Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

1479Coba aja ....

Expand Messages
  • lebah buayawati
    Nov 24, 2006
    • 0 Attachment
      Coba masuk ke www.wartaekonomi.co.id atau semacam itu.di sana ada data penurunan produksi rokok walau tingkat kosumsi rokok cukup tinggi .
      Selain itu di majalah tempo pernah diliput ttg seorang peneliti yang berusaha mengembangkan media sebagai lahan percobaan penyakit sehingga memberi alternatif bagi para pihak yang mendapatkan keuntungan dari tembakau karena tembakau adalah komoditas yang walau membutuhkan persyaratan penanaman tertentu keuntungannya juga dipandang tinggi .
       
      Bisa juga loh dengan menemukan sistem penanaman organik yang memberikan keuntungan tinggis ecara lingkungan dan branding yang eelebihi nanem tembako thok till for produsen rokok
       
      Ini mengingatkan ziza pada perjuangan Evo Morales ( kalau pantas disebut perjuangan karena zz belom menelaah lebih lanjut ) tuk melegalkan daun koka  di mana komoditas ini diarahkan kepada hal yang menguntungkan secara lebih leabar daripada sekadar keuntungan buat Coca Cola dengan argumen saat ini bisa dilakukan produsen narkoba akan kehilangan sumber bahan baku yang cukup besar karena kalo disuruh milih keuntungan tinggi legal yang bermanfaat bagi semua orang dibandingkan keuntungan tinggi yang membunuh orang, petani pasti akan milih yang pertama.
       
      Anggap saja ini PR buat temen2 Agro dan biologi untuk menyebarkan perdamaian dalam arti luas.
       
      Aku soale sebagai teknik sipil nek cawe2 iki ..racukup tenagane.Tapi liat deh entar kalo aku iseng.
       
      Di luar itu ayo temen2 PEacegen menyebarkan semangat hormati hak yang tidak merokok.
      Kalo mo merokok jangan sampaui orang yang tidak merokok menghirup asapnya .
      PEace is a journey not a goal .
       
      Mari buktikan.
      BTW ada info dibawah.
      zz
       
       
      komunitas_merapi@yahoogroups.com
      From: "Richard Susilo" <management@...>  Add to Address Book  Add Mobile Alert 
      Date: Fri, 24 Nov 2006 09:33:14 -0000
      Subject: [:::Komunitas Merapi:::] Dicari Sekretaris Penerbitan Media Jepang
          Dicari Sekretaris Penerbitan Media Jepang
      1. Wanita Indonesia atau Jepang
      2. Minimum Lulusan SLTA
      3. Dapat berbahasa Inggris
      4. Pengalaman tidak diutamakan
      5. Berdomisili di Bali diutamakan
      6. Punya perhatian besar terhadap Jepang
      Kirimkan surat lamaran anda beserta foto terbaru melalui email ke:
      management@suratkab ar.com
      management (ad) suratkabar.com
      Subject: Media Jepang
      Selambatnya 11 Desember 2006


      Lwe <luthfi_we@...> wrote:
      Tuhan Sembilan Senti
      Oleh Taufiq Ismail


      Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
      tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

      Di sawah petani merokok,
      di pabrik pekerja merokok,
      di kantor pegawai merokok,
      di kabinet menteri merokok,
      di reses parlemen anggota DPR merokok,
      di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
      hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
      di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
      di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
      di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
      di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
      Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
      sangat ramah bagi perokok,
      tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
      Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
      di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
      di kampus mahasiswa merokok,
      di ruang kuliah dosen merokok,
      di rapat POMG orang tua murid
      merokok,
      di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
      apakah ada buku tuntunan cara merokok,

      Di angkot Kijang penumpang merokok,
      di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
      orang bertanding merokok,
      di loket penjualan karcis orang merokok,
      di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
      di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
      di andong Yogya kusirnya merokok,
      sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

      Negeri kita ini sungguh nirwana
      kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
      tapi tempat cobaan sangat berat
      bagi orang yang tak merokok,

      Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
      diam-diam menguasai kita,

      Di pasar orang merokok,
      di warung Tegal pengunjung merokok,
      di restoran di toko buku orang merokok,
      di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

      Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
      tak tertahankan asap rokok,
      bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
      menderita di kamar tidur
      ketika melayani para suami yang bau mulut
      dan hidungnya mirip asbak rokok,

      Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
      saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
      tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
      Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
      mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
      kita ketularan penyakitnya.
      Nikotin lebih jahat penularannya
      ketimbang HIV-AIDS,

      Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
      dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
      Bisa ketularan kena,

      Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
      di apotik yang antri obat merokok,
      di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
      di ruang tunggu dokter pasien merokok,
      dan ada juga dokter-dokter merokok,

      Istirahat main tenis orang merokok,
      di pinggir lapangan voli orang merokok,
      menyandang raket badminton orang merokok,
      pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
      panitia pertandingan balap mobil,
      pertandingan bulutangkis,
      turnamen sepakbola
      mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

      Di kamar kecil 12 meter kubik,
      sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
      di dalam lift gedung 15 tingkat
      dengan tak acuh orang goblok merokok,
      di ruang sidang ber-AC penuh,
      dengan cueknya,
      pakai dasi,
      orang-orang goblok merokok,

      Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
      sangat ramah bagi orang perokok,
      tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
      bagi orang yang tak merokok,

      Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
      diam-diam menguasai kita,

      Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
      duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
      kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
      Mereka ulama ahli hisap.
      Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
      Bukan ahli hisab ilmu falak,
      tapi ahli hisap rokok.
      Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
      terselip berhala-berhala kecil,
      sembilan senti panjangnya,
      putih warnanya,
      ke mana-mana dibawa dengan setia,
      satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

      Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
      tampak kebanyakan mereka
      memegang rokok dengan tangan kanan,
      cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
      Inikah gerangan pertanda
      yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
      dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

      Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
      Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
      Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
      Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
      Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
      Kalau tak tahan,
      Di luar itu sajalah merokok.
      Laa taqtuluu anfusakum.

      Min fadhlik, ya ustadz.
      25 penyakit ada dalam khamr.
      Khamr diharamkan.
      15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
      Daging khinzir diharamkan.
      4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
      Patutnya rokok diapakan?

      Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
      Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
      Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
      karena pada zaman Rasulullah dahulu,
      sudah ada alkohol,
      sudah ada babi,
      tapi belum ada rokok.

      Jadi ini PR untuk para ulama.
      Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
      Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
      jangan,

      Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
      Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
      yaitu ujung rokok mereka.
      Kini mereka berfikir.
      Biarkan mereka berfikir.
      Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
      dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

      Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
      sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
      Korban penyakit rokok
      lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
      lebih gawat ketimbang bencana banjir,
      gempa bumi dan longsor,
      cuma setingkat di bawah korban narkoba,

      Pada saat sajak ini dibacakan,
      berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
      jutaan jumlahnya,
      bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
      dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
      diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

      Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
      tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
      karena orang akan khusyuk dan fana
      dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
      dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

      Rabbana,
      beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

      --
      Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com



      Peace Generation is da Best
      Vokoke Perkapers will alwyyzz be blessed lah
      Joy oh joy
      Of the life adventure I'll find in the next bend of being
      Since knowledge omnivora have I decided to be  
       
      "Aerodynamically a bee can't fly .
      But since a bee don't know the law of aerodynamics , a bee fly."
      Mary Kay Ash
      Don't know who she is but worthy word she does has.

      __________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
      http://mail.yahoo.com

    • Show all 8 messages in this topic