Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

workshop film untuk pembelajaran

Expand Messages
  • hani raihana
    maaf kalau cross posting. sila ikut jika tertarik. bukan hanya belajar bikin film, tapi menguak carut marut keberagaman di sekitar kita...dan sapa tau bisa
    Message 1 of 1 , Aug 23, 2007
      maaf kalau cross posting.
      sila ikut jika tertarik. bukan hanya belajar bikin film, tapi menguak carut marut keberagaman di sekitar kita...dan sapa tau bisa bikin film sendiri setelahnya.........
       
       
      Rumah Sinema, Impulse, Etnoreflika
      mempersembahkan :
       
       
      Workshop Film
      Untuk Pembelajaran Multikulturalisme
      (+ Pelatihan dan Pembuatan Intercultural Visual Stories)**
      4-8 September 2007
       
       
      HTM : Rp 100.000,-
      Fasilitas : makan, coffee, workshop kit, computer editing
       
       
      Tempat pendaftaran/pelaksanaan :
      IMPULSE
      Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta – 55281.
      Telp. (0274) 588783 ext. 245
      E-mail : impulse.yogya@...
       
      CP :
      Ranggabumi Nuswantoro
      0856 287 2047
       
       
      ** Untuk pembuatan Intercultural Visual Story, setiap peserta harap menyediakan kamera digital (foto) sendiri
       
       
      Materi workshop:
      -          menonton film
      -          bermain peran (role playing)
      -          diskusi
      -          pelatihan dan pembuatan Intercultural Visual Story
       
      Rincian Kegiatan :
      Hari I / 4 September :
      -          Memahami dan memetakan pemahaman peserta tentang konsep dan isu multikulturalisme di Indonesia
      -          Mengalami perbedaan (dominasi dan subordinasi) dari pengalaman orang lain melalui film
       
      Hari II / 5 September :
      -          Bongkar alur dan struktur
      -          Pengantar konsep dan praktik pembuatan Intercultural Visual Story
       
      Hari III / 6 September:
      -          Praktek pembuatan Intercultural Visual Story
       
      Hari IV / 7 September :
      -          Edit Intercultural Visual Story
       
      Hari V / 8 September :
      -          Penayangan Intercultural Visual Story
      -          Penayangan film bertema multikulturalisme
      -          Diskusi terbuka dengan khalayak umum
       
      Fasilitator / pemateri:
      -          M. Zamzam Fauzanafi, MA (Antropolog Visual, Rumah Sinema)
      -          Gutomo Priyatmini, Dr. Candidate (Impulse)
      -          Gunawan S.Sos, M.Hum. (Antropolog, Etnoreflika)
      -          Widya Utama S.Ant (Penggiat Video Partisipatoris, Etnoreflika)
      -          Impulse’s Fellows
       
       
       
