Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

ai jash won tu sei helo egeyn!!!

Expand Messages
  • phainey phainey
    dear scp n peace generation crew... eghhhmmm.... cm pgn isenkkk.... lg suntuk, so ai ke warnet wae. mumpung ada yg nganter. btw.... kangen nehhh.ko ga ada
    Message 1 of 3 , Oct 16, 2003
    • 0 Attachment
      dear scp 'n peace generation crew...
      eghhhmmm.... cm pgn isenkkk.... lg suntuk, so ai ke warnet wae. mumpung ada yg nganter. btw.... kangen nehhh.ko ga ada kelanjutannya tho... buat mas2 en mbak2nya, yang di wanagama itu tuh katanya modi vcd in..gimana??? tyus,pgn pinjem klisenya... boleh kan??? ada dimana keberadaannya???  but hari minggu buka ga ya PSKP.... ummm,  dah deh sgini ajah. oya buat yg udah ngerasain siaran di swaragama.... slamet deh....
      lam buat semuanya....( kgn lagunya dani!!!ayo ngamen lagi guysss!!! )  keep kompak....
      love....
      peace....
      n' gaul!!!!!!!!
      bye, she_funny_delayota


      Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger
    • setiawan budi
      hai it s me again gini loh, VCD yang di wanagama kemaren udah pada selese semua dan sekarang ada ditangan saya, nah bagi temen-temen yang mau memiliki sendiri
      Message 2 of 3 , Oct 17, 2003
      • 0 Attachment
        hai it's me again
        gini loh, VCD yang di wanagama kemaren udah pada
        selese semua dan sekarang ada ditangan saya, nah bagi
        temen-temen yang mau memiliki sendiri maksudnya
        menggandaain VCD-nya silahkan hubungi "budi", tapi ada
        syaratnya loh, gampang kok tinggal nyetor cd kosong...
        ups sorry, aku lupa bilang kalo VCD nya ada 3 keping,
        2 versi, jadi keping 1 dan 2 itu versi yang
        panjaaaaaang dan laaaaama kira-kira yang 2 jam-an deh,
        trus keping yang ketiga versi yang kepotong-potong
        jadi tinggal 1 jam kurang. Nah sekarang terserah
        teman-teman mo milih yang mana???
        Ada biaya ngga???
        Sebenarnya ada sih buat gandaiin n buat beli cd
        kosong, tapi bakal lebih murah kalo temen-temen beli
        cd sendiri(terserah lebih dari satu juga boleh),
        tinggal biayaa gandain nya doank sekitar Rp 1000-2000,
        murah khan. Selanjutnya dari dana itu sebagian akan
        dialihkan kepada kas PG n bakal digunakan untuk
        memutar dana lagi untuk kegiatan selanjutnya (he..he..
        otak bendahara neh...'habiiis ditunjuk jd asisten
        bendahara sich...ngga papa khan) itung-itung buat amal
        juga.... yup nah seperti itu deh kira-kira...
        kalo kepingin SMS aja budi (masih inget yang namanya
        budi khaan) di 08179419949.....trus kita janjian deh
        mo kencan dimana.
        Untuk anak2 SCP keliatannya bakal ada acara baru lagi
        neh, tapi karena baru dalam konsep dan sebagaian masih
        dalam proses pengerjaaan jadi acaranya belon dapet di
        ekspos keluar... yang sabar yah....

        nah gini aja, aku punya kerjaan alternatif buat
        kalian. masih dalam bidang jurnalistik sih....
        gimana kalo temen-temen bikin pesen perdamaian baik
        yang ditujukan untuk diri sendiri maupun untuk orang
        lain. Dan sebisa mungkin mengajak orang lain yang
        bukan mantan SCP untuk menulis juga. Selain dapet
        mengasah cipta, rasa dan karsa kalian, juga melatih
        kepedulian kalian terhadap orang lain. Pesennya dapat
        berupa apa aja, bisa puisi, pantun, cerpen (tp ga bole
        lebih dari 2 halaman), trus kata-kata mutiara dan lain
        sebagainya.... nah kemudian dikirim ke emailnya Peace
        gen ato ke email nya budi
        (buset_ugm2000@...)....
        dan terus untuk masa depan kalo, benar-benar bagus
        bisa deh kita bikin buku (Chicken soup versi anak
        SCP), dan hasil karya kalian ngga sia-sia... Dengan
        proses marketing, dan grafis yang bagus disertai
        dengan pesan moral yang sangat menyentuh, di harapkan
        sih bisa jadi best seller.........

