris (4,2 persen), Kanada (3,3 persen), Italia (3,1 persen), Polandia (3 persen), Prancis (2,7 persen), dan Australia (2,1 persen).
             
             
            Konteks Indonesia
            Dari data Nasional Communication diketahui bahwa pada tahun 1994, konsumsi energi di Indonesia yang terdiri dari pemakaian di Rumah tangga dan bangunan komersial, industri , transportasi, dan pembangkit listrik menimbulkan emisi CO2 sekitar 170 juta ton. Polusi udara yang disumbangkan dari kendaraan bermotor di Indonesiapun mesti dilihat secara jelas produsennya karena produksi kendaraan bermotor seperti Honda dan Suzuki, dan lain-lain merupakan produk dari Jepang yang kedepan mulai dipikirkan alih teknologi disainnya yang lebih ramah terhadap lingkungan.
            Emisi dari konsumsi energi tersebut merupakan 25% dari emisi keseluruhan Indonesia pada tahun 1994 yang sebesar 748,6 juta ton sedangkan rata-rata emisi karbon perkapita dunia mencapai 1,3 ton per tahun.  Namun demikian,  jumlah emisi yang dihasilkan Indonesia tersebut masih sangat kecil bila dibandingkan negara maju. Data international energi administration menunjukkan bahwa pada tahun 1994, emisi dari CO2 dunia dari penggunaan energi (pembakaran bahan bakar fosil) adalah 21 milyar ton.
            Dengan demikian emisi CO2 yang dikonsumsi di Indonesia pada tahun 1994 hanya menyumbang sekitar 0,8% terhadap emisi dunia dari konsumsi energi. Sedangkan untuk kondisi hutan, penurunan penutupan lahan paling tinggi terjadi pada periode waktu 1997-2000 seluas 3,5 juta ha (kawasan hutan dan kawasan non hutan) pertahun dengan laju tertinggi dipulau Sumatera 1,15 juta ha, Kalimantan 1,12 juta ha/tahun dan Sulawesi 692 ribu ha/tahun, dan Papua 156 ribu ha pertahun. Sekitar 60% dari emisi rumah kaca berasal dari LULUCF (land use, land use change, forestry (Natcom,1999) . Sedangkan Emisi GRK perkapita 2,5 ton tanpa emisi dari kebakaran hutan. Emisi kebakaran dihitung 15 ton perkapita disisi lain ;20 juta rumah belum terjangkau pelayanan listrik (DJLPE,2007) .
             
             
            Terkait dengan ancaman dari perubahan iklim dimana Indonesia terdiri dari negara kepulauan, pesisir, memiliki resiko tinggi dan  ancaman bagi pulau-pulau kecil tenggelam, erosi,  dan wilayah kesatuan republik Indonesia akan berkurang, selain itu juga pengungsi internal meningkat, penyakit meningkat, banjir dan longsor, perubahan masa tanam, rawan pangan (kekeringan) dan raawan air dan pangan akibat badai tropis meningkat. Sedangkan jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2006 sebesar 39,05 juta (17,75 persen), persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Pada bulan Maret 2006, sebagian besar (63,41 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. Tentunya angka kemiskinan dan penyakit akan meningkat dari tahun ketahun akibat dampak dari perubahan iklim dan ditambah dengan makin sempitnya akses masyarakat terhadap sumber daya alam.
             
             
            Tawaran PBB (UNFCC) lewat Perdagangan Karbon
            Di Kyoto, Jepang, pada 1997 dicapai konsensus guna mengurangi emisi negara-negara industri paling sedikit 5 persen dari tingkat emisi pada 1990 menjelang 2008-2012. namun belakangan Australia dan Amerika keluar dari negara-negara yang yang termasuk meratifikasi protokol Kyoto. Tapi negara-negara peratifikasi Protokol Kyoto mengembangkan perdagangan gas rumah kaca via clean development mechanism (CDM) atau mekanisme pembangunan bersih. CDM dirancang sebagai bentuk investasi berbasis pasar dengan sertifikat penurunan emisi (certified emission reduction/CER) sebagai komoditasnya. Negara industri bisa membeli sertifikat dari negara berkembang lewat proyek hijaunya.
            Sejak Protokol Kyoto berlaku pada 2005, Uni Eropa, Kanada, dan Jepang telah masuk "pasar buangan gas rumah kaca" menawarkan dana pembangunan proyek ramah lingkungan. Bank Dunia telah menghimpun US$ 800 juta Prototype Carbon Fund (PCF) untuk membiayai proyek ramah lingkungan di negara berkembang. India dan Cina menerima sekitar 40 persen dana PCF itu. Indonesia tergolong tertinggal. Padahal potensi karbon yang bisa dijual Indonesia cukup besar. Data Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup menyebutkan, hingga 2012 potensi karbon yang dapat dijual lewat CDM 24 juta ton per tahun dari sektor energi dan 23 juta ton per tahun dari sektor kehutanan.
            Menurut perhitungan terakhir, kerusakan hutan Indonesia pada 2000-2005 adalah 1,8-2 juta hektare per tahun. Berdasarkan data itu, potensi gas rumah kaca yang dilepaskan Indonesia setiap tahun 93,6-280,7 juta ton karbon. Jika pasar dapat membeli US$ 4 per metrik ton karbon dioksida, kerusakan hutan Indonesia yang dapat dihindarkan akan mendapat kompensasi senilai US$ 374 juta hingga US$ 1.123 miliar per tahun. Nilai tertinggi di pasar untuk menghargai karbon hampir US$ 20 per ton. Jadi deforestasi yang dihindarkan oleh Indonesia dapat memperoleh harga US$ 1.871-5.614 miliar per tahun dan income per kapita Indonesia naik rata-rata 0,14-2,08 persen (Mangunjaya, 2007).
             
            Pemerintah Indonesia saat ini juga tertarik dengan mekanisme CDM lewat penanaman pohon tersebut, di luar itu, masih terbuka peluang meraih pendapatan dari penurunan emisi lewat CDM sektor energi. Misalnya, dari budi daya 10 juta hektare jarak pagar diproyeksikan dana CDM US$ 800 juta per tahun. Dana yang diperoleh kian besar apabila kelapa sawit, tebu, singkong, dan tanaman lain penghasil bahan bakar nabati diusahakan dalam luasan signifikan.
            Konvensi tentang Kerangka-kerja Perubahan Iklim (UN-FCCC) tahun 1992 tidak menegosiasikan reduksi emisi gas rumah kaca sebagai hal utama' tetapi lebih sebagai 'bagian dari tawar menawar yang lebih luas antara negara-negara utara dan selatan, yang berkompetisi pada kepentingan atas energi dan kepemerintahan yang dihadapkan dengan masalah-masalah ekonomi yang bertumbuh, mengembangkan investasi di masa datang akan semakin penting tetapi menjadi lebih sulit.  (Sonja Boehmer-Christianse n, 1994).
             
            Ada dua jenis perdagangan karbon. Pertama adalah perdagangan emisi (emission trading). Yang kedua adalah perdagangan kredit berbasis proyek (trading in project based credit). Seringkali dua kategori tersebut disatukan menjadi sistem perdagangan hibrida. Namun dalam bentuknya ada 3 opsi yaitu mengurangi emisi, saling memperdagangkan hak emisi, atau membeli kredit di luar negeri.  Disisi lain lewat lembaga keuangan internasional memberikan bantuan untuk program CDM terutama negara berkembang untuk proyek-proyek penanaman pohon. Tentunya tidak menutup kemungkinan wilayah-wilayah yang telah di cap sebagi proyek CDM itu nantinya akan di perdagangkan di pasar saham internasional yang ditawarkan kepada perusahan-perusahaa n raksasa penyumbang emisi.
             
            Namun metode seperti di atas tidak disetujui oleh kelangan yang mendorong penegakan keadilan iklim global karena telah membuat masyarakat lokal terkena dampak dengan dilanggarnya hak-hak mereka untuk mendapatkan akses terhadap sumberdaya alam akibatnya mereka menjadi korban dari diterapkannya metode tersebut, hal ini bisa dibuktikan lewat contoh-contoh proyek di Uganda dan Ecuador yang telah menyingkirkan ribuan komunitas lokal dari hutan akibat privatisasi hutan oleh perusahaan-perusaha an Utara yang dibekingi oleh pemerintah Uganda dan Ecuador. Semua upaya ini berkaitan dengan pengambilalihan skala dunia dengan harga grosir (murah). Logika pengimbangan karbon ini (carbon-offset) menjamin Negara-negara Utara dapat terus mengemisi gas rumah kaca dalam jumlah yang tidak proporsional. Kultur korporasi ini memperbesar jurang ketidaksetaraan antara orang-orang kaya  dan orang-orang tidak punya di mana negara Selatan menjadi wilayah pembuangan karbon akibat konsumsi Utara yang berlebihan.
            Ancaman terhadap masyarakat asli dan petani amat buruk, penghancuran dan hilangnya akses terhadap hutan akan menghancurkan penghidupan mereka. Forum Internasional Masyarakat Asli yang Pertama (The First International Forum Of Indigenous Peoples on Climate Change) menyatakan “sinks (penyerapan) dalam mekanisme CDM akan mengandung strategi skala dunia dalam rangka pengambilalihan tanah-tanah kami.” (sumber: www.carbontradewatc h.org) Artinya lewat mekanisme carbon trading serta proyek CDM ini kembali tidak  menunjukkan ketidakadilan iklim bagi negara berkembang khususnya masyarakat yang masih dibawah garis kemiskinan, dan kembali negara selatan yang menanggung akibatnya.
             
             
             
            Mengapa kita butuh keadilan iklim (Climate justice)
             
            Perubahan iklim tidak mengenal batas negara namun distribusi dan dampaknya tidak seimbang dan adil, dimana sebagian besar rata-rata warga negara Amerika menghasilkan 6 ton karbon per tahun dan rata-rata seorang warga Eropa menghasilkan hampir 3 ton karbon pertahun, sedangkan di negara berkembang lainnya masih dalam kondisi miskin. Pada tahun-tahun terakhir, bencana iklim telah mengambil nyawa lebih dari 3 juta orang dunia, 800 juta korban dan kerusakan-kerusakan langsung yang melebihi 23 miliar dolar, dan dari semua kerusakan-kerusakan itu 90% terjadi di negara-negara berkembang. Setiap warga negara memilki hak atas kehidupan dan pembangunan.
             
            Sejauh ini kelompok capital  yang mengatur prilaku capital (orang kaya), kelompok kapital memikirkan tanggungjawab iklim dimasa depan lewat pertumbuhan ekonomi, pasar bebas,dll. Artinya kepentingan segelintir kelompok (capital) telah merugikan kelompok yang lebih besar (masyarakat golongan miskin).  Dalam konteks perubahan iklim, cara pandang kelompok capital ini melihat bahwa dengan meng-uangkan tanggungjawab kerusakan /pencemaran yang dilakukannya tersebut, sudah dianggap sebagai jawaban dari tanggungjawabnya terhadap proses pemanasan global yang kian hari kian bertambah.  Namun kenyataannya inilah bentuk pengingkaran dari keadilan iklim itu sendiri karenak telah menafikan banyak hal terutama terkait kesejahteraan rakyat dan keberlajutan lingkungan,
             
            Pembacaan emisi di negara berkembang (termasuk Indonesia) untuk hidup dan pembangunan sedangkan emisi di negara maju merupakan gaya hidup boros dan penguasaan atas sumberdaya alam. kerugian pertanian, perikanan, kerusakan infrastruktur telah meningkatkan biaya pembangunan dan mengancam kehidupan masyarakat lokal. Sedangkan tujuan dari program MDG’s terancam gagal hal ini terkait karena dampaknya akan  memperburuk kemiskinan, ketidakadilan akses pada sumberdaya, dampak globalisasi ekonomi, konflik dan kerusakan lingkungan
             
            ketidakadilan iklim terjadi karena negara dan masyarakat sebagai penyumbang terkecil pada perubahan iklim, akan menghadapi dampak dan resiko terbesar dari perubahan iklim tersebut, yang pada kenyataanya juga paling tidak siap dan tidak mampu beradaptasi terhadap dampak tersebut. Sedangkan Negara dan masyarakat penyebab terbesar perubahan iklim justru paling siap menghadapi resiko dan sulit mengubah gaya hidup dan berupaya untuk berbagi sumberdaya dengan negara dan masyarakat penyumbang terkecil.
             
            Perubahan iklim merupakan hasil persamaan yang kompleks dari gagalnya model pembangunan skala global. karena itu setiap upaya untuk menghindari pemanasan global dan perubahan iklim serta upaya-upaya beradaptasi pada kondisi atmosferik yang berubah juga tidak sederhana. Melihat kembali persoalan hubungan antar bangsa, negara, dan individu yang terjadi selama berabad-abad dan tidak kunjung berubah, tidaklah layak menafikan kondisi ketidak adilan yang masih terus menerus terjadi.
            Tidak bisa dipungkiri, meski dalam kondisi krisis iklim, banyak pihak terutama mereka yang menikmati pertumbuhan dan gaya hidup dari ekstraksi atas sumber daya dan kemanusiaan tidak bersedia bahkan menurunkan batas keuntungannya. Hampir setiap upaya mengatasi perubahan iklim yang berada di dalam kerangka Protokol Kyoto maupun inisiatif di luar Protokol Kyoto tidak secara signifikan mengatasi penyebab utama meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer. Dua agenda pokok yang selalu dibicarakan adalah upaya-upaya penyelesaian lewat teknologi dan pengaturan kembali lahan-lahan (terutama wilayah hutan) agar terus dapat menjaga stabilitas atmosfer pada tingkat yang tidak membahayakan bagi kehidupan manusia.
             
            Menjadi penting menempatkan prinsip-prinsip dan kriteria utama dalam setiap perubahan iklim agar penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia tetap terjaga dan terpelihara. Kemudian yang tak kalah penting adalah upaya mengatasi perubahan iklim harus dijadikan upaya menggeser paradigma pembangunan yang berlaku saat ini ke arah yang lebih adil, manusiawi, dan menyelematkan manusia pada generasi ini dan generasi mendatang.
             
             
            Upaya mendorong keadilan Iklim (climate justice)
             
            Keadilan iklim merupakan  hak untuk mendapatkan keadilan antar generasi atas prinsip-prinsip keselamatan rakyat, pemulihan keberlanjutan layanan alam, dan perlindungan produktifitas rakyat dimana  semua generasi baik sekarang maupun mendatang berhak terselamatkan akibat dampak perubahan iklim dan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim secara berkeadilan. adapun secara rinci antara lain :
             
            Prinsip-prinsip Keselamatan Rakyat
             
            Seluruh upaya mengatasi perubahan iklim harus menjamin keselamatan manusia untuk hidup secara layak tanpa menafikan hak asasi manusia yang melekat dalam individu dan dijamin dalam deklarasi universal hak asasi manusia.
            Hak warga atas pembangunan, kehidupan yang layak, lingkungan yang sehat tidak bisa dinafikan atas nama penyelamatan lingkungan global.  
            Penghormatan terhadap hak-hak warga lokal, minoritas, untuk menentukan nasib sendiri. 
            Proses belajar kolektif oleh warga, pengurus negara, maupun entitas lain dalam upaya perbaikan lingkungan demi mengatasi dan menghadapi perubahan iklim tidak boleh dibatasi oleh siklus tahun anggaran yang berorientasi pada target-target belanja (spending target) anggaran.
            Ukuran pokok dalam setiap proses belajar memperbaiki lingkungan harus berorientasi pada penurunan krisis yang menjadi pendorong perubahan iklim, dampak perubahan iklim, maupun pengurangan kerentanan sosio-ekologik warga dengan sepenuhnya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi warga.  
            Prinsip-prinsip Pemulihan Keberlanjutan Layanan Alam
            Penurunan emisi yang lebih besar di negara-negara utara. 
            Keadilan  derajat pembangunan antar bangsa dan individu termasuk penggunaan energi adalah kunci utama.
            upaya pencegahan perombakan kemampuan lingkungan (fragmentasi, penyusutan, hilang) dalam melayani kehidupan  harus dicegah.   
            pencegahan deforestrasi dan pemulihan fungsi ekosistem hutan diprioritaskan bagi keberlanjutan pelayanan ekologik setempat sesuai dengan fungsi/karakter ekosistem alaminya.  
            upaya pencegahan deforestrasi dan pemulihan fungsi ekosistem hutan yang telah rusak seiring dengan upaya menjawab faktor-fakor pendorong terjadinya alih fungsi lahan secara besar-besaran.  
            pencegahan emisi dari penggunaan lahan seperti pencegahan deforestrasi, dan penghutanan kembali, tidak dibenarkan untuk off-set.  
            pemenuhan hak warga setempat.  
            Prinsip-prinsip perlindungan Produktifitas Rakyat
            peningkatan kemampuan warga untuk menjamin keselamatan, produktifitas dalam memenuhi kebutuhan dasar minimum, dan memelihara jasa layanan alam adalah mutlak.  
            Sektor energi harus dikembalikan sebagai derivatif dari sektor kehidupan lainnya.   
            Penurunan emisi harus dilakukan dengan mengubah penggunaan ruang.  
            Kesimpulan
            Secara umum permasalahan pemanasan global dikarenakan Boros energi, industri kotor, penggundulan hutan, gaya hidup, serta tidak adanya berbagi teknologi bersih dan effisien ke negara berkembang.
             
