Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Dokumentasi Korban Sipil Akibat Darurat Militer

Expand Messages
  • Forum Rakyat
    from de facto : DARURAT MILITER DI ACEH Tabulasi Korban Terhadap Warga Sipil, 19 – 30 Juni 2003. Kabupaten Jenis Kasus Jumlah Pembunuhan Penangkapan
    Message 1 of 1 , Jul 3, 2003
    View Source
    • 0 Attachment


      from de facto :

      DARURAT MILITER DI ACEH

      Tabulasi Korban Terhadap Warga Sipil, 19 � 30 Juni 2003.

      Kabupaten

      Jenis Kasus

      Jumlah

      Pembunuhan

      Penangkapan

      Penyiksaan

      Penghilangan

      Aceh Utara

      7

      0

      0

      0

      7

      Aceh Timur

      9

      0

      1

      0

      10

      Pidie

      1

      0

      14

      0

      15

      Aceh Jeumpa

      3

      0

      0

      0

      3

      Aceh Selatan

      3

      0

      2

      0

      5

      Aceh Barat

      7

      0

      0

      0

      7

      Aceh Besar

      3

      0

      1

      0

      4

      Banda Aceh

      4

      3

      3

      0

      10

      Aceh Tengah

      1

      0

      0

      0

      1

      Aceh Tenggara

      1

      0

      0

      0

      1

      Sabang

      0

      0

      0

      0

      0

      Aceh Singkil

      0

      0

      0

      0

      0

      Seumeulu

      0

      0

      0

      0

      0

      Jumlah

      39

      3

      21

      0

      63

      Sumber; Serambi, Waspada, Koran Tempo, Investigasi dan Pengaduan

       

      19 � 30 Juni 2003, sebanyak 63 orang warga sipil jadi korban.

      Memasuki minggu ke-enam atau hari ke-43 pelaksanaan Darurat Militer di Aceh, korban kekerasan terhadap warga sipil tetap buruk, bila dibandingkan selama Cessation of Hostilities Agreemen (CoHA) berlaku efektif. Minggu pertama berlangsungnya CoHA, korban kekerasan terhadap warga sipil turun drastic, begitu juga dengan aktifitas kontak senjata jarang terjadi, tetapi dalam pelaksanaan Darurat Militer, aktifitas kontak senjata setiap hari terjadi, dan bahkan bisa dikatakan bumi Aceh dihiasi oleh letusan senjata, sementara korban terhadap warga sipil sebagai non combatan justru bertambah banyak bila di bandingkan dengan combatan (GAM dan TNI/Polri). Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan terhadap civillian (non combatan) sebagai ekses pertarungan dua pasukan bersenjata ini, negara tidak mampu melindungi dan memberikan rasa aman kepada warga negaranya, khususnya rakyat Aceh dari ancaman kekerasan akibat operasi militer.

      Berdasarkan data-data yang berhasil dikumpulkan dari 19 � 30 Juni 2003, 63 orang warga sipil yang tidak mempunyai hubungan dengan GAM jadi korban. Jumlah ini, terdiri dari, 39 orang tewas, 21 orang mengalami penyiksaan dan penembakan, serta tiga warga sipil di tangkap. Berdasarkan data yang di peroleh dari lapangan kebanyakan para warga sipil itu ditemukan telah menjadi mayat dengan berluka tembak, dan sebagian sebelum dibunuh terlebih dahulu mengalami penyiksaan. Hal ini menunjukkah bahwa korban dibunuh tanpa proses hukum yang jelas (ektrajudicial killing).

      Selain kasus di atas selama minggu ke-enam Darurat Militer berlangsung juga terjadi beberapa kasus pemerkosaan terhadap perempuan Aceh, dan juga terhadap seorang siswi SMP di Bireun. Siswi kelas III SMP Negeri 2 Bireun itu mengalami pemerkosaan, pada 18 Juni yang lalu, korban di perkosa oleh Brimob BKO dari Polda Sumatera Utara. Sementara empat orang gadis Desa di kawasan Aceh Utara juga mengalami pemerkosaan yang di lakukan oleh prajurit TNI BKO Aceh Utara, sehingga ke-lima perempuan tersebut kehilangan kehormatan juga mengalami trauma yang sangat dalam. Dan juga dalam minggu ini ditemukan beberapa lokasi kuburan massal ekses konflik Aceh, lokasi itu adalah di Nisam Kabupaten Aceh Utara, Manggamat Kabupaten Aceh Selatan dan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Di tiga kabupaten itu di perkirakan ratusan warga sipil setelah dibunuh kemudian di kubur secara massal, tanpa di mandikan layaknya mayat yang akan dikuburkan.