        Nah Gimana, Kalo tertarik langsung aja kirim ke alamat
        i-mel yang diatas tadi (gampang kok seperti kalian
        mendaftar SCP dulu, tapi bedanya sekarang kalian harus
        mengajak temen2 yang laen sebanyak-banyaknya, dan
        jangan lupa untuk setiap karya yang dikirim, identitas
        pengirim nya harus jelas yah).....

        Dari pada kita berpusing ria menunggu acara dari
        kakak-kakak Peace gen yang tak kunjung tiba, mending
        kita bikin acara sendiri, meski ngga ketemu, tapi
        masih tetap contact khan.........

        Ok thank's, itu hanya sedikit alternatif dari ku, ntar
        kalo besok ada ide lagi langsung kukirimkan deh???
        dan partisipasinya duooonk........

        miss u all

        I Nengah Budi Setiawan


        --- phainey phainey <gw_phainey@...> wrote:
        > dear scp 'n peace generation crew...
        > eghhhmmm.... cm pgn isenkkk.... lg suntuk, so ai ke
        > warnet wae. mumpung ada yg nganter. btw.... kangen
        > nehhh.ko ga ada kelanjutannya tho... buat mas2 en
        > mbak2nya, yang di wanagama itu tuh katanya modi vcd
        > in..gimana??? tyus,pgn pinjem klisenya... boleh
        > kan??? ada dimana keberadaannya??? but hari minggu
        > buka ga ya PSKP.... ummm, dah deh sgini ajah. oya
        > buat yg udah ngerasain siaran di swaragama....
        > slamet deh....
        > lam buat semuanya....( kgn lagunya dani!!!ayo ngamen
        > lagi guysss!!! ) keep kompak....
        > love....
        > peace....
        > n' gaul!!!!!!!!
        > bye, she_funny_delayota
        >
        >
        > ---------------------------------
        > Want to chat instantly with your online friends?�Get
        > the FREE Yahoo!Messenger


        =====
        budi punya gaweee

        __________________________________
        Do you Yahoo!?
        The New Yahoo! Shopping - with improved product search
        http://shopping.yahoo.com
      • manisanjambu
        Subject: [demokratisasi] SOSOK DAN DATA KORUPSI TERBARU 10/02/03 04:15 PM LAKSAMANA, MUSUH KAUM PEKERJA! Please respond to demokratisasi INI DIA SOSOK SI
        Message 3 of 3 , Oct 18, 2003
        • 0 Attachment
          Subject: [demokratisasi] SOSOK
          DAN DATA KORUPSI TERBARU
          10/02/03 04:15 PM LAKSAMANA, MUSUH KAUM PEKERJA!

          Please respond to

          demokratisasi









          INI DIA SOSOK SI PENJUAL ASET BANGSA, LAKSAMANA SUKARDI: MUSUH KAUM
          PEKERJA!!!


          Siapakah sesungguhnya Laksamana Sukardi, pria necis dengan gaya hidup
          kelas atas yang selalu bicara tentang good corporate governance, nasib
          bangsa, pemerintahan yang bersih, tapi, diam-diam justru menjadi
          koruptor
          ganas, agen konglomerat orde baru, antek kekuatan asing, dan
          pengkhianat
          bangsa? Informasi berikut memberikan gambaran utuh tentang siapa
          sesunggguhnya si penjual aset bangsa itu.

