Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

YUDHOYONO,WIRAJUDA, MEGA TAKUTI SWEDIA DENGAN PENAPIS TERORIS PERPU 1&2/2002

Expand Messages
  • Ahmad Sudirman
    http://www.dataphone.se/~ahmad ahmad@dataphone.se Stockholm, 6 Juni 2003 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr wbr. YUDHOYONO CS, WIRAJUDA DAN MEGA
    Message 1 of 1 , Jun 6, 2003
    • 0 Attachment
      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...

      Stockholm, 6 Juni 2003

      Bismillaahirrahmaanirrahiim.
      Assalamu'alaikum wr wbr.

      YUDHOYONO CS, WIRAJUDA DAN MEGA TAKUTI SWEDIA DENGAN PENAPIS SERBUK TERORIS
      RACUN PERPU 1&2/2002
      Ahmad Sudirman
      Stockholm - SWEDIA.


      YUDHOYONO CS, WIRAJUDA DAN MEGA BERJINGKRAK SAMBIL ACUNGKAN PENAPIS SERBUK
      TERORIS PERPU 1&2/2002 YANG BERACUN BIN UNTUK TAKUTI SWEDIA AGAR BISA
      MENGGEMBOL TOKOH ACEH

      Inilagi satu kelemahan karena kebodohan Menko Polkam Susilo Bambang
      Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda, Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar
      Tandjung, Ketua MPR Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong.

      Dimana kelemahan mereka itu ditunjukkan dalam bentuk perilaku jingkrak
      sambil mengacungkan penapis serbuk teroris Perpu nomor 1 & 2 tahun 2002 yang
      berisikan racun mematikan BIN (Badan Intelijen Negara) dengan tujuan untuk
      menakuti Menlu Swedia Anna Lindh Cs di Stokholm supaya itu para tokoh Aceh
      yang telah menjadi warga Swedia bisa digembolnya kembali ke tanah air
      Indonesia.

      Usaha untuk menggembol kembali para tokoh Aceh dari Swedia ini yang dimotori
      oleh Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs dan Menlu Noer Hassan Wirajuda
      yang diadopsi oleh Presiden Megawati boneka-nya militer diserahkan kepada
      mantan Menlu Orba Ali Alatas didikan Jenderal diktator militer Soeharto yang
      didampingi oleh klub Deplu dan sebagian para labah-labah dari Badan
      Intelijen Negara (BIN) pimpinan AM Hendropriyono, juga tidak ketinggalan
      geng Polri Da’i Bachtiar.

      Nah, karena memang Susilo Bambang Yudhoyono Cs dan Noer Hassan Wirajuda
      bodoh, maka tanpa dipikir panjang diambilnya itu anak turunan resolusi DK
      PBB 1373 (2001) yang berkepala bulat keras bermoncong tajam penuh racun
      mematikan buatan Dewan Keamanan Persekutuan Bush Blair, yang diberi gelar
      Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 tahun 2002 tentang
      Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang tidak berlaku surut dan Peraturan
      Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Pemberantasan
      Tindak Pidana Terorisme yang berlaku surut untuk melakukan penyelidikan dan
      penyidikan serta penuntutan para pelaku peristiwa peledakan bom di Bali.

      Nah sekarang, agar para tokoh Aceh yang ada di Swedia kena jerat penapis
      serbuk teroris racun Perpu nomor 1 tahun 2002, maka disebarkanlah jaring
      labah-labah Badan Intelijen Negara (BIN) pimpinan AM Hendropriyono yang
      terbuat dari pasal 26, (1) , yang berisikan racun, "untuk memperoleh bukti
      permulaan yang cukup, penyidik dapat menggunakan setiap laporan intelijen.".

      Dimana dengan dasar jaringan labah-labah BIN inilah disaringlah pasir-pasir
      yang dianggap pembawa wabah terorisme yang berasal dari kasus peledakan bom
      di Bursa Efek Jakarta tanggal 13 September 2000, Mall Atrium tanggal 23
      September 2001, Bina Graha Cijantung Mall tanggal 1 Juli 2002, Balai Kota
      Medan tanggal 31 Maret 2003, dan di Jalan Belawan Deli Medan tanggal 1 April
      2003.

