Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

BAMBANG EKALAYA NGAKU FROPESOR DENGAN LOGIKANYA YANG CETEK MAKIN KESASAR

Expand Messages
  • Ahmad Sudirman
    http://www.dataphone.se/~ahmad ahmad@dataphone.se Stockholm, 30 April 2001 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr wbr. BAMBANG EKALAYA NGAKU PROFESOR
    Message 1 of 1 , Apr 30, 2001
    • 0 Attachment
      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...

      Stockholm, 30 April 2001

      Bismillaahirrahmaanirrahiim.
      Assalamu'alaikum wr wbr.

      BAMBANG EKALAYA NGAKU PROFESOR DENGAN LOGIKANYA YANG CETEK MAKIN KESASAR
      Ahmad Sudirman
      XaarJet Stockholm - SWEDIA


      BAMBANG EKALAYA YANG NGAKU PROFESOR DENGAN LOGIKANYA YANG CETEK MENYIMPULKAN
      IBADAH HAJI DENGAN PENSUCIAN KABAH

      Logika yang cetek yang dipamerkan Bambang Ekalaya yang ngaku profesor telah
      mengakibatkan lahirnya kesimpulan yang salah fatal mengenai pelaksanaan
      haji. Dimana hasil logika yang cetek Bambang Ekalaya yaitu: "Ajaran Al Quran
      bisa pak Ogah pastikan bukanlah ajaran Muhammad, karena Muhammad sendiri
      menentang pen-sucian Kabah sedangkan Al Quran justru mewajibkannya dalam
      Rukun Islam." ( ogah@... ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)

      Dimana Ekalaya berlogika karena Al Quran (yang tidak pernah dibaca oleh
      Ekalaya) mewajibkan rukun Islam pergi haji dan Muhammad saw menentang
      pensucian Kabah, maka apa yang diwajibakan dalam Al Quran adalah bukan
      ajaran Muhammad saw.

      Nah disini, Ekalaya kelihatan bodohnya, karena dia belum membaca atau
      mendengar bahwa Nabi Muhammad saw sebelum menghadap ke Hadhirat Allah SWT
      telah melakukan ibadah haji yang sekaligus jatuhnya negeri Mekah ketangan
      kaum muslimin dari kaum Quraisy Mekah yang menentang ajaran Islam yang
      dianut oleh kaum muslimin pengikut Nabi Muhammad saw.

      Padahal logikanya yang benar adalah karena Nabi Muhammad saw sebelum
      meninggal dunia melakukan ibadah haji sebagai satu pelaksanaan kewajiban
      rukun Islam yang kelima, maka ajaran-ajaran Nabi Muhammad saw adalah sesuai
      dengan apa yang diajarkan dalam Al Quran.

      LOGIKA CETEK EKALAYA MELAHIRKAN KESIMPULAN HIJRAH NABI MUHAMMAD SAW KARENA
      KONFLIK DENGAN FEODAL MEKAH

      Dasar pikiran Ekalaya yang melahirkan kesimpulan yang benar-benar salah
      besar yaitu: "Kalau posisi Muhammad harus berakhir meninggalkan Mekah
      setelah konflik dengan kaum feodal Mekah dari keluarga besar Siti Khadijah,
      tentu saja bisa kita maklumi, bayangkanlah anda sebagai ahli waris kekayaan
      bibi anda yang kaya raya tapi ternyata batal karena bibi anda menikahi
      pembantunya sendiri. Dimanapun dizaman dahulu krisis ini akan fatal bila
      seorang feodal menikahi pembantunya, ataupun seorang ratu menikahi
      pembantunya. Demikian pulalah yang dialami Muhammad." ( ogah@...
      ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)

      Karena kecetekan ilmu dan logika Ekalaya ini yang menghasilkan kesimpulan
      yang salah fatal. Dimana Ekalaya berlogika, karena Siti Khadijah menikahi
      pembantunya Muhammad saw, maka Siti Khadijah telah melanggar kebiasaan
      feodal Mekah sehingga Muhammad saw harus meninggal Mekah pergi ke Madinah.

