Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

MANG ENDANG MENGAPA AKTIVIS LINGKUNGAN BESTARI R. DITANGKAP DITUDUH KOMANDAN GAM

Expand Messages
  • Ahmad Sudirman
    http://www.dataphone.se/~ahmad ahmad@dataphone.se ahmad.swaramuslim.net Stockholm, 31 Maret 2004 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr wbr. MANG
    Message 1 of 1 , Mar 31, 2004
      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...
      ahmad.swaramuslim.net

      Stockholm, 31 Maret 2004

      Bismillaahirrahmaanirrahiim.
      Assalamu'alaikum wr wbr.


      MANG ENDANG MENGAPA AKTIVIS LINGKUNGAN BESTARI RADEN DITANGKAP DITUDUH
      KOMANDAN GAM?
      Ahmad Sudirman
      Stockholm - SWEDIA.


      KARENA MANG ENDANG MENANGKAP AKTIVIS LINGKUNGAN BESTARI RADEN YANG MENENTANG
      PENGHANCURAN HUTAN DI LEUSER TETAPI DITUDUH SEBAGAI PANGLIMA GAM LHOK
      TAPAK TUAN

      "Seperti Ustaz ketahui, bahwa Leuser adalah sebuah hutan lindung yang
      termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Dan selama DM, hutan lindung
      tersebut digorok oleh TNI dan Brimob tanpa ada yang berani untuk
      memantaunya. Dengan alasan DM, bagaikan dracula merera melakukan illegal
      logging yang luar biasa. Akibat dari hal ini, ratusan nyawa melayang dalam
      banjir bandang di Bahorok, bahkan menurut penelitian ilmuan di Unsyiah,
      penggundulan Leuser berakibat pada perubahan iklim dunia, bahkan berpengaruh
      kepada iklim di Selatan China. Penggundulan Leuser menghancurkan
      biodiversity dan keaneka ragaman hayati luar biasa disana. Untuk diketahui,
      bahwa Pemda Acheh, TNI dan Megawati sekarang ini mempunyai proyek besar,
      yaitu pembangunan jalan yang membelah Leuser, dinamakan Ladia Galaska.
      Proyek ini hanya untuk keuntungan Pemda dan TNI, tidak ada hubungannya
      dengan kesejahteraan rakyat. Malah Megawati dalam kunjungannya ke Acheh
      akhir-akhir ini, tiada hubungannya sama sekali dengan konflik Acheh, tetapi
      agenda utama nya hanya untuk meninggalkan pesan kepada Pemda dan TNI: sikat
      semua orang yang menentang Ladia Galaska." (Reyza Zain, warzain@... ,
      Wed, 31 Mar 2004 08:02:23 -0800 (PST))

      Terimakasih saudara Reyza Zain di USA.

      Memang itu sudah menjadi kebiasaan bagi pimpinan NKRI siapa yang menentang
      kebijaksanaan Pusat, ya, resikonya, itu kalau tidak ditangkap, ya,
      dihabiskan.

      Lihatnya saja buktinya, itu aktivis lingkungan Bestari Raden, usia 55 tahun,
      yang ditangkap oleh KODIM 0108 Aceh Tenggara di Desa Lawe Pakam pada hari
      Selasa, 23 Maret 2004 sekitar jam 14:30, dengan tuduhan sebagai Panglima GAM
      wilayah Lhok Tapak Tuan

      Padahal Panglima GAM Lhok Tapak Tuan, seperti yang dikatakan oleh saudara
      Reyza Zain adalah Teungku Abrar Muda, Wakil Panglima Tgk. M. Nasir, dan yang
      menjadi Juru Bicara Militer adalah Tgk. Kartiwi.

      Bagaimana itu Mang Endang, main tangkap begitu saja dengan tuduhan Panglima
      GAM Lhok Tapak Tuan, padahal alasan yang sebenarnya, aktivis lingkungan
      Bestari Raden menentang penghancuran hutan di Leuser, karena akan dibangun
      proyek Ladia Galaska yaitu proyek besar Pemerintah Daerah Aceh, TNI dan
      Megawati untuk pembangunan jalan yang membelah hutan Leuser.

      Memang kalau sudah main tipu dan akal-akalan, itu sudah menjadi keakhlian
      PDMD Aceh Mayjen Endang Suwarya Cs. Biar itu proyek bisnis pembangunan jalan
      yang membelah hutan Leuser bisa terlaksana tanpa ada gangguan dari siapapun,
      termasuk aktivis lingkungan Bestari Raden.

