Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

M. AL QUBRA: ROKHMAWAN MENGELABUI PEMIKIRAN ORANG-ORANG AWAM

Expand Messages
  • Ahmad Sudirman
    http://www.dataphone.se/~ahmad ahmad@dataphone.se ahmad.swaramuslim.net Sandnes, 4 September 2004 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr wbr.
    Message 1 of 1 , Sep 4, 2004
    • 0 Attachment
      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...
      ahmad.swaramuslim.net

      Sandnes, 4 September 2004

      Bismillaahirrahmaanirrahiim.
      Assalamu'alaikum wr wbr.


      ROKHMAWAN MENGELABUI PEMIKIRAN ORANG-ORANG AWAM
      Muhammad Al Qubra
      Sandnes - NORWEGIA.


      KELIHATAN JELAS ITU ROKHMAWAN MENGELABUI PEMIKIRAN ORANG-ORANG AWAM

      Makin banyak "hikayat musang" yang dipaparkan Rohkmawan dan Sumitro plus
      Mazda, makin jelas bagi orang-orang dalam wilayah thaghut hindunesia jawa
      dhalim dan munafiq untuk memahami bahwa semua orang-orang yang bersekongkol
      dalam system tersebut kafir menurut Allah sendiri, bukan menurut manusia
      sebagaimana yang dituduhkan Rohkmawan cs.

      Justru itulah sebahagian mereka yakin untuk menjadi golput (menghindarkan
      diri agar tidak terlibat dalam ke dhaliman thaghut hindu tersebut, agar
      terlepas dari azab Allah yang sangat sengsara kelak.

      Apa yang kita saksikan di mimbar ini sekarang sepertinya pertarungan Ilmu.
      Masing-masing sepertinya menonjolkan diri bahwa sayalah yang lebih banyak
      ilmu. Namun anehnya ketika berhadapan dengan wilayah aqidah mereka
      takberdaya. Artinya mereka termasuk orang-orang yang bersekongkol dalam
      membela pemimpin dhalim. Bukankah disini nyata seka li berbeda tempat
      berpijak mereka dengan orang-orang yang benar-benar beriman yang senantiasa
      mengikuti Rasulullah bersatupadu untuk membela kaum dhuafa ?(QS,7:157).

      Lalu apa artinya mereka (baca Rohkmawan dan orang-orang semacamnya)
      membangga-banggakan ilmu sampai-sampai mengatakan "saya, kami dan orang yang
      berilmu" sementara Aqidah mereka sesungguhnya telah terkontaminasi dengan
      ide Snough Houghrounye, seorang orientalis Belanda yang berhasil mensirnakan
      Idiologi orang-orang di kepulauan Melanesia sehingga kendatipun mereka
      berilmu dimata orang-orang awam namun sebenarnya ilmu mereka itu adalah
      "hikayat musang" pakai istilah Husaini Daud.

      Rohkmawan sama persis seperti anak-anak yang senantiasa memuji orang tuanya,
      namun ketika orang tuanya menyuruhnya untuk mengerjakan sesuatu, tidak
      dipatuhinya. Rohkmawan senantiasa memaparkan Hadist, namun dia menempatkan
      diri pada posisi yang berlawanan dengan Rasulullah sendiri.

      Kalau kita mau berafala ta`kilun dan berafala yatazak karun, itu Malaikat
      yang diciptakan dari api lalu di foniskan Allah sebagai Kafir disebabkan
      membangkang perintahNya, apa yang tidak di ketahuinya? Bukankah machluk
      tersebut juga sangat pintar ? Tapi apalah artinya kepintaran itu kalau tidak
      berbuat sebagaimana perintah Allah. Bukankah dipintu gerbang ilmu tertulis
      dengan jelas: "Dilarang masuk orang-orang yang tidak beriman"(QS.56:79)

      Rohkmawan ! Tidak ada artinya ilmu kalian sebab kalian termasuk orang-orang
      yang tidak beriman. Kalian adalah kafir yang mengaku Islam. Dengan cara
      pengakuan demikianlah kalian dapat mengelabui pikiran orang-orang awam.
      Justru itu kalian dinamakan munafiq. Apa yang kukatakan ini dapat
      kupertanggung-jawabkan kepada Allah, bukan sekedar cuap-cuap macam kamu
      berjingkrak-jingkrak melawan Ustaz Ahmad Sudirman.