          Heboh isu penjualan aset bangsa tak bisa dipisahkan dari sebuah
          sosok 'paling berkuasa' di negeri ini: Laksamana Sukardi, Menteri
          Negara
          (Menneg) BUMN. Di tangan pria parlente kelahiran 1 Oktober 1956 itu,
          aset
          negara sekitar Rp 1.600 triliun yang ada di BUMN dan Badan Penyehatan
          Perbankan Nasional (BPPN) dipertaruhkan.

          Maklum, Laksamana tak hanya dipercaya untuk mengelola BUMN, perusahaan
          negara dengan nilai aset sekitar Rp 800 triliun, melainkan juga BPPN,
          sebuah badan yang dibentuk pemerintah untuk menyehatkan perbankan dan
          merestrukturisasi utang perusahaan agar bisa kembali beroperasi,
          menggerakkan roda ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menyerap
          tenaga kerja.

          Namun, di tangan Laksamana, pengelolaan aset negara tak
          memberikan manfaat yang memadai kepada bangsa dan negara. Di tangan
          mantan
          bankir piaraan sejumlah konglomerat itu, Kementerian BUMN menjadi
          instansi legal yang menjarah aset bangsa untuk keperluan kelompok
          tertentu, lokal maupun asing. Di tangan pria ambisius yang pernah
          dipecat
          Presiden Abdurachman Wahid dari jabatan Menneg Investasi dan
          Pemberdayaan
          BUMN dengan alasan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) itu,
          privitasasi
          BUMN dimencengkan menjadi penjualan aset bangsa dengan harga murah dan
          sarat KKN.

          Karena tabiat Laksamana seperti itulah masyarakat kini
          mengkhawatirkan nasib Pertamina (Perusahaan Pertambangan Minyak dan
          Gas
          Negara) yang sejak 17 September 2003 berstatus PT (Persero). Apalagi
          bersamaan dengan status baru, Laksamana diangkat menjadi preskom
          (presiden
          komisaris) BUMN dengan aset Rp 65 triliun itu.

          Maka, dengan menjadi preskom Pertamina, Laksamana berperan
          ganda, di samping sebagai regulator, dan wakil pemegang saham, juga
          sebagai
          pelaksana atau pemain. Karena saham Pertamina 100 persen dimiliki
          negara,
          maka Menneg BUMN selaku kuasa pemegang saham berkuasa penuh dalam
          mengangkat direksi dan komisaris. Di sinilah, dengan kasat mata
          terlihat
          bahwa Laksamana mengangkat dirinya sendiri menjadi preskom. Tak
          berlebihan
          pendapat yang menyatakan bahwa sesungguhnya Laksamana memimpin
          langsung
          operasi Pertamina.

          Masuknya PT Pertamina dalam lingkup wewenang Menneg BUMN kian
          mencemaskan masyarakat. Apalagi ada rencana bahwa Pertamina hendak
          dipriatisasi. Amboi! Diprivatisasi gaya Laksamana? No way! Membiarkan
          Pertamina diprivatisasi Laksamana sama saja dengan membiarkan
          penjarahan
          secara legal atas satu dari sedikit aset negara yang masih bisa
          diandalkan
          dan dibanggakan bangsa ini.

          Lupakah kita akan heboh penjualan 41,9 persen saham PT
          Indonesia Satelite Corporation (Indosat) Tbk kepada Singapore
          Technologies Telemedia (STT) tahun lalu? Divestasi Indosat hanyalah
          konfirmasi atas praktek KKN yang memang mengalami peningkatan tajam
          selama Laksamana menjabat Menneg BUMN. Dengan alasan untuk mengejar
          target
          APBN, Laksamana mempercepat divestasi saham pemerintah di Indosat.
          Akibatnya, kepemilikan saham pemerintah di perusahaan telekomunikasi
          itu
          tinggal 14 persen. PT Indosat, BUMN yang pada semester pertama 2002
          meraih
          laba bersih Rp 540 miliar, lantas berubah status menjadi PMA.