      Pembakaran Sekolah dan Mobil

      Selain kasus pembunuhan, pemerkosaan dan penemuan kuburan massal di Nisam, Aceh Utara, Manggamat, Aceh Selatan dan Takengon, Aceh Tengah, kasus pembakaran terhadap sarana pendidikan semakin banyak. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2003, sekitar 1000 sekolah telah musnah dibakar di seluruh kabupaten di Aceh. Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah mengingat situasi keamanan makin tidak kondusif. Hal ini dilihat dari semakin banyaknya aksi pembakaran, baik terhadap gedung sekolah, gedung pemerintah dan mobil angkutan umum/barang.

      1,6 Juta Penduduk Aceh Miskin

      Jumlah penduduk miskin di Aceh diprediksi 1,6 juta jiwa, atau sudah mencapai 40 persen dari jumlah penduduk 4,1 juta jiwa. Jumlah itu terus bergerak naik mengingat konflik Aceh yang belum usai. Berdasarkan tahun-tahun sebelumnya peningkatan jumlah warga miskin ini memang sangat signifikan jumlahnya, tahun 2000, sebelum konflik Aceh memanas, jumlah penduduk miskin di Aceh masih berada pada angka 26,50 atau 1,1 juta jiwa. Jumlah ini terus bergerak naik pada tahun 2001 menjadi 1,2 juta jiwa atau 30,43 persen, tahun 2002 naik lagi menjadi 1,4 juta jiwa, atau 33,43 persen, dari total penduduk 4,1 juta jiwa.

      Berdasarkan data penyebaran penduduk miskin sebelum pemekaran menjadi 20 kabupaten/kota, angka terbesar terdapat di Kabupaten Aceh Utara mencapai 413.935 jiwa atau 39,82 persen dari jumlah penduduknya, kemudian di susul Aceh Timur mencapai 42,34 persen atau 286.797 jiwa, selanjutnya Pidie 40,33 persen, atau 206.179 jiwa.

      Tingginya jumlah penduduk miskin di tiga kabupaten tersebut disebabkan oleh padatnya jumlah penduduk dan juga frekuensi gangguan keamanan sangat tinggi. Akibatnya peluang masyarakat untuk mencari nafkah menjadi terbatas. Konsekuensinya, status penduduk berubah, dari tak miskin menjadi miskin. Kondisi yang sama juga terjadi dihampir setiap kabupaten/kota di Aceh. Akibat meningkatnya penduduk miskin tersebut, angka pengangguran juga bertambah besar. Kalau pada akhir tahun 2002 jumlahnya sekitar 7,27 persen atau 126.000 jiwa, untuk tahun 2003 atau berkaitan dengan di terapkannya Darurat Militer di Aceh, angka pengangguran naik menjadi dua, dan bisa jadi tiga kalilipat dari sebelumnya.

      Tabulasi Korban Kekerasan Terhadap Warga Sipil Selama Sebulan Darurat Militer

      (19 Mei s/d 18 Juni 2003)

      Kabupaten
      Jenis Kasus
      Jumlah
      Pembunuhan
      Penyiksaan
      Penangkapan
      Penghilangan
      Aceh Timur
      35
      9
      18
      4
      66
      Aceh Utara
      35
      41
      10
      2
      88
      Pidie
      7
      7
      8
      0
      22
      Aceh Jeumpa
      36
      24
      7
      4
      71
      Aceh Selatan
      12
      3
      0
      1
      16
      Aceh Barat
      3
      10
      0
      2
      15
      Aceh Besar
      31
      2
      6
      0
      39
      Aceh Tengah
      8
      0
      0
      1
      9
      Banda Aceh
      9
      5
      1
      1
      16
      Aceh Singkil
      0
      0
      0
      0
      0
      Aceh Tenggara
      0
      0
      0
      0
      0
      Sabang
      0
      0
      0
      0
      0
      Jumlah
      176
      101
      50
      15
      342

      Sumber; Serambi, Waspada, Koran Tempo, Investigasi dan Pengaduan

       

      Note: Ada dapat mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi dan menghindari situasi yang lebih buruk terjadi di Aceh dengan cara menyeru pemerintah untuk kembali melakukan negosiasi ulang dalam menyelesaikan sengketa kekuasaan di Aceh lewat perundingan damai.  atau anda dapat juga melakukan protes keras terhadap pemberlakuan darurat militer di Aceh karena tak bisa menghindari jatuhnya korban yang tidak perlu dari kalangan sipil.

      hal yang paling minimal berdoalah untuk kebaikan semua.


      Do you Yahoo!?
      SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.