      Saya berani ber-mubahalah dengan kalian, sebagaimana tersebut dalam surat
      Ali 'Imran, QS 3: 61, mari kita sama-sama memintakan kepada Allah agar
      mendapatkan kutukan-Nya langsung andaikata kita berada dalam golongan yang
      bathil. Orang orang tipe anda tak layak berada di mimbar bebas ini. Lazimnya
      dua tiga kali sudah cukup, namun kalian ini benar benar menyebalkan.
      Tidakkah kamu berfikir kenapa Rasul sendiri mengajak untuk bermubahalah.
      Apakah tidak cukup logika ? Kapan se lesai kita berdebat dengan syaithan
      yang berani mempelintirkan ayat-ayat Allah ?

      Perdebatan seperti itu menambah kesesatan bagi kalian sendiri. Coba kalian
      renungkan semenjak dari pertama sekali berdebat. Bukankah Rohkmawan, Mazda
      dan lain-lainnya padamulanya dengan sopan sekali sepertinya bertanya pada
      Ustaz Ahmad Sudirman ? Lalu setelah Ustaz memberikan penjelasanya, kalian
      memakinya sebab tidak sesuai dengan nafsu syaithan kalian malah memanggil
      kepada Ustaz dengan panggilan "Ahlul ahwa dan ahlul bid-ah" yang menunjuk
      kan justru kalianlah yang frustasi.

      Bukankah kalau kita termasuk orang-orang yang beriman tidak dibenarkan
      memanggil dengan panggilan yang menyakitkan kepada kepada saudara kita
      seiman dan seagama? Bukankah kalau kita menga ku sebagai orang-orang yang
      beriman "haq" memanggil kepada siapapun menurut apa yang dipanggilkan Allah.
      Tidakkah kamu Rohkmawan mau diam sekejap untuk merenungkan andaikata menurut
      Allah bahwa Ustaz Ahmad Sudirman bukan Ahlul ahwa atau ahlul bid-ah?

      Apakah argumentasi kamu itu tepat untuk panggilan yang demikian ? Bukankah
      justru tervonis ke kamu sendiri sebagai Ahlul ahwa dan ahlul bid-ah kalau
      ternyata Ustaz tidak termasuk dalam golongan yang kamu sebutkan itu?

      Dan disinilah terbukti bahwa sesungguhnya kalianlah yang termasuk dalam
      golongan Munafiq. Justru orang-orang munafiqlah yang paling benci kepada
      orang-orang seperti Ustaz Ahmad Sudirman.

      Sebab melalui tulisannya di mimbar bebas ini terbuka kedok orang-orang yang
      bersekongkol dalam system Thaghut Hindunesia Jawa Dhalim sebagai Penjajah
      terhadap negeri Papua. Maluku, Acheh-Sumatra dan lain-lain nya.

      Kendatipun saya juga tidak menafikan bahwa adanya tulisan-tulisan orang lain
      yang saling menguatkan. Sementar Rohkmawan dan Sumitro cs adalah bal-am
      kelas terinya Hindunesia Jawa, mempertahankan mati-matian dengan menampilkan
      hadist-hadist yang meragukan pemahamannya bagi orang-orang awam.

      Bagaimana mungkin Hadist dapat berlawanan dengan ayat-ayat Al Qur-an,
      kecuali Hadist Palsu atau keliru memahami hadist tersebut.

      Kalau kita ber afala ta`qilun dan afala yatazakkarun, kita akan menemukan
      kebenaran ini. Bukankah semua kitab yang diturunkan Allah telah dipalsukan
      kecuali kitab Al Qur-an?

      Bukankah kitab-kitab itu dipalsukan agar sesuai dengan nafsu mereka
      sebagaimana Rohkmawan cs mempelintirkan ayat-ayat Allah surah Al Maidah ayat
      44, 45 dan 47 yang memvoniskan kepada orang-orang yang tidak menghukum
      dengan hukum yang diturunkan Allah sebagai kafir ?

      Bukankah Tujuan Rohkmawan agar mereka yang bersekongkol dalam system Thaghut
      Hindunesia Jawa Dhalim dalam menjajah Acheh, Papua, Maluku dan lain-lain
      tidak disebut kafir ? Bagaimana mungkin penjajah dapat digolongkan sebagai
      orang Islam ?