          Bayangkan, BUMN yang dibangun dengan susah payah oleh bangsa
          Indonesia harus diserahkan kepada asing setelah perusahaan itu meraih
          untung. Pada tahun 2001, laba bersih Indosat mencapai Rp 1,5 triliun.
          Dengan asumsi laba bersih setiap tahun yang diraih Indosat sebesar
          itu dan
          dividen yang dibagikan 50 persen, maka setiap tahun, pemegang saham
          akan
          kebagian sedikitnya Rp 750 miliar.

          Itu semua belum termasuk keuntungan lain yang diberikan Indosat
          sebagai penyedia jasa telekomunikasi di Tanah Air. Kata para pakar,
          dengan
          memiliki mayoritas saham Indosat, asing juga memiliki hak atas
          berbagai
          lisensi yang dimiliki Indosat seperti lisensi SLI (sambungan langsung
          internasional), SLJJ (sambungan langsung jarak jauh) lokal, jasa
          seluler,
          internet, dan VOIP.

          Yang juga sangat memprihatinkan Indonesia sebagai bangsa berdaulat
          adalah
          peluang BUMN Singapura mengontrol berbagai informasi strategis yang
          digunakan untuk keperluan bisnis, pertahanan, dan keamanan kita.
          Karena
          dengan menguasai mayoritas saham di Indosat ?setelah sebelumnya
          memiliki
          mayoritas saham di PT Telkomsel, anak perusahaan PT Telkom yang
          bergerak di
          bisang jasa selular--, BUMN Singapura bisa mengakses seluruh sistem
          informasi di Indonesia.

          Di sini, divestasi saham pemerintah di perusahaan telekomunikasi bukan
          hanya aksi penjualan aset bangsa dengan harga murah, tapi juga
          tindakan
          konyol yang menghancurkan kedaulatan dan harga diri kita sebagai
          bangsa
          besar. Penjualan aset strategis milik negara Indonesia ke negara
          Singapura
          tak pelak merupakan penghinaan kepada Indonesia sebagai negara besar.

          Pengalihan kepemilikan BUMN dari pemerintah Indonesia ke pemerintah
          Singapura bukanlah privatisasi dalam arti yang sesungguhnya. Karena
          saham
          pemerintah Indonesia tidak jatuh ke pihak swasta, melainkan ke
          pemerintah
          suatu negara.

          Divestasi saham pemerintah di Indosat layak digugat kembali karena
          prosesnya tidak tranparan. Mulai terkuak bahwa pembelian saham
          perusahaan
          publik itu tak dilakukan STT, melainkan oleh Indonesia Communications
          Limited (ICL), perusahaan milik STT yang bermarkas di Mauritius.
          Kasus ini
          mengingatkan kita akan kisruh divestasi saham pemerintah di PT Bank
          Centra;
          Asia (BCA) Tbk. Pemenang tender bank rekap itu bukanlah Farallon
          Capital
          Management, melainkan PT Farindo, perusahaan yang antara lain
          dimiliki oleh
          Alaerka Invsetama, anak perusahaan PT Djarum

          Privatisasi Indosat memang sangat kontroversial. Manfaat yang
          diperoleh Indonesia tak ada artinya dibandingkan dengan keuntungan
          yang
          diperoleh Singapura. Dengan pemindahtanganan kepemilikan 41,9 persen
          saham
          pemerintah di Indosat ke STT, maka pemerintah Singapura kini menguasai
          pasar telekomunkasi selular di Indonesia. Karena, selain STT, Temasek
          Holdings, induk perusahaan telekomunikasi pemerintah Singapura juga
          memiliki 35 persen saham PT Telkomsel., anak perusahaan PT Telkom yang
          bergerak di bisnis telepon selular. Penguasaan bisnis telekomunkasi
          Indonesia oleh BUMN Singapura berpotensi menghasilkan perusahaan
          monopolistik yang merugikan kepentingan bangsa dan negara.

