Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

ARNA: MEMPERPANJANG DM MENDIDIK TNI/POLRI MENJADI KRIMINAL

Expand Messages
  • Ahmad Sudirman
    http://www.dataphone.se/~ahmad ahmad@dataphone.se ahmad.swaramuslim.net Batavia, 1 Mei 2004 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr wbr. MEMPERPANJANG
    Message 1 of 1 , May 1 2:51 PM
      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...
      ahmad.swaramuslim.net

      Batavia, 1 Mei 2004

      Bismillaahirrahmaanirrahiim.
      Assalamu'alaikum wr wbr.


      MEMPERPANJANG DM MENDIDIK TNI/POLRI MENJADI KRIMINAL
      Arna, Robert Liu
      Batavia - INDONESIA.


      JELAS ITU MEMPERPANJANG DM MENDIDIK TNI/POLRI MENJADI KRIMINAL

      Kekerasan yang dilakukan TNI atau Polri merebak di seluruh Nusantara. Tidak
      jarang kita mendengar bahwa anggota TNI menembak orang, memerkosa, terlibat
      dalam penjualan narkotika dan sebagainya di seluruh Nusantara. Apakah itu
      memang oknum, atau memang sistem pendidikan kepolisian yang sangat
      militeristik, atau memang sebuah hasil dari pelanggaran yang panjang yang
      didiamkan alias impunity.

      Pada tahun 2000 beberapa hari sebelum hari raya, sepasukan Brimob baru saja
      datang dari tugas operasi di Acheh. Mereka turun dari kapal laut di
      pelabuhan Tanjung Priok, Batavia (Jakarta). Saat itu, di bagian lain
      pelabuhan, ratusan penumpang sedang berebutan naik ke kapal yang akan
      membawa mereka mudik ke daerah. Saat itu terjadi perselisihan antar
      penumpang yang berebutan naik kapal. Pertengkaran biasa itu langsung
      terhenti ketika sekelompok Brimob melepaskan tembakan membabi buta ke atas.
      Penumpang semua sangat terkejut, tidak menyangka bahwa anggota petugas
      keamanan negara akan menembakkan senjata sedemikian rupa. Usut punya usut,
      ternyata mereka terbawa keadaan di Acheh. Di Acheh mereka dengan mudah saja
      menghambur-hamburkan peluru kapan saja mereka mau. Kebiasaan itu terbawa ke
      Batavia (Jakarta).

      Tak kalah menarik, di Madiun juga pernah terjadi kekerasan yang
      menghancurkan beberapa fasilitas umum, karena bertarungnya dua kesatuan TNI.
      Yang satu baru saja pulang dari Acheh dan satu lagi hendak diberangkatkan ke
      Acheh.

      Di Jakarta pada Agustus 2003 juga pernah terjadi penembakan sewenang-wenang
      oleh dua anggota pasukan katak, pasukan elit TNI AL. Sersan Satu Kuswoto dan
      Kelasi Satu Ragil Purwoto dilepas brevetnya karena dianggap melanggar
      disiplin dan terlibat kasus penembakan di sebuah kafe di kawasan
      Tanjungpriok, Jakarta Utara. Walau demikian, mereka tetap dihukum ringan,
      dengan alasan karena baru pulang dari Acheh.

      Juga masyarakat pernah digegerkan oleh kisah penganiayaan yang dilakukan
      oleh TNI di pelabuhan Makassar sesaat mereka transit dalam perjalan pulang
      ke Semarang. Yang sangat memalukan, justru terjadi di Tangjung Perak
      Surabaya. Dimana sekumpulan Brimob menggoda perempuan, dan datang kakak
      korban untuk membawa pulang adiknya. Ternyata brimob yang tengah gila itu
      langsung memukuli dan menganiaya sang kakak sampai luka parah. Hal yang
      biasa mereka lakukan di Acheh.

      Kelakuan dan kekejaman Brimob juga berbagai satuan TNI akan terus terjadi di
      seluruh Nusantara andai rakyat Indonesia terus tutup mata atas segala
      kekerasan di Acheh. Masyarakat Indonesia suatu saat akan meresakan apa yang
      dirasa oleh rakyat Acheh. Sebab, dengan memperpanjang DM, menutup mata atas
      kejahatan kemanusiaan yang dilakukan TNI/Polri di Acheh, hal itu akan
      mendidik mereka menjadi kriminal, berlaku sewenang-wenang, dan seluruh
      Indonesia akan merasakan akibatnya.

      Kekerasan yang terbaru adalah peristiwa penangkapan Baasyir. Itu terjadi di
      Batavia (Jakarta), ibu kota negara dan di depan mata seluruh rakyat. Polisi
      bertindak sangat biadab, tidak terkontrol, dengan sangat kejamnya melakukan
      pemukulan dan penghancuran. Ratusan orang luka-luka akibat tindakan mereka
      yang sangat anarkis itu. Juga yang tidak kalah menarik, kebrutalan TNI/Polri
      terhadap masyarakat adalah pemicu utama konflik Ambon yang sekarang terus
      berlangsung.

      Belum lagi kisah sedih pemukulan dan penembakan di kampus UMI (Universitas
      Muslim Indonesia) Makassar. Di mana polisi menyerang kampus, memukuli dan
      menembak mahasiswa. Puluhan korban luka berat. Tidak kebetulan, yang saat
      ini menjadi Kapolda Sulawesi Selatan adalah mantan Kapolda Indonesia untuk
      Acheh, Irjen Pol. Jusuf Manggabarani. Apa yang pernah dilakukan di Acheh,
      pasti akan dipraktekkan di mana mereka bertugas selanjutnya.

      Untuk mendapatkan keamanan, kedamaian dan ketertiban serta menghentikan
      sikap represif militer dan polisi, rakyat Indonesia mesti menyatukan suara.
      Segera meminta agar TNI/Polri ditarik dari Acheh, dan mereka kembali ke
      barak masing-masing. Dan rakyat Indonesia agar segera menekan pemerintah
      mereka dengan segala cara, agar hak hak dasar rakyat Acheh segera
      dikembalikan. Patutnya, rakyat Indonesia mendesak pemerintahnya untuk
      memberikan hak self-determination kepada rakyat Acheh yang telah sangat lama
      dijajah dan ditindas.

      Dengan bisa mengontrol gerak militer dan rakyat di negara-negara terjajah
      mendapatkan hak mereka, maka kedamaian abadi akan dicapai dengan segera di
      bumi Nusantara. (MY-4-05001004)

      Robert Liu

      Acheh Revolutionary News Agency
      arnanews@...
      Kutaradja, Acheh
      California, USA
      ----------

      _________________________________________________________________
      Lättare att hitta drömresan med MSN Resor http://www.msn.se/resor/
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.