      Justru itulah rohkmawan cs melawan Ustaz mati-matian sampai memberikan
      gelaran yang demikian kepada Ustaz agar orang awam dapat terkecoh.

      Nah kalau kitab yang berasal dari Allah saja dapat dipalsukan, bagaima na
      mungkin Kitab-kitab yang lain termasuk kitab hadist takdapat dipalsu kan.

      Makanya kita harus benar-benar selectif terhadap hadist-hadist yang dapat
      mengaburkan a yat-ayat Allah. Kalau Rohkmawan mengatakan Hadist sahih
      setaraf dengan Al Qur'an, bukankah dengan demikian akal liciknya dia untuk
      berpedoman pada hadist saat terdapat perbedaan Antara Ayat-ayat Allah dengan
      Hadist yang diyakini nya hadist sahih ? Justru itulah tidak akan
      putus-putusnya kita berdebad kalau berpegang teguh pada Hadist.

      Sebaliknya kita"haq" berpegang teguh pada kitab Al Qur'an sedangkan hadist
      kita butuhkan ketika kita berhadapan dengan ayat-ayat mutasyabihat.
      Sementara rohkmawan mempelintirkan ayat-ayat muhkamat sebagai ayat-ayat
      mutasyabihat dengan cara demikianlah dia dapat membela kaum yang dhalim
      (penjajah hindunesia jawa) dalam menjajah bangsa papua, maluku dan
      acheh-sumatra.

      Andaikata kita enggan mengatakan kafir kepada orang-orang yang dinyatakan
      Allah sebagai kafir (baca orang-orang yang bersekongkol dalam thagut
      hindu-jawa dhalim), justru kitalah yang kafir (hadist).

      Kalau Rasulullah mengatakan bahwa kita tidak boleh mengkafir kan seseorang.
      Bagi orang-orang yang sempurna fikirannya memahami betul bahwa kita juga
      tidak boleh mengislamkan seseorang kalau Allah sendiri telah menyatakan
      kafir.

      Jadi disinilah gunanya kita diberikan fikiran oleh Allah agar dapat
      mengambil kesimpulan yang tepat mana kala berhadapan dengan realita yang
      rumit. Untuk lebih jelas mari kita simak alinia berikut ini:

      Berdasarkan afala ta`qilun dan afala yatazakkarun, manusia didunia ini
      diklasifikasikan kepada 4 katagori:
      1. klasifikasi orang-orang yang islam disisi Allah, islam disisi manusia.
      2. klasifikasi orang-orang yang islam disisi Allah, kafir disisi manusia.
      3. klasifikasi orang-orang yang kafir disisi Allah, kafir disisi manusia.
      4. klasifikasi orang-orang yang kafir disisi Allah, islam disisi manusia.

      Manusia pada point nomor satu memiliki pandangan yang sama dengan Allah
      adalah islam, lalu menyatakan kepada orang-orang dalam klafisikasi tersebut
      islam. Manusia pada point nomor dua adalah kafir, memiliki pandangan yang
      bertolak belakang dengan Allah sendiri, lalu menyatakan kafir kepada
      orang-orang yang Allah nyatakan islam. Manusia pada point nomor tiga yang
      memiliki pandangan yang sama dengan Allah adalah islam, mereka mampu melihat
      keka firan orang-orang dalam klasifikasi kafir kendatipun manyak orang
      sekelilingnya mengatakan bahwa orang-orang dalam klasifikasi tersebut Islam.
      Yang terachir adalah manusia yang berbeda pandangan dengan Allah beraninya
      mengatakan islam kepada orang-orang yang dinyatakan Allah kafir.

      Rohkmawan termasuk dalam golongan manusia dalam point nomor dua dan yang
      terachir, tidak mengatakan sebagaimana yang Allah katakan, tidak mengatakan
      kafir kepada orang-orang yang Allah katakan kafir dan tidak mengatakan islam
      kepada orang yang Allah katakan islam.