      Logikanya yang benar mengenai hijrahnya Rasulullah saw ke Madinah yaitu,
      karena kaum Quraisy Mekah yang tidak percaya kepada ajaran Nabi Muhammad saw
      yang menyerahkan diri dengan tunduk patuh kepada Tuhan Pencipta langit dan
      bumi dan tidak mempersekutukan dengan yang lainnya, telah melakukan berbagai
      tindakan permusuhan terhadap Nabi Muhammad saw dan kaum muslimin, maka
      setelah hampir tiga belas tahun dari sejak diangkat jadi Nabi dan Rasul,
      Nabi Muhammad saw dengan para pengikutnya keluar dari Mekah hijrah ke
      Madinah.

      EKALAYA MENYIMPULKAN PERTEMUAN NABI MUHAMMAD DENGAN WARAQAH SEBAGAI
      PENGANGKATAN HAKIM DI MADINAH

      Kecetekan ilmu Ekalaya dengan logikanya yang miring melahirkan kesimpulan
      ini. "Seorang imam Yahudi di Madinah yang bernama "Waraqa" yang menjadi
      paman terdekat Khadijah mengundang dan mengangkat Muhammad sebagai pengawas,
      ataupun hakim di Kota Madinah tentu diterima Muhammad dengan amat sangat,
      maka ditinggallah kota Mekah dengan segala kekacauannya." (
      ogah@... ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)

      Padahal logika yang sebenarnya adalah karena pada tahun pertama kenabian,
      Waraqah bin Naufal yang akhli kitab suci Kristen dan Yahudi sepupu Siti
      Khadijah diminta penjelasannya oleh Siti Khadijah tentang apa yang dialami
      Muhammad saw di Gua Hira, maka Waraqah mengatakan bahwa itulah malaikat yang
      juga turun menemui Nabi Musa dan Nabi Isa. Apakah aku tetap sehat dan
      panjang umur sehingga aku dapat menyaksikan masyarakat mengusir dari
      rumahmu.

      KEPICIKAN EKALAYA YANG MENYIMPULKAN PEMBANGUNAN KEMBALI KABAH UNTUK
      MENGHIDUPAN KEMBALI PENYEMBAHAN BERHALA

      Hasil logika Ekalaya mengenai pembangunan kembali Kabah adalah, karena
      perebutan kekuasaan di Kota Mekah menyebabkan hancurnya kota Mekah, bahkan
      Kabah pun sudah hancur, tinggap puing2nya saja dan kembali dibangun oleh
      seorang Greek belakangan atas perintah Abu Bakar untuk menghidupkan kembali
      penyembahan berhala Kabah yang sangat ditentang oleh Nabi Muhammad." (
      ogah@... ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)

      Padahal logika yang sebenarnya adalah, karena diwaktu Muhammad saw belum
      diangkat Nabi dan Rasul terjadi hujan yang begitu lebat diperbukitan Mekah
      dan terjadi banjir besar yang merusak bangunan Kabah, maka Kaum Quraisy
      berpikir untuk membangun kembali Kabah.

      LOGIKA CETEK EKALAYA MENYIMPULKAN NABI MUHAMMAD SAW DIANGKAT SEBAGAI HAKIM
      DI MADINAH YANG TIDAK MENDASARKAN HUKUMNYA PADA AGAMA APAPUN