            Solusi perubahan iklim saat ini sama dengan fundamentalisme pasar dimana emisi karbon diperjualbelikan dipasar internasional, artinya sama saja dengan memberikan hak untuk mencemari lingkungan dilegalkan. Negara maju memikul tanggungjawab terbesar, harus menurunkan penggunaan energi, mengubah gaya hidup, tidak sekedar mengalihkan perdagangan dan Negara maju harus membayar atas dampak yang timbul akibat emisi di masa lalu dan masa datang kepada Negara berkembang.
             
            Ketidakadilan iklim bisa diakhiri dengan azas tanggung jawab atas kelakuan dimasa lalu negara maju harus menyediakan dana baru untuk negera dan masyarakat yang paling miskin dan rentan yang justru paling tidak bertanggungjawab atas krisis ini. Negara maju harus membantu negara berkembang mengadakan transisisi kearah pembangunan yang lebih berkeadilan, berkelanjutan dengan energi rendah carbón. Perlunya memperkuat hak rakyat untuk mendapatkan keadilan antar generasi atas prinsip-prinsip keselamatan rakyat, pemulihan keberlanjutan layanan alam, dan perlindungan produktifitas rakyat baik generasi sekarang maupun akan datang.
             
             

            Last update : 31-10-2007 10:47


            Peace Generation is da Best
            Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
            Joy oh joy
            Of the life adventure I'll find in the next bend of being
            Since knowledge omnivora have I decided to be  
             
            "Aerodynamically a bee can't fly .
            But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
            Mary Kay Ash
            Don't know who she is but worthy word she does has.

            Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.



            budi punya gaweee


            Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

          • jenang gulo
            klo ngomong climate change & global warming emang ga ada hbsnya ini juga slah bahan kuliahku di kelas hehe... apalagi semua sektor di Indonesia dan di dunia
            Message 5 of 25 , Nov 15, 2007
            • 0 Attachment
              klo ngomong climate change & global warming emang ga ada hbsnya
              ini juga slah bahan kuliahku di kelas hehe...
              apalagi semua sektor di Indonesia dan di dunia dikuasai
              dan 'diakal-akali' oleh Amerika.
              keep fight for our environment!
               
              btw ad cerita (attach file) tentang 'tragedi air'

              lebah buayawati <aishaza_is_cool@...> wrote:
              Ayo ikut .
              Ini kan perdamaian juga .Masih ada tempat tuh.
              zz
               
              dear all,
              ini update terbaru dengan susunan seperti biasa,
              hehehe. bagi yang sudah mendaftar mohon dicek lagi.
              mungkin ada yang perlu dikoreksi. bagi yang belum
              mendaftar, segera mendaftar sebelum hari minggu, 18
              November 2007 ya.
              regards
              anggi
              08175036675
              ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
               
              Daftar Welcome Rider BFEGTB

              Pembalap Pendamping Part1 (Magelang-Jogja)
              Senin, 19 November 2007
              No Nama Nomor Telepon
              1 Bapak Dwiantoro 08157915666
              2 Bapak Agus Tq 085228053654
              3 Mas Andri 085643455397
              4 Mas Fendi 085868244422
              5 Mas Dhanang 085648535905
              6 Bapak Untung 081328047171
              7 Mas Borne 7887500
              8 Mas Deny 085959558559
              9 Mba ZizaGM 081392598617
              10 Bapak Bambang BR 08122691385
              11 Bapak Bardo 02749138907
              12 Bapak Tugiman 081328768023
              13 Mba Hani Raihana 085228020409
              14 Mas Bagus 081904079265
              15 Mba Sita Sari 085628230313
              16 Mas Deno Hervino 02749107379
              17 Mas Reza 0817466613
              18 Bapeda 1
               
              19 Bapeda 2
               
              20 Bapeda 3
               
              21 Mas Anang Saptoto 081578009382
              22 Mas Yasin 088827608967
              23 Mas Bimo UY 08156896146
              24 Bapak Martinus 085241992306
              25
               
               
              26
               
               
              27
               
               
              28
               
               
              29
               
               
              30
               
               
              31
               
               
              32
               
               
              33
               
               
              34
               
               
              35
               
               
               
               
              Solusi perubahan iklim saat ini sama dengan fundamentalisme pasar dimana emisi karbon diperjualbelikan dipasar internasional, artinya sama saja dengan memberikan hak untuk mencemari lingkungan dilegalkan.
               
               

              Membongkar Politik Ekonomi Perubahan iklim
              oleh
              Andy armansyah (Eknas WALHI)
               
               
              Pemanasan global berdampak serius pada kehidupan ratusan juta warga di bumi. Dampaknya, seperti laporan 441 pakar Intergovernmental Panel on Climate Change, 10 April 2007, naiknya suhu permukaan bumi lima tahun mendatang plus dampak lanjutan berupa kegagalan panen, kelangkaan air, tenggelamnya daerah pesisir, lenyapnya spesies, banjir, dan kekeringan. Asia terkena dampak paling parah: produksi pertanian Cina dan Bangladesh anjlok 30 persen, India langka air, dan 100 juta rumah warga pesisir tergenang.
              Laporan itu menyebutkan, permukaan laut akan meningkat 8-29 sentimeter dari saat ini pada 2030. Dampaknya bagi Indonesia, 2.000 pulau tenggelam, garis pantai mundur ke arah daratan ratusan meter, jutaan hektare tambak lenyap, dan air kian langka. Penduduk Jakarta dan kota-kota di pesisir akan kekurangan air bersih. Pada sejumlah daerah aliran sungai akan terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut yang kian tajam. Akibatnya, akan sering terjadi banjir, sekaligus kekeringan yang mencekik kehidupan. "Ancaman itu terlalu riskan diabaikan," kata Achim Steiner, Direktur Eksekutif UNEP.
              Laporan "menyeramkan" yang menggambarkan bumi di ambang kiamat semacam ini bukan hal baru. Tapi negara-negara industri nan kaya, terutama Amerika Serikat, tak acuh. Padahal merekalah penyumbang terbesar gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Mereka bisa mencapai kemakmuran seperti sekarang setelah mengkonsumsi energi secara boros dan berlebihan. Simak ketidakadilan itu: penduduk Amerika, Kanada, dan Eropa yang hanya 20,1 persen dari total warga dunia mengkonsumsi 59,1 persen energi dunia, sedangkan warga Afrika dan Amerika Latin yang 21,4 persen dari populasi dunia hanya mengkonsumsi 10,3 persen.
               
              Ketidakadilan iklim (unclimate justice)
              Secara umum 2,8 miliar orang hidup masih dibawah 2 dolar/hari, dan 1,2 miliar orang hidup masih kurang dari 1 dolar perhari sedangkan Pemerintah Uni Eropa telah memberikan subsidi bagi rakyatnya 2 dolar/hari (Bank Dunia,2000; FAO,1999). Jutaan rakyat tidak memiliki akses terhadap energi di Negara selatan, sedang rakyat di Negara utara melampaui batas penggunaan energi dan bergaya hidup yang boros dan dampaknya terlihat jelas yaitu terjadinya pengungsian, masalah kesehatan, bencana alam dll.
              Contoh ketimpangan lain adalah 20 % dari penduduk di dunia bertanggungjawab atas lebih dari 60% emisi saat ini (80% jika emisi masa lalu dihitung), Rata-rata emisi gas rumah kaca (GRK) orang Amerika Serikat (AS) adalah 4 atau 5 kali dari emisi rata-rata dunia (1 amerika = 9 china atau 18 India). Tetapi miliaran orang termiskin di Negara berkembang yang akan menghadapi dampak paling serius. Mereka yangg paling tidak bertanggung jawab atas perubahan iklim justru membayar paling tinggi. Hingga saat ini Sistem ekonomi di AS berjalan dengan landasan energi murah dari bahan bakar fosil dimana setiap orang AS menggunakan energi 8 kali lebih tinggi dari bahan  bakar fosil yang digunakan rata-rata penduduk negara berkembang. Penduduk AS hanya 4% dari penduduk dunia yg menyumbang emisi lebih besar daripada 136 negara berkembang digabung 24%. Bagi orang AS konsumsi lebih banyak produk dan jasa adalah ukuran penting bagi keberhasilan pribadi dan bangsa, bahkan ukuran dari kebebasan. Orang AS menggunakan pendapatan dan daya beli per kapita 8 kali lebih besar dan melepaskan proporsi CO2 lebih tinggi lagi dibandingkan orang ditempat lain
              Contoh ekstrem adalah Amerika. Satu dekade terakhir, konsumsi energi Amerika naik menjadi 2,7 juta barel per hari, lebih banyak daripada yang dikonsumsi India dan Pakistan sekaligus, yang keduanya berisi total empat kali lipat penduduk Amerika. Secara total, rata-rata orang Amerika mengkonsumsi lima kali lebih banyak energi daripada rata-rata warga dunia, 10 kali lebih banyak daripada rata-rata orang Cina, dan 20 kali lebih banyak daripada rata-rata orang India. Pada 1990, total emisi gas rumah kaca mencapai 13,7 Gt (gigaton), yang secara berturut-turut disumbang Amerika (36,1 persen), Rusia (17,4 persen), Jepang (8,5 persen), Jerman (7,4 persen), Inggris (4,2 persen), Kanada (3,3 persen), Italia (3,1 persen), Polandia (3 persen), Prancis (2,7 persen), dan Australia (2,1 persen).
               
               
              Konteks Indonesia
              Dari data Nasional Communication diketahui bahwa pada tahun 1994, konsumsi energi di Indonesia yang terdiri dari pemakaian di Rumah tangga dan bangunan komersial, industri , transportasi, dan pembangkit listrik menimbulkan emisi CO2 sekitar 170 juta ton. Polusi udara yang disumbangkan dari kendaraan bermotor di Indonesiapun mesti dilihat secara jelas produsennya karena produksi kendaraan bermotor seperti Honda dan Suzuki, dan lain-lain merupakan produk dari Jepang yang kedepan mulai dipikirkan alih teknologi disainnya yang lebih ramah terhadap lingkungan.
              Emisi dari konsumsi energi tersebut merupakan 25% dari emisi keseluruhan Indonesia pada tahun 1994 yang sebesar 748,6 juta ton sedangkan rata-rata emisi karbon perkapita dunia mencapai 1,3 ton per tahun.  Namun demikian,  jumlah emisi yang dihasilkan Indonesia tersebut masih sangat kecil bila dibandingkan negara maju. Data international energi administration menunjukkan bahwa pada tahun 1994, emisi dari CO2 dunia dari penggunaan energi (pembakaran bahan bakar fosil) adalah 21 milyar ton.
              Dengan demikian emisi CO2 yang dikonsumsi di Indonesia pada tahun 1994 hanya menyumbang sekitar 0,8% terhadap emisi dunia dari konsumsi energi. Sedangkan untuk kondisi hutan, penurunan penutupan lahan paling tinggi terjadi pada periode waktu 1997-2000 seluas 3,5 juta ha (kawasan hutan dan kawasan non hutan) pertahun dengan laju tertinggi dipulau Sumatera 1,15 juta ha, Kalimantan 1,12 juta ha/tahun dan Sulawesi 692 ribu ha/tahun, dan Papua 156 ribu ha pertahun. Sekitar 60% dari emisi rumah kaca berasal dari LULUCF (land use, land use change, forestry (Natcom,1999) . Sedangkan Emisi GRK perkapita 2,5 ton tanpa emisi dari kebakaran hutan. Emisi kebakaran dihitung 15 ton perkapita disisi lain ;20 juta rumah belum terjangkau pelayanan listrik (DJLPE,2007) .
               
               
              Terkait dengan ancaman dari perubahan iklim dimana Indonesia terdiri dari negara kepulauan, pesisir, memiliki resiko tinggi dan  ancaman bagi pulau-pulau kecil tenggelam, erosi,  dan wilayah kesatuan republik Indonesia akan berkurang, selain itu juga pengungsi internal meningkat, penyakit meningkat, banjir dan longsor, perubahan masa tanam, rawan pangan (kekeringan) dan raawan air dan pangan akibat badai tropis meningkat. Sedangkan jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2006 sebesar 39,05 juta (17,75 persen), persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Pada bulan Maret 2006, sebagian besar (63,41 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. Tentunya angka kemiskinan dan penyakit akan meningkat dari tahun ketahun akibat dampak dari perubahan iklim dan ditambah dengan makin sempitnya akses masyarakat terhadap sumber daya alam.
               
               
              Tawaran PBB (UNFCC) lewat Perdagangan Karbon
              Di Kyoto, Jepang, pada 1997 dicapai konsensus guna mengurangi emisi negara-negara industri paling sedikit 5 persen dari tingkat emisi pada 1990 menjelang 2008-2012. namun belakangan Australia dan Amerika keluar dari negara-negara yang yang termasuk meratifikasi protokol Kyoto. Tapi negara-negara peratifikasi Protokol Kyoto mengembangkan perdagangan gas rumah kaca via clean development mechanism (CDM) atau mekanisme pembangunan bersih. CDM dirancang sebagai bentuk investasi berbasis pasar dengan sertifikat penurunan emisi (certified emission reduction/CER) sebagai komoditasnya. Negara industri bisa membeli sertifikat dari negara berkembang lewat proyek hijaunya.
              Sejak Protokol Kyoto berlaku pada 2005, Uni Eropa, Kanada, dan Jepang telah masuk "pasar buangan gas rumah kaca" menawarkan dana pembangunan proyek ramah lingkungan. Bank Dunia telah menghimpun US$ 800 juta Prototype Carbon Fund (PCF) untuk membiayai proyek ramah lingkungan di negara berkembang. India dan Cina menerima sekitar 40 persen dana PCF itu. Indonesia tergolong tertinggal. Padahal potensi karbon yang bisa dijual Indonesia cukup besar. Data Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup menyebutkan, hingga 2012 potensi karbon yang dapat dijual lewat CDM 24 juta ton per tahun dari sektor energi dan 23 juta ton per tahun dari sektor kehutanan.
              Menurut perhitungan terakhir, kerusakan hutan Indonesia pada 2000-2005 adalah 1,8-2 juta hektare per tahun. Berdasarkan data itu, potensi gas rumah kaca yang dilepaskan Indonesia setiap tahun 93,6-280,7 juta ton karbon. Jika pasar dapat membeli US$ 4 per metrik ton karbon dioksida, kerusakan hutan Indonesia yang dapat dihindarkan akan mendapat kompensasi senilai US$ 374 juta hingga US$ 1.123 miliar per tahun. Nilai tertinggi di pasar untuk menghargai karbon hampir US$ 20 per ton. Jadi deforestasi yang dihindarkan oleh Indonesia dapat memperoleh harga US$ 1.871-5.614 miliar per tahun dan income per kapita Indonesia naik rata-rata 0,14-2,08 persen (Mangunjaya, 2007).
               
              Pemerintah Indonesia saat ini juga tertarik dengan mekanisme CDM lewat penanaman pohon tersebut, di luar itu, masih terbuka peluang meraih pendapatan dari penurunan emisi lewat CDM sektor energi. Misalnya, dari budi daya 10 juta hektare jarak pagar diproyeksikan dana CDM US$ 800 juta per tahun. Dana yang diperoleh kian besar apabila kelapa sawit, tebu, singkong, dan tanaman lain penghasil bahan bakar nabati diusahakan dalam luasan signifikan.
              Konvensi tentang Kerangka-kerja Perubahan Iklim (UN-FCCC) tahun 1992 tidak menegosiasikan reduksi emisi gas rumah kaca sebagai hal utama' tetapi lebih sebagai 'bagian dari tawar menawar yang lebih luas antara negara-negara utara dan selatan, yang berkompetisi pada kepentingan atas energi dan kepemerintahan yang dihadapkan dengan masalah-masalah ekonomi yang bertumbuh, mengembangkan investasi di masa datang akan semakin penting tetapi menjadi lebih sulit.  (Sonja Boehmer-Christianse n, 1994).
               
