Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

hajat budaya : T L A T A H B O C A H

Expand Messages
  • Rumah Pelangi
    HARI ANAK. Secara nasional pemerintah menetapkan tanggal 23 Juli sebagai hari anak. Hal tersebut tentu saja sebagai perwujudan peran dalam berkewajiban
    Message 1 of 2 , Jul 30, 2007
    • 0 Attachment
      HARI ANAK. Secara nasional pemerintah menetapkan tanggal 23 Juli
      sebagai hari anak. Hal tersebut tentu saja sebagai perwujudan peran
      dalam berkewajiban melindungi warga negaranya yang masih anak-anak.
      Kenapa tanggal tersebut harus diperingati? Bukankah setiap hari kita
      juga harus mencantumkan anak sebagai bagian dari masyarakat. Tentunya
      maksud penetapan tanggal tersebut adalah supaya gaung ANAK bergema ke
      seluruh penjuru dan selalu mengingatkan kita untuk menyayanginya tidak
      hanya pada hari itu saja. Kalau setiap hari ada Hari Anak yang harus
      diperingati, kasihan dong nanti tidak jadi hal yang istimewa lagi.
      Bagaimana pula anak dalam tataran masyarakat dusun?

      Cobalah main Gowok Pos. Sebuah dusun di Desa Sengi, Kecamatan Dukun,
      Kabupaten Magelang. Dusun ini terletak di lereng Merapi sebelah barat
      daya (apabila pernah ke Gardu Pandang Ketep, tataplah gunung Merapi,
      di pojokan atas depan, ada beberapa dusun, disanalah letaknya) yang
      juga merupakan daerah rawan bencana gunung meletus. Setahun silam
      (April - Mei 2006) perempuan, anak-anak, dan orang-orangtua banyak
      yang diungsikan di Tempat Penampungan Akhir Tanjung, Muntilan karena
      Gunung Merapi menunjukkan tanda-tanda akan meletus.

      Dusun Gowok Pos, secara rutin setiap tahun mengadakan ritual syukuran
      atas berkahNya akan keberadaan, kesejahteraan, serta memanjatkan doa
      agar seluruh dusun selamat. Pada setiap perayaan tersebut selalu
      dimeriahkan dengan berbagai kesenian yang sudah menjadi roh hidupnya.
      Ada 6 kesenian tradisional yang langgeng untuk dusun yang terdiri dari
      465 jiwa tersebut.

      Salah satu diantaranya perayaan adalah Aum (Merti Dusun) yang awalnya
      merupakan tradisi Hindu untuk penghormatan pada Dewa Wisnu, Syiwa, dan
      Brahma. Pada perkembangannya mendapat pengaruh Islam. Aum bagi mereka
      selalu diperingati pada hari Rabu Kliwon pertengahan bulan Rejeb.
      Perayaan ini merupakan perayaan paling besar dibandingkan hari raya
      yang lain. Warga yang merantau pada saat itu pulang. Kerabat dari jauh
      pada hari itu juga berdatangan, demikian pula tetangga dusun
      mengunjungi mereka untuk bersilaturahmi.

      Pada saat Aum (perayaan ini disebut Aum-an) ada beberapa hal
      dilangsungkan. Hari pertama (Selasa Wage) adalah bersih kubur
      dilanjutkan penyembelihan lembu. Beberapa bagian vital dari hewan ini,
      mata, ekor, telapak kaki, dimasukkan sebuah wadah dari bambu dan
      sesepuh dusun berdoa untuk itu kemudian membawanya keliling dusun.
      Pada hari kedua (Rabu Kliwon) masing-masing rumah warga masak menu
      istimewa yang tiada duanya dalam setahun. Begitu tengah hari (selesai
      shalat dhuhur) makanan tersebut sebagian dibawa ke rumah Pak Bayan /
      Kepala Dusun setempat sekaligus berdoa syukur dan minta segala berkah
      untuk hari depan. Saat seperti ini juga saat yang dirasa istimewa bagi
      anak-anak. Para orangtua menyiapkan makanan yang disenangi oleh mereka
      dan ditaruh disajikan khusus pula. Setelah doa-doa selesai, makanan
      dibagikan merata pada semua warga. Kenduri anak-anak untuk anak-anak.

