Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

JAWA TRANSMIGRASI BERPERANG DENGAN TNI DARI PASUKAN SILIWANGI 301 DI ACEH TENGAH

Expand Messages
  • warwick aceh
    WARGA JAWA TRANSMIGRASI YANG SUDAH MENGECAP KESENANGAN DI ACEH BERBANDING PULUHAN TAHUN YANG LALU TERPAKSA MENJADI PENGEMIS DAN PENGUTIP MAKANAN DALAM TONG
    Message 1 of 3 , Jun 6, 2001
    • 0 Attachment
      WARGA JAWA TRANSMIGRASI YANG SUDAH MENGECAP KESENANGAN
      DI ACEH BERBANDING PULUHAN TAHUN YANG LALU TERPAKSA
      MENJADI PENGEMIS DAN PENGUTIP MAKANAN DALAM TONG
      SAMPAH DI PULAU JAWA, SANGAT MERASA MARAH DENGAN
      KEHADIRAN PASUKAN SILIWANGI KE ACEH. MEREKA MELIHAT
      PASUKAN SILIWANGI ITU ADALAH SEBAGAI PUNCA
      MENDERITANYA ORANG ACEH. AKHIRNYA WARGA TRANSMIGRAN
      YANG SUDAH SENANG TINGGAL DI ACEH SUDAH TERUSIK DENGAN
      KONFLIK TERSEBUT.

      AKIBAT KEBENCIAN TERSEBUT WARGA TRANSMIGRAN JAWA ITU
      TELAH MEMBERI PERLAWANAN TERHADAP PASUKAN SILIWANGI
      YANG DITEMPATKAN DI DAERAH MEREKA.

      BERITA YANG DITURUNKAN OLEH WASPADA DI BAWAH INI
      ADALAH BERITA YANG TELAH DIUBAH OLEH WASPADA KARENA
      TAKUT KEPADA TNI.

      =======================================================
      Warga Perang Dengan Sipil Bersenjata, Lima Tewas Dua
      Luka, 15 Rumah Dibakar

      TAKENGON (Waspada): Warga Pondok
      Gresek, Kecamatan
      Bukit-Aceh Tengah akhirnya
      bangkit memberikan perlawanan.
      Dar der dor suara dari senjata
      laras panjang tidak membuat
      warga takut.

      Beberapa jenis senjata yang
      dimiliki masyarakat, Selasa (5/6)
      dan Rabu dini hari, di
      pergunakan warga setempat menghadapi
      sekitar 100 personal kelompok
      sipil yang menenteng senjata
      laras panjang.

      Menurut warga setempat yang
      ditemui Waspada di RSU Datu
      Beru Takengon, Rabu (6/6) siang,
      sekitar jam 22.00 WIB
      kelompok sipil bersenjata yang
      disebut warga setempat
      sebagai GAM datang menyerang dan
      mengobrak-abrik
      perkampungan penduduk.

      Masyarakat diperintahkan keluar.
      Rumah mulai dibakar, sambil
      memuntahkan peluru ke arah warga
      dan rumah. Mendengar
      suara senjata spontan masyarakat
      bangkit memberi
      perlawanan.

      "Kami memberikan perlawanan
      sampai kami di tengah kobaran
      api yang menjalar menghanguskan
      rumah penduduk.
      Semangat kami bertambah, ketika
      salah seorang warga
      masyarakat juga melepaskan
      senjata rakitan," jelas warga
      yang selamat yang enggan jati
      dirinya disiarkan.

      Anak panah, bambu runcing,
      ketapel, tombak, parang dan
      senjata rakitan dipergunakan
      masyarakat untuk
      mempertahankan kampungnya.
      Suasana semakin gaduh
      ketika kobaran api makin
      membesar dan merembat ke rumah
      lainnya.

      Perang tersebut baru berhenti
      sekitar pukul 2.00 WIB dinihari
      setelah pasukan Siliwangi 301
      datang memberikan bantuan
      kepada masyarakat. Penyerang
      perkampungan penduduk itu
      melarikan diri ke lokasi APPI
      Kawasan Jeumpa Bireuen,
      demikian keterangan masyarakat.

      Akibat perang dan aksi
      pembakaran itu, lima warga Pondok
      Kresek tewas, dua terpaksa
      dilarikan ke RSU Datu Beru, 15
      rumah plus harta benda milik
      masyarakat musnah jadi arang.

      Lima warga yang tewas itu, Zaini
      Khairuddin, 55, menderita
      serangan jantung dan tewas di
      TKP. Dua tewas ditembak
      termasuk balita, Erma, 4 tahun,
      menghembuskan nafas yang
      terakhir di RSU setelah
      kepalanya ditembus timah panas.
      Sementara Edi Suyono, 25 tewas
      di TKP setelah perutnya
      didarati peluru. Demikian dengan
      Pirin, 60, juga terkena
      tembakan di bagian kepala,
      sementara Marna, 70 tewas
      terbakar bersama rumahnya.

      Dua yang dirawat di RSU Takengon
      menderita luka tembak
      pada kaki kiri. Pasca kejadian,
      sekitar 700 jiwa warga
      setempat kini mengungsi di
      Masjid Pondok Gresek.

      Kapolres Aceh Tengah AKB Polres
      Drs Abdan Bangko dan
      Dandim 0106 Aceh Tengah Letkol
      CZI Rochana Herdiyanto
      ketika dikonfirmasi Waspada,
      membenarkan kejadian tersebut.

      "Saya sudah melihat lokasi.
      Perbuatan GSB ini sangat biadab.
      Rakyat karena tidak tahan
      terus-menerus diobok-obok,
      makanya memberikan perlawanan.
      Kami sudah menurunkan
      personal untuk mengantisipasi
      dari kejadian ini," sebut Dandim.

      Sementara itu pihak GAM
      membantah kejadian itu dilakukan
      pihaknya. "Mana mungkin kami
      membantai rakyat yang telah
      hidup beranak pinak dan sudah
      merupakan bagian dari Aceh.
      Mereka merupakan orang Aceh,
      kakeknya saja sudah hidup di
      Aceh," sebut Tgk Wien Rimo Raya,
      Komandan Devisi I yang
      merangkap sebagai juru bicara
      GAM wilayah Linge-Langkat
      dan Tanah Karo, kepada Waspada
      via telepon. (b23)

      =====
      Puteh Sarong
      Coventry
      CV4 7AL
      United Kingdom
      Fax: +44/0 24 765242250
      http://www.geocities.com/universityofwarwick/index.html
      "BEBASKAN NEGERI DAN RAKYAT ACEH DARI KEBIADABAN DAN KEZALIMAN GEROMBOLAN PENJAJAH BIADAB INDONESIA."

      ____________________________________________________________
      Do You Yahoo!?
      Get your free @... address at http://mail.yahoo.co.uk
      or your free @... address at http://mail.yahoo.ie
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.