              Ada dua jenis perdagangan karbon. Pertama adalah perdagangan emisi (emission trading). Yang kedua adalah perdagangan kredit berbasis proyek (trading in project based credit). Seringkali dua kategori tersebut disatukan menjadi sistem perdagangan hibrida. Namun dalam bentuknya ada 3 opsi yaitu mengurangi emisi, saling memperdagangkan hak emisi, atau membeli kredit di luar negeri.  Disisi lain lewat lembaga keuangan internasional memberikan bantuan untuk program CDM terutama negara berkembang untuk proyek-proyek penanaman pohon. Tentunya tidak menutup kemungkinan wilayah-wilayah yang telah di cap sebagi proyek CDM itu nantinya akan di perdagangkan di pasar saham internasional yang ditawarkan kepada perusahan-perusahaa n raksasa penyumbang emisi.
               
              Namun metode seperti di atas tidak disetujui oleh kelangan yang mendorong penegakan keadilan iklim global karena telah membuat masyarakat lokal terkena dampak dengan dilanggarnya hak-hak mereka untuk mendapatkan akses terhadap sumberdaya alam akibatnya mereka menjadi korban dari diterapkannya metode tersebut, hal ini bisa dibuktikan lewat contoh-contoh proyek di Uganda dan Ecuador yang telah menyingkirkan ribuan komunitas lokal dari hutan akibat privatisasi hutan oleh perusahaan-perusaha an Utara yang dibekingi oleh pemerintah Uganda dan Ecuador. Semua upaya ini berkaitan dengan pengambilalihan skala dunia dengan harga grosir (murah). Logika pengimbangan karbon ini (carbon-offset) menjamin Negara-negara Utara dapat terus mengemisi gas rumah kaca dalam jumlah yang tidak proporsional. Kultur korporasi ini memperbesar jurang ketidaksetaraan antara orang-orang kaya  dan orang-orang tidak punya di mana negara Selatan menjadi wilayah pembuangan karbon akibat konsumsi Utara yang berlebihan.
              Ancaman terhadap masyarakat asli dan petani amat buruk, penghancuran dan hilangnya akses terhadap hutan akan menghancurkan penghidupan mereka. Forum Internasional Masyarakat Asli yang Pertama (The First International Forum Of Indigenous Peoples on Climate Change) menyatakan “sinks (penyerapan) dalam mekanisme CDM akan mengandung strategi skala dunia dalam rangka pengambilalihan tanah-tanah kami.” (sumber: www.carbontradewatc h.org) Artinya lewat mekanisme carbon trading serta proyek CDM ini kembali tidak  menunjukkan ketidakadilan iklim bagi negara berkembang khususnya masyarakat yang masih dibawah garis kemiskinan, dan kembali negara selatan yang menanggung akibatnya.
               
               
               
              Mengapa kita butuh keadilan iklim (Climate justice)
               
              Perubahan iklim tidak mengenal batas negara namun distribusi dan dampaknya tidak seimbang dan adil, dimana sebagian besar rata-rata warga negara Amerika menghasilkan 6 ton karbon per tahun dan rata-rata seorang warga Eropa menghasilkan hampir 3 ton karbon pertahun, sedangkan di negara berkembang lainnya masih dalam kondisi miskin. Pada tahun-tahun terakhir, bencana iklim telah mengambil nyawa lebih dari 3 juta orang dunia, 800 juta korban dan kerusakan-kerusakan langsung yang melebihi 23 miliar dolar, dan dari semua kerusakan-kerusakan itu 90% terjadi di negara-negara berkembang. Setiap warga negara memilki hak atas kehidupan dan pembangunan.
               
              Sejauh ini kelompok capital  yang mengatur prilaku capital (orang kaya), kelompok kapital memikirkan tanggungjawab iklim dimasa depan lewat pertumbuhan ekonomi, pasar bebas,dll. Artinya kepentingan segelintir kelompok (capital) telah merugikan kelompok yang lebih besar (masyarakat golongan miskin).  Dalam konteks perubahan iklim, cara pandang kelompok capital ini melihat bahwa dengan meng-uangkan tanggungjawab kerusakan /pencemaran yang dilakukannya tersebut, sudah dianggap sebagai jawaban dari tanggungjawabnya terhadap proses pemanasan global yang kian hari kian bertambah.  Namun kenyataannya inilah bentuk pengingkaran dari keadilan iklim itu sendiri karenak telah menafikan banyak hal terutama terkait kesejahteraan rakyat dan keberlajutan lingkungan,
               
              Pembacaan emisi di negara berkembang (termasuk Indonesia) untuk hidup dan pembangunan sedangkan emisi di negara maju merupakan gaya hidup boros dan penguasaan atas sumberdaya alam. kerugian pertanian, perikanan, kerusakan infrastruktur telah meningkatkan biaya pembangunan dan mengancam kehidupan masyarakat lokal. Sedangkan tujuan dari program MDG’s terancam gagal hal ini terkait karena dampaknya akan  memperburuk kemiskinan, ketidakadilan akses pada sumberdaya, dampak globalisasi ekonomi, konflik dan kerusakan lingkungan
               
              ketidakadilan iklim terjadi karena negara dan masyarakat sebagai penyumbang terkecil pada perubahan iklim, akan menghadapi dampak dan resiko terbesar dari perubahan iklim tersebut, yang pada kenyataanya juga paling tidak siap dan tidak mampu beradaptasi terhadap dampak tersebut. Sedangkan Negara dan masyarakat penyebab terbesar perubahan iklim justru paling siap menghadapi resiko dan sulit mengubah gaya hidup dan berupaya untuk berbagi sumberdaya dengan negara dan masyarakat penyumbang terkecil.
               
              Perubahan iklim merupakan hasil persamaan yang kompleks dari gagalnya model pembangunan skala global. karena itu setiap upaya untuk menghindari pemanasan global dan perubahan iklim serta upaya-upaya beradaptasi pada kondisi atmosferik yang berubah juga tidak sederhana. Melihat kembali persoalan hubungan antar bangsa, negara, dan individu yang terjadi selama berabad-abad dan tidak kunjung berubah, tidaklah layak menafikan kondisi ketidak adilan yang masih terus menerus terjadi.
              Tidak bisa dipungkiri, meski dalam kondisi krisis iklim, banyak pihak terutama mereka yang menikmati pertumbuhan dan gaya hidup dari ekstraksi atas sumber daya dan kemanusiaan tidak bersedia bahkan menurunkan batas keuntungannya. Hampir setiap upaya mengatasi perubahan iklim yang berada di dalam kerangka Protokol Kyoto maupun inisiatif di luar Protokol Kyoto tidak secara signifikan mengatasi penyebab utama meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer. Dua agenda pokok yang selalu dibicarakan adalah upaya-upaya penyelesaian lewat teknologi dan pengaturan kembali lahan-lahan (terutama wilayah hutan) agar terus dapat menjaga stabilitas atmosfer pada tingkat yang tidak membahayakan bagi kehidupan manusia.
               
              Menjadi penting menempatkan prinsip-prinsip dan kriteria utama dalam setiap perubahan iklim agar penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia tetap terjaga dan terpelihara. Kemudian yang tak kalah penting adalah upaya mengatasi perubahan iklim harus dijadikan upaya menggeser paradigma pembangunan yang berlaku saat ini ke arah yang lebih adil, manusiawi, dan menyelematkan manusia pada generasi ini dan generasi mendatang.
               
               
              Upaya mendorong keadilan Iklim (climate justice)
               
              Keadilan iklim merupakan  hak untuk mendapatkan keadilan antar generasi atas prinsip-prinsip keselamatan rakyat, pemulihan keberlanjutan layanan alam, dan perlindungan produktifitas rakyat dimana  semua generasi baik sekarang maupun mendatang berhak terselamatkan akibat dampak perubahan iklim dan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim secara berkeadilan. adapun secara rinci antara lain :
               
              Prinsip-prinsip Keselamatan Rakyat
               
              Seluruh upaya mengatasi perubahan iklim harus menjamin keselamatan manusia untuk hidup secara layak tanpa menafikan hak asasi manusia yang melekat dalam individu dan dijamin dalam deklarasi universal hak asasi manusia.
              Hak warga atas pembangunan, kehidupan yang layak, lingkungan yang sehat tidak bisa dinafikan atas nama penyelamatan lingkungan global.  
              Penghormatan terhadap hak-hak warga lokal, minoritas, untuk menentukan nasib sendiri. 
              Proses belajar kolektif oleh warga, pengurus negara, maupun entitas lain dalam upaya perbaikan lingkungan demi mengatasi dan menghadapi perubahan iklim tidak boleh dibatasi oleh siklus tahun anggaran yang berorientasi pada target-target belanja (spending target) anggaran.
              Ukuran pokok dalam setiap proses belajar memperbaiki lingkungan harus berorientasi pada penurunan krisis yang menjadi pendorong perubahan iklim, dampak perubahan iklim, maupun pengurangan kerentanan sosio-ekologik warga dengan sepenuhnya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi warga.  
              Prinsip-prinsip Pemulihan Keberlanjutan Layanan Alam
              Penurunan emisi yang lebih besar di negara-negara utara. 
              Keadilan  derajat pembangunan antar bangsa dan individu termasuk penggunaan energi adalah kunci utama.
              upaya pencegahan perombakan kemampuan lingkungan (fragmentasi, penyusutan, hilang) dalam melayani kehidupan  harus dicegah.   
              pencegahan deforestrasi dan pemulihan fungsi ekosistem hutan diprioritaskan bagi keberlanjutan pelayanan ekologik setempat sesuai dengan fungsi/karakter ekosistem alaminya.  
              upaya pencegahan deforestrasi dan pemulihan fungsi ekosistem hutan yang telah rusak seiring dengan upaya menjawab faktor-fakor pendorong terjadinya alih fungsi lahan secara besar-besaran.  
              pencegahan emisi dari penggunaan lahan seperti pencegahan deforestrasi, dan penghutanan kembali, tidak dibenarkan untuk off-set.  
              pemenuhan hak warga setempat.  
              Prinsip-prinsip perlindungan Produktifitas Rakyat
              peningkatan kemampuan warga untuk menjamin keselamatan, produktifitas dalam memenuhi kebutuhan dasar minimum, dan memelihara jasa layanan alam adalah mutlak.  
              Sektor energi harus dikembalikan sebagai derivatif dari sektor kehidupan lainnya.   
              Penurunan emisi harus dilakukan dengan mengubah penggunaan ruang.  
              Kesimpulan
              Secara umum permasalahan pemanasan global dikarenakan Boros energi, industri kotor, penggundulan hutan, gaya hidup, serta tidak adanya berbagi teknologi bersih dan effisien ke negara berkembang.
               
              Solusi perubahan iklim saat ini sama dengan fundamentalisme pasar dimana emisi karbon diperjualbelikan dipasar internasional, artinya sama saja dengan memberikan hak untuk mencemari lingkungan dilegalkan. Negara maju memikul tanggungjawab terbesar, harus menurunkan penggunaan energi, mengubah gaya hidup, tidak sekedar mengalihkan perdagangan dan Negara maju harus membayar atas dampak yang timbul akibat emisi di masa lalu dan masa datang kepada Negara berkembang.
               
              Ketidakadilan iklim bisa diakhiri dengan azas tanggung jawab atas kelakuan dimasa lalu negara maju harus menyediakan dana baru untuk negera dan masyarakat yang paling miskin dan rentan yang justru paling tidak bertanggungjawab atas krisis ini. Negara maju harus membantu negara berkembang mengadakan transisisi kearah pembangunan yang lebih berkeadilan, berkelanjutan dengan energi rendah carbón. Perlunya memperkuat hak rakyat untuk mendapatkan keadilan antar generasi atas prinsip-prinsip keselamatan rakyat, pemulihan keberlanjutan layanan alam, dan perlindungan produktifitas rakyat baik generasi sekarang maupun akan datang.
               
               

              Last update : 31-10-2007 10:47


              Peace Generation is da Best
              Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
              Joy oh joy
              Of the life adventure I'll find in the next bend of being
              Since knowledge omnivora have I decided to be  
               
              "Aerodynamically a bee can't fly .
              But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
              Mary Kay Ash
              Don't know who she is but worthy word she does has.

              Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.


              Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

            • jenang gulo
              maksudnya salah 1 bahan kuliahkyu di kelas hoho... jenang gulo wrote: klo ngomong climate change & global warming emang ga
              Message 6 of 25 , Nov 15, 2007
              • 0 Attachment
                maksudnya salah 1 bahan kuliahkyu di kelas hoho...

                jenang gulo <jenangguloku@...> wrote:
                klo ngomong climate change & global warming emang ga ada hbsnya
                ini juga slah bahan kuliahku di kelas hehe...
                apalagi semua sektor di Indonesia dan di dunia dikuasai
                dan 'diakal-akali' oleh Amerika.
                keep fight for our environment!
                 
                btw ad cerita (attach file) tentang 'tragedi air'

                lebah buayawati <aishaza_is_cool@ yahoo.com> wrote:
                Ayo ikut .
                Ini kan perdamaian juga .Masih ada tempat tuh.
                zz
                 
                dear all,
                ini update terbaru dengan susunan seperti biasa,
                hehehe. bagi yang sudah mendaftar mohon dicek lagi.
                mungkin ada yang perlu dikoreksi. bagi yang belum
                mendaftar, segera mendaftar sebelum hari minggu, 18
                November 2007 ya.
                regards
                anggi
                08175036675
                ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
                 
                Daftar Welcome Rider BFEGTB

                Pembalap Pendamping Part1 (Magelang-Jogja)
                Senin, 19 November 2007
                No Nama Nomor Telepon
                1 Bapak Dwiantoro 08157915666
                2 Bapak Agus Tq 085228053654
                3 Mas Andri 085643455397
                4 Mas Fendi 085868244422
                5 Mas Dhanang 085648535905
                6 Bapak Untung 081328047171
                7 Mas Borne 7887500
                8 Mas Deny 085959558559
                9 Mba ZizaGM 081392598617
                10 Bapak Bambang BR 08122691385
                11 Bapak Bardo 02749138907
                12 Bapak Tugiman 081328768023
                13 Mba Hani Raihana 085228020409
                14 Mas Bagus 081904079265
                15 Mba Sita Sari 085628230313
                16 Mas Deno Hervino 02749107379
                17 Mas Reza 0817466613
                18 Bapeda 1
                 
                19 Bapeda 2
                 
                20 Bapeda 3
                 
                21 Mas Anang Saptoto 081578009382
                22 Mas Yasin 088827608967
                23 Mas Bimo UY 08156896146
                24 Bapak Martinus 085241992306
                25
                 
                 
                26
                 
                 
                27
                 
                 
                28
                 
                 
                29
                 
                 
                30
                 
                 
                31
                 
                 
                32
                 
                 
                33
                 
                 
                34
                 
                 
                35
                 
                 
                 
                 
                Solusi perubahan iklim saat ini sama dengan fundamentalisme pasar dimana emisi karbon diperjualbelikan dipasar internasional, artinya sama saja dengan memberikan hak untuk mencemari lingkungan dilegalkan.
                 
                 

                Membongkar Politik Ekonomi Perubahan iklim
                oleh
                Andy armansyah (Eknas WALHI)
                 
                 
                Pemanasan global berdampak serius pada kehidupan ratusan juta warga di bumi. Dampaknya, seperti laporan 441 pakar Intergovernmental Panel on Climate Change, 10 April 2007, naiknya suhu permukaan bumi lima tahun mendatang plus dampak lanjutan berupa kegagalan panen, kelangkaan air, tenggelamnya daerah pesisir, lenyapnya spesies, banjir, dan kekeringan. Asia terkena dampak paling parah: produksi pertanian Cina dan Bangladesh anjlok 30 persen, India langka air, dan 100 juta rumah warga pesisir tergenang.
                Laporan itu menyebutkan, permukaan laut akan meningkat 8-29 sentimeter dari saat ini pada 2030. Dampaknya bagi Indonesia, 2.000 pulau tenggelam, garis pantai mundur ke arah daratan ratusan meter, jutaan hektare tambak lenyap, dan air kian langka. Penduduk Jakarta dan kota-kota di pesisir akan kekurangan air bersih. Pada sejumlah daerah aliran sungai akan terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut yang kian tajam. Akibatnya, akan sering terjadi banjir, sekaligus kekeringan yang mencekik kehidupan. "Ancaman itu terlalu riskan diabaikan," kata Achim Steiner, Direktur Eksekutif UNEP.
                Laporan "menyeramkan" yang menggambarkan bumi di ambang kiamat semacam ini bukan hal baru. Tapi negara-negara industri nan kaya, terutama Amerika Serikat, tak acuh. Padahal merekalah penyumbang terbesar gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Mereka bisa mencapai kemakmuran seperti sekarang setelah mengkonsumsi energi secara boros dan berlebihan. Simak ketidakadilan itu: penduduk Amerika, Kanada, dan Eropa yang hanya 20,1 persen dari total warga dunia mengkonsumsi 59,1 persen energi dunia, sedangkan warga Afrika dan Amerika Latin yang 21,4 persen dari populasi dunia hanya mengkonsumsi 10,3 persen.
                 