      Inilah hasil kesimpulan logika picik Ekalaya yaitu, "Muhammad meninggalkan
      Mekah bersama 100-200 orang pengikutnya menuju kota Yahudi di Medinah yang
      populasinya sekitar kurang dari 2000 orang. Diangkatnya Muhammad sebagai
      hakim disana tidak mungkin menggunakan kitab2 hukum Al Quran yang belum ada
      dizaman itu. Seperti anda ketahui Muhammad sebagai hakim tentunya boleh
      membuat undang2 tapi tak mungkin menggunakan kitab2 apapun yang belum ada
      waktu itu, tidak mungkin Muhammad bisa menggunakan Kitab Al Quran yang anda
      kenal sekarang ini dalam mempertimbangkan keadilan pada saat itu, apalagi
      kalau anda percaya bahwa Nabi Muhammad sendiri buta huruf. Singkatnya
      Muhammad berdiri diatas hukum atas dasar pertimbangan keadilan yang logis
      dan rasional yang kita sekarang sebagai bentuk hukum yang "Sekuler" artinya
      tidak berdasarkan ataupun berpihak pada agama apapun."( ogah@...
      ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)

      Padahal logika yang benar adalah, karena Al Quran yang diturunkan kepada
      Nabi Muhammad diturunkan secara bertahap dari sejak di Mekah (13 tahun)
      sampai akhir hayatnya di Madinah (10 tahun), maka Nabi Muhammad saw dalam
      membina masyarakat Madinah selalu berdasarkan kepada hukum-hukum,
      aturan-aturan yang telah diturunkan Allah SWT.

      EKALAYA DENGAN KEPICIKANNYA MENYIMPULKAN NABI MUHAMMAD SAW MEMPERKENALKAN
      UNDANG-UNDANG SEKULAR YANG TIDAK TERTULIS

      Inilah kesimpulan dari logika cetek Bambang Ekalaya yaitu, "tak mungkin bisa
      dibantah, bahwa Muhammadlah yang memperkenalkan etika moral ataupun undang2
      tak tertulis yang sekuler untuk pertama kali didunia ini. Karena kalau anda
      melihat kerajaan2 yang pernah ada diwaktu itu semua berkiblat pada
      agama/kepercayaan tertentu, kecuali pemerintahan dalam kota Muhammad ini di
      Medinah." ( ogah@... ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)

      Sebenarnya logika yang benar adalah, karena pada tahun pertama Hijrah
      Rasulullah saw dengan kaum Muhajirin, Kaum Anshor dan kaum Yahudi Madinah
      mengadakan perjanjian pakta pertahanan bersama, maka lahirlah perjanjian
      tertulis yang dinamakan Undang Undang Madinah yang hasilnya bisa dilihat dan
      dibaca sampai sekarang

      BAMBANG EKALAYA MENYIMPULKAN SEENAKNYA SAJA PERTENTANGAN DENGAN YAHUDI DI
      MADINAH

      Kesimpulan yang ngaco dari hasil logika cetek Bambang Ekalaya yaitu, "Kalau
      pada akhirnya seluruh orang Yahudi dibantai di Medinah oleh orang Arab, itu
      bukanlah karena perbuatan nabi Muhammad yang justru diundang dengan baik2,
      penuh persaudaraan oleh imam bangsa Yahudi itu sendiri di Medinah. Juga tak
      mungkin Muhammad yang orang Arab dengan pengikutnya yang sangat sedikit di
      Madinah mampu mengalahkan orang Yahudi yang bersenjata lengkap dan berjumlah
      lebih banyak dikota Medinah. Semua pembantaian itu terjadi justru akibat
      serbuan Abu Bakar yang ber-pura2 berteman dengan Muhammadlah yang akhirnya
      menyusupi pasukannya dimalam hari untuk membantai semua Yahudi dan termasuk
      Nabi Muhammad sendiri yang mati secara mengenaskan disini. Anak angkat Nabi
      Muhammad bernama Ali justru berada di negara lain untuk urusan yang
      diperintahkan Nabi Muhammad tidak tahu menahu urusan ini yang pada saatnya
      juga dibantai habis sekeluarga yang urusannya tak pernah usai hingga zaman
      sekarang." ( ogah@... ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)

      Padahal logika yang sebenarnya adalah, karena Bani-Bani dari kalangan Yahudi
      yang dipimpin oleh orang-orang yahudi bukan oleh Abu Bakar Sidiq selalu
      melanggar perjanjian dengan kaum muslimin dan mengadakan permusuhan dan
      penyerangan, maka kaum muslimin selalu mengadakan pembelaan diri dan
      pertahanan dan Nabi Muhammad saw tidak pernah terbunuh dalam satu
      peperangan, Rasulullah saw meninggal karena usianya sudah lanjut dan sudah
      sampai waktunya untuk menghadap ke khadirat Allah SWT.

      Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
      ahmad@... agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
      untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
      Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
      di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

      Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
      memohon petunjuk, amin *.*

      Wassalam.

      Ahmad Sudirman

      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...
      -----------------

      Date: Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700
      From: ogah <ogah@...>
      To: IndonesiaMu@yahoogroups.com
      Cc: Mimbar_Bebas@yahoogroups.com, milis-muslim@yahoogroups.com,
      Subject: :) MUHAMMAD PERTAMA DIDUNIA YANG MEMPERKENALKAN SEKULERISME

      Banyak umat Islam maupun umat beragama lain yang mengabaikan kenyataan2 dan
      bukti2: BAHWA KEPEMIMPINAN SEKULER PERTAMA KALI JUSTRU DIPERKENALKAN OLEH
      NABI MUHAMMAD.
      Ajaran Al Quran bisa pak Ogah pastikan bukanlah ajaran Muhammad, karena
      Muhammad sendiri menentang pen-sucian Kabah sedangkan Al Quran justru
      mewajibkannya dalam Rukun Islam. Muhammad meninggalkan Mekah menuju Medinah
      merupakan bukti yang tak bisa di tentang siapapun bahwa Islam yang ajaran
      Muhammad asli dimulai di Medinah. Pemutar balikkan kenyataan yang ditulis
      pada Al Quran sekarang ini jelas sia2, karena fakta tidak ada yang
      menyokongnya. contohnya, dikatakan bahwa Islam memperbolehkan Polygami,
      sedangkan Muhammad justru melarang Polygami, itulah sebabnya ia dimusuhi.

      Polygami yang dalam Al Quran se-olah2 ajaran Muhammad sama sekali tidak
      benar karena Polygami sudah berlangsung diseluruh dunia termasuk di Arab
      ribuan tahun
      sebelum Nabi sendiri dilahirkan (bisa dibuktikan dalam semua ajaran agama2
      tua). Nabi Muhammadlah pelopor Monogamy bukan Yesus Kristus yang tidak
      pernah
      menikah dengan wanita.

      Yang tak mungkin diputer balik adalah bahwa Khadijah melamar dan memberi
      mahar
      kepada Muhammad untuk menikahinya. Sistim perkawinan inilah yang disebut
      sistim Matriachart yang hanya ada diwilayah Arab dan sekitarnya (mesir) tapi
      tidak berlaku dalam keluarga Arab. Wilayah Arab zaman dulu bukanlah milik
      orang Arab,
      karena istilah "Arab" adalah berarti "Nomad" bukan nama suatu bangsa. Siti
      Khadijah merupakan ciri kelas feodal dari keturunan suku Matriachart dari
      campuran Yahudi & Mesir kuno, ini ditunjang dengan budaya umum Arab yang ber
      Nomad sepanjang masa, sedangkan Khadijah sekeluarga bukanlah kelompok
      Nomaden.
      Sebaliknya Muhammad adalah keturunan Arab (Nomaden) yang sangat jelas, dan
      itulah merupakan alasan kuat bagi Siti Khadijah yang membutuhkan orang
      kepercayaan yang seperti Muhammad yang mampu melakukan ekspedisi kesemua
      negara dalam melebarkan ekspansi bisnis Siti Khadijah.