          Penjelasan pemerintah bahwa privatisasi Indosat akan meningkatkan
          penerimaan pajak, sulit terwujud. Karena pemilik 41,9 persen saham
          pemerintah di Indosat adalah SCL yang bermarkas di Mauritius. Sudah
          menjadi
          pengetahuan umum bahwa Mauritius adalah surga bagi penggelapan pajak.

          Setelah menjual Indosat, Laksamana menepuk dada, karena target APBN
          2002
          dari penerimaan privatisasi sebesar Rp 6,5 triliun terlampaui. Namun,
          masyarakat Indonesia tak mudah dibodohkan begitu saja. Biaya yang
          dikorbankan bangsa dan negara ini untuk sekadar mendapatkan dana
          jangka
          pendek terlalu besar.

          Di samping itu, masyarakat juga tahu, bahwa upaya percepatan
          privatisasi
          BUMN dan divestasi saham pemerintah di BUMN dan di BPPN tak lepas dari
          interest pribadi dan kelompok untuk mendapatkan fee yang lumayan
          besar,
          yaitu mencapai sekitar 10 persen dari total transaksi.

          Berbagai fakta ini menunjukkan bahwa Laksamana adalah pengkhianat
          bangsa
          dan koruptor kakap di Tanah Air. Privatisasi yang dipropagandakannya
          hanyalah kedok untuk menjarah aset bangsa demi kepentingan kelompok
          tertentu dan ambisi politiknya.

          Kita paham bahwa privatisasi bertujuan untuk meningkatkan kinerja
          BUMN.
          Dengan memperluas kepemilikan saham dan memberikan kesempatan kepada
          swasta untuk ikut memiliki saham BUMN, maka pengelolaan BUMN
          diharapkan
          menjadi lebih transparan, akuntabel, dan efisien. Dengan privatisasi,
          BUMN
          mendapatkan tambahan dana segar untuk memperkuat struktur permodalan
          dan
          mengembangkan usaha.

          Akan tetapi, privatisasi yang dilaksanakan Laksamana adalah divestasi
          atau
          penjualan saham milik pemerintah yang hasilnya tak masuk ke kas
          perusahaan,
          melainkan ke kantung pemerintah untuk menutup defisit APBN. Kuat
          dugaan
          bahwa APBN sengaja dibuat defisit agar ada alasan untuk menjual saham
          pemerintah di BUMN dan aset yang dikuasai BPPN. Padahal, defisit APBN
          terjadi karena utang yang tak dinikmati rakyat.

          Adalah suatu penghinaan kepada seluruh bangsa ini bila Laksamana dan
          para
          pendukungnya menilai bahwa pihak yang menentang privatisasi adalah
          pihak
          yang tak paham konsep privatisasi. Kita justru paham tujuan luhur dari
          privatisasi yang justru di tangan Laksamana diselewengkan dan
          disalahgunakan.

          Dalam bukunya yang berjudul "BUMN, Martabat Bangsa, Korupsi, dan
          Kolusi",
          Laksamana menyatakan bahwa privatisasi adalah cara ampuh dalam
          memberantas
          dan menangkal KKN. Dengan demikian, privatisasi adalah pintu gerbang
          menuju
          sebuah perusahaan yang bebas KKN. Tapi, apa yang terjadi? Di masa
          Laksamana, privatisasi justru menjadi entry point untuk ber-KKN ria.
          Siapakah Laksamana
          Nah, siapakah sesunggguhnya Laksamana Sukardi, pria necis dengan life
          style
          kelas atas yang selalu bicara tentang good corporate governance,
          nasib anak
          bangsa, pemerintahan yang bersih, tapi, diam-diam justru menjadi
          koruptor
          ganas, agen konglomerat orde baru dan antek kekuatan asing? Kata orang
          bijak, untuk mengetahui seseorang, telusurilah masa lalu yang
          bersangkutan
          dan lingkungan di mana dia hidup.