                Ketidakadilan iklim (unclimate justice)
                Secara umum 2,8 miliar orang hidup masih dibawah 2 dolar/hari, dan 1,2 miliar orang hidup masih kurang dari 1 dolar perhari sedangkan Pemerintah Uni Eropa telah memberikan subsidi bagi rakyatnya 2 dolar/hari (Bank Dunia,2000; FAO,1999). Jutaan rakyat tidak memiliki akses terhadap energi di Negara selatan, sedang rakyat di Negara utara melampaui batas penggunaan energi dan bergaya hidup yang boros dan dampaknya terlihat jelas yaitu terjadinya pengungsian, masalah kesehatan, bencana alam dll.
                Contoh ketimpangan lain adalah 20 % dari penduduk di dunia bertanggungjawab atas lebih dari 60% emisi saat ini (80% jika emisi masa lalu dihitung), Rata-rata emisi gas rumah kaca (GRK) orang Amerika Serikat (AS) adalah 4 atau 5 kali dari emisi rata-rata dunia (1 amerika = 9 china atau 18 India). Tetapi miliaran orang termiskin di Negara berkembang yang akan menghadapi dampak paling serius. Mereka yangg paling tidak bertanggung jawab atas perubahan iklim justru membayar paling tinggi. Hingga saat ini Sistem ekonomi di AS berjalan dengan landasan energi murah dari bahan bakar fosil dimana setiap orang AS menggunakan energi 8 kali lebih tinggi dari bahan  bakar fosil yang digunakan rata-rata penduduk negara berkembang. Penduduk AS hanya 4% dari penduduk dunia yg menyumbang emisi lebih besar daripada 136 negara berkembang digabung 24%. Bagi orang AS konsumsi lebih banyak produk dan jasa adalah ukuran penting bagi keberhasilan pribadi dan bangsa, bahkan ukuran dari kebebasan. Orang AS menggunakan pendapatan dan daya beli per kapita 8 kali lebih besar dan melepaskan proporsi CO2 lebih tinggi lagi dibandingkan orang ditempat lain
                Contoh ekstrem adalah Amerika. Satu dekade terakhir, konsumsi energi Amerika naik menjadi 2,7 juta barel per hari, lebih banyak daripada yang dikonsumsi India dan Pakistan sekaligus, yang keduanya berisi total empat kali lipat penduduk Amerika. Secara total, rata-rata orang Amerika mengkonsumsi lima kali lebih banyak energi daripada rata-rata warga dunia, 10 kali lebih banyak daripada rata-rata orang Cina, dan 20 kali lebih banyak daripada rata-rata orang India. Pada 1990, total emisi gas rumah kaca mencapai 13,7 Gt (gigaton), yang secara berturut-turut disumbang Amerika (36,1 persen), Rusia (17,4 persen), Jepang (8,5 persen), Jerman (7,4 persen), Inggris (4,2 persen), Kanada (3,3 persen), Italia (3,1 persen), Polandia (3 persen), Prancis (2,7 persen), dan Australia (2,1 persen).
                 
                 
                Konteks Indonesia
                Dari data Nasional Communication diketahui bahwa pada tahun 1994, konsumsi energi di Indonesia yang terdiri dari pemakaian di Rumah tangga dan bangunan komersial, industri , transportasi, dan pembangkit listrik menimbulkan emisi CO2 sekitar 170 juta ton. Polusi udara yang disumbangkan dari kendaraan bermotor di Indonesiapun mesti dilihat secara jelas produsennya karena produksi kendaraan bermotor seperti Honda dan Suzuki, dan lain-lain merupakan produk dari Jepang yang kedepan mulai dipikirkan alih teknologi disainnya yang lebih ramah terhadap lingkungan.
                Emisi dari konsumsi energi tersebut merupakan 25% dari emisi keseluruhan Indonesia pada tahun 1994 yang sebesar 748,6 juta ton sedangkan rata-rata emisi karbon perkapita dunia mencapai 1,3 ton per tahun.  Namun demikian,  jumlah emisi yang dihasilkan Indonesia tersebut masih sangat kecil bila dibandingkan negara maju. Data international energi administration menunjukkan bahwa pada tahun 1994, emisi dari CO2 dunia dari penggunaan energi (pembakaran bahan bakar fosil) adalah 21 milyar ton.
                Dengan demikian emisi CO2 yang dikonsumsi di Indonesia pada tahun 1994 hanya menyumbang sekitar 0,8% terhadap emisi dunia dari konsumsi energi. Sedangkan untuk kondisi hutan, penurunan penutupan lahan paling tinggi terjadi pada periode waktu 1997-2000 seluas 3,5 juta ha (kawasan hutan dan kawasan non hutan) pertahun dengan laju tertinggi dipulau Sumatera 1,15 juta ha, Kalimantan 1,12 juta ha/tahun dan Sulawesi 692 ribu ha/tahun, dan Papua 156 ribu ha pertahun. Sekitar 60% dari emisi rumah kaca berasal dari LULUCF (land use, land use change, forestry (Natcom,1999) . Sedangkan Emisi GRK perkapita 2,5 ton tanpa emisi dari kebakaran hutan. Emisi kebakaran dihitung 15 ton perkapita disisi lain ;20 juta rumah belum terjangkau pelayanan listrik (DJLPE,2007) .
                 
                 
                Terkait dengan ancaman dari perubahan iklim dimana Indonesia terdiri dari negara kepulauan, pesisir, memiliki resiko tinggi dan  ancaman bagi pulau-pulau kecil tenggelam, erosi,  dan wilayah kesatuan republik Indonesia akan berkurang, selain itu juga pengungsi internal meningkat, penyakit meningkat, banjir dan longsor, perubahan masa tanam, rawan pangan (kekeringan) dan raawan air dan pangan akibat badai tropis meningkat. Sedangkan jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2006 sebesar 39,05 juta (17,75 persen), persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Pada bulan Maret 2006, sebagian besar (63,41 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. Tentunya angka kemiskinan dan penyakit akan meningkat dari tahun ketahun akibat dampak dari perubahan iklim dan ditambah dengan makin sempitnya akses masyarakat terhadap sumber daya alam.
                 
                 
                Tawaran PBB (UNFCC) lewat Perdagangan Karbon
                Di Kyoto, Jepang, pada 1997 dicapai konsensus guna mengurangi emisi negara-negara industri paling sedikit 5 persen dari tingkat emisi pada 1990 menjelang 2008-2012. namun belakangan Australia dan Amerika keluar dari negara-negara yang yang termasuk meratifikasi protokol Kyoto. Tapi negara-negara peratifikasi Protokol Kyoto mengembangkan perdagangan gas rumah kaca via clean development mechanism (CDM) atau mekanisme pembangunan bersih. CDM dirancang sebagai bentuk investasi berbasis pasar dengan sertifikat penurunan emisi (certified emission reduction/CER) sebagai komoditasnya. Negara industri bisa membeli sertifikat dari negara berkembang lewat proyek hijaunya.
                Sejak Protokol Kyoto berlaku pada 2005, Uni Eropa, Kanada, dan Jepang telah masuk "pasar buangan gas rumah kaca" menawarkan dana pembangunan proyek ramah lingkungan. Bank Dunia telah menghimpun US$ 800 juta Prototype Carbon Fund (PCF) untuk membiayai proyek ramah lingkungan di negara berkembang. India dan Cina menerima sekitar 40 persen dana PCF itu. Indonesia tergolong tertinggal. Padahal potensi karbon yang bisa dijual Indonesia cukup besar. Data Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup menyebutkan, hingga 2012 potensi karbon yang dapat dijual lewat CDM 24 juta ton per tahun dari sektor energi dan 23 juta ton per tahun dari sektor kehutanan.
                Menurut perhitungan terakhir, kerusakan hutan Indonesia pada 2000-2005 adalah 1,8-2 juta hektare per tahun. Berdasarkan data itu, potensi gas rumah kaca yang dilepaskan Indonesia setiap tahun 93,6-280,7 juta ton karbon. Jika pasar dapat membeli US$ 4 per metrik ton karbon dioksida, kerusakan hutan Indonesia yang dapat dihindarkan akan mendapat kompensasi senilai US$ 374 juta hingga US$ 1.123 miliar per tahun. Nilai tertinggi di pasar untuk menghargai karbon hampir US$ 20 per ton. Jadi deforestasi yang dihindarkan oleh Indonesia dapat memperoleh harga US$ 1.871-5.614 miliar per tahun dan income per kapita Indonesia naik rata-rata 0,14-2,08 persen (Mangunjaya, 2007).
                 
                Pemerintah Indonesia saat ini juga tertarik dengan mekanisme CDM lewat penanaman pohon tersebut, di luar itu, masih terbuka peluang meraih pendapatan dari penurunan emisi lewat CDM sektor energi. Misalnya, dari budi daya 10 juta hektare jarak pagar diproyeksikan dana CDM US$ 800 juta per tahun. Dana yang diperoleh kian besar apabila kelapa sawit, tebu, singkong, dan tanaman lain penghasil bahan bakar nabati diusahakan dalam luasan signifikan.
                Konvensi tentang Kerangka-kerja Perubahan Iklim (UN-FCCC) tahun 1992 tidak menegosiasikan reduksi emisi gas rumah kaca sebagai hal utama' tetapi lebih sebagai 'bagian dari tawar menawar yang lebih luas antara negara-negara utara dan selatan, yang berkompetisi pada kepentingan atas energi dan kepemerintahan yang dihadapkan dengan masalah-masalah ekonomi yang bertumbuh, mengembangkan investasi di masa datang akan semakin penting tetapi menjadi lebih sulit.  (Sonja Boehmer-Christianse n, 1994).
                 
                Ada dua jenis perdagangan karbon. Pertama adalah perdagangan emisi (emission trading). Yang kedua adalah perdagangan kredit berbasis proyek (trading in project based credit). Seringkali dua kategori tersebut disatukan menjadi sistem perdagangan hibrida. Namun dalam bentuknya ada 3 opsi yaitu mengurangi emisi, saling memperdagangkan hak emisi, atau membeli kredit di luar negeri.  Disisi lain lewat lembaga keuangan internasional memberikan bantuan untuk program CDM terutama negara berkembang untuk proyek-proyek penanaman pohon. Tentunya tidak menutup kemungkinan wilayah-wilayah yang telah di cap sebagi proyek CDM itu nantinya akan di perdagangkan di pasar saham internasional yang ditawarkan kepada perusahan-perusahaa n raksasa penyumbang emisi.
                 
                Namun metode seperti di atas tidak disetujui oleh kelangan yang mendorong penegakan keadilan iklim global karena telah membuat masyarakat lokal terkena dampak dengan dilanggarnya hak-hak mereka untuk mendapatkan akses terhadap sumberdaya alam akibatnya mereka menjadi korban dari diterapkannya metode tersebut, hal ini bisa dibuktikan lewat contoh-contoh proyek di Uganda dan Ecuador yang telah menyingkirkan ribuan komunitas lokal dari hutan akibat privatisasi hutan oleh perusahaan-perusaha an Utara yang dibekingi oleh pemerintah Uganda dan Ecuador. Semua upaya ini berkaitan dengan pengambilalihan skala dunia dengan harga grosir (murah). Logika pengimbangan karbon ini (carbon-offset) menjamin Negara-negara Utara dapat terus mengemisi gas rumah kaca dalam jumlah yang tidak proporsional. Kultur korporasi ini memperbesar jurang ketidaksetaraan antara orang-orang kaya  dan orang-orang tidak punya di mana negara Selatan menjadi wilayah pembuangan karbon akibat konsumsi Utara yang berlebihan.
                Ancaman terhadap masyarakat asli dan petani amat buruk, penghancuran dan hilangnya akses terhadap hutan akan menghancurkan penghidupan mereka. Forum Internasional Masyarakat Asli yang Pertama (The First International Forum Of Indigenous Peoples on Climate Change) menyatakan “sinks (penyerapan) dalam mekanisme CDM akan mengandung strategi skala dunia dalam rangka pengambilalihan tanah-tanah kami.” (sumber: www.carbontradewatc h.org) Artinya lewat mekanisme carbon trading serta proyek CDM ini kembali tidak  menunjukkan ketidakadilan iklim bagi negara berkembang khususnya masyarakat yang masih dibawah garis kemiskinan, dan kembali negara selatan yang menanggung akibatnya.
                 
                 
                 
                Mengapa kita butuh keadilan iklim (Climate justice)
                 
                Perubahan iklim tidak mengenal batas negara namun distribusi dan dampaknya tidak seimbang dan adil, dimana sebagian besar rata-rata warga negara Amerika menghasilkan 6 ton karbon per tahun dan rata-rata seorang warga Eropa menghasilkan hampir 3 ton karbon pertahun, sedangkan di negara berkembang lainnya masih dalam kondisi miskin. Pada tahun-tahun terakhir, bencana iklim telah mengambil nyawa lebih dari 3 juta orang dunia, 800 juta korban dan kerusakan-kerusakan langsung yang melebihi 23 miliar dolar, dan dari semua kerusakan-kerusakan itu 90% terjadi di negara-negara berkembang. Setiap warga negara memilki hak atas kehidupan dan pembangunan.
                 
                Sejauh ini kelompok capital  yang mengatur prilaku capital (orang kaya), kelompok kapital memikirkan tanggungjawab iklim dimasa depan lewat pertumbuhan ekonomi, pasar bebas,dll. Artinya kepentingan segelintir kelompok (capital) telah merugikan kelompok yang lebih besar (masyarakat golongan miskin).  Dalam konteks perubahan iklim, cara pandang kelompok capital ini melihat bahwa dengan meng-uangkan tanggungjawab kerusakan /pencemaran yang dilakukannya tersebut, sudah dianggap sebagai jawaban dari tanggungjawabnya terhadap proses pemanasan global yang kian hari kian bertambah.  Namun kenyataannya inilah bentuk pengingkaran dari keadilan iklim itu sendiri karenak telah menafikan banyak hal terutama terkait kesejahteraan rakyat dan keberlajutan lingkungan,
                 
                Pembacaan emisi di negara berkembang (termasuk Indonesia) untuk hidup dan pembangunan sedangkan emisi di negara maju merupakan gaya hidup boros dan penguasaan atas sumberdaya alam. kerugian pertanian, perikanan, kerusakan infrastruktur telah meningkatkan biaya pembangunan dan mengancam kehidupan masyarakat lokal. Sedangkan tujuan dari program MDG’s terancam gagal hal ini terkait karena dampaknya akan  memperburuk kemiskinan, ketidakadilan akses pada sumberdaya, dampak globalisasi ekonomi, konflik dan kerusakan lingkungan
                 
                ketidakadilan iklim terjadi karena negara dan masyarakat sebagai penyumbang terkecil pada perubahan iklim, akan menghadapi dampak dan resiko terbesar dari perubahan iklim tersebut, yang pada kenyataanya juga paling tidak siap dan tidak mampu beradaptasi terhadap dampak tersebut. Sedangkan Negara dan masyarakat penyebab terbesar perubahan iklim justru paling siap menghadapi resiko dan sulit mengubah gaya hidup dan berupaya untuk berbagi sumberdaya dengan negara dan masyarakat penyumbang terkecil.
                 
                Perubahan iklim merupakan hasil persamaan yang kompleks dari gagalnya model pembangunan skala global. karena itu setiap upaya untuk menghindari pemanasan global dan perubahan iklim serta upaya-upaya beradaptasi pada kondisi atmosferik yang berubah juga tidak sederhana. Melihat kembali persoalan hubungan antar bangsa, negara, dan individu yang terjadi selama berabad-abad dan tidak kunjung berubah, tidaklah layak menafikan kondisi ketidak adilan yang masih terus menerus terjadi.
                Tidak bisa dipungkiri, meski dalam kondisi krisis iklim, banyak pihak terutama mereka yang menikmati pertumbuhan dan gaya hidup dari ekstraksi atas sumber daya dan kemanusiaan tidak bersedia bahkan menurunkan batas keuntungannya. Hampir setiap upaya mengatasi perubahan iklim yang berada di dalam kerangka Protokol Kyoto maupun inisiatif di luar Protokol Kyoto tidak secara signifikan mengatasi penyebab utama meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer. Dua agenda pokok yang selalu dibicarakan adalah upaya-upaya penyelesaian lewat teknologi dan pengaturan kembali lahan-lahan (terutama wilayah hutan) agar terus dapat menjaga stabilitas atmosfer pada tingkat yang tidak membahayakan bagi kehidupan manusia.
                 