      Kalau posisi Muhammad harus berakhir meninggalkan Mekah setelah konflik
      dengan
      kaum feodal Mekah dari keluarga besar Siti Khadijah, tentu saja bisa kita
      maklumi, bayangkanlah anda sebagai ahli waris kekayaan bibi anda yang kaya
      raya tapi ternyata batal karena bibi anda menikahi pembantunya sendiri.
      Dimanapun dizaman dahulu krisis ini akan fatal bila seorang feodal menikahi
      pembantunya, ataupun seorang ratu menikahi pembantunya. Demikian pulalah
      yang dialami Muhammad. Seorang imam Yahudi di Madinah yang bernama "Waraqa"
      yang menjadi paman terdekat Khadijah mengundang dan mengangkat Muhammad
      sebagai pengawas, ataupun hakim di Kota Madinah tentu diterima Muhammad
      dengan amat sangat, maka ditinggallah kota Mekah dengan segala
      kekacauannya. Perebutan kekuasaan di Kota Mekah menyebabkan hancurnya kota
      Mekah, bahkan Kabah pun sudah hancur, tinggap
      puing2nya saja dan kembali dibangun oleh seorang Greek belakangan atas
      perintah
      Abu Bakar untuk menghidupkan kembali penyembahan berhala Kabah yang sangat
      ditentang oleh Nabi Muhammad.

      Muhammad meninggalkan Mekah bersama 100-200 orang pengikutnya menuju kota
      Yahudi di Medinah yang populasinya sekitar kurang dari 2000 orang.
      Diangkatnya
      Muhammad sebagai hakim disana tidak mungkin menggunakan kitab2 hukum Al
      Quran yang belum ada dizaman itu. Seperti anda ketahui Muhammad sebagai
      hakim tentunya boleh membuat undang2 tapi tak mungkin menggunakan kitab2
      apapun yang
      belum ada waktu itu, tidak mungkin Muhammad bisa menggunakan Kitab Al Quran
      yang anda kenal sekarang ini dalam mempertimbangkan keadilan pada saat itu,
      apalagi kalau anda percaya bahwa Nabi Muhammad sendiri buta huruf.

      Singkatnya Muhammad berdiri diatas hukum atas dasar pertimbangan keadilan
      yang
      logis dan rasional yang kita sekarang sebagai bentuk hukum yang "Sekuler"
      artinya tidak berdasarkan ataupun berpihak pada agama apapun.

      ATAS DASAR FAKTA2 TERSEBUT DIATAS, SUNGGUH MENGGELIKAN KALAU DIKATAKAN BAHWA
      MUHAMMAD MEMERINTAH MEDINAH DENGAN HUKUM ISLAM YANG ANDA KENAL SEKARANG,
      TIDAK
      MUNGKIN MEDINAH ITU MENJADI CONTOH HUKUM AL QURAN YANG ANDA KENAL SEKARANG
      TAPI BELUM TERBIT DIZAMAN TERSEBUT.

      TAK MUNGKIN BISA DIBANTAH, BAHWA MUHAMMADLAH YANG MEMPERKENALKAN ETIKA MORAL
      ATAUPUN UNDANG2 TAK TERTULIS YANG SEKULER UNTUK PERTAMA KALI DIDUNIA INI.
      KARENA KALAU ANDA MELIHAT KERAJAAN2 YANG PERNAH ADA DIWAKTU ITU SEMUA
      BERKIBLAT PADA AGAMA/ KEPERCAYAAN TERTENTU, KECUALI PEMERINTAHAN DALAM KOTA
      MUHAMMAD INI DI MEDINAH.

      SEORANG ISLAM YANG BENAR2 MENDALAMI AJARAN MUHAMMAD TENTU MENGERTI BAHWA GUS
      DUR JUSTRU SEBENARNYA SEORANG YANG MEMAHAMI SECARA MENDALAM AJARAN NABI
      BESAR MUHAMMAD YANG MENJADI LANDASAN BELIAU UNTUK BERPIKIR.