      Latar Belakang
      Hingga saat ini, masih belum banyak kajian atau perbincangan mengenai pertautan film dengan multikulturalisme. Bahkan, istilah multikulturalisme itu sendiri masih simpang siur. Namun, secara umum ‘multikulturalisme’ adalah sebuah istilah yang mengingatkan kita bahwa kita hidup di dalam sebuah masyarakat atau negara yang terjalin dari berbagai kelompok atau suku bangsa yang memiliki perbedaan kebudayaan, bahasa, tingkat ekonomi, kecenderungan politik warna kulit, bahkan preferensi seks (Marks, 2000, Kymlicka 1995, Adian 2002). Akan tetapi, seringkali istilah ini tidak serta merta mengingatkan kita bahwa hubungan antarkelompok atau suku bangsa tersebut tidak selalu simetris; selalu ada dominasi dan sub-ordinasi. Atau, ia sekedar dipahami sebagai alat untuk memberi nama dan pemberian ‘slot’ bagi perbedaan yang pada akhirnya tidak menjadi upaya pemberdayaan bagi kelompok-kelompok yang berbeda tersebut dan malah menjadi upaya penyeragaman perjuangan-perjuangan dari kelompok-kelompok tersebut (Marks, 2000:7).
      Sementara film adalah medium yang mampu menuinjukkan perbedaan, perbandingan-berlawanan, dan lebih jauh dari itu, kekerasan dengan lebih kentara dan kasat mata. Berbeda dengan tulisan  yang mampu mengungkap ekspresi yang abstrak, film dan medium visual lain secara umum menunjukkan detail fisik dari dunia (termasuk manusia di dalamnya). Warna kulit, bentuk, dan gesture tubuh, cara bicara, bentuk pakaian akan secara langsung bisa kita kenali dan bedakan satu sama yang lain melalui tayangan sebuah film. Film mampu mengumbar detail sensoris yang mampu membuat kita ‘terkaget-kaget’ atau ‘menghindar’ ketika kita harus berhadapan dengannya secara langsung (MacDougall 1998:246).
      Dengan demikian, film adalah mediasi yang efektif antar berbagai perbedaan dan kebudayaan. Ia adalah pertemuan dari berbagai penglihatan, pengalaman, dan pengetahuan yang berbeda-beda, terutama dari si pembuat, subjek, dan penonton film. Pertemuan dan pertukaran ini bisa menjadi sumber dari ekspresi dan pengetahuan baru akan perbedaan. Pengetahuan yang bukan berasal dari konsep-konsep dan kategori yang dibuat para ahli, tetapi pengetahuan dari ‘sebuah ekspresi dari pengalaman melalui pengalaman’ (Marleau-Ponty, 1968).
      Namun, bukan berarti pertemuan dan pertukaran tersebut netral secara politis. Akan tetapi mengimplikasikan relasi dinamis antara kebudayaan dominan dengan kebudayaan minoritas atau pertukaran antara kebudayaan-kebudayaan non-dominan (Marks, 2000:6-7). Menonton dan mendiskusikan sebuah film adalah membuka ruang dari berbagai jenis hubungan kebudayaan dan kekuasaan.
      Melalui Workshop Film Untuk Pembelajaran Multikulturalisme ini peserta tidak hanya memahami dan ber-solidaritas atas perbedaan dan keragaman kebudayaan melalui film, akan tetapi membongkar bagaimana perbedaan dan keragaman terjalin dengan proyek negara-bangsa yang salah satu klaim kesahihannya adalah ‘sejarah’, bagaimana mengalami pengalaman hidup dalam perbedaan, dominasi, dan sub-ordinasi, dan bagaimana struktur kekuasaan (ekonomi-politik) ikut menentukan, membentuk, dan memanfaatkan perbedaan dan keragaman di masyarakat.
       
       
       
      Profil Lembaga :
      Rumah Sinema adalah sebuah lembaga non komersial yang memfokuskan diri pada tujuan-tujuan pembangunan institusi sosial-kultural-politik dalam bidang film. Misi kami adalah mewujudkan demokratisasi media audio visual melalui upaya kritis kajian media audio visual dan memfasiltasi serta mendokumentasikan masyarakat bermedia. Misi tersebut kami wujudkan dalam bentuk dokumentasi (film dan foto), penelitian, pelatihan, penerbitan, pemutaran, dan diskusi serta perpustakaan.
      Alamat : Bausasran DN II/594, Yogyakarta
      CP : 08179406904  (Dyna), rumahsinema@...
       
      Institute for Multiculturalism and Pluralism Studies atau IMPULSE adalah lembaga non profit yang bergerak dalam bidang penelitian, konsultasi, advokasi, dan publikasi tentang isu-isu multikulturalisme dan pluralisme di Indonesia. Perspektif multikulturalisme dan pluralisme yang dikembangkan oleh IMPULSE adalah perspektif struktural dalam bingkai agama, ideologi, etnis, kelompok, dan golongan. Bingkai-bingkai tersebut bukan menjadi kajian utama institut ini melainkan struktur yang dibangun oleh agama, ideologi, etnis, kelompok dan golongan untuk kepentingan ekonomi dan kekuasaan.
      Alamat : Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta – 55281.
      CP: 0856 287 2047 (Rangga), impulse.yogya@...
       
       
      Etnoreflika dibentuk sebagai lembaga non-profit yang menggagas dan menafsir kembali etnografi yang selama ini lebih banyak menggunakan media tulisan dengan sikap membuka potensi media visual sebagai vacana komplementernya. Lebih lanjut, Etnoreflika didirikan dengan maksud untuk mencoba dapat menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran kritis masyarakat agar peduli pada perkembangan dan perubahan sosial budaya di lingkungan sekitar. Pengembangan kesadaran kritis ini maksudkan sebagai alat bantu untuk melihat persoalan hidup secara lebih arif, baik dalam tingkat individu maupun kolektif, sehingga dapat melihat apa yang sebelumnya tidak terlihat.
      Alamat : Jl Suryoputran 15A Kraton, Yogyakarta.
      CP: 08164262665 (Gunawan), etnoreflika@...
       


      Pinpoint customers who are looking for what you sell.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.