                Menjadi penting menempatkan prinsip-prinsip dan kriteria utama dalam setiap perubahan iklim agar penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia tetap terjaga dan terpelihara. Kemudian yang tak kalah penting adalah upaya mengatasi perubahan iklim harus dijadikan upaya menggeser paradigma pembangunan yang berlaku saat ini ke arah yang lebih adil, manusiawi, dan menyelematkan manusia pada generasi ini dan generasi mendatang.
                 
                 
                Upaya mendorong keadilan Iklim (climate justice)
                 
                Keadilan iklim merupakan  hak untuk mendapatkan keadilan antar generasi atas prinsip-prinsip keselamatan rakyat, pemulihan keberlanjutan layanan alam, dan perlindungan produktifitas rakyat dimana  semua generasi baik sekarang maupun mendatang berhak terselamatkan akibat dampak perubahan iklim dan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim secara berkeadilan. adapun secara rinci antara lain :
                 
                Prinsip-prinsip Keselamatan Rakyat
                 
                Seluruh upaya mengatasi perubahan iklim harus menjamin keselamatan manusia untuk hidup secara layak tanpa menafikan hak asasi manusia yang melekat dalam individu dan dijamin dalam deklarasi universal hak asasi manusia.
                Hak warga atas pembangunan, kehidupan yang layak, lingkungan yang sehat tidak bisa dinafikan atas nama penyelamatan lingkungan global.  
                Penghormatan terhadap hak-hak warga lokal, minoritas, untuk menentukan nasib sendiri. 
                Proses belajar kolektif oleh warga, pengurus negara, maupun entitas lain dalam upaya perbaikan lingkungan demi mengatasi dan menghadapi perubahan iklim tidak boleh dibatasi oleh siklus tahun anggaran yang berorientasi pada target-target belanja (spending target) anggaran.
                Ukuran pokok dalam setiap proses belajar memperbaiki lingkungan harus berorientasi pada penurunan krisis yang menjadi pendorong perubahan iklim, dampak perubahan iklim, maupun pengurangan kerentanan sosio-ekologik warga dengan sepenuhnya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi warga.  
                Prinsip-prinsip Pemulihan Keberlanjutan Layanan Alam
                Penurunan emisi yang lebih besar di negara-negara utara. 
                Keadilan  derajat pembangunan antar bangsa dan individu termasuk penggunaan energi adalah kunci utama.
                upaya pencegahan perombakan kemampuan lingkungan (fragmentasi, penyusutan, hilang) dalam melayani kehidupan  harus dicegah.   
                pencegahan deforestrasi dan pemulihan fungsi ekosistem hutan diprioritaskan bagi keberlanjutan pelayanan ekologik setempat sesuai dengan fungsi/karakter ekosistem alaminya.  
                upaya pencegahan deforestrasi dan pemulihan fungsi ekosistem hutan yang telah rusak seiring dengan upaya menjawab faktor-fakor pendorong terjadinya alih fungsi lahan secara besar-besaran.  
                pencegahan emisi dari penggunaan lahan seperti pencegahan deforestrasi, dan penghutanan kembali, tidak dibenarkan untuk off-set.  
                pemenuhan hak warga setempat.  
                Prinsip-prinsip perlindungan Produktifitas Rakyat
                peningkatan kemampuan warga untuk menjamin keselamatan, produktifitas dalam memenuhi kebutuhan dasar minimum, dan memelihara jasa layanan alam adalah mutlak.  
                Sektor energi harus dikembalikan sebagai derivatif dari sektor kehidupan lainnya.   
                Penurunan emisi harus dilakukan dengan mengubah penggunaan ruang.  
                Kesimpulan
                Secara umum permasalahan pemanasan global dikarenakan Boros energi, industri kotor, penggundulan hutan, gaya hidup, serta tidak adanya berbagi teknologi bersih dan effisien ke negara berkembang.
                 
                Solusi perubahan iklim saat ini sama dengan fundamentalisme pasar dimana emisi karbon diperjualbelikan dipasar internasional, artinya sama saja dengan memberikan hak untuk mencemari lingkungan dilegalkan. Negara maju memikul tanggungjawab terbesar, harus menurunkan penggunaan energi, mengubah gaya hidup, tidak sekedar mengalihkan perdagangan dan Negara maju harus membayar atas dampak yang timbul akibat emisi di masa lalu dan masa datang kepada Negara berkembang.
                 
                Ketidakadilan iklim bisa diakhiri dengan azas tanggung jawab atas kelakuan dimasa lalu negara maju harus menyediakan dana baru untuk negera dan masyarakat yang paling miskin dan rentan yang justru paling tidak bertanggungjawab atas krisis ini. Negara maju harus membantu negara berkembang mengadakan transisisi kearah pembangunan yang lebih berkeadilan, berkelanjutan dengan energi rendah carbón. Perlunya memperkuat hak rakyat untuk mendapatkan keadilan antar generasi atas prinsip-prinsip keselamatan rakyat, pemulihan keberlanjutan layanan alam, dan perlindungan produktifitas rakyat baik generasi sekarang maupun akan datang.
                 
                 

                Last update : 31-10-2007 10:47


                Peace Generation is da Best
                Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
                Joy oh joy
                Of the life adventure I'll find in the next bend of being
                Since knowledge omnivora have I decided to be  
                 
                "Aerodynamically a bee can't fly .
                But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
                Mary Kay Ash
                Don't know who she is but worthy word she does has.

                Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.


                Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.


                Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.

              • kuncoro sejati
                eh jenang gulo emg kamu jurusan apa sih? menarik juga bahas global warming setelah nonton an inconvenient truth nya al gore. jenang gulo
                Message 7 of 25 , Nov 16, 2007
                • 0 Attachment
                  eh jenang gulo emg kamu jurusan apa sih? menarik juga bahas global warming setelah nonton "an inconvenient truth" nya al gore.

                  jenang gulo <jenangguloku@...> wrote:
                  maksudnya salah 1 bahan kuliahkyu di kelas hoho...

                  jenang gulo <jenangguloku@ yahoo.com> wrote:
                  klo ngomong climate change & global warming emang ga ada hbsnya
                  ini juga slah bahan kuliahku di kelas hehe...
                  apalagi semua sektor di Indonesia dan di dunia dikuasai
                  dan 'diakal-akali' oleh Amerika.
                  keep fight for our environment!
                   
                  btw ad cerita (attach file) tentang 'tragedi air'

                  lebah buayawati <aishaza_is_cool@ yahoo.com> wrote:
                  Ayo ikut .
                  Ini kan perdamaian juga .Masih ada tempat tuh.
                  zz
                   
                  dear all,
                  ini update terbaru dengan susunan seperti biasa,
                  hehehe. bagi yang sudah mendaftar mohon dicek lagi.
                  mungkin ada yang perlu dikoreksi. bagi yang belum
                  mendaftar, segera mendaftar sebelum hari minggu, 18
                  November 2007 ya.
                  regards
                  anggi
                  08175036675
                  ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
                   
                  Daftar Welcome Rider BFEGTB

                  Pembalap Pendamping Part1 (Magelang-Jogja)
                  Senin, 19 November 2007
                  No Nama Nomor Telepon
                  1 Bapak Dwiantoro 08157915666
                  2 Bapak Agus Tq 085228053654
                  3 Mas Andri 085643455397
                  4 Mas Fendi 085868244422
                  5 Mas Dhanang 085648535905
                  6 Bapak Untung 081328047171
                  7 Mas Borne 7887500
                  8 Mas Deny 085959558559
                  9 Mba ZizaGM 081392598617
                  10 Bapak Bambang BR 08122691385
                  11 Bapak Bardo 02749138907
                  12 Bapak Tugiman 081328768023
                  13 Mba Hani Raihana 085228020409
                  14 Mas Bagus 081904079265
                  15 Mba Sita Sari 085628230313
                  16 Mas Deno Hervino 02749107379
                  17 Mas Reza 0817466613
                  18 Bapeda 1
                   
                  19 Bapeda 2
                   
                  20 Bapeda 3
                   
                  21 Mas Anang Saptoto 081578009382
                  22 Mas Yasin 088827608967
                  23 Mas Bimo UY 08156896146
                  24 Bapak Martinus 085241992306
                  25
                   
                   
                  26
                   
                   
                  27
                   
                   
                  28
                   
                   
                  29
                   
                   
                  30
                   
                   
                  31
                   
                   
                  32
                   
                   
                  33
                   
                   
                  34
                   
                   
                  35
                   
                   
                   
                   
                  Solusi perubahan iklim saat ini sama dengan fundamentalisme pasar dimana emisi karbon diperjualbelikan dipasar internasional, artinya sama saja dengan memberikan hak untuk mencemari lingkungan dilegalkan.
                   
                   

                  Membongkar Politik Ekonomi Perubahan iklim
                  oleh
                  Andy armansyah (Eknas WALHI)
                   
                   
                  Pemanasan global berdampak serius pada kehidupan ratusan juta warga di bumi. Dampaknya, seperti laporan 441 pakar Intergovernmental Panel on Climate Change, 10 April 2007, naiknya suhu permukaan bumi lima tahun mendatang plus dampak lanjutan berupa kegagalan panen, kelangkaan air, tenggelamnya daerah pesisir, lenyapnya spesies, banjir, dan kekeringan. Asia terkena dampak paling parah: produksi pertanian Cina dan Bangladesh anjlok 30 persen, India langka air, dan 100 juta rumah warga pesisir tergenang.
                  Laporan itu menyebutkan, permukaan laut akan meningkat 8-29 sentimeter dari saat ini pada 2030. Dampaknya bagi Indonesia, 2.000 pulau tenggelam, garis pantai mundur ke arah daratan ratusan meter, jutaan hektare tambak lenyap, dan air kian langka. Penduduk Jakarta dan kota-kota di pesisir akan kekurangan air bersih. Pada sejumlah daerah aliran sungai akan terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut yang kian tajam. Akibatnya, akan sering terjadi banjir, sekaligus kekeringan yang mencekik kehidupan. "Ancaman itu terlalu riskan diabaikan," kata Achim Steiner, Direktur Eksekutif UNEP.
                  Laporan "menyeramkan" yang menggambarkan bumi di ambang kiamat semacam ini bukan hal baru. Tapi negara-negara industri nan kaya, terutama Amerika Serikat, tak acuh. Padahal merekalah penyumbang terbesar gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim. Mereka bisa mencapai kemakmuran seperti sekarang setelah mengkonsumsi energi secara boros dan berlebihan. Simak ketidakadilan itu: penduduk Amerika, Kanada, dan Eropa yang hanya 20,1 persen dari total warga dunia mengkonsumsi 59,1 persen energi dunia, sedangkan warga Afrika dan Amerika Latin yang 21,4 persen dari populasi dunia hanya mengkonsumsi 10,3 persen.
                   
                  Ketidakadilan iklim (unclimate justice)
                  Secara umum 2,8 miliar orang hidup masih dibawah 2 dolar/hari, dan 1,2 miliar orang hidup masih kurang dari 1 dolar perhari sedangkan Pemerintah Uni Eropa telah memberikan subsidi bagi rakyatnya 2 dolar/hari (Bank Dunia,2000; FAO,1999). Jutaan rakyat tidak memiliki akses terhadap energi di Negara selatan, sedang rakyat di Negara utara melampaui batas penggunaan energi dan bergaya hidup yang boros dan dampaknya terlihat jelas yaitu terjadinya pengungsian, masalah kesehatan, bencana alam dll.
                  Contoh ketimpangan lain adalah 20 % dari penduduk di dunia bertanggungjawab atas lebih dari 60% emisi saat ini (80% jika emisi masa lalu dihitung), Rata-rata emisi gas rumah kaca (GRK) orang Amerika Serikat (AS) adalah 4 atau 5 kali dari emisi rata-rata dunia (1 amerika = 9 china atau 18 India). Tetapi miliaran orang termiskin di Negara berkembang yang akan menghadapi dampak paling serius. Mereka yangg paling tidak bertanggung jawab atas perubahan iklim justru membayar paling tinggi. Hingga saat ini Sistem ekonomi di AS berjalan dengan landasan energi murah dari bahan bakar fosil dimana setiap orang AS menggunakan energi 8 kali lebih tinggi dari bahan  bakar fosil yang digunakan rata-rata penduduk negara berkembang. Penduduk AS hanya 4% dari penduduk dunia yg menyumbang emisi lebih besar daripada 136 negara berkembang digabung 24%. Bagi orang AS konsumsi lebih banyak produk dan jasa adalah ukuran penting bagi keberhasilan pribadi dan bangsa, bahkan ukuran dari kebebasan. Orang AS menggunakan pendapatan dan daya beli per kapita 8 kali lebih besar dan melepaskan proporsi CO2 lebih tinggi lagi dibandingkan orang ditempat lain
                  Contoh ekstrem adalah Amerika. Satu dekade terakhir, konsumsi energi Amerika naik menjadi 2,7 juta barel per hari, lebih banyak daripada yang dikonsumsi India dan Pakistan sekaligus, yang keduanya berisi total empat kali lipat penduduk Amerika. Secara total, rata-rata orang Amerika mengkonsumsi lima kali lebih banyak energi daripada rata-rata warga dunia, 10 kali lebih banyak daripada rata-rata orang Cina, dan 20 kali lebih banyak daripada rata-rata orang India. Pada 1990, total emisi gas rumah kaca mencapai 13,7 Gt (gigaton), yang secara berturut-turut disumbang Amerika (36,1 persen), Rusia (17,4 persen), Jepang (8,5 persen), Jerman (7,4 persen), Inggris (4,2 persen), Kanada (3,3 persen), Italia (3,1 persen), Polandia (3 persen), Prancis (2,7 persen), dan Australia (2,1 persen).
                   
                   
                  Konteks Indonesia
                  Dari data Nasional Communication diketahui bahwa pada tahun 1994, konsumsi energi di Indonesia yang terdiri dari pemakaian di Rumah tangga dan bangunan komersial, industri , transportasi, dan pembangkit listrik menimbulkan emisi CO2 sekitar 170 juta ton. Polusi udara yang disumbangkan dari kendaraan bermotor di Indonesiapun mesti dilihat secara jelas produsennya karena produksi kendaraan bermotor seperti Honda dan Suzuki, dan lain-lain merupakan produk dari Jepang yang kedepan mulai dipikirkan alih teknologi disainnya yang lebih ramah terhadap lingkungan.
                  Emisi dari konsumsi energi tersebut merupakan 25% dari emisi keseluruhan Indonesia pada tahun 1994 yang sebesar 748,6 juta ton sedangkan rata-rata emisi karbon perkapita dunia mencapai 1,3 ton per tahun.  Namun demikian,  jumlah emisi yang dihasilkan Indonesia tersebut masih sangat kecil bila dibandingkan negara maju. Data international energi administration menunjukkan bahwa pada tahun 1994, emisi dari CO2 dunia dari penggunaan energi (pembakaran bahan bakar fosil) adalah 21 milyar ton.
                  Dengan demikian emisi CO2 yang dikonsumsi di Indonesia pada tahun 1994 hanya menyumbang sekitar 0,8% terhadap emisi dunia dari konsumsi energi. Sedangkan untuk kondisi hutan, penurunan penutupan lahan paling tinggi terjadi pada periode waktu 1997-2000 seluas 3,5 juta ha (kawasan hutan dan kawasan non hutan) pertahun dengan laju tertinggi dipulau Sumatera 1,15 juta ha, Kalimantan 1,12 juta ha/tahun dan Sulawesi 692 ribu ha/tahun, dan Papua 156 ribu ha pertahun. Sekitar 60% dari emisi rumah kaca berasal dari LULUCF (land use, land use change, forestry (Natcom,1999) . Sedangkan Emisi GRK perkapita 2,5 ton tanpa emisi dari kebakaran hutan. Emisi kebakaran dihitung 15 ton perkapita disisi lain ;20 juta rumah belum terjangkau pelayanan listrik (DJLPE,2007) .
                   
                   
                  Terkait dengan ancaman dari perubahan iklim dimana Indonesia terdiri dari negara kepulauan, pesisir, memiliki resiko tinggi dan  ancaman bagi pulau-pulau kecil tenggelam, erosi,  dan wilayah kesatuan republik Indonesia akan berkurang, selain itu juga pengungsi internal meningkat, penyakit meningkat, banjir dan longsor, perubahan masa tanam, rawan pangan (kekeringan) dan raawan air dan pangan akibat badai tropis meningkat. Sedangkan jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2006 sebesar 39,05 juta (17,75 persen), persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Pada bulan Maret 2006, sebagian besar (63,41 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. Tentunya angka kemiskinan dan penyakit akan meningkat dari tahun ketahun akibat dampak dari perubahan iklim dan ditambah dengan makin sempitnya akses masyarakat terhadap sumber daya alam.
                   
