Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Mbales Hani

Expand Messages
  • lebah buayawati
    Sapa tahu ada ide untuk kegiatan selanjutnya ayoo ikut.Terutama buat poerkapers karena apa yg kita dapat di sini sangat berguna entar untuk menyiasati batasan
    Message 1 of 2 , Apr 18 7:09 AM
      Sapa tahu ada ide untuk kegiatan selanjutnya ayoo ikut.Terutama buat poerkapers karena apa yg kita dapat di sini sangat berguna entar untuk menyiasati batasan sikon, peralatan dll yag dihadapi perkap.
       
      Pake rotan ama bambu ama hal2 teknis menarik pokoke lucuu( mata menerawang meikirkan perkapers)
       
      Han yg kau posting itu bikin aku tertarik tp Malam je.Opo ono internet buka jam saikku neng kono?
      Trus nek nyepeda ke sana brapa lama ya?
       
      Kowe ora po?Men iso numpang ki.
      Gyus Mul ayo ke solo hihihihi pengen liat si kakekyg dulu nggawani beras sakkuintal opo yo..
       
      Take care semua
      zz
       
       
      Ya...untuk sebentara, jadual workshop adalah9 aku melu tp nyambi ujian ):
       
      21 Mei - 26 Mei: jam 9 pagi s/d jam 5 sore
      27 Mei: libur
      28 Mei - 2 Juni : jam akan sesuai kebutuhan (bisa pagi sampai malam -- kalau capek, agak siang sampai malam)
      3 Juni: pentas sore hari
      Teman-teman Snuff Puppets dari Melbourne akan kembali untuk lanjutkan People's Puppet Project di Yogya.  Workshop akan berlangsung pada tanggal 21 Mei s/d 2 Juni 2007, lalu hasil workshop akan dipentaskan pada tanggal 3 Juni 2007 dalam salah satu acara FKY 07.    Jeannie Park
          jpark@...
          (0274) 389-425
          08164222679
       
      Mon, 16 Apr 2007 03:25:16 -0700 (PDT)
      From:    "Entang Wiharso" <entangwiharso@...>
      Subject:    Lecture & Workshop Konservasi Karya
      To:    shane_tjia@...

      HTML Attachment [ Scan and Save to Computer | Save to Yahoo! Briefcase ]
      Tertarik Konservasi & Pencegahan Kerusakan Karya Anda?
       
      Dialog | Konservasi Karya bersama Kristin Phillips
      Moderator: Kuss Indarto
      Sabtu, 21 April 2007
      Kamar Seni, Antena Projects, Kalasan*
      Jam: 10.00
      Tebuka untuk umum
       
      Workshop | Konservasi Tekstil & Karya Dua Dimensi
      Kristin Phillips akan berbagi kiat perihal lingkungan musium, penataan display, gudang dan penyimpanan, serta cara mengatasi serangga/hama.
      Senin, 23 April 2007
      Taman Budaya Yogyakarta
      Jam: 9:30-12.00, 13.00-16.00
      Peserta terbatas: Biaya Workshop Rp. 25.000- *
      Pendaftaran berakhir tgl 21 April 2007 , melalui:
      -Antena Projects
      Tel. 0274-7499671, sms 081-22710152, email antenaprojects@...
      -Barbaran Segaragunung
      Tel. 0274-377881, sms 081-75414927, email bsgbts@...
      *untuk mendapat keringanan/bebas biaya, silakan kontak ke Antena Projects.
       
      Kristin Phillips lulus dari University of Canberra, Australia, melalui studi Konservasi Materi Budaya.  Setelah Terhitung 19 tahun bertugas sebagai konservator tekstil, kini ia serang spesialis di Artlab Australia, Adelaide, Australia Selatan; menangani koleksi milik Galeri Seni Australia Selatan, Perpustakaan Provinsi dan Musium Australia Selatan.  Selain merawat kain-kain kuno, Kristin juga giat melatih petugas-petugas musium kecil yang tersebar di Australia Selatan.
       
      ----------
      Program ini diselenggarakan atas kerjasama:
      Antena Projects
      Barbaran Segaragunung
      Taman Budaya Yogyakarta
       
      Penyandang dana:
      Asialink


      hani raihana <raihanahani@...> wrote:
      wiwit mungkin tertarik...atau zizah.....


      Note: forwarded message attached.

      Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
      Check out new cars at Yahoo! Autos.
      To: senthir jogja <senthir@yahoogroups.com>
      From: kusuma rully <rully_0312@...>
      Date: Mon, 16 Apr 2007 18:48:35 -0700 (PDT)
      Subject: [senthir] Fwd: [heritage_community] Fwd: SOLO DANCE FESTIVAL 28-29 april 07

      Note: forwarded message attached.

      ____________ _________ _________ _________ _________ __
      Do You Yahoo!?
      Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
      http://mail. yahoo.com
      To: heritage_community@yahoogroups.com
      From: bali kuna <balikuna@...>
      Date: Sun, 15 Apr 2007 20:00:53 -0700 (PDT)
      Subject: [heritage_community] Fwd: SOLO DANCE FESTIVAL 28-29 april 07

      ____________ ________
      >
      > SOLO DANCE
      > FESTIVAL 2007
      > in/out local genius?
      >
      > Solo, 28-29 April 2007
      > Ide
      >
      > Pertumbuhan kota seperti suatu organisme
      > yang hidup terus-menerus – infrastruktur, ekonomi,
      > sosiologi masyarakatnya, urbanisasi, tradisi
      > keseniannya dan lain-lain. Wajah kota terus berubah
      > mengikuti kehendak masyarakatnya. Kota terus tumbuh
      > dan juga masyarakatnya untuk mencari atau memaknai
      > lagi identitas kotanya. Di sinillah, local genious
      > menjadi penting untuk mengenali kembali akar
      > identitas itu.
      > Dalam konteks tari, local genius pada
      > diri penari bisa juga mengalami perubahan – secara
      > revolusioner hilang ataukah tetap bertahan dan terus
      > tumbuh. Segala kemungkinan bisa terjadi. Local
      > genious pada diri penari mungkin bisa menjadi
      > artefak ataukah justru mengalami pembaharuan dalam
      > tafsir kekinian ataukah menghilang? Seperti nasib
      > bangunan kuno bersejarah – gedung DHC Angkatan ’45,
      > venue festival ini. Gedung bersejarah ini salah satu
      > yang terselamatkan keberadaannya dari pembongkaran
      > di kawasan Beteng, di Jl. Mayor Soenaryo No.4 Solo.
      > Local genius pada diri penari
      > ibaratnya seperti bangunan kuno bersejarah, yang
      > terus-menerus menentukan pilihannya di tengah-tengah
      > pertumbuhan modernisasi masyarakat kota. Dalam Solo
      > Dance Festival 2007 ini, suatu festival penari
      > tunggal dua-tahunan yang diadakan oleh Mataya
      > arts&heritage, ide di atas menjadi rujukan karya
      > peserta SDF 2007 dalam karya koreografinya.
      > Festival diselenggarakan pada tanggal 28 – 29
      > April 2007 di Gedung DHC Angkatan ’45, sekaligus
      > merayakan Hari Tari Dunia 2007 dengan GAMBYONG 1000
      > PENARI pada tanggal 29 April 2007, yang diorganisir
      > oleh PAGUTRI (Paguyuban Tari Surakarta).
      >
      > TUJUAN
      >
      > Mengenali kembali local genius pada diri penari
      > di tengah-tengah pertumbuhan masyarakat kota.
      > Merayakan Hari Tari Dunia 2007, untuk membangun
      > kebersamaan nilai-nilai kemanusian dan universalitas
      > tari sebagai bagian kebudayaan warga dunia di kota
      > Solo.
      >
      > Penampil:
      >
      > 28 April 2007, pk. 19.00
      > Special Opening Dance:
      > Krishna Lin (Taiwan)
      >
      > Ni Kadek Yuli Moure (Solo)
      > S. Pamardi (Solo)
      >
      > 29 April 2007
      > pk. 08.00
      > Gambyong 1.000 Penari
      >
      > pk. 19.00
      > Fitri Setyaningsih (Yogyakarta)
      > Jefriandi Usman (Jakarta)
      > Sen Hea Ha (Korea Selatan)
      >
      > Peserta GAMBYONG 1000 PENARI
      > - Sanggar-sanggar tari anak-anak se-Solo
      > - Sekolah & lembaga tari se-Solo
      > - Kaum perempuan dari lintas disiplin.
      >
      > 28 – 29 April 2007
      > Pameran Fotografi Tari Kuno
      >
      > Dokumentasi Foto: FD. Sukhmana
      > Documentary Movie: Tonny Trimarsanto
      >
      >
      > VENUE
      > Gedung DHC ‘45
      > Jl. Mayor Soenarjo No.4 (Timur Gapura Gladak
      > Kraton Surakarta),
      > Solo
      >
      >
      > H. PELAKSANA PROGRAM
      > MATaYA art &heritage