      Dengan menggunakan bahasa geometri ini saya mampu menjelasakan bahwa
      orang-orang yang bersekongkol dalah system thaghut panca sila hindunesia
      jawa dhalim adalah kafir kecuali yang bertaqiah. saya vmenggunakan bahasa
      geometri ini berdasarkan firman Allah yang senantiasa berulan-ulang dalam Al
      Qur-an: "afala ta`qilun dan afala yatazakkaraun"

      Andaikata kita analisa kenapa Rohkmawan cs tidak setuju kalau orang-orang
      yang bersekongkol dalam system thaghut hindunesia jawa dhalim dan munafiq
      disebut kafir.

      Pertama, ilmu wahabiyin sesat sudah terlanjur memasuki wilayah otaknya. Ilmu
      ini sangat berbahaya bagi kemanusiaan sebagaimana ilmu snough houghronye
      yang dapat menghentikan sebahagian orang-orang acheh yang berperang mela wan
      penjajahan belanda.

      Sekarang ilmu tersebut sudah diwarisi sontoloyo-sontoloyo jawa untuk
      menggempur idiologi orang-orang acheh jaman sekarang, namun tidak berdaya
      sebagaimana dikatakan ustaz Ahmad Sudirman. Bagi orang-orang acheh sekarang
      ini ternyata kemantapan idiologi yang di gembleng Teungku Hasan Muhammad di
      Tiro memang terbukti. Kendatipun Rohkmawan dan Sumitro cs mengatakan kepada
      beliau dan kami orang-orang acheh sebagai teroris. Maklumlah kalau syaithan
      tidak pernah menghormati manusia dan manusiapun tidak pernah menghormato
      syaithan ke cuali manusia seperti Rohkmawan dan Sumitro cs.

      Berbicara masalah teroris Sumitro asal cuap, yang bicara itu memang kamu
      atau cacing yang terdapat dalam perutkamu. Bagaimana kalau kami buktikan
      ternyata kalian yang termasuk teroris.

      Bukankah kalian sudah kesekian kali meludah ke atas diri sendiri? Ajaklah
      pemimpin dhalim kalian untuk sama-sama kita buktikan di meja hijau
      internasional, kamikah yang teroris atau kalian yang bersekongkol dalam
      system thaghut hindunesia jawa dhalim dan munafiq.

      Kedua, sudah begitu banyak Rohkmawan cs membela pemimpin dhalim dengan
      menggunakan "hikayat musangnya" yang memiliki kesamaan dengan hikayat
      musangnya Gus Dur sosok yang mengetawain orang, bagaimana mungkin dia menga
      takan "assalamualaikum" sebagai kebudayaan arab, lalu menawarkan agar
      menggunakan salam madein hindunesia dha lim. (QS.2:7).

      Ketiga, bagaimana mungkin dia meyakini bahwa Sukarno, Suharto, Gus Dur dan
      Megawati serta orang-orang yang berse kongkol dengan mereka kafir, bukankah
      dengan demikian berarti dia telah mengakui dirinya sendiri juga kafir. Bukan
      kah orang kafir yang mengaku diri sebagai islam disebut munafiq ? Jadi
      secara syar'i Rohkmawan adalah munafiq na mun secara filosofis dia adalah
      kafir.

      Keempat, golongan wahabiyin sesat tersebut tidak mampu memahami bahwa islam
      itu terdiri dari dua dimensi, yaitu dimensi ritual (hablum minallah) dan
      diumensi sosial (hablum minannas).

      Kesalahannya berpunca pada ketidak mampuannya memahami surah Az-Zariat ayat
      56 yang merupakan sebagai "tujuan hidup" Mereka keliru dalam menafsirkannya.
      Agar lebih jelas mari kita teliti apa yang dikatakan Allah dalam hal tujuan
      hidup : "Wamaa khalaqtul Jinna wal Insa illaa liya`buduuni" (Q.S. 51:56).
      Yang artinya: Tidaklah Kujadi kan Jin dan Manusia kecuali untuk tunduk patuh
      kepada Ku. Mereka keliru dalam menafsirkan arti dari "liya`buduuni" yaitu
      "untuk menyem bah Ku".

      Akibatnya mereka memfocuskan hidup ini pada "Sembahyang" semata-mata. Memang
      demikianlah pemahaman Rohkmawan tentang ayat tersebut bahwa tujuan hidup di
      dunia ini adalah untuk menyembah Nya, sehingga jelas kita lihat dalam
      sepakterjangnya yaitu ibadah ritual semata-mata tanpa mempedulikan rintihan
      kaum dhuafa yang didha limi Sukarno, Suharto, Gus Dur, Megawati dan
      orang-orang yang bersekongkol dengan mereka.