                   
                  Tawaran PBB (UNFCC) lewat Perdagangan Karbon
                  Di Kyoto, Jepang, pada 1997 dicapai konsensus guna mengurangi emisi negara-negara industri paling sedikit 5 persen dari tingkat emisi pada 1990 menjelang 2008-2012. namun belakangan Australia dan Amerika keluar dari negara-negara yang yang termasuk meratifikasi protokol Kyoto. Tapi negara-negara peratifikasi Protokol Kyoto mengembangkan perdagangan gas rumah kaca via clean development mechanism (CDM) atau mekanisme pembangunan bersih. CDM dirancang sebagai bentuk investasi berbasis pasar dengan sertifikat penurunan emisi (certified emission reduction/CER) sebagai komoditasnya. Negara industri bisa membeli sertifikat dari negara berkembang lewat proyek hijaunya.
                  Sejak Protokol Kyoto berlaku pada 2005, Uni Eropa, Kanada, dan Jepang telah masuk "pasar buangan gas rumah kaca" menawarkan dana pembangunan proyek ramah lingkungan. Bank Dunia telah menghimpun US$ 800 juta Prototype Carbon Fund (PCF) untuk membiayai proyek ramah lingkungan di negara berkembang. India dan Cina menerima sekitar 40 persen dana PCF itu. Indonesia tergolong tertinggal. Padahal potensi karbon yang bisa dijual Indonesia cukup besar. Data Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup menyebutkan, hingga 2012 potensi karbon yang dapat dijual lewat CDM 24 juta ton per tahun dari sektor energi dan 23 juta ton per tahun dari sektor kehutanan.
                  Menurut perhitungan terakhir, kerusakan hutan Indonesia pada 2000-2005 adalah 1,8-2 juta hektare per tahun. Berdasarkan data itu, potensi gas rumah kaca yang dilepaskan Indonesia setiap tahun 93,6-280,7 juta ton karbon. Jika pasar dapat membeli US$ 4 per metrik ton karbon dioksida, kerusakan hutan Indonesia yang dapat dihindarkan akan mendapat kompensasi senilai US$ 374 juta hingga US$ 1.123 miliar per tahun. Nilai tertinggi di pasar untuk menghargai karbon hampir US$ 20 per ton. Jadi deforestasi yang dihindarkan oleh Indonesia dapat memperoleh harga US$ 1.871-5.614 miliar per tahun dan income per kapita Indonesia naik rata-rata 0,14-2,08 persen (Mangunjaya, 2007).
                   
                  Pemerintah Indonesia saat ini juga tertarik dengan mekanisme CDM lewat penanaman pohon tersebut, di luar itu, masih terbuka peluang meraih pendapatan dari penurunan emisi lewat CDM sektor energi. Misalnya, dari budi daya 10 juta hektare jarak pagar diproyeksikan dana CDM US$ 800 juta per tahun. Dana yang diperoleh kian besar apabila kelapa sawit, tebu, singkong, dan tanaman lain penghasil bahan bakar nabati diusahakan dalam luasan signifikan.
                  Konvensi tentang Kerangka-kerja Perubahan Iklim (UN-FCCC) tahun 1992 tidak menegosiasikan reduksi emisi gas rumah kaca sebagai hal utama' tetapi lebih sebagai 'bagian dari tawar menawar yang lebih luas antara negara-negara utara dan selatan, yang berkompetisi pada kepentingan atas energi dan kepemerintahan yang dihadapkan dengan masalah-masalah ekonomi yang bertumbuh, mengembangkan investasi di masa datang akan semakin penting tetapi menjadi lebih sulit.  (Sonja Boehmer-Christianse n, 1994).
                   
                  Ada dua jenis perdagangan karbon. Pertama adalah perdagangan emisi (emission trading). Yang kedua adalah perdagangan kredit berbasis proyek (trading in project based credit). Seringkali dua kategori tersebut disatukan menjadi sistem perdagangan hibrida. Namun dalam bentuknya ada 3 opsi yaitu mengurangi emisi, saling memperdagangkan hak emisi, atau membeli kredit di luar negeri.  Disisi lain lewat lembaga keuangan internasional memberikan bantuan untuk program CDM terutama negara berkembang untuk proyek-proyek penanaman pohon. Tentunya tidak menutup kemungkinan wilayah-wilayah yang telah di cap sebagi proyek CDM itu nantinya akan di perdagangkan di pasar saham internasional yang ditawarkan kepada perusahan-perusahaa n raksasa penyumbang emisi.
                   
                  Namun metode seperti di atas tidak disetujui oleh kelangan yang mendorong penegakan keadilan iklim global karena telah membuat masyarakat lokal terkena dampak dengan dilanggarnya hak-hak mereka untuk mendapatkan akses terhadap sumberdaya alam akibatnya mereka menjadi korban dari diterapkannya metode tersebut, hal ini bisa dibuktikan lewat contoh-contoh proyek di Uganda dan Ecuador yang telah menyingkirkan ribuan komunitas lokal dari hutan akibat privatisasi hutan oleh perusahaan-perusaha an Utara yang dibekingi oleh pemerintah Uganda dan Ecuador. Semua upaya ini berkaitan dengan pengambilalihan skala dunia dengan harga grosir (murah). Logika pengimbangan karbon ini (carbon-offset) menjamin Negara-negara Utara dapat terus mengemisi gas rumah kaca dalam jumlah yang tidak proporsional. Kultur korporasi ini memperbesar jurang ketidaksetaraan antara orang-orang kaya  dan orang-orang tidak punya di mana negara Selatan menjadi wilayah pembuangan karbon akibat konsumsi Utara yang berlebihan.
                  Ancaman terhadap masyarakat asli dan petani amat buruk, penghancuran dan hilangnya akses terhadap hutan akan menghancurkan penghidupan mereka. Forum Internasional Masyarakat Asli yang Pertama (The First International Forum Of Indigenous Peoples on Climate Change) menyatakan “sinks (penyerapan) dalam mekanisme CDM akan mengandung strategi skala dunia dalam rangka pengambilalihan tanah-tanah kami.” (sumber: www.carbontradewatc h.org) Artinya lewat mekanisme carbon trading serta proyek CDM ini kembali tidak  menunjukkan ketidakadilan iklim bagi negara berkembang khususnya masyarakat yang masih dibawah garis kemiskinan, dan kembali negara selatan yang menanggung akibatnya.
                   
                   
                   
                  Mengapa kita butuh keadilan iklim (Climate justice)
                   
                  Perubahan iklim tidak mengenal batas negara namun distribusi dan dampaknya tidak seimbang dan adil, dimana sebagian besar rata-rata warga negara Amerika menghasilkan 6 ton karbon per tahun dan rata-rata seorang warga Eropa menghasilkan hampir 3 ton karbon pertahun, sedangkan di negara berkembang lainnya masih dalam kondisi miskin. Pada tahun-tahun terakhir, bencana iklim telah mengambil nyawa lebih dari 3 juta orang dunia, 800 juta korban dan kerusakan-kerusakan langsung yang melebihi 23 miliar dolar, dan dari semua kerusakan-kerusakan itu 90% terjadi di negara-negara berkembang. Setiap warga negara memilki hak atas kehidupan dan pembangunan.
                   
                  Sejauh ini kelompok capital  yang mengatur prilaku capital (orang kaya), kelompok kapital memikirkan tanggungjawab iklim dimasa depan lewat pertumbuhan ekonomi, pasar bebas,dll. Artinya kepentingan segelintir kelompok (capital) telah merugikan kelompok yang lebih besar (masyarakat golongan miskin).  Dalam konteks perubahan iklim, cara pandang kelompok capital ini melihat bahwa dengan meng-uangkan tanggungjawab kerusakan /pencemaran yang dilakukannya tersebut, sudah dianggap sebagai jawaban dari tanggungjawabnya terhadap proses pemanasan global yang kian hari kian bertambah.  Namun kenyataannya inilah bentuk pengingkaran dari keadilan iklim itu sendiri karenak telah menafikan banyak hal terutama terkait kesejahteraan rakyat dan keberlajutan lingkungan,
                   
                  Pembacaan emisi di negara berkembang (termasuk Indonesia) untuk hidup dan pembangunan sedangkan emisi di negara maju merupakan gaya hidup boros dan penguasaan atas sumberdaya alam. kerugian pertanian, perikanan, kerusakan infrastruktur telah meningkatkan biaya pembangunan dan mengancam kehidupan masyarakat lokal. Sedangkan tujuan dari program MDG’s terancam gagal hal ini terkait karena dampaknya akan  memperburuk kemiskinan, ketidakadilan akses pada sumberdaya, dampak globalisasi ekonomi, konflik dan kerusakan lingkungan
                   
                  ketidakadilan iklim terjadi karena negara dan masyarakat sebagai penyumbang terkecil pada perubahan iklim, akan menghadapi dampak dan resiko terbesar dari perubahan iklim tersebut, yang pada kenyataanya juga paling tidak siap dan tidak mampu beradaptasi terhadap dampak tersebut. Sedangkan Negara dan masyarakat penyebab terbesar perubahan iklim justru paling siap menghadapi resiko dan sulit mengubah gaya hidup dan berupaya untuk berbagi sumberdaya dengan negara dan masyarakat penyumbang terkecil.
                   
                  Perubahan iklim merupakan hasil persamaan yang kompleks dari gagalnya model pembangunan skala global. karena itu setiap upaya untuk menghindari pemanasan global dan perubahan iklim serta upaya-upaya beradaptasi pada kondisi atmosferik yang berubah juga tidak sederhana. Melihat kembali persoalan hubungan antar bangsa, negara, dan individu yang terjadi selama berabad-abad dan tidak kunjung berubah, tidaklah layak menafikan kondisi ketidak adilan yang masih terus menerus terjadi.
                  Tidak bisa dipungkiri, meski dalam kondisi krisis iklim, banyak pihak terutama mereka yang menikmati pertumbuhan dan gaya hidup dari ekstraksi atas sumber daya dan kemanusiaan tidak bersedia bahkan menurunkan batas keuntungannya. Hampir setiap upaya mengatasi perubahan iklim yang berada di dalam kerangka Protokol Kyoto maupun inisiatif di luar Protokol Kyoto tidak secara signifikan mengatasi penyebab utama meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer. Dua agenda pokok yang selalu dibicarakan adalah upaya-upaya penyelesaian lewat teknologi dan pengaturan kembali lahan-lahan (terutama wilayah hutan) agar terus dapat menjaga stabilitas atmosfer pada tingkat yang tidak membahayakan bagi kehidupan manusia.
                   
                  Menjadi penting menempatkan prinsip-prinsip dan kriteria utama dalam setiap perubahan iklim agar penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia tetap terjaga dan terpelihara. Kemudian yang tak kalah penting adalah upaya mengatasi perubahan iklim harus dijadikan upaya menggeser paradigma pembangunan yang berlaku saat ini ke arah yang lebih adil, manusiawi, dan menyelematkan manusia pada generasi ini dan generasi mendatang.
                   
                   
                  Upaya mendorong keadilan Iklim (climate justice)
                   
                  Keadilan iklim merupakan  hak untuk mendapatkan keadilan antar generasi atas prinsip-prinsip keselamatan rakyat, pemulihan keberlanjutan layanan alam, dan perlindungan produktifitas rakyat dimana  semua generasi baik sekarang maupun mendatang berhak terselamatkan akibat dampak perubahan iklim dan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim secara berkeadilan. adapun secara rinci antara lain :
                   
                  Prinsip-prinsip Keselamatan Rakyat
                   
                  Seluruh upaya mengatasi perubahan iklim harus menjamin keselamatan manusia untuk hidup secara layak tanpa menafikan hak asasi manusia yang melekat dalam individu dan dijamin dalam deklarasi universal hak asasi manusia.
                  Hak warga atas pembangunan, kehidupan yang layak, lingkungan yang sehat tidak bisa dinafikan atas nama penyelamatan lingkungan global.  
                  Penghormatan terhadap hak-hak warga lokal, minoritas, untuk menentukan nasib sendiri. 
                  Proses belajar kolektif oleh warga, pengurus negara, maupun entitas lain dalam upaya perbaikan lingkungan demi mengatasi dan menghadapi perubahan iklim tidak boleh dibatasi oleh siklus tahun anggaran yang berorientasi pada target-target belanja (spending target) anggaran.
                  Ukuran pokok dalam setiap proses belajar memperbaiki lingkungan harus berorientasi pada penurunan krisis yang menjadi pendorong perubahan iklim, dampak perubahan iklim, maupun pengurangan kerentanan sosio-ekologik warga dengan sepenuhnya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi warga.  
                  Prinsip-prinsip Pemulihan Keberlanjutan Layanan Alam
                  Penurunan emisi yang lebih besar di negara-negara utara. 
                  Keadilan  derajat pembangunan antar bangsa dan individu termasuk penggunaan energi adalah kunci utama.
                  upaya pencegahan perombakan kemampuan lingkungan (fragmentasi, penyusutan, hilang) dalam melayani kehidupan  harus dicegah.   
                  pencegahan deforestrasi dan pemulihan fungsi ekosistem hutan diprioritaskan bagi keberlanjutan pelayanan ekologik setempat sesuai dengan fungsi/karakter ekosistem alaminya.  
                  upaya pencegahan deforestrasi dan pemulihan fungsi ekosistem hutan yang telah rusak seiring dengan upaya menjawab faktor-fakor pendorong terjadinya alih fungsi lahan secara besar-besaran.  
                  pencegahan emisi dari penggunaan lahan seperti pencegahan deforestrasi, dan penghutanan kembali, tidak dibenarkan untuk off-set.  
                  pemenuhan hak warga setempat.  
                  Prinsip-prinsip perlindungan Produktifitas Rakyat
                  peningkatan kemampuan warga untuk menjamin keselamatan, produktifitas dalam memenuhi kebutuhan dasar minimum, dan memelihara jasa layanan alam adalah mutlak.  
                  Sektor energi harus dikembalikan sebagai derivatif dari sektor kehidupan lainnya.   
                  Penurunan emisi harus dilakukan dengan mengubah penggunaan ruang.  
                  Kesimpulan
                  Secara umum permasalahan pemanasan global dikarenakan Boros energi, industri kotor, penggundulan hutan, gaya hidup, serta tidak adanya berbagi teknologi bersih dan effisien ke negara berkembang.
                   
                  Solusi perubahan iklim saat ini sama dengan fundamentalisme pasar dimana emisi karbon diperjualbelikan dipasar internasional, artinya sama saja dengan memberikan hak untuk mencemari lingkungan dilegalkan. Negara maju memikul tanggungjawab terbesar, harus menurunkan penggunaan energi, mengubah gaya hidup, tidak sekedar mengalihkan perdagangan dan Negara maju harus membayar atas dampak yang timbul akibat emisi di masa lalu dan masa datang kepada Negara berkembang.
                   
                  Ketidakadilan iklim bisa diakhiri dengan azas tanggung jawab atas kelakuan dimasa lalu negara maju harus menyediakan dana baru untuk negera dan masyarakat yang paling miskin dan rentan yang justru paling tidak bertanggungjawab atas krisis ini. Negara maju harus membantu negara berkembang mengadakan transisisi kearah pembangunan yang lebih berkeadilan, berkelanjutan dengan energi rendah carbón. Perlunya memperkuat hak rakyat untuk mendapatkan keadilan antar generasi atas prinsip-prinsip keselamatan rakyat, pemulihan keberlanjutan layanan alam, dan perlindungan produktifitas rakyat baik generasi sekarang maupun akan datang.
                   
                   

                  Last update : 31-10-2007 10:47


                  Peace Generation is da Best
                  Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
                  Joy oh joy
                  Of the life adventure I'll find in the next bend of being
                  Since knowledge omnivora have I decided to be  
                   
                  "Aerodynamically a bee can't fly .
                  But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
                  Mary Kay Ash
                  Don't know who she is but worthy word she does has.

                  Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.


                  Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.


                  Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.


                  Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

                • kiki kiki
                  Congratulations juga Hani!!! hebat deh kamu, aku jadi ikut senang....mmuah. Seperti Mayang, aku juga pengen tau ni...judule opo? how can i get it? di amazon
                  Message 8 of 25 , Nov 19, 2007
                  • 0 Attachment
                    Congratulations juga Hani!!! hebat deh kamu, aku jadi ikut senang....mmuah.
                    Seperti Mayang, aku juga pengen tau ni...judule opo?
                    how can i get it?
                    di amazon dot com ada gak ya?