      Kalau pada akhirnya seluruh orang Yahudi dibantai di Medinah oleh orang
      Arab, itu bukanlah karena perbuatan nabi Muhammad yang justru diundang
      dengan baik2, penuh persaudaraan oleh imam bangsa Yahudi itu sendiri di
      Medinah. Juga tak mungkin Muhammad yang orang Arab dengan pengikutnya yang
      sangat sedikit di Madinah mampu mengalahkan orang Yahudi yang bersenjata
      lengkap dan berjumlah lebih banyak dikota Medinah. Semua pembantaian itu
      terjadi justru akibat serbuan Abu Bakar yang ber-pura2 berteman dengan
      Muhammadlah yang akhirnya menyusupi pasukannya dimalam hari untuk membantai
      semua Yahudi dan termasuk Nabi Muhammad sendiri yang mati secara mengenaskan
      disini. Anak angkat Nabi Muhammad bernama Ali justru berada di negara lain
      untuk urusan yang diperintahkan Nabi Muhammad tidak tahu menahu urusan ini
      yang pada saatnya juga dibantai habis sekeluarga yang urusannya tak pernah
      usai hingga zaman sekarang.

      Pak Ogah sama sekali bukan ingin merendahkan kepercayaan umat Islam manapun
      juga, tapi sebaliknya ingin menjunjung kebenaran yang sejati se-tinggi2nya
      dengan fakta2 yang ada yang tak mungkin bisa disingkirkan begitu saja.
      Akibat pemutar balikkan fakta2 itulah umat Islam berada selalu dalam
      kebencian yang tak pernah habis2nya terhadap bangsa Yahudi dimanapun yang
      pada kenyataannya pernah bersaudara dan bekerja dengan harmonis sekali
      melalui Nabi Muhammad (bukan
      melalui konflik Ismail dalam keluarga Ibrahim).

      Bukti2 kuat bahwa ajaran Al Quran yang anda percaya sekarang ini bukanlah
      ajaran
      Muhammad melainkan ajaran agama berhala zaman Jahiliah sebelum nabi Muhammad
      sendiri dilahirkan adalah pernyataan dalam Al Quran yang mengatakan bahwa
      "Nabi Ibrahim juga beragama Islam" padahal ajaran Islam itu adalah ajaran
      Muhammad yang belum lahir sewaktu zaman Nabi Ibrahim, mana mungkin Ibrahim
      menjadi penganut ajaran Muhammad yang lahirnya ribuan tahun setelah Ibrahim
      sendiri mati?? Tapi menjadi mungkin, kalau Al Quran yang anda percaya
      sekarang ini memang bukan ajaran Muhammad sehingga logis kalau Ibrahim
      adalah penganut
      ajaran Islam berdasarkan Al Quran sekarang ini tapi bukan ajaran Muhammad.
      Untuk bisa anda percaya bahwa Al Quran palsu ini adalah diturunkan Muhammad,
      Hadist2 berusaha mengkoreksi kesalahan fatal Al Quran palsu tersebut dengan
      menyatakan bahwa arti Islam itu adalah "Penyerahan kepada Allah", padahal
      kita menyebut seseorang Islam berdasarkan Al Quran itu sendiri bila
      "melaksanakan rukun Islam dan mengucapkan Syahadat", sedangkan "penyerahan
      diri kepada Allah" adalah merupakan ciri2 umum pada semua agama dizaman dulu
      yang menganut monoteisme termasuk Islam, tapi Islam yang diajarkan Nabi
      Muhammad tentu saja berciri khusus yang membedakannya dengan umat agama
      lainnya karena harus ber
      "syahadat dan rukun Islam".