      Padahal ketepatan kita untuk memfungsikan diri sebagai pembebas kaum dhu-afa
      lah yang dapat membebaskan diri dari api neraka. Bagaimana mungkin kita
      mengatakan bahwa kita pengikut Rasul sementara kerja Rasul membela kaum
      dhuafa tak pernah kita contohi malah masuk dalam kelompok yang mendhalimi
      kaum dhuafa itu sendiri (baca Rohkmawancs)

      AFALA TA`QILUN, AFALA YATAZAKKARUN

      Pengamat yang mulia ! Allah senantiasa mengulang kalimatNya: "Afala ta`qilun
      dan afala yatazakkaraun". Disini jelas sekali bahwa Allah me nyuruh kita
      untuk berfikir dengan intelek yang sudah difasilitasiNya ke pada kita agar
      kita dapat mengambil petunjuk yang benar dalam menga rungi hidup ini agar
      terselamat dari azabNya. Andaikata kita tidak mau berfikir kita akan menjadi
      binatang bahkan lebih sesat dari binatang (QS.........) Kalau binatang tidak
      tau mana yang baik dan mana yang buruk pantas, sebab dia tidak
      difasilitasiNya dengan alat fikir.

      Diantara hal yang perlu kita fikir dan analisa adalah mengapa sepertinya
      tidak pernah muncul lagi Negara yang menggunakan petunjuk Allah dijaman kita
      ini sebagai undang-undangnya, bahkan dalam kurun waktu yang demikian lama,
      sementar menurut sensus dunia bahwa orang Islam sudah bertambah banyak. Apa
      masalahnya. Bukankan diantara sebab-sebabnya ketidak yakinan mereka terhadap
      suarah Al Maida ayat 44,45 dan 47 ? Bukankah ayat-ayat tersebut sebagai
      indikasi untuk mendirikan system Allah? Bagaimana mungkin kita memberlakukan
      hukum Allah kepada rakyat didalam system thaghut yang anti hukum Allah.
      Bukankah kita akan mengalami konyol

      Sebagaimana yang dialami Ja'far Umar Thalib di Ambon dengan merajam muridnya
      yang bersalah dalam system thaghut hindunesia jawa ? Justru itulah kita
      diperintahkan untuk memperjuangkan wilayah de-facto dan de-yure-nya lebih
      dahulu.

      Betapa anehnya Rokhmawan cs yang katanya berdakwah dalam system thaghut
      hindunesia jawa dhalim, mungkinkah? Kalau berdakwah sekedar memakai jilbab
      okelah kata mister Suharto, Gus Dur dan Megawati, tapi jangan coba-coba
      mengatakan bahwa pancasila itu sesat. Jangan coba-coba mengatakan bahwa
      pancasila itu berasal dari bahasa sangskerta/bahasa hindu. Panca=lima, yang
      hanya berarti limasila. Jangan coba-coba mengatakan bahwa "Ketuhanan Yang
      (Hiyang) Maha Esa berarti tuhan brahmana, wisynu dan syiwa. Jangan coba-coba
      mengatakan bahwa pengertian ketuhanan yang tertera pada sila pertama relatif
      (tidak pasti), menurut orang hindu seperti yang saya sebutkan diatas,
      menurut nasara itu adalah Yesus (tuhanmaesa) sedangkan menurut orang Islam
      palsu itu adalah aqidah mereka. Betapa konyolnya aqidah boleh kongsi-kongsi.

      Itulah yang namanya hindunesia yang kata orang berarti orang-orang hindu
      bermazhab "wayang", hindu=hindunesia yang orang malaysia kata "endon atau
      hendon yaitu nama isteri Abu Sofyan yang tega mengunyah hati Saidina Hamzah
      dalam peperangn uhud. betapa bangganya.

      Billahi fi sabililhaq

      Muhammad Al Qubra

      acheh_karbala@...
      Sandnes, Norwegia.
      ----------

      _________________________________________________________________
      Hitta rätt på nätet med MSN Sök http://search.msn.se/
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.