          Setelah menamatkan pendidikan formalnya di Teknil Sipil, ITB tahun
          1979,
          Laksamana berniat menjadi bankir. Oleh sang ayah, Laksamana dikenalkan
          ke sejumlah bankir BUMN. Namun, yang menerimanya adalah Citibank,
          sebuah
          bank asing yang membuka cabang di Jakarta. Di bank asing ini, Laks ?
          begitu
          ia disapa? sempat mendapatkan jabatan sebagai kepala bagian di sebuah
          cabang dengan sebutan vice president. Di Citibank, ada puluhan orang
          yang
          mendapat sebutan vice president.

          Pertemuannya dengan Mochtar Riady membelokkan sejarah Laks.
          Lelaki penggemar olah raga bela diri dan sepak bola itu meninggalkan
          Citibank dan bergabung dengan Mochtar Riady di BCA. Saat Mochtar
          meninggalkan BCA dan menangani Bank Umum Asia, Laks pun memutuskan
          untuk
          tetap bersama pengusaha yang acap dijuluki bankir bertangan dingin
          itu.
          Bank Umum Asia kemudian dimerger dengan Bank Perniagaan Indonesia dan
          berubah nama menjadi PT Lippo Bank.

          Mendapat kepercayaan sebagai Managing Director Lippo Bank, Laks ikut
          mengegolkan go public Lippo Bank dan sejumlah perusahaan Lippo
          lainnya. Apa
          sumbangsih Laks di Lippo? Tugas utama Laks adalah melakukan roadshow
          ke
          sejumlah dana pensiun dan asuransi besar milik pemerintah seperti PT
          Taspen
          dan PT Jamsostek. Dengan bermodalkan kertas, Grup Lippo dengan
          bantuan Laks
          berhasil meraup dana besar dari dana pensiun dan asuransi milik
          pemerintah.

          Setelah dicatatkan di lantai bursa, harga saham perusahaan-perusahaan
          milik
          Lippo turun tajam hingga tinggal seonggok kertas tak bernilai. Nyaris
          semua pemodal menderita rugi besar karena memiliki saham-saham
          perusahaan
          Lippo. Apalagi, Lippo lewat perusahaan sekuritasnya dikenal piawai
          dalam
          aksi goreng-menggoreng saham. Selain Lippo Bank, perusahaan Grup Lippo
          lainnya yang go public, antara lain, Lippo Pacific, Lippo Life yang
          kini
          sudah berubah menjadi AIG Lippo, Multipolar, Lippo Karawaci, Lippo
          Cikarang, Lippo Sekuritas, Lippo e-Net, dan sebagainya.

          Dengan kepiawaiannya membaca perubahan politik, Lippo melepaskan
          Laksamana
          untuk bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), partai
          pimpinan
          Megawati Soekarnoputri yang kemudian berubah nama menjadi PDI-
          Perjuangan
          (PDIP). Adalah Eros Djarot, mantan orang dekat Megawati yang
          memperkenalkan
          Laks kepada orang nomor satu di PDIP. Sesuai latar belakangnya sebagai
          bankir, Laks dipercayakan sebagai bendahara. Orang-orang PDIP tak
          pernah
          menyangka kalau Mochtar Riady memanfaatkan PDIP sebagai kuda troya dan
          sosok harimau berbulu domba dalam kuda troya itu bernama Laksamana
          Sukardi.

          Keputusan Laks meninggalkan jabatan profesional di Lippo untuk
          bergabung
          dengan parpol yang dimarginalkan pemerintahan Soeharto mendapat
          simpati
          luas kalangan profesional dan anak-anak muda. Maka tak sulit bagi Laks
          untuk meraup dana segar dari para profesonal saat itu.

          Pada tahun 1990-an, Laks asdalah idola kaum mudan dan profesonal
          bergaji
          besar di berbagai perusahaan lokal dan asing. "Saya termasuk orang
          yang
          sangat mengidolakan Laks, sehingga saya memutuskan meninggalkan
          Merrill
          Lynch untuk membantu kekuatan politik yang hendak menjatuhkan rezim
          korup,
          Soeharto," kata Dian Wiryawan, mantan dirut PT Danareksa yang akhirnya
          dipecat Laks karena tak bisa diajak berkompromi dalam ber-KKN.