      Terserah kepada semua umat Islam untuk mempercayainya ataupun untuk tidak
      mempercayainya, pengabdian pak Ogah hanya demi perdamaian dunia dan umat
      manusia yang abadi yang bebas dari kebencian apapun termasuk agama.
      Sedangkan Al Quran yang anda percaya sekarang ini penuh dengan nafas
      kebencian, permusuhan, pembunuhan, dan saling mencurigai antar umat beragama
      nya sendiri juga terhadap agama lainnya. Dengan fakta2 yang pak Ogah
      berikan diatas, tentu tidak perlu anda menghilangkan kepercayaan anda
      terhadap Nabi Muhammad, tapi pasti menghilangkan perasaan kebencian,
      permusuhan, dan saling mencurigai paling
      sedikit terhadap sesama umat Islam sendiri dan akan berakibat melapangkan
      dada
      anda untuk bisa bersahabat dengan lain agama. Perlu anda sadari, Al Quran
      yang
      anda percaya justru mengajarkan semua permusuhan yang dipoles dengan segala
      bentuk kasih kebaikan, contohnya, semua umat Islam dilarang mengucapkan
      "selamat
      hari natal" kepada umat Kristen, tentu saja dengan segala pemutar balikkan
      kata tak bisa anda artikan lain daripada jiwa kebencian yang menyelimuti
      larangan ini. Jelas, hari Natal itu diakui banyak umat Kristen sebagai
      bukan tanggal kelahiran Yesus yang serba tidak jelas, tapi kalau mereka
      merayakannya bukan berarti kita tak boleh mengucapkan selamat. Perayaan
      Hallowen yang di USA dirayakan oleh semua umat beragama padahal semua tahu
      bahwa itu adalah hari bahagia bagi "setan2 didunia" yang dipercaya menjadi
      musuh semua agama, tapi jelas2 siapapun yang merayakannya tidak ada yang
      percaya pada setan, dan tidak juga menjadi bersalah hanya merayakan sesuatu
      yang tidak ada ataupun yang tidak kita percaya. Melarang mengucapkan
      selamat apapun tidak lain merupakan ekspresi rasa kebencian yang dipendam
      dalam sanubari seseorang. Pak Ogah hanya bisa menasihati untuk membebaskan
      anda dari kebencian apapun untuk bisa hidup berbahagia.

      TAK MUNGKIN SESEORANG BISA HIDUP BERBAHAGIA DENGAN MENGIDAP RASA KEBENCIAN,
      IRI, DENDAM, DAN PERMUSUHAN DALAM HATINYA.

      Bacalah tulisan pak Ogah ini ber-ulang2 tanpa prasangka buruk pada diri
      anda.
      Siapapun yang menganggap pak Ogah mempunyai rasa benci terhadap agama,
      tentunya karena mereka sendirilah yang mempunyai perasaan kebencian
      tersebut, sebab kalau anda mau membayangkan untuk berdiri pada posisi pak
      Ogah yang tidak percaya pada agama apapun, dan tidak membedakan agama
      apapun, tentu yakin bahwa tak ada alasan apapun bagi pak Ogah untuk membenci
      agama manapun. Anda bisa saja tidak percaya bahwa Toyota yang anda kendarai
      itu adalah buatan Jepang, tapi meskipun anda tidak percaya tentunya anda tak
      perlu membenci mobil anda itu, dan anda tetap akan merawatnya dengan baik
      dan penuh kasih sayang karena dengan mobil itulah anda dibantunya kemanapun
      anda ingini. Begitulah dengan ajaran agama, tak perlu anda percaya
      sepenuhnya, meskipun anda menjalani semua ritualnya sebagaimana mestinya.
      Anda akan lebih mengasihi agama anda meskipun anda tahu bahwa itu merupakan
      ajaran palsu Nabi Muhammad yang anda percaya penuh, tapi kepalsuannya cukup
      anda ketahui untuk menyingkirkan segala kelemahan dan keburukan daripada
      ajaran tersebut, dan bukan justru untuk memelihara keburukannya dan
      menghancurkan fungsinya dalam membahagiakah kehidupan anda dalam beragama.

      Indonesia terpecah belah, ketinggalan semua teknology yang sekarang
      berkembang
      pesat didunia bukan karena kurangnya fasilitas, tapi karena akibat POLA
      BERPIKIR
      BANGSANYA YANG RELIGIOUS NORMATIVE, artinya agama sebagai norma sosial yang
      mutlak menjadi dasar semua keputusan yang bukan agama.

      Ogah
      Membuka wasasan berpikir dan bertindak Logis Rasional tanpa "Religious
      prejudice"
      -------------
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.