      Sehingga wajar saja kalau saudara Reyza Zain mengatakan: "sepulang
      Mega-ass-wati, ada salah seorang tokoh penjaga lingkungan dan salah seorang
      tokoh masyarakat adat, Bestari Raden, ditangkap TNI karena beliau menentang
      penghancuran hutan di Leuser. Biadabnya lagi (maaf, saya ndak punya kata
      kata lain untuk mengatakan betapa jahannam nya pemerintah Indon dan
      kepengecutan TNI)"

      Mang Endang, jangan terus ditahan itu aktivis lingkungan Bestari Raden, dia
      bukan Panglima GAM Lhok Tapak Tuan, melainkan ia adalah yang menentang
      penghancuran hutan di Leuser, karena akan dibangun proyek Ladia Galaska,
      yang membelah hutan Leuser, sebuah hutan lindung yang termasuk salah satu
      yang terbesar di dunia.

      Mang Endang tidak ada gunanya itu aktivis lingkungan Bestari Raden
      terus-terusan ditahan di kantor KODIM 0108 Aceh Tenggara.

      Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
      ahmad@... agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
      untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
      Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
      di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

      Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
      memohon petunjuk, amin *.*

      Wassalam.

      Ahmad Sudirman

      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad.swaramuslim.net
      ahmad@...
      ----------

      Date: Wed, 31 Mar 2004 08:02:23 -0800 (PST)
      From: Reyza Zain <warzain@...>
      Subject: Lelucon biadab.. !
      To: ahmad@...

      Asalamualaikum.

      Seperti Ustaz ketahui, bahwa Leuser adalah sebuah hutan lindung yang
      termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Dan selama DM, hutan lindung
      tersebut digorok oleh TNI dan Brimob tanpa ada yang berani untuk
      memantaunya. Dengan alasan DM, bagaikan dracula merera melakukan illegal
      logging yang luar biasa.

      Akibat dari hal ini, ratusan nyawa melayang dalam banjir bandang di Bahorok,
      bahkan menurut penelitian ilmuan di Unsyiah, penggundulan Leuser berakibat
      pada perubahan iklim dunia, bahkan berpengaruh kepada iklim di Selatan
      China. Penggundulan Leuser menghancurkan biodiversity dan keaneka ragaman
      hayati luar biasa disana.

      Untuk diketahui, bahwa Pemda Acheh, TNI dan Megawati sekarang ini mempunyai
      proyek besar, yaitu pembangunan jalan yang membelah Leuser, dinamakan Ladia
      Galaska. Proyek ini hanya untuk keuntungan Pemda dan TNI, tidak ada
      hubungannya dengan kesejahteraan rakyat. Malah Megawati dalam kunjungannya
      ke Acheh akhir-akhir ini, tiada hubungannya sama sekali dengan konflik
      Acheh, tetapi agenda utama nya hanya untuk meninggalkan pesan kepada Pemda
      dan TNI: sikat semua orang yang menentang Ladia Galaska.

      Biadabnya, sepulang Mega-ass-wati, ada salah seorang tokoh penjaga
      lingkungan dan salah seorang tokoh masyarakat adat, Bestari Raden, ditangkap
      TNI karena beliau menentang penghancuran hutan di Leuser. Biadabnya lagi
      (maaf, saya ndak punya kata kata lain untuk mengatakan betapa jahannam nya
      pemerintah Indon dan kepengecutan TNI), Bestari Raden yang ditangkap dituduh
      TERLIBAT GAM, dituduh sebagai panglima GAM Lhok Tapak Tuan.

      Untuk Ustaz ketahui, bahwa Panglima GAM untuk Wilayah Lhok Tapak Tuan adalah
      Teungku Abrar Muda, Wakil Panglima Tgk. M. Nasir, dan yang menjadi Juru
      Bicara Militer adalah Tgk. Kartiwi.

      Dan Bestari Raden, beliau tidak ada sangkut pautnya dengan GAM!

      Apakah lelucon yang membahayakan nyawa orang ini, masih tetap 'dikunyah'
      oleh rakyat Indonesia.. ? Kalau memang iyaa, tunggulah kehancuran, sebab
      negara sudah dipegang oleh pengkhianat, penipu, dari presiden sampai pejabat
      terendah.