          Semua profesional terkaget-kaget melihat Laks begitu ganas dalam
          melakukan
          KKN. Apalagi Laks tega-teganya membelokkan arah privatisasi menjadi
          aksi
          jual murah aset bangsa. Revrison Baswir, staf pengajar FE UGM
          menyatakan,
          masyarakat Inggris yang dulu mendukung privatisasi, kini mulai kritis.
          Mereka malah membuat sebuah pameo berbunyi, "Privatization is mother
          of
          corrupton". "Nah, itu di negara maju yang sudah cukup bagus penerapan
          good
          corporate governance. Bagaimana dengan masyarakat dan BUMN
          Indonesia?"tanya
          Revrison.

          Di kalangan pengurus PDIP, Laks dikenal sebagai sosok yang terlalu
          elite
          dan figur yang arogan. Ia jarang bergaul dengan kalangan bawah dan
          orang-orang yang tingkat ekonominya pas-pasan serta berkekurangan.
          Laks
          diketahui memiliki kekayaan sangat besar. Memliki rumah di sejumlah
          negara,
          antara lain Singapura dan Australia. Ada yang memperkirakan, kekayaan
          Laks
          sudah melebihi anak-anak Pak Harto.

          Lalu bagaimana kecintaannya terhadap partai? Saat PDIP dalam
          marabahaya,
          Laks meninggalkan teman seperjuangannya. Kasus mencolok terjadi 27
          Juli
          1997. Waktu itu, kantor pusat PDIP dikepung kelompok Suryadi dan
          kelompok
          tak dikenal. Para tokoh PDIP ada di Jakarta dan memberikan dukungan.

          Sedangkan Laks? Oo, ia melarikan diri ke Austrlia dan baru kembali ke
          Indonesia setelah kerusuhan Mei 1998 mereda. Itu sebabnya, oleh
          kalangan
          pengurus PDIP, Laks dinilai sebagai figur yang tak mau berkorban dan
          hanya
          berjuang untuk kepentingan sendiri dan kelompok tertentu yang
          membesarkannya.

          Selama di PDIP, kehidupan Laks tetap dijamin Lippo dan keluarga Sudono
          Salim. Untuk tetap mempertahankan life style-nya yang sudah telanjur
          sangat
          tinggi, Salim memberikannya order sebagai konsultan Salim Group.
          Peluang
          itu dimanfaatkan Laks lewat ReForm Consult. Gaji sopir Laks yang
          dibayar
          Lippo baru dihentikan beberapa bulan setelah Laks diangkat menjadi
          Menneg
          Investasi dan Pemberdayaan BUMN oleh Gus Dur.

          Dengan kondisi seperti itu, bisa dipahami bila Laks diisukan sebagai
          antek
          Lippo dan Salim. Bisa dimengeti pula, bila Laks dengan kewenanganya
          berupaya keras memuluskan divestasi saham pemerintah di BCA dan bank
          rekap
          lainnya seperti Lippo dan BII. Mayoritas saham BCA kini dikuasai PT
          Farindo Investment, perusahaan patungan Farallon Capital Management
          dengan
          PT Alaerka Investama, anak perusahaan PT Djarum. Pada masa lalu, BCA
          menjadi bank yang selalu memberikan kredit besar kepada Djarum. Bisa
          dengan
          mudah dibaca bahwasanya Salim kini sudah kembali menguasai BCA lewat
          anak
          perusahaan Djarum itu.

          Laks juga berjuang mati-matian agar Mochtar Riady bisa kembali
          menguasai saham Lippo Bank. Sekitar 59 persen saham Lippo Bank
          dikuasai
          pemerintah. Kepemilikan keluarga Riady di bank yang direkap dengan
          dana
          pemerintah sebsar Rp 6 triliun ini tinggal 8,11 persen. Meski sekitar
          32,64
          persen lainnya dimiliki publik, kuat dugaan bahwa sebagian besar
          saham Bank
          Lippo milik publik sudah kembali dimiliki keluarga Riady lewat aksi
          goreng-menggoreng saham di lantai bursa. Laks dan keluarga Riady
          bersama
          jaringannya kini mulai membangun opini bahwa pemegang saham lama bank
          rekap boleh kembali membeli sahamnya.