                    ----- Original Message -----
                    From: "mayang diantami"
                    To: PeaceGeneration@yahoogroups.com
                    Subject: [PeaceGeneration] Selamat Hani....judulnya apa ya?
                    Date: Mon, 12 Nov 2007 19:09:12 -0800 (PST)

                    Wah...lama tak dengar kabarnya...ternyata Hani menelurkan sebuah buku!
                    Hebat tenan Puan yang satu ini (mata berbinar-binar)
                    Selamat ya Hani...kami turut bangga !!!
                    (walau dalam hati juga malu...sekarang udah 2 temanku yang nulis buku, aku kapan ya...hiks... )
                     
                    anyway...dari berbagai postingan email yang masuk, kok ngga ada yang nyebutin judul bukunya ya?
                    kepiye nek arep tuku yen ora ngerti judule?
                    anybody can help???


                    reza hakim <tj_reza@yahoo. com> wrote:
                    iya aku setuju tuh sama mas sigit, mestinya ada eksemplar gratis yang dikirimi. Lagian nih kalo kata orang, demi mencapai target penjualan salah satu strateginya yah ada yang dibagi gratis (semacam trigger lah). Nah nanti orang-orang yg dapet gratis in i akan merekomendasikan atau mengajak orang lain untuk membeli. Apalagi orang indonesia tuh masih suka banget ama yang namanya word of mouth. bukan begitu mas sigit? hehehe.....
                     
                    Tapi ada juga sih alasan kedua, dan aku yakin hani lebih paham tentang ini, yaitu masak pengetahuan menjadi komoditi sih. haahahahahaa. .....
                     
                    salam buat semua yah.. dan juga sukses buat hani. semoga terbit buku -buku yang lain. oh ya, gak nyoba buat buku komik, han? banyak loh yang suka.
                     
                    cheers,
                    reza

                    biasane kan ada beberapa eksemplar gratis...hheehe. ya
                    kalau tidak sampai di palu..mbok yo dikirimi...
                    --- hani raihana <raihanahani@ yahoo.com> wrote:

                    > hehehe...
                    > itu belom launching kok , tapi sudah terbit.
                    > distribusinya belom tau hehe..
                    > baca ya....
                    > muahmuah
                    >
                    > sigit andhirahman <emsigitar@yahoo. com> wrote:
                    > alhamdulillah,
                    > semga menjadi berkah bagi hani dan juga orang
                    > lain...
                    > hebat...kitorang ikut bangga, meski belum lihat buku
                    > kumiu (kamu) ,Hani.
                    > semoga sampai juga distribusinya di palu.
                    >
                    > salam
                    >
                    > --- jenang gulo <jenangguloku@ yahoo.com> wrote:
                    >
                    > > Proud of U my sister...
                    > > -peace-
                    > >
                    > > anti refree <nogoodrefree@ yahoo.com> wrote:
                    > > Selamat Mba Hani berhasil menelurkan
                    > > buku
                    > > judulnya apa ya?
                    > >
                    > > riza hanafi <amrie_saja@yahoo. com> wrote:
                    > > Membaca tulisan di kompas tentang bukunya
                    > > Hani, luar biasa. Bravo Hani!
                    > >
                    > > Melihat foto koko di sampul bukunya Hani...mending
                    > > urungkan niatmu menjadi model kawanku. Kau ,
                    > seperti
                    > > aku, bergelambir di mana-mana. Btw thx koko atas
                    > > bantuannya, meski kau menyamar jadi Bunga Citra
                    > > LEstari.
                    > >
                    > >
                    > > salam
                    > >
                    > > riza
                    > > ____________ _________ _________ _________ _________ __
                    > > Do You Yahoo!?
                    > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
                    > > protection around
                    > > http://mail. yahoo.com
                    > >
                    > >
                    > >
                    > > ____________ _________ _________ _________ _________ __
                    > > Do You Yahoo!?
                    > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
                    > > protection around
                    > > http://mail. yahoo.com
                    > >
                    > >
                    > >
                    > > ____________ _________ _________ _________ _________ __
                    > > Do You Yahoo!?
                    > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
                    > > protection around
                    > > http://mail. yahoo.com
                    >
                    > ____________ _________ _________ _________ _________ __
                    > Do You Yahoo!?
                    > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
                    > protection around
                    > h ttp://mail. yahoo.com
                    >
                    >
                    >
                    >
                    > ____________ _________ _________ _________ _________ __
                    > Do You Yahoo!?
                    > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
                    > protection around
                    > http://mail. yahoo.com

                    ____________ _________ _________ _________ _________ __
                    Do You Yahoo!?
                    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                    http://mail. yahoo.com

                    ____________ _________ _________ _________ _________ __
                    Do You Yahoo!?
                    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
                    http://mail. yahoo.com


                    Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.


                    --
                    Over 2 Million Holiday Gift Ideas - Take a Look!
                    mail.com Shopping
                  • Uke Antariksaningrum
                    thanks banget buat infonya mbak...tapi syarat yang pertama aja aku dah gak lolos...heeee... klo ada lagi kasih tau yaaa.....klo gak salah ajeng berencana ke
                    Message 9 of 25 , Nov 22, 2007
                    • 0 Attachment
                      thanks banget buat infonya mbak...tapi syarat yang pertama aja aku dah gak lolos...heeee...
                      klo ada lagi kasih tau yaaa.....klo gak salah ajeng berencana ke UN.. (maap jeng, aku beberin...dikit..heee...)

                      o ya, buat mbak2 n mas2 yang dah lama banget gak ktemu....ada referensi tempat menarik yang ada unsur multikulturnya gak? misal Pe-cina-n or Pe-sunda-n or Pe-sumatra-n etc di Jogja gak?
                      Buat acara pisgen selanjutnya....
                      Nuwun sebelumnya.....

                      Salam Peace!
                      [uke]

                      lebah buayawati <aishaza_is_cool@...> wrote:
                      DevJobsIndo@ yahoogroups. com
                      From: "silvia adhi" <silviaadhi@gmail. com>  Add to Address Book  Add Mobile Alert
                      Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups. com. Learn more
                      Date: Tue, 13 Nov 2007 10:16:13 +0700
                      Subject: [DevJobsIndo] UN FAO Yogyakarta Job Vacancies
                          Dear Moderator, titip infokan untuk rekan-rekan berkompeten,
                      terima kasih
                      --
                      Silvia Kusuma Adhi (vivi)
                      Admin and Finance Assistant
                      UN FAO Yogyakarta
                      Dinas Pertanian Yogyakarta
                      Gedung B Sub dinas Peternakan Lt 2
                      Jl. Gondosuli No. 6
                      Office phone: (0274) 586 511
                      *UN FAO Yogyakarta Job Vacancy*
                      FAO-Indonesia supports the earthquake affected family in Yogyakarta and
                      Central Java Province through the livelihood project of the
                      agriculture- based home industry.
                      FAO is seeking four young *National Program Officers for FOOD PROCESSING,
                      PROCUREMENT ON FOOD PROCESSING TOOLS AND EQUIPMENTS, MARKETING AND BUSINESS
                      DEVELOPMENT and TRAINING* as contract staff.
                      * The candidate should have qualifications as follow:*
                      - Have University Degree with relevant discipline related to the
                      respective position, with minimum four years experience
                      - Good command in English
                      - Computer literate
                      - Familiarity with UN work, procedures in rehabilitation assistance
                      and working with grass root communication and related government
                      institutions is an asset
                      - Experience in dealing with community development program; and in
                      working with local government and non government organizations would be
                      essential skills.
                      - Good ability work as a team
                      *Application: *
                      Interested candidates should submit an electronic application letter
                      together with a comprehensive CV, a recent photograph, copies and references
                      to
                      *Administrative Officer of UN-FAO Yogyakarta base Office in
                      silviaadhi@gmail. com*
                      Closing date is 2 weeks after this advertisement date
                      Contract Duration: 5 months from January/February 2008
                      Duty Station: Yogyakarta with travel to other project sub-districts
                      Salary is depend on the experiences and negotiable
                      TUHAN : BUZZ!!
                      TUHAN : kamu memanggilKu?
                      AKU : memanggilmu? Tidak..ini siapa ya?
                      TUHAN : ini TUHAN. Aku mendengar doamu, jadi Aku ingin berbincang2 dengan mu.
                      AKU : ya, aku memang sering berdoa, hanya agar aku merasa lebih baik. tapi sekarang aku sibuk.
                      TUHAN : sedang sibuk apa? semut juga sibuk.
                      AKU : gak tau ya. yang pasti aku tidak punya waktu luang sedikit pun. hidup jadi seperti terburu2. setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
                      TUHAN : benar sekali. aktifitas memberimu kesibukan tapi produktifitas memberimu hasil. aktifitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.
                      AKU : aku mengerti itu, tapi aku tetap tidak dapat menghindarinya. sebenernya aku tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting begini.
                      TUHAN : aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa
                      petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan media yang lebih nyaman untukmu daripada lewat mimpi.
                      AKU : OK. sekarang britau aku mengapa hidup jadi begitu rumit??
                      TUHAN : berhentilah menganalisa hidup, jalani saja. analisalah yang membuatnya jadi rumit.
                      AKU : Tapi mengapa kami tidak pernah senang?
                      TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. kamu merasa khawatir karen akamu menganalisa. merasa khawatir menjadi kebiasaanmu, karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
                      AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian? ??
                      TUHAN : ketidakpastian itu tidak bisadihindari, tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
                      AKU : tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian!
                      TUHAN : rasa sakit itu tidak bisa dihindari, tapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
                      AKU : jika penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu menderita??
                      TUHAN : intan tidak dapat diasah tanpa gesekan, emas tidak dapat dimurnikan tanpa api,dengan pengalaman dan penderitaan hidup orang baik menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
                      AKU : maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
                      TUHAN : ya. dari segala sisi pengalaman adalah guru yang keras. pengalaman memberi ujian dulu baru pemahamannya.
                      AKU : tapi mengapa kami harus melalui semua ujian? mengapa kami tidak dapat bebas dari masalah??
                      TUHAN : masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental,kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan bukan dari berleha2.
                      AKU : sejujurnya di tengah segala persoalan ini kami tidak tau harus kemana melangkah...
                      TUHAN : jika kamu melihat keluar maka kamu tidak akan tahu kemana harus melangkah. lihatlah ke dalam maka kamu terjaga. melihat keluar,kamu bermimpi. mata memberimu penglihatan, hati memberimu arah.
                      AKU : kadangkala ketidakberhasilan membuat aku menderita, apa yang dapat aku lakukan?
                      TUHAN : keberhasilan adalah ukuran yang dibuat orang lain. kepuasan adalah ukuran yang dibuat oleh dirimu sendiri. mengetahui tujuan perjalanan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kamu sedang berjalan. bekerjalah dengan kompas biarkan org lain berkejaran dengan waktu.
                      AKU : bagaimana bisa tetap termotivasi di saat sulit?
                      TUHAN : selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan.selalu hitung yang harus kamu syukuri jangan hitung yang tidak kamu peroleh.
                      AKU : apa yang menarik dari manusia??
                      TUHAN : jika menderita selalu bertanya:"Mengapa hrs aku??" jika mereka bahagia tidak ada yang pernah bertanya:"Mengapa hrs aku??"
                      AKU : kadang aku bertanya, siapa dan mengapa aku disini??
                      TUHAN : jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin jadi apa km? Berhentilah mencari tau:"Mengapa aq disini?". Ciptakan tujuan itu. hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
                      AKU : bagaimana aku bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?
                      TUHAN : hadapilah masa lalu tanpa penyesalan, peganglah saat ini dgn keyakinan, siapkan masa depan tanpa rasa takut.
                      AKU : seringkali aku merasa doaku tak terjawab..
                      TUHAN : tidak ada doa yang tidak terjawab, seringkali jawabannya adalah TIDAK!
                      AKU : terima kasih Tuhan buat chatting yang indah ini.
                      TUHAN : OK, teguhkan iman dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKU. Hidup itu indah jika kamu tau cara untuk hidup ^^


                      Peace Generation is da Best
                      Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
                      Joy oh joy
                      Of the life adventure I'll find in the next bend of being
                      Since knowledge omnivora have I decided to be  
                       
                      "Aerodynamically a bee can't fly .
                      But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
                      Mary Kay Ash
                      Don't know who she is but worthy word she does has.

                      Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.


                      Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

                    • Uke Antariksaningrum
                      thanks banget buat infonya mbak...tapi syarat yang pertama aja aku dah gak lolos...heeee... klo ada lagi kasih tau yaaa.....klo gak salah ajeng berencana ke
                      Message 10 of 25 , Nov 22, 2007
                      • 0 Attachment
                        thanks banget buat infonya mbak...tapi syarat yang pertama aja aku dah gak lolos...heeee...
                        klo ada lagi kasih tau yaaa.....klo gak salah ajeng berencana ke UN.. (maap jeng, aku beberin...dikit..heee...)

                        o ya, buat mbak2 n mas2 yang dah lama banget gak ktemu....ada referensi tempat menarik yang ada unsur multikulturnya gak? misal Pe-cina-n or Pe-sunda-n or Pe-sumatra-n etc di Jogja gak?
                        Buat acara pisgen selanjutnya....
                        Nuwun sebelumnya.....

                        Salam Peace!
                        [uke]

                        lebah buayawati <aishaza_is_cool@...> wrote:
                        DevJobsIndo@ yahoogroups. com
                        From: "silvia adhi" <silviaadhi@gmail. com>  Add to Address Book  Add Mobile Alert
                        Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups. com. Learn more
                        Date: Tue, 13 Nov 2007 10:16:13 +0700
                        Subject: [DevJobsIndo] UN FAO Yogyakarta Job Vacancies
                            Dear Moderator, titip infokan untuk rekan-rekan berkompeten,
                        terima kasih
                        --
                        Silvia Kusuma Adhi (vivi)
                        Admin and Finance Assistant
                        UN FAO Yogyakarta
                        Dinas Pertanian Yogyakarta
                        Gedung B Sub dinas Peternakan Lt 2
                        Jl. Gondosuli No. 6
                        Office phone: (0274) 586 511
                        *UN FAO Yogyakarta Job Vacancy*
                        FAO-Indonesia supports the earthquake affected family in Yogyakarta and
                        Central Java Province through the livelihood project of the
                        agriculture- based home industry.
                        FAO is seeking four young *National Program Officers for FOOD PROCESSING,
                        PROCUREMENT ON FOOD PROCESSING TOOLS AND EQUIPMENTS, MARKETING AND BUSINESS
                        DEVELOPMENT and TRAINING* as contract staff.
                        * The candidate should have qualifications as follow:*
                        - Have University Degree with relevant discipline related to the
                        respective position, with minimum four years experience
                        - Good command in English
                        - Computer literate
                        - Familiarity with UN work, procedures in rehabilitation assistance
                        and working with grass root communication and related government
                        institutions is an asset
                        - Experience in dealing with community development program; and in
                        working with local government and non government organizations would be
                        essential skills.
                        - Good ability work as a team
                        *Application: *
                        Interested candidates should submit an electronic application letter
                        together with a comprehensive CV, a recent photograph, copies and references
                        to
                        *Administrative Officer of UN-FAO Yogyakarta base Office in
                        silviaadhi@gmail. com*
                        Closing date is 2 weeks after this advertisement date
                        Contract Duration: 5 months from January/February 2008
                        Duty Station: Yogyakarta with travel to other project sub-districts
                        Salary is depend on the experiences and negotiable
                        TUHAN : BUZZ!!
                        TUHAN : kamu memanggilKu?
                        AKU : memanggilmu? Tidak..ini siapa ya?
                        TUHAN : ini TUHAN. Aku mendengar doamu, jadi Aku ingin berbincang2 dengan mu.
                        AKU : ya, aku memang sering berdoa, hanya agar aku merasa lebih baik. tapi sekarang aku sibuk.
                        TUHAN : sedang sibuk apa? semut juga sibuk.
                        AKU : gak tau ya. yang pasti aku tidak punya waktu luang sedikit pun. hidup jadi seperti terburu2. setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
                        TUHAN : benar sekali. aktifitas memberimu kesibukan tapi produktifitas memberimu hasil. aktifitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.
                        AKU : aku mengerti itu, tapi aku tetap tidak dapat menghindarinya. sebenernya aku tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting begini.
                        TUHAN : aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa
                        petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan media yang lebih nyaman untukmu daripada lewat mimpi.
                        AKU : OK. sekarang britau aku mengapa hidup jadi begitu rumit??
                        TUHAN : berhentilah menganalisa hidup, jalani saja. analisalah yang membuatnya jadi rumit.
                        AKU : Tapi mengapa kami tidak pernah senang?
                        TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. kamu merasa khawatir karen akamu menganalisa. merasa khawatir menjadi kebiasaanmu, karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
                        AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian? ??
                        TUHAN : ketidakpastian itu tidak bisadihindari, tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
                        AKU : tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian!
                        TUHAN : rasa sakit itu tidak bisa dihindari, tapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
                        AKU : jika penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu menderita??
                        TUHAN : intan tidak dapat diasah tanpa gesekan, emas tidak dapat dimurnikan tanpa api,dengan pengalaman dan penderitaan hidup orang baik menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
                        AKU : maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
                        TUHAN : ya. dari segala sisi pengalaman adalah guru yang keras. pengalaman memberi ujian dulu baru pemahamannya.
                        AKU : tapi mengapa kami harus melalui semua ujian? mengapa kami tidak dapat bebas dari masalah??
                        TUHAN : masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental,kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan bukan dari berleha2.
                        AKU : sejujurnya di tengah segala persoalan ini kami tidak tau harus kemana melangkah...
                        TUHAN : jika kamu melihat keluar maka kamu tidak akan tahu kemana harus melangkah. lihatlah ke dalam maka kamu terjaga. melihat keluar,kamu bermimpi. mata memberimu penglihatan, hati memberimu arah.
                        AKU : kadangkala ketidakberhasilan membuat aku menderita, apa yang dapat aku lakukan?
                        TUHAN : keberhasilan adalah ukuran yang dibuat orang lain. kepuasan adalah ukuran yang dibuat oleh dirimu sendiri. mengetahui tujuan perjalanan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kamu sedang berjalan. bekerjalah dengan kompas biarkan org lain berkejaran dengan waktu.
                        AKU : bagaimana bisa tetap termotivasi di saat sulit?
                        TUHAN : selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan.selalu hitung yang harus kamu syukuri jangan hitung yang tidak kamu peroleh.
                        AKU : apa yang menarik dari manusia??
                        TUHAN : jika menderita selalu bertanya:"Mengapa hrs aku??" jika mereka bahagia tidak ada yang pernah bertanya:"Mengapa hrs aku??"
                        AKU : kadang aku bertanya, siapa dan mengapa aku disini??
                        TUHAN : jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin jadi apa km? Berhentilah mencari tau:"Mengapa aq disini?". Ciptakan tujuan itu. hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
                        AKU : bagaimana aku bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?
                        TUHAN : hadapilah masa lalu tanpa penyesalan, peganglah saat ini dgn keyakinan, siapkan masa depan tanpa rasa takut.
                        AKU : seringkali aku merasa doaku tak terjawab..
                        TUHAN : tidak ada doa yang tidak terjawab, seringkali jawabannya adalah TIDAK!
                        AKU : terima kasih Tuhan buat chatting yang indah ini.
                        TUHAN : OK, teguhkan iman dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKU. Hidup itu indah jika kamu tau cara untuk hidup ^^


                        Peace Generation is da Best
                        Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
                        Joy oh joy
                        Of the life adventure I'll find in the next bend of being
                        Since knowledge omnivora have I decided to be  
                         
                        "Aerodynamically a bee can't fly .
                        But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
                        Mary Kay Ash
                        Don't know who she is but worthy word she does has.

