Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam

Expand Messages
  • Em Riza Hanafi
    Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan. Mana mungkin
    Message 1 of 2 , Jul 18, 2007
    • 0 Attachment
      Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam

      Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah
      suatu masalah yang perlu kita risaukan.

      "Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta
      bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali
      begitulah Anda berpikir.

      Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC)
      memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya
      sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi
      peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3o C.
      Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun
      2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan
      habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan
      terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di
      seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan
      makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir
      terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga
      akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula
      nyawa manusia.

      Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002,
      suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per
      tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga
      0,87 o C per tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju
      yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia ,
      yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.

      Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan
      Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah
      mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat
      setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan,
      pada tahun 2050 daera-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi,
      Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong,
      Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.

      Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah
      seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam
      kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut
      lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi – termasuk laut di seputar
      Indonesia – terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa
      lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut.
      Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2.000 pulau di
      Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal
      di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula
      asset-asset usaha wisata pantai.

      Peneliti senior dari Center for International Forestry Research
      (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya
      radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas /
      inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah
      kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer
      bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di
      udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi.
      Karena, makin tipis lapisan lapisan teratas atmosfer, makin leluasa
      radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki
      bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah
      menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas
      rumah kaca tadi.

      Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas
      rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak,
      bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil,
      pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara.
      Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone
      (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan
      dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di
      peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk
      kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem
      kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut
      meningkatkan suhu rumah kaca.

      Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim.
      Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah
      memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut
      perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim
      hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari
      normal. Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang
      merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan
      global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak
      adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan
      hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia ,
      melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup
      Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah
      menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah
      kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah
      menjadi permukiman atau
      hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari
      sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi
      hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia
      tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara
      bersih.

      Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas
      planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan,
      termasuk anak-anak kita nanti.

      Cara-cara praktis dan sederhana `mendinginkan' bumi :

      1. Matikan listrik.
      (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan
      standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak.
      Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN
      menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
      2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski
      harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
      3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
      4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC
      menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
      5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
      6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
      7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
      8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik
      ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
      9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
      10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
      11. Say no to plastic.
      Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar.
      Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
      12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar
      mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.
    • lebah buayawati
      Tp bayar 4 jt sih. Bestregards. z Peace Generation is da Best Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah Joy oh joy Of the life adventure I ll find in the
      Message 2 of 2 , Jul 19, 2007
      • 0 Attachment

        Tp bayar 4 jt sih.
         
        Bestregards.
        z


        Peace Generation is da Best
        Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
        Joy oh joy
        Of the life adventure I'll find in the next bend of being
        Since knowledge omnivora have I decided to be  
         
        "Aerodynamically a bee can't fly .
        But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
        Mary Kay Ash
        Don't know who she is but worthy word she does has.


        Luggage? GPS? Comic books?
        Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.