          Laks ternyata tak hanya menjadi antek konglomerat lokal, tapi juga
          antek
          asing. Mantan Ketua BPPN I Putu Gede Ary Suta memberikan kesaksikan
          bahwa
          tatkala BPPN melakukan deal bisnis di Singapura, Laks sebagai pemimpin
          tertinggi BPPN ikut hadir dan menginap di Shangri-La Hotel. Pada saat
          BPPN
          hendak membayar biaya hotel, ternyata, semua akomodasi Laks sudah
          dbayar
          Defence Ministry of Singapore.

          Wah, tokoh yang selalu berapi-api bicara harga diri bangsa ternyata
          menyediakan diri menjadi 'orang bayaran' kekuatan asing. Ulah orang-
          orang
          seperti Laks telah ikut membesarkan Singapura sebagai negara yang
          kuat di
          bidang keuangan, perdagangan, dan sebentar lagi jasa telekomunikasi
          dan
          militer.

          Tak sulit dipahami bila Laks dengan mudahnya meloloskan divestasi
          saham
          Indosat, sehingga Singapura kini menjadi penguasa Indonesia di bidang
          telekomunikasi. Amboy, Indosat yang menjadi kebanggaan perusahaan
          nasional
          kini sudah berstatus menjadi PMA.

          Rakyat Indonesia harus mencermati serius sepak terjang Laksamana.
          Prinsip
          dia bahwa 'Tak perlu memiliki kambing, yang penting bisa memakan
          satenya'
          sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa. Pandangan hidupnya
          bahwa "Tak
          perlu memiliki asal bisa menikmati" cepat atau lambat akan
          menjerumuskan
          bangsa ini ke dalam jurang kehancuran.

          Jika langkah Laks tak segera dihentikan, maka sekali waktu, seluruh
          BUMN
          --yang tidak strategis maupun yang strategis-- dikuasai asing. Semua
          perusahaan bagus yang ada di BPPN akan jatuh ke tangan pemodal asing
          dengan
          harga murah. Dan kita sebagai anak bangsa kelak hanya sebagai
          penonton,
          bahkan kuli di rumah sendiri.

          Bila Anda mencintai bangsa ini dan terpanggil untuk memerangi aksi
          perampokan aset bangsa di bawah komando Laksamana, sebarkan informasi
          ini
          ke teman-teman Anda dan seluruh milis/ jaringan yang anda miliki.
          Selamat
          berjuang!***



          PS :

          Untuk data lebih lanjut, silahkan anda kirim email ke :
          laksamana_watch@y... </group/LAKSAMANA_WATCH/post?postID=TIUq-
          gZkRlJskaPTSbt8tRrU3ErrO8UXpOmSqu7zc6Op0oEH-
          3gox0NgXnX1Wc1A7gtg4t37iJsqCV4Puag7ZcelGg> atau bergabung dengan :
          LAKSAMANA_WATCH@yahoogroups.com </group/LAKSAMANA_WATCH/post?
          postID=nwaKLYdUciaqjSAfArFhq6yGLiyia9wIwgsWKzJH3aJNrCiJoyJsNkpQg-
          rtodHt7d_taWjsrvo8miuFu6Mey4HMbBIYrlY>; untuk berkorespondensi dan
          bertukar
          informasi atau hub kami via HP. +628159924994 (Alexander Azra) karena
          masih
          banyak data lebih lanjut dari sumber yang terpercaya. Mohon maaf atas
          keterbatasan kami saat ini, sehingga kami belum bisa dapat muncul
          secara
          terbuka demi keamanan organisasi dan pribadi kami dari ancaman serta
          teror
          yang sedang dan akan terjadi. Terima kasih.

          ALEXANDER AZRA
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.