      Malam harinya, kewajiban yang diselenggarakan adalah pagelaran wayang
      kulit dimana lakonnya ditentukan dengan cara khusus pula. Tidak
      sembarangan lakon digelar. Perlu sebuah "perjalanan" tertentu untuk
      mendapatkan lakon setiap tahunnya.

      Tahun ini, Auman diselenggarakan tanggal 31 Juli - 2 Agustus 2007.
      Warga Gowok Pos bersama dengan Rumah Pelangi menggelar sebuah hajat
      budaya bertajuk :

      T L A T A H B O C A H

      hajatan yang ditujukan untuk peningkatan pemahaman seni tradisi bagi
      pendidikan anak. TLATAH BOCAH (bhs. Indonesia: DUNIA ANAK) merupakan
      saatnya anak menunjukkan perannya. Mereka lah yang mendekorasi arena
      pentas dengan bahan-bahan alami yang ada di sekitarnya. Berbagai daun
      dan batang pohon akan terlihat menyemarakkan tata panggung.

      Pada tanggal 1 (Rabu) setelah kenduri selesai, diadakan sarasehan
      "PERAN BUDAYA BAGI PENDIDIKAN ANAK" dimana pembicara terdiri dari:

      1. Sitras Anjilin, Seniman (pimpinan padepokan seni Tjipta Boedaja -
      Tutup Ngisor) seorang seniman seni tradisi di lingkungan Merapi

      2. Susilo Nugroho (pelaku seni Yogyakarta). Beliau selain dikenal
      sebagai salah seorang tokoh sebuah teater terkenal di Yogyakarta dan
      dikenal luas pemirsa televisi akan perannya sebagai tokoh antagonis.

      moderator:

      Ismanto, pematung otodidak dan Kepala Suku Gadhung Mlati dari Merapi.

      Mestinya peristiwa yang menarik ketika mereka bercerita tentang
      pengaruh / peran budaya (lokal) terhadap perkembangan jiwa anak.

      Acara selengkapnya dapat dilihat pada agenda di bawah ini :

      A G E N D A
      H A J A T B U D A Y A
      T L A T A H B O C A H

      H A R I
      J A M
      K E G I A T A N
      L O K A S I

      Senin, 30 Juli '07
      09.00 - selesai
      D E K O R A S I K A M P U N G & A R E N A P E N T A S
      Sepanjang Jalan Menuju Arena Hajat Budaya
      Halaman Rumah Wo Perti
      Halaman Rumah Bapak Prayit


      Selasa, 31 Juli '07
      06.00 - 08.00
      1. B E S R I K M A K A M & T A H L I L Makam Dusun
      2. T A R U B / P E R S I A P A N Dusun
      Pragatan Lembu

      3. P A S A N G S E S A J I Seputar Dusun


      Rabu, 1 Agustus '07

      07.00 - 12.00
      1. S I L A T U R A H M I A N T A R K E R A B A T & W A R G A
      Rumah-rumah Warga

      12.01 - 14.00
      2. K E N D U R I D U S U N
      Rumah Pak Bayan / Kepala Dusun Gowok Pos (Bapak Martono)

      14.01 - 15.00
      3. C A K A L E L E
      Pelataran Rumah Wo Perti
      J a g a d B o c a h M e r a p i
      Ngandong - Ngargomulyo - Dukun

      15.01 - 17.15
      4. P E M B U K A A N & P R O S E S I
      Pelataran Rumah Wo Perti
      Pak Bayan / Kepala Dusun Gowok Pos (
      Bapak Martono )