      > Jl. Slamet Riyadi 275,Gapura Seni Taman Sriwedari
      > Solo-Indonesia
      > Telp/Fax : 0271-717571. E-mail :
      > infomataya@yahoo. com
      > Cp. Heru Prasetya (0816675808, 0271-7501242)
      > Tentang Gedung DHC ‘45
      >
      > Bangunan peninggalan zaman Belanda ini dibangun
      > pada 1876 untuk kepentingan pendidikan dan asrama
      > anak-anak Belanda. Ketika itu, bangunan ini bernama
      > Gedung Brigade Infanteri yang merupakan bangunan
      > yang juga dibangun untuk melengkapi kompleks
      > benteng pertanahan Vastenburg. Saat ini, gedung
      > Brigade Infanteri hanya tinggal satu gedung bernama
      > Gedung DHC ‘45. Sedangkan gedung yang lain sudah
      > menjadi pusat pertokoan.
      > Gedung yang berdiri di Jl. Mayor Soenaryo dengan
      > bentuk arsitektur kolonial Belanda ini pada zaman
      > penjajahan Jepang digunakan tentara Jepang digunakan
      > sebagai markas yang disebut dengan Senkokan (markas
      > tentara Jepang).
      > Pada zaman Proklamasi Kemerdekaan, bangunan seluas
      > kurang lebih 3000m2 ini digunakan untuk panti
      > asuhan. Setelah itu digunakan untuk TKR (Tentara
      > Keamanan Rakyat) yang sekarang bernama TNI (Tentara
      > Nasional Indonesia).
      > Setelah diduduki oleh TKR, gedung ini sempat jatuh
      > ke tangan Belanda kembali hingga akhirnya pada tahun
      > 1949 ditempati kembali oleh TNI selama 39 tahun.
      > Pada tahun 1988, TNI kemudian direlokasi dari
      > gedung ini ke daerah Bekonang yaitu tepatnya di
      > Brigade 6 Kostrad. Kesan monumental tampak dari
      > bangunan berlantai dua ini yang sekarang menjadi
      > markas Dewan Harian Cabang 45 (DHC 45). Meskipun
      > bangunan di lantai dua sudah mulai rapuh karena
      > menggunakan bahan dasar kayu, keunikan dari gedung
      > DHC 45 ini masih terlihat dari bentuknya yang
      > massif, dilengkapi dengan garis-garis (nat-nat)
      > horizontal di bagian atas dinding luar. (Sumber:
      > H.HS.Soemarjono, Wk.Ketua DHC ’45).
      >
      >
      >
      > Gedung DHC’45
      >
      >
      > Tentang
      > Tari Gambyong
      >
      > Pada awalnya adalah penari jalanan yang bernama si
      > Gambyong. Dia hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono
      > IV di Surakarta (1788-1820). Maka terciptalah tari
      > Gambyong.
      > Pada Babad Sala karya RM Sajid (1984) diceritakan,
      > penariitu banyak disukai masyarakat saat itu. Selain
      > tariannya yang indah, orangnya juga cantik jelita.
      > Tak heran, dia terkenal di Surakarta. Begitu
      > terkenalnya dia, hingga terciptalah nama Tari
      > Gambyong. Sejenis tarian pergaulan di masyarakat
      > yang punya ruh kerakyatan. Waktu terus berjalan,
      > tari Gambyong berkembang dalam beberapa varian.
      > Namun pada dasarnya, tari Gambyong mengungkapkan
      > keluwesan, kelembutan, dan kelincahan wanita. Nilai
      > estetis ini terdapat pada keharmonisan dan
      > keselarasan antara gerak dan ritme, khususnya antara
      > gerak dan irama kendhang.
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      > ------------ --------- --------- ---
      > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
      > Check outnew cars at Yahoo! Autos.

      ____________ _________ _________ _________ _________ __
      Do You Yahoo!?
      Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
      http://mail. yahoo.com



      Peace Generation is da Best
      Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
      Joy oh joy
      Of the life adventure I'll find in the next bend of being
      Since knowledge omnivora have I decided to be  
       
      "Aerodynamically a bee can't fly .
      But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
      Mary Kay Ash
      Don't know who she is but worthy word she does has.


      Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
      Check out new cars at Yahoo! Autos.

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.