      Wassalam

      Reyza Zain

      warzain@...
      USA
      ----------

      Ps.
      Dibawah ini saya kirimkan urgent appeal tentang Bestari Raden:
      URGENT ACTION
      Issued by WALHI in Indonesian on 26 March 2004. (Translated and slightly
      abridged by DTE)

      BESTARI RADEN:
      NATIONAL CO-ORDINATOR OF THE ENVIRONMENTAL CAUCUS AND FORMER CO-ORDINATOR OF
      THE COUNCIL OF THE ALLIANCE OF INDIGENOUS PEOPLES OF THE ARCHIPELAGO (AMAN)
      HAS BEEN ARRESTED BY ACEH MILITARY PERSONNEL.

      Tuesday 23rd March at around 14:30 Western Indonesia Time, Mr Bestari Raden,
      aged 55, was arrested by military identified as from the 0108/Southeast Aceh
      District Command (KODIM) in the Lawe Pakam Village area, Babul Makmur
      subdistrict, Southeast Aceh district, in the province of Nanggroe Aceh
      Darussalam. He remains under KODIM 0108/Southeast Aceh detention in
      Kutacane, under intensive investigation by the Command's Intelligence
      Section Chief, Captain Anggit Exton Yustiawan.

      Mr Bestari Raden is an environmental, indigenous and social movement
      activist and served from 2001-2003 as Co-ordinator on the Council of the
      Alliance of Indigenous Peoples of the Archipelago (AMAN), for the western
      region, covering Java and Sumatra. In addition, in 2004 he played an active
      part in bringing together a coalition of NGOs working for the environment
      and for democracy in an umbrella organisation called Environmental Caucus,
      of which he is Co-ordinator.

      This Caucus was formed as a critical response to the current attitude of the
      government and the political parties who won the 1999 elections. During
      their administration, these parties have not paid attention to, or taken a
      position on environmental sustainability or the resources that provide
      people's livelihoods. In addition, the Environmental Caucus was formed to
      provide people with the political knowledge to fight for their environmental
      rights as human rights.

      When arrested, Bestari Raden was acting in his capacity as a member of an
      integrated team assigned to review sections of the controversial Ladia
      Galaska Road project*. The team was formed in accordance with Forestry
      Ministry Decree No.408/VII/2003, dated December 9, 2003, as a follow up to
      the agreement between 3 ministers - Environment Minister, Forestry Minister
      and Settlement and Regional Infrastructure Minister. That afternoon Bestari
      Raden and the team had only just completed their task of observing the
      Blangkejeran-Pinding-Lokop section of the road, which is one of the main
      routes of the Ladia Galaska project.

      BACKGROUND

      According to Information gathered in the field, the arrest was made at the
      behest of the Southeast Aceh police office headed by AKBP M Ali Husen on the
      grounds that Bestari Raden was thought to be GAM commander of Tapak Tuan and
      appeared on the Wanted Persons List, level 1, issued by the South Aceh
      Police in the year 2000.

      In the morning before his arrest (23/3/2004) Bestari Raden together with the
      team, had visited the 0108/Southeast Aceh District Military Command and had
      met several officers and military personnel there.

      The Indonesian Environmental Forum (WALHI) as a forum of NGOs, nature groups
      and peoples organisations, with 500 members spread throughout Indonesia, is
      very concerned about the situation and condition of Mr Bestari Raden and
      considers that the process of the arrest carried out by the military
      personnel of the 1018/Southeast Aceh military command has violated:

      1. The 1945 Constitution, article 28A, article 28C, clause 2, article 28I,
      clause 1 and 2 and article 28J;
      2. Law No 39 of 1999 on Human Rights, especially articles
      2,3,4,5,7,8,9,16,29,30 and 34;
      3. The Universal Declaration on Human Rights especially articles
      2,3,6,7,9,11 (clause 1), 12, 19 and 29;
      4. International Covenant on Civil and Political Rights, especially articles
      6, 9, 10 and 19;
      5. The Penal Code
      6. The Code of Criminal Procedure
      7. The United Nations General Council Declaration on Human Rights, 9
      December 1998.

      SUPPORT ACTION

      We urge concerned people to write a letter of support for Mr Bestari Raden.
      Support letters should be sent via fax, post or email to the officials
      responsible for this case (see list).