      15.16 - 17.00
      5. S A R A S E H A N
      Pelataran Rumah Wo Perti
      PERAN BUDAYA DALAM PENDIDIKAN ANAK
      Pembicara :
      1. S I T R A S A N J I L I N
      Pimpinan Padepokan Tjipta Boedaja
      Tutup Ngisor - Sumber - Dukun
      2. S U S I L O N U G R O H O
      Pelaku Seni
      Krapyak - Yogyakarta
      Moderator :
      I S M A N T O
      Pimpinan Teater Gadhung Mlati
      Pematung Batu Merapi
      Ngampel - Sengi - Dukun
      Pembawa Acara :
      Pemuda Gowok Pos & Rumah Pelangi

      20.00 - selesai
      6. W A Y A N G K U L I T
      Rumah Pak Bayan / Kepala Dusun Gowok Pos
      Dalang : Ki Abu Karsono Bapak Martono
      Nglampu - Pucang Anom - Srumbung


      Kamis, 2 Agustus '07

      07.00 - 10.00
      1. P e r s i a p a n

      10.01 - 11.00
      2. T O P E N G I R E N G (Santri Mudho, Soka - Dukun)
      Arena 1, Pelataran Rumah Wo Perti

      11.01 - 12.00
      3. W A R O K B O C A H (Gowok Pos, Sengi - Dukun)
      Arena 2, Pelataran Rumah Pak Prayit

      12.01 - 13.00 I S T I R A H A T

      13.01 - 14.00
      4. D A Y A K G R A S A K (Bangun Budaya, Sumber - DUkun)
      Arena 1, Pelataran Rumah Wo Perti

      14.01 - 15.00
      5. J A T I L A N (Turangga Arga Budaya, Braman - Dukung)
      Arena 2, Pelataran Rumah Pak Prayit

      15.01 - 16.00
      6. T A R I A N (Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Tutup
      Ngisor - Dukun)
      Arena 1, Pelataran Rumah Wo Perti

      16.01 - 17.00
      7. M U S I K R E O G D H O D H O G (Anak Wayang
      Indonesia, Yogyakarta)
      Arena 2, Pelataran Rumah Pak Prayit

      17.01 - 17.15
      8. P E N U T U P A N
      Arena 2, Pelataran Rumah Pak Prayit


      Tertarik untuk datang? Mengapa tidak? Adalah hal mudah untuk mencapai
      tempat itu.

      Dari kota Muntilan 12km ke arah Merapi. Pertama-tama carilah Klenteng
      Muntilan di perempatan Sayangan, kemudian meluncur ke arah Talun
      sejauh 7 km. Setelah melewati Pasar Talun, ambil kiri menuju Gardu
      Pandang Ketep. 1 km dari pasar Talun akan ditemui perempatan pasar
      Soka, ambil yang lurus sejauh 4km sampai menemukan SDN Sengi 2 dan
      Anda akan disambut sebuah hajat budaya yang menakjubkan, tidak akan
      terulang dalam satu tahun ke depan.

      Masih ragu dengan arah tersebut. Kami siapkan pula pemandu untuk
      membimbing perjalanan, yakni: mas Yoko (0856 – 4394 7296)

      Ingin tanya tentang acara sebelum sampai di lokasi, ada mas Rahmat
      (0293 – 55 23 123) yang akan bercerita gagasan hajat budaya TLATAH
      BOCAH.

      Ada juga mas Kundori di 0815 – 6588 030, masih ada pula 0856 – 2863
      883 yang tentu saja dengan senang hati memberikan info yang
      dibutuhkan.

      Pagi ini, teman-teman dari Sitimulyo, Piyungan, Bantul (+-50 km dari
      Gowok Pos) sudah menyerbu Gowok Pos untuk membantu segalanya...

      Sampai ketemu di hajat budaya TLATAH BOCAH...



      --
      hormat kami,


      gunawan julianto
      ---------------------------------------------------------
      RUMAH PELANGI merupakan komunitas nirlaba untuk generasi muda dan
      mempunyai aktifitas sosial budaya serta pengelolaan perpustakaan.

      Kontak : Gunawan Julianto
      telp. : 0818 - 0272 3030


      R U M A H P E L A N G I
      KERAGAMAN MEMPERKAYA NURANI

      Apabila imel yang diterima dirasa mengganggu mohon beritahukan kepada
      kami Rumah Pelangi.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.