Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

MENTAL JAWA ADALAH MENTAL BANGSA BUDAK.

Expand Messages
  • Sumatra Ku
    SALINAN DARI BUKU MALA PETAKA DI BUMI SUMATRA OLEH : LUTH ARI LINGE SERDADU INDONESIA-JAWA Benteng terakhir penjajah Indonesia-Jawa terletak pada kekuatan
    Message 1 of 1 , May 1, 2001
                            

       

        

      SALINAN DARI BUKU  
      " MALA PETAKA DI BUMI SUMATRA"
      OLEH : LUTH ARI LINGE

      SERDADU INDONESIA-JAWA

       
      Benteng terakhir penjajah Indonesia-Jawa terletak pada kekuatan ABRI, aparatur negara yang masih sedia dan para pemilik modal yang masih memberi dukungan keuangan kepada penjajah Indonesia-Jawa.
           Untuk mengenal pasti siapa sebenarnya militer Indonesia-Jawa, ma-ka sebaiknya kita telusuri lebih dahulu perjalanan sejarah bangsa Jawa ketika melawan penjajah Eropa di pulau Jawa.
            Sewaktu penjajah Belanda menginjakkan kakinya di tanah Jawa, tahun 1596, Belanda tidak perlu memuntahkan satu peluru pun untuk menaklukkan bangsa Jawa. Raja-raja Jawa segera datang menghampiri, menyembah dan mencium tumit Belanda serta menyerahkan �gundik-gundik` Keraton Jawa kepada �Tuan`-nya itu. Sejarah perlawanan Amangkurat I, II, dan III, Untung Suropati, Tunggul Ametung dan Diponegoro, semuanya berkhir dengan menyerah tanpa syarat kepada penjajah Belanda.
            Begitu juga waktu Inggeris menjajah bangsa Jawa (1811-1816), pada saat itu, tanah Jawa masih dijajah oleh Belanda. Raffles hanya memerlukan satu minggu saja, untuk menaklukkan pejajah Belanda ( Jawa-Belanda ). Ternyata Belanda menyerahkan begitu saja kepada Inggeris tanpa perlawanan dan tanpa syarat - bangsa Jawa tidak pernah diperhitungkan oleh penjajah Eropa-kapan saja kita menjajahnya, saat itu pula dapat kita taklukkan - mental bangsa Jawa dikenal sebagai mental bangsa budak - tanah Jawa tidak memiliki sumber Ekonomi apa pun kecuali pedagang seks. Itulah yang menjadi pertimbangan mengapa kekuasaan penjajah Belanda maupun Inggeris mengatur pemerintahannya dan dari sana mereka berlayar ke Maluku, Sulawesi, Kalimantan dan ke Sumatra. Pada masa itu, 33% dari hasil kekayaan penjajah Eropa ini berasal dari Sumatra. Tanah Jawa begitu empuk bagi penjajah Eropa karena tidak ada orang yang berani melawan dan lebih dari itu, �pelayanan` wanitanya yang aduhaiii !!!
             Bagi penjajah Inggeris, pulau dan bangsa Jawa tidak mempunyai arti apa-apa dan pulau Sumatralah yang menjadi perhatian dan perhitungan penjajah Eropa. Tentang bagimana perbandingannya antara Jawa dengan Sumatra, dapat kita simak dari pernyataan Multatuli : "JAWA TENGGELAM DENGAN TIDAK BERARTI SAMA SEKALI BILA DI BANDINGKAN DENGAN SUMATRA, ATAU HAL ITU SEBENARNYA SUDAH TERJADI SEKARANG JUGA..."Tanggal 27 Februari, 1872.
             Kerajaan Acheh sejak tahun 1603, sudah menjalin hubungan diplomatik dengan luar, termasuk dengan negara Eropa dan Kerajaan Inggeris telah membuat satu perjanjian dengan Kerajaan Acheh yang mengatur masaalah dengan export-emport, bea cukai dan lain-lain di bawah "ARTICLES SET DOWN BY THE KING OF ACHEM AND DELIVERED TO JAMES LANCARSTER",A.D.1603. (`The ORIGINAL CORRESPONDENCE`section the EASTS INDIA COMPANY`S RECORDS) Vol.1.
             Tiga tahun sesudah diserahkan pulau Jawa oleh Inggeris kepada Belanda, Kerajaan Inggeris membuat satu perjanjian lain dengan Kerajaan Acheh, tahun 1818, tentang PENGATURAN LALU LINTAS DANGAN DI SELAT MALAKA. Pada waktu itu, Selat Malaka berada dalam pengawasan dan tanggung jawab Kerajaan Acheh. Ini bukti sejarah yang menunjukan kepada dunia, siapa sebenarnya bangsa Acheh Sumatra dan siapa sebenarnya bangsa Jawa.
             Dari pengalaman penjajah Belanda menjajah bangsa Jawa, Belanda sampai satu kesimpulan seperti dikatakan sicco yang dikutip oleh Paul Van`t Veer: "Bangsa Jawa itu adalah manusia yang paling lembut di permukaan bumi ini, sehingga kita dapat melakukan apa saja terhadap mereka. "Paul Van`t Veer." Perang Acheh". Kisah kegagalan Snouck Horgronje.
            Demikian juga Edward D. Dekker, seorang penulis terkemuka Belanda mengatakan: "MELAYANI "TUAN"-NYA ITULAH AGAMA JAWA."  (bersambung)
       

      RENUNGAN!

      MENCARI KEMERDEKAAN ITU SULIT, TETAPI MEMELIHARA KEMERDEKAAN ITU LEBIH SULIT LAGI.

      DIEDIT KEMBALI OLEH:
      BIRO PENERANGAN ASNLF NORWAY


      Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.