      In the letter, please protest against the arrest and express support for
      Bestari Raden's struggle, and urge the Indonesian government to do the
      following:

      1) The Indonesian Government, in this case the President, must protect the
      rights of its citizens.
      2) The Coordinating Minister for Politics and Security, The Armed Forces
      Commander, the Chief of Police, the Ministers for Environment, Forestry and
      for Resettlement and Regional Infrastructure, the Aceh Martial Law
      Authority, and the Commander of 0108/Southeast Aceh District Military
      Command must take immediate action to secure the unconditional release of
      Bestari Raden, restore his good name and guarantee that he will not be
      subjected to any other form of unlawful detention.
      3) The National Human Rights Commission should be urged to immediately
      conduct sustained monitoring and investigation into this case.

      Please send letters to the following:

      Megawati Soekarno Putri
      Presiden Republik Indonesia [President]
      Istana Merdeka
      Jakarta 10110 Indonesia
      Email : presiden@...
      Fax: +62-21 345-2685 or 380-5511 or 5268726 or
      Fax Sekretariat Presiden 344-2223
      Telex: 44283 BIGRA IA or 44469 DEPLU IA

      Menteri Koordinator Politik dan Keamanan [Co-ordinating Minister for
      Political and Security Affairs]
      Hari Sabarno
      Jl. Medan Merdeka Barat No.15 Jakarta 10110
      Tel: +62-21 384 8453
      Fax: +62-21 345 0918

      Menteri Lingkungan Hidup [Environment Minister]
      Nabiel Makarim
      Jl. D.I. Panjaitan, Kebon Nanas Gd.B Lt.II
      Jakarta Timur 13410
      Tel: +62-21 858 0102-04
      Fax: +62-21 8580103

      Menteri Kehutanan [Forestry Minister]
      M.Prakosa
      Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabhakti Blok I Lt.4
      Jl. Gatot Subroto Senayan Jakarta 12070
      Tel: +62-21 5731820/0218
      Fax: +62-21 570 0226

      Menteri Prasarana Wilayah [Minister for Regional Infrastructure]
      Ir. Sunarno
      Jl. Patimura No.20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
      Tel: +62-21 726 2805
      Fax: +62-21 7247820

      Panglima TNI [Armed forced commander]
      Jenderal TNI Endriartono Sutarto
      Markas Besar Tentara Nasional Indonesia
      Cilangkap-Jakarta Timur
      Tel: +62-21 845 91240
      Fax: +62-21 845 6805

      Kepala Kepolisian Republik Indonesia [National chief of police]
      Jenderal Polisi Da'i Bachtiar
      Markas Besar Kepolisian RI
      Jl.Trinojoyo No.3 Kebayoran Baru
      Jakarta Selatan-Indonesia
      Fax: 62-61 3925527

      Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia [Head of Human Rights Commission]
      Abdul Hakim Garuda Nusantara
      Jl. Latuharhary No.4B Menteng Jakarta Pusat 10310
      Tel: +62-21 392 5230
      Fax: +62-21 392 5227
      Email: info@...

      Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) NAD [Military Emergency Authority]
      Mayor Jenderal Endang Suwarya
      Markas Komando Daerah Militer Iskandar Muda
      Jl.Ahmad Yani, Simpang Lima
      Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam-Indonesia
      Telegram: PDMD Nanggroe Aceh Darusalam, Banda Aceh, NAD, Indonesia
      Fax: +62 651 26979

      Komandan KODIM 0108/Aceh Tenggara [District military commander]
      Letnan Kolonel Belyuni
      Jl. Cut Nyak Dhien, Kutacane, 24511
      Aceh Tenggara, NAD
      Tel: +62 629 21034

      Copies to:
      Gubernur Provinsi NAD [Aceh Governor]
      Abdullah Puteh
      Kantor Gubenur Provinsi NAD
      Jl. T. Nyak Arief, Banda Aceh, NAD-Indonesia
      Fax: +62 651 51377

      Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda NAD) [Chief of Police in Aceh]
      Brigadir Jenderal Bahrumsyah Kasman
      Jalan Cut Meutiah No.3 Banda Aceh, NAD-Indonesia
      Fax: +62-21 651 26979
      ----------

      _________________________________________________________________
      Lättare att hitta drömresan med MSN Resor http://www.msn.se/resor/
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.