                        Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.


                        Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.

                      • anti refree
                        hehe jadi ketahuan, tapi memang pengen sih, kalo ada lowongan lagi tolong kasih tahu ya mba terima kasih -ajeng- Uke Antariksaningrum
                        Message 11 of 25 , Nov 24, 2007
                        • 0 Attachment
                          hehe jadi ketahuan, tapi memang pengen sih, kalo ada lowongan lagi tolong kasih tahu ya mba
                          terima kasih
                          -ajeng-

                          Uke Antariksaningrum <ucrit_maniez@...> wrote:
                          thanks banget buat infonya mbak...tapi syarat yang pertama aja aku dah gak lolos...heeee. ..
                          klo ada lagi kasih tau yaaa.....klo gak salah ajeng berencana ke UN.. (maap jeng, aku beberin...dikit. .heee...)

                          o ya, buat mbak2 n mas2 yang dah lama banget gak ktemu....ada referensi tempat menarik yang ada unsur multikulturnya gak? misal Pe-cina-n or Pe-sunda-n or Pe-sumatra-n etc di Jogja gak?
                          Buat acara pisgen selanjutnya. ...
                          Nuwun sebelumnya.. ...

                          Salam Peace!
                          [uke]

                          lebah buayawati <aishaza_is_cool@ yahoo.com> wrote:
                          DevJobsIndo@ yahoogroups. com
                          From: "silvia adhi" <silviaadhi@gmail. com>  Add to Address Book  Add Mobile Alert
                          Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups. com. Learn more
                          Date: Tue, 13 Nov 2007 10:16:13 +0700
                          Subject: [DevJobsIndo] UN FAO Yogyakarta Job Vacancies
                              Dear Moderator, titip infokan untuk rekan-rekan berkompeten,
                          terima kasih
                          --
                          Silvia Kusuma Adhi (vivi)
                          Admin and Finance Assistant
                          UN FAO Yogyakarta
                          Dinas Pertanian Yogyakarta
                          Gedung B Sub dinas Peternakan Lt 2
                          Jl. Gondosuli No. 6
                          Office phone: (0274) 586 511
                          *UN FAO Yogyakarta Job Vacancy*
                          FAO-Indonesia supports the earthquake affected family in Yogyakarta and
                          Central Java Province through the livelihood project of the
                          agriculture- based home industry.
                          FAO is seeking four young *National Program Officers for FOOD PROCESSING,
                          PROCUREMENT ON FOOD PROCESSING TOOLS AND EQUIPMENTS, MARKETING AND BUSINESS
                          DEVELOPMENT and TRAINING* as contract staff.
                          * The candidate should have qualifications as follow:*
                          - Have University Degree with relevant discipline related to the
                          respective position, with minimum four years experience
                          - Good command in English
                          - Computer literate
                          - Familiarity with UN work, procedures in rehabilitation assistance
                          and working with grass root communication and related government
                          institutions is an asset
                          - Experience in dealing with community development program; and in
                          working with local government and non government organizations would be
                          essential skills.
                          - Good ability work as a team
                          *Application: *
                          Interested candidates should submit an electronic application letter
                          together with a comprehensive CV, a recent photograph, copies and references
                          to
                          *Administrative Officer of UN-FAO Yogyakarta base Office in
                          silviaadhi@gmail. com*
                          Closing date is 2 weeks after this advertisement date
                          Contract Duration: 5 months from January/February 2008
                          Duty Station: Yogyakarta with travel to other project sub-districts
                          Salary is depend on the experiences and negotiable
                          TUHAN : BUZZ!!
                          TUHAN : kamu memanggilKu?
                          AKU : memanggilmu? Tidak..ini siapa ya?
                          TUHAN : ini TUHAN. Aku mendengar doamu, jadi Aku ingin berbincang2 dengan mu.
                          AKU : ya, aku memang sering berdoa, hanya agar aku merasa lebih baik. tapi sekarang aku sibuk.
                          TUHAN : sedang sibuk apa? semut juga sibuk.
                          AKU : gak tau ya. yang pasti aku tidak punya waktu luang sedikit pun. hidup jadi seperti terburu2. setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
                          TUHAN : benar sekali. aktifitas memberimu kesibukan tapi produktifitas memberimu hasil. aktifitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.
                          AKU : aku mengerti itu, tapi aku tetap tidak dapat menghindarinya. sebenernya aku tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting begini.
                          TUHAN : aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa
                          petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan media yang lebih nyaman untukmu daripada lewat mimpi.
                          AKU : OK. sekarang britau aku mengapa hidup jadi begitu rumit??
                          TUHAN : berhentilah menganalisa hidup, jalani saja. analisalah yang membuatnya jadi rumit.
                          AKU : Tapi mengapa kami tidak pernah senang?
                          TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. kamu merasa khawatir karen akamu menganalisa. merasa khawatir menjadi kebiasaanmu, karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
                          AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian? ??
                          TUHAN : ketidakpastian itu tidak bisadihindari, tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
                          AKU : tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian!
                          TUHAN : rasa sakit itu tidak bisa dihindari, tapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
                          AKU : jika penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu menderita??
                          TUHAN : intan tidak dapat diasah tanpa gesekan, emas tidak dapat dimurnikan tanpa api,dengan pengalaman dan penderitaan hidup orang baik menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
                          AKU : maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
                          TUHAN : ya. dari segala sisi pengalaman adalah guru yang keras. pengalaman memberi ujian dulu baru pemahamannya.
                          AKU : tapi mengapa kami harus melalui semua ujian? mengapa kami tidak dapat bebas dari masalah??
                          TUHAN : masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental,kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan bukan dari berleha2.
                          AKU : sejujurnya di tengah segala persoalan ini kami tidak tau harus kemana melangkah...
                          TUHAN : jika kamu melihat keluar maka kamu tidak akan tahu kemana harus melangkah. lihatlah ke dalam maka kamu terjaga. melihat keluar,kamu bermimpi. mata memberimu penglihatan, hati memberimu arah.
                          AKU : kadangkala ketidakberhasilan membuat aku menderita, apa yang dapat aku lakukan?
                          TUHAN : keberhasilan adalah ukuran yang dibuat orang lain. kepuasan adalah ukuran yang dibuat oleh dirimu sendiri. mengetahui tujuan perjalanan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kamu sedang berjalan. bekerjalah dengan kompas biarkan org lain berkejaran dengan waktu.
                          AKU : bagaimana bisa tetap termotivasi di saat sulit?
                          TUHAN : selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan.selalu hitung yang harus kamu syukuri jangan hitung yang tidak kamu peroleh.
                          AKU : apa yang menarik dari manusia??
                          TUHAN : jika menderita selalu bertanya:"Mengapa hrs aku??" jika mereka bahagia tidak ada yang pernah bertanya:"Mengapa hrs aku??"
                          AKU : kadang aku bertanya, siapa dan mengapa aku disini??
                          TUHAN : jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin jadi apa km? Berhentilah mencari tau:"Mengapa aq disini?". Ciptakan tujuan itu. hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
                          AKU : bagaimana aku bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?
                          TUHAN : hadapilah masa lalu tanpa penyesalan, peganglah saat ini dgn keyakinan, siapkan masa depan tanpa rasa takut.
                          AKU : seringkali aku merasa doaku tak terjawab..
                          TUHAN : tidak ada doa yang tidak terjawab, seringkali jawabannya adalah TIDAK!
                          AKU : terima kasih Tuhan buat chatting yang indah ini.
                          TUHAN : OK, teguhkan iman dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKU. Hidup itu indah jika kamu tau cara untuk hidup ^^


                          Peace Generation is da Best
                          Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
                          Joy oh joy
                          Of the life adventure I'll find in the next bend of being
                          Since knowledge omnivora have I decided to be  
                           
                          "Aerodynamically a bee can't fly .
                          But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
                          Mary Kay Ash
                          Don't know who she is but worthy word she does has.

                          Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.


                          Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.


                          Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.

                        • lebah buayawati
                          INFO BEASISWA (Full-Funding) INDONESIA ENGLISH LANGUAGE STUDY PROGRAM (IELSP) 1. Apakah IELSP itu? Indonesia English Language Study Program adalah program
                          Message 12 of 25 , Dec 4, 2007
                          • 0 Attachment

                            INFO BEASISWA (Full-Funding)

                            INDONESIA ENGLISH LANGUAGE STUDY PROGRAM (IELSP)

                            1. Apakah IELSP itu?
                                Indonesia English Language Study Program adalah program beasiswa yang menawarkan kesempatan untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris di universitas- universitas di Amerika Serikat selama 8 (delapan) minggu.
                                Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris peserta, khususnya dalam English for Academic Purposes. Selain itu, peserta akan memiliki kesempatan untuk mempelajari secara langsung kebudayaan dan masyarakat Amerika Serikat karena peserta akan mengikuti program immersion dalam kelas internasional dimana mereka akan bergabung dengan peserta lain dari berbagai bangsa dan negara. Dalam program ini, peserta tidak hanya akan belajar Bahasa Inggris, namun juga akan mengikuti berbagai program kultural yang akan memberikan pengalaman yang sangat berharga.

                            2. Siapa yang berhak mendaftar?
                                IELSP terbuka untuk mereka yang berumur 19 – 24 tahun dan masih aktif sebagai mahasiswa S1 minimal tahun ketiga (semester 5 keatas) di perguruan tinggi mana pun di Indonesia dari berbagai jurusan. Pendaftar juga harus memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik yang ditunjukkan dengan nilai TOEFL® baik International TOEFL® atau TOEFL® ITP minimal 470. Peserta terpilih juga harus bersedia untuk meninggalkan kuliah di tanah air selama 8 minggu karena akan mengikuti kursus intensif di Amerika Serikat selama waktu tersebut.

                            3. Apa saja persyaratannya?
                            - berumur 19 – 24 tahun, dan
                            - aktif sebagai mahasiswa S1 minimal tahun ketiga (semester 5 keatas) di perguruan tinggi manapun di seluruh Indonesia (belum menempuh sidang kelulusan)
                            - memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik yang ditunjukkan dengan nilai TOEFL® baik  International TOEFL® atau TOEFL® ITP minimal 470 (bukan Prediction Test)
                            - memiliki prestasi akademik yang baik
                            - aktif dalam berbagai kegiatan atau organisasi
                            - memiliki komitmen penuh untuk segera kembali ke tanah air segera setelah program ini selesai
                            - tidak memiliki pengalaman belajar di Amerika Serikat atau negara lain selain Indonesia
                            - memiliki sifat-sifat: aktif, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri dan berpikiran luas.

                            4. Bagaimana cara mendaftar?
                                Untuk mendaftar, dapat mengambil formulir di kantor Indonesian International Education Foundation (IIEF), Menara Imperium Lt. 28 Suite B, Jl. HR Rasuna Said Kav 1, Jakarta 12980. Formulir juga dapat di-download dari website IIEF di www.iief.or. id. Formulir boleh di fotokopi.

                            5. Dokumen apa saja yang harus disertakan dalam formulir pendaftaran?
                                Pendaftar harus melampirkan dokumen-dokumen berikut dalam formulir pendaftaran yang telah dilengkapi:
                            - 1 (satu) buah pasfoto berwarna ukuran 4x6
                            - 1 (satu) buah fotokopi Kartu Identitas (KTP)
                            - 1 (satu) buah surat keterangan resmi dari universitas bahwa yang bersangkutan masih aktif terdaftar di universitas tersebut
                            - transkrip nilai dari semester 1
                            - 1 (satu) buah fotokopi Ijazah SMA (tidak perlu diterjemahkan)
                            - 1 (satu) buah fotokopi Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SMA (tidak perlu diterjemahkan)
                            - 1 (satu) buah Surat Referensi dari dosen di universitas – menggunakan form khusus yang terlampir dalam Formulir Pendaftaran. Form Referensi yang telah dilengkapi harap dimasukkan kedalam amplop tertutup dan disertakan bersama Formulir Pendaftaran yang telah dilengkapi. Surat Referensi dari Dosen Matakuliah Bahasa Inggris lebih baik.
                            - 1 (satu) buah fotokopi nilai TOEFL® (International TOEFL® atau TOEFL® ITP)

                            6. Formulir ditujukan kemana?
                                Formulir yang telah dilengkapi dan disertai oleh dokumen persyaratan dialamatkan ke:
                            Indonesian International Education Foundation (IIEF)
                            Menara Imperium Lt. 28 Suite B
                            Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Kuningan
                            Jakarta 12980
                            (harap menuliskan IELSP di sudut kiri atas amplop)

                            7. Kapan batas waktu pendaftaran?
                                Untuk Gelombang III, formulir yang telah dilengkapi dan disertai oleh dokumen persyaratan harus diterima oleh IIEF paling lambat tanggal 4 Januari 2008.

                            8. Apakah saya harus sudah memiliki paspor dan visa Amerika Serikat sebelum mendaftar?
                                Seseorang tidak perlu sudah memiliki paspor dan visa Amerika Serikat untuk bisa mendaftar. Jika terpilih, peserta akan diberikan waktu untuk mengurus paspor. Visa Amerika Serikat akan diurus oleh IIEF sebelum keberangkatan. Perhatian: Penerima beasiswa dijadualkan untuk berangkat ke Amerika Serikat pada tanggal bulan Maret 2008. (catatan: keputusan hasil seleksi tidak dapat diganggu gugat)

                            9. Apakah ada biaya tertentu yang harus saya bayar dalam program beasiswa ini?
                            Program ini merupakan beasiswa penuh, dan peserta tidak dipungut biaya apapun. Penerima beasiswa akan ditanggung seluruh biaya kecuali biaya pembuatan paspor.

                            10. Kemana saya harus bertanya untuk mendapatkan informasi?
                            Untuk informasi dapat menghubungi:

                            Indonesian International Education Foundation (IIEF)
                            Menara Imperium Lt. 28 Suite B
                            Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Kuningan Jakarta 12980
                            Telp: 021 – 831 7330,Fax: 021 – 831 7331 (pada jam kerja)
                            Email: scholarship@...


                            Peace Generation is da Best
                            Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
                            Joy oh joy
                            Of the life adventure I'll find in the next bend of being
                            Since knowledge omnivora have I decided to be  
                             
                            "Aerodynamically a bee can't fly .
                            But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
                            Mary Kay Ash
                            Don't know who she is but worthy word she does has.


                            Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
                          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.