Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

ASEAN Akan Krisis Jika Mengeritik Myanmar, Tetapi Diam Soal Acheh

Expand Messages
  • Marcopolo
    ASEAN Akan Krisis Jika Mengeritik Myanmar, Tetapi Diam Soal Aceh Para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Uni Eropa akan bertemu di Denpasar, Bali, ketika ASEAN
    Message 1 of 1 , Aug 2, 2003

      ASEAN Akan Krisis Jika Mengeritik Myanmar,
      Tetapi Diam Soal Aceh

       

      Para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Uni Eropa akan bertemu di Denpasar, Bali, ketika ASEAN tengah menantikan respons dari Myanmar terhadap desakan ASEAN agar diktatur militer Myanmar membebaskan pemimpin pro-demokrasi Daw Aung San Syuu-ki. Pekan silam Jerman mempertanyakan jatuhnya korban-korban sipil dalam perang di Aceh. Mengapa ASEAN tanggap terhadap isu hak hak asasi manusia di Myanmar, tetapi diam soal Aceh?

      Selektif Lahirkan Krisis
      Menurut Tian Chua, pemimpin oposisi Partai Keadilan dari Malaysia, sikap selektif ini hanya akan melahirkan krisis di dalam ASEAN sendiri. Sebab, tuntutan ASEAN terhadap ASEAN itu sudah merupakan perubahan historis yang terpuji ...

      Tian Chua: "Selama ini Asean tidak mengintervensi urusan HAM di negeri lain. Jadi ini satu penyimpangan yang besar dari kebijakan yang lama. Ini satu perkembangan yang positif, sungguh pun saya masih punya beberapa kritikan terhadap Asean. Sebab Asean ini harus mengambil suatu posisi yang konsisten. Kita tidak boleh mengambil satu pendirian hanya terhadap Myanmar, tetapi tidak memiliki satu kebijakan yang sama tentang HAM di seluruh Asean.

      Hak Asasi Manusia Sejagad
      "Sebagai contoh di Malaysia masih ada tahanan politik dan juga di Indonesia masih mengambil satu sikap keras terhadap aktivis-aktivis yang menuntut kebebasan di Aceh dan di tempat-tempat lain. Jadi ini sungguh pun satu pendirian terhadap Myanmar yang maju, tetapi Asean belum sampai satu tahap yang menghormati hak-hak asasi manusia sejagad.

      Kontradiksi
      "Ini menunjukan kotradiksi di dalam Asean. Rupa-rupanya Asean hanya mengambil satu pendirian yang selektif terhadap Myanmar, tetapi tidak mempunyai satu pendirian yang sama terhadap negara-negara lain di Asean. Ini memang akan mencetuskan perpecahan di dalam Asean.

      "Sungguh pun sekarang pada anggapan saya reaksi Asean terhadap Myanmar ini adalah datang dari negara-negara barat, yang sebelum ini Asean telah membuat janji supaya Myanmar akan dibebaskan dari kepemimpinan militer dalam waktu yang singkat selepas Aung San Suu Kyi dibebaskan. Tetapi nampaknya Asean tidak berbuat apa-apa selama ini. Dan ini mengakibatkan keadaan krisis di Myanmar.

      Tak Terselesaikan
      "Keadaan Aceh juga sama, karena Asean ambil satu sikap yang tidak peduli, tidak prihatin, terhadap apa yang berlaku di Aceh. Ini dianggap satu perkara yang tidak serius, dan membiarkan pemerintah Indonesia mengambil tindakan militer dan operasi yang menindas HAM di wilayah-wilayah Aceh. Ini akan menyebabkan krisis bertambah buruk dan akhirnya Asean sendiri yang akan mengalami suatu keadaan tidak bisa untuk menyelesaikan krisis. Krisis ini akan berulangan terjadi di Aceh. Kalau Asean tidak mengambil suatu sikap yang tidak prihatin."

      Radio Nederland: "Ini sikap Asean yang tidak konsukuen. Ini terjadi barangkali karena Asean hanya mau bertindak terhadap Myanmar soal Aung San Suu Kyi, karena desakan dari barat, dari Amerika Serikat khususnya. Sedangkan Asean diam terhadap Aceh itu juga sejalan dengan kebijakan di Barat, bukan? Jadi siapa yang mampu menggerakkan Asean? Indonesia diterjang krisis tidak lagi memimpin Asean, apakah semacam Amerika Serikat harus memimpin Asean?"

      Belum Lagi Inti Hak-hak Asasi dan Demokrasi
      Tian Chua: "Ini satu perkara yang harus dipandang serius oleh pergerakan demokratik di Asean. Kerana seolah-olah kita telah berjaya menggulingkan diktator tetapi satu institusi, satu masyarakat Asean yang menghormati hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi yang tulen dan itu belum dipinak. Itu nampaknya hanya pertukaran dari segi bentuk. Changing of form perubahan bentuk. Tetapi dari segi inti belum ada perubahan. Ini satu cabaran atau tantangan yang harus ditangani oleh semua aktivis hak asasi manusia dan juga pergerakan demokratik," "demikian Tian Chua, pemimpin oposisi Partai Keadilan dari Malaysia.(21/07/2003


      Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.