      Hanya tentu saja, dari hasil saringan pasir-pasir pembawa wabah terorisme
      hasil kerja BIN tersebut diatas, sampai detik ini belum bisa dijadikan bukti
      seratus persen yang bisa menunjuk kepada para tokoh Gerakan Aceh Merdeka di
      Swedia yang menjadi pembawa wabah tindakan pidana terorisme di Indonesia.

      Karena itu, semua hasil kumpulan pasir-pasir yang dianggap pembawa wabah
      terorisme hasil penapisan yang dibuat oleh BIN dengan menggunakan penapis
      serbuk teroris Perpu nomor 1 & 2 tahun 2002 tidak bisa diterima.

      Apalagi kalau dibuka tabir penutup jaring labah-labah penapis serbuk teroris
      Perpu nomor 1 & 2 tahun 2002 yang terkumpul dalam pasal 5 yang berisikan
      racun "Tindak pidana terorisme yang diatur dalam Peraturan Pemerintah
      Pengganti Undang-undang ini dikecualikan dari tindak pidana politik, tindak
      pidana yang berkaitan dengan tindak pidana politik, tindak pidana dengan
      motif politik, dan tindak pidana dengan tujuan politik, yang menghambat
      proses ekstradisi.", maka sudah jelas, jeratan jaring labah-labah BIN ini
      tidak mempan untuk menjaring Gerakan Aceh Merdeka yang memang mempunyai
      motif dan tujuan politik.

      Jadi sebenarnya, menurut saya, itu usaha Menko Polkam Susilo Bambang
      Yudhoyono Cs, Menlu Noer Hassan Wirajuda dan Presiden Megawati untuk
      menggembol para tokoh Aceh yang berkewarganegaraan Swedia kembali ke
      Indonesia melalui utusan khusus mantan Melu Orba Ali Alatas, dengan dasar
      dari hasil saringan pasir-pasir pembawa wabah terorisme hasil kerja BIN yang
      masih belum bisa dibuktikan seratus persen bahwa para tokoh Gerakan Aceh
      Merdeka di Swedia sebagai pembawa wabah tindakan pidana terorisme di
      Indonesia adalah sangat-sangat lemah dan tidak akan diterima oleh Pemerintah
      Swedia.

      Justru jalan keluar yang paling baik sampai detik ini dalam usaha mencara
      damai di Aceh adalah seperti yang telah saya kemukakan dalam tulisan-tulisan
      saya sebelumnya, yaitu membuka jalur diplomasi dengan Swedia dan membuka
      jalur kerjasama dengan Swedia agar bisa menjadi juru penengah antara PRI dan
      GAM. Dimana disini Swedia diberi peluang yang cukup luas untuk menjadi
      mediator sekaligus menjadi pelaksana perundingan antara PRI dan GAM dimasa
      yang akan datang. Karena, tanpa melibatkan Swedia, persoalan Aceh tidak akan
      segera bisa diselesaikan secara damai. Dan hal itu telah terbukti sekarang,
      tanpa keterlibatan langsung Swedia, itu yang namanya pemimpin GAM tidak bisa
      digoyahkan setapakpun.

      Nah terakhir, kalau memang Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Menlu
      Noer Hassan Wirajuda, Presiden Megawati, Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua MPR
      Amien Rais, dan Ketua Komisi I DPR Ibrahim Ambong tidak mau dipanggil bodoh,
      maka jangan sekali-kali mengacungkan penapis serbuk teroris Perpu nomor 1 &
      2 tahun 2002 yang berisikan racun mematikan BIN (Badan Intelijen Negara)
      dengan tujuan untuk menakuti Menlu Swedia Anna Lindh Cs di Stokholm supaya
      itu para tokoh Aceh yang telah menjadi warga Swedia bisa digembolnya kembali
      ke tanah air Indonesia.

      Pakai cara diplomasi GAM-Aceh yang bijaksana untuk menghadapi pemerintah
      Swedia dibawah komando pendekar wanita salju utara Menlu Anna Lindh,
      sebagaimana yang saya utarakan diatas.

      Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
      ahmad@... agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
      untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
      Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
      di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

      Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
      memohon petunjuk, amin *.*

      Wassalam.

      Ahmad Sudirman

      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...

      _________________________________________________________________
      Lättare att hitta drömresan med MSN Resor http://www.msn.se/resor/
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.