Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Karena mereka tahu bahwa tidak mungkin kemerdekaan yang mereka minta akan diberikan

Expand Messages
  • Gam made in MZ
    Jika GAM tak Gudangkan Senjata TNI akan Kerahkan Kekuatan ... Djali Yusuf : Sudah cukup kebohongan diberikan. Jangan berselimut dengan kesepakatan damai.
    Message 1 of 1 , Jan 30, 2003
    • 0 Attachment

      Jika GAM tak Gudangkan Senjata

      TNI akan Kerahkan Kekuatan

      ---------------------------------------------------------------------------------

       

      Djali Yusuf : Sudah cukup kebohongan diberikan. Jangan berselimut dengan kesepakatan damai. Nyatakan kalau memang tak mau dan jangan terus mengulur waktu. Tanggal 9 Februari menjadi patokan kita".

      ---------------------------------------------------------------------------------

       

      MEULABOH - Panglima Kodam Iskandarmuda, Mayjend M Djali Yusuf menegaskan, TNI akan mengerahkan kekuatan dan melakukan tindakan emergency jika GAM tak mematuhi butir kesepakatan damai, yaitu menggudangkan persenjataannya, mulai 9 Februari mendatang.

      "Kalau memang mereka menodai kesepakatan tersebut, maka tak ada pilihan lain kecuali mengerahkan kekuatan dan tindakan emergency," tandas M Djali Yusuf kepada wartawan, Kamis (30/1), saat meninjau Kompi Senapan (Kipan) C Yonif 112/DJ Desa Lapang, Meulaboh.

      Kunjungan jenderal bintang dua itu ke Meulaboh, dalam rangka membuka penataran bintara pembina desa (Babinsa) di jajaran Korem 012/TU, di Gedung Cut Nyak Dhien. Penataran yang berlangsung 10 hari mulai 30 Januari hingga 10 Februari itu, diikuti 100 peserta dari tiga Kodim yaitu Kodim Aceh Besar, Aceh Barat, dan Aceh Selatan, serta peserta dari Korem 012/TU.

      Menurut Djali Yusuf, GAM sudah banyak menebarkan kebohongan-kebohongan kepada masyarakat. Mereka melakukan ceramah dengan memutar-balikkan masalah. Tapi pihak aparat tidak tinggal diam dan terus melakukan tindakan pembubaran. Para penggerak masanya juga akan dicari untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya itu.

      "Sudah cukup kebohongan diberikan. Jangan berselimut dalam kesepakatan damai. Nyatakan kalau memang tidak mau dan jangan terus menggulur waktu. Tanggal 9 Februari menjadi patokan kita," tegas Pangdam.

      Diuraikan Pangdam, secara lahir kondisi keamanan di Nanggroe Aceh Darussalam cukup baik. Tapi, pihaknya tetap mewaspadai berbagai kemungkinan. Apalagi di bawah permukaan, mereka (GAM) dengan cara yang terselubung dan jauh di bawah pengawasan melakukan pemerasan. Mereka juga coba menghimpun kekuatan dan membentuk organisasi-organisasi yang semuanya dilarang dalam kesepakatan.

      Menurut M Djali Yusuf, itu terlihat dari banyaknya laporan dari masyarakat yang dihimpun setiap hari. Ada saja ceramah yang memutar-balikkan masalah. Padahal, tindakan tersebut tidak dibenarkan. "Kalau mereka memang benar sayang kepada saudara-saudaranya, sayang kepada masyarakat, sebenarnya kesempatan damai ini mereka manfaatkan. Bukan memprovokasi dengan cerita-cerita bohong, sehingga membuat masyarakat binggung. Masyarakat akhirnya berada dalam posisi cemas, karena mereka tahu bahwa tidak mungkin kemerdekaan yang mereka minta akan diberikan," ujar Pangdam Djali.

      Tolak zona aman

      Sementara itu, tokoh masyarakat dari lima kecamatan di Kabupaten Aceh Barat dalam pernyataan sikapnya mengharapkan tidak ada istilah zona aman dan tidak aman di wilayahnya, mengingat kondisi keamanan yang belum begitu kondusif.

      Kepada TNI/Polri para tokoh masyarakat itu meminta agar tetap bertugas. Mereka juga minta kepada pihak joint security committe (komisi keamanan bersama) untuk dapat memantau dan berupaya melucuti sesegera mungkin senjata-senjata dari pihak yang tidak berwenang memegangnya dan segera menggudangkannya.

      Mensikapi hal tersebut, Pangdam Iskandarmuda Mayjen M Djali Yusuf menyebutkan, sebagai tanda bahwa masyarakat sadar tidak bisa lagi dibohongi seperti yang lalu. "Saya merespon keinginan itu. Tapi dalam perjanjian kesepakatan, kan ada zona damai untuk dibangun dan dicontohkan."

      Selain Indrapuri, sebut Djali Yusuf, masih ada daerah lain yang akan dijadikan zona damai, namun hal itu masih dalam pertimbangan. "Kalau Indrapuri bisa, akan dicontoh daerah lain. Tapi kalau tidak, maka cuma ada satu saja. Kita juga nggak mau memberikan itu tanpa ada kepatuhan dari mereka (GAM).

      Diuraikannya, zona damai itu bebas dari bentuk-betuk aksi militer. Tidak ada aktivitas-aktivitas kedua belah pihak. Tidak juga melakukan penggeseran pos-pos yang sudah ada. "Jadi kalau ada pos militer di situ ya biar saja. Tetapi jika mereka keluar dari pos tidak dibenarkan melakukan kegiatan aksi-aksi militer. Tidak berkeliaran dengan kegiatan aksi-aksi militer."

      "Jika ada oknum-oknum TNI/Polri yang melanggar, laporkan kepada saya atau laporkan kepada pimpinan-pimpinan bawahan saya, nanti akan kita tindak. Tidak akan kita biarkan karena kami juga ingin prajurit-prajurit saya mampu menjalankan tugas dengan baik. Jauh dari pelanggaran."

      "Saya selalu mengatakan, janganlah masalah pungli yang Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 50.000 itu terus dijadikan komoditi. Padahal mereka yang meras Rp 5 juta, Rp 50 juta nggak pernah diomongkan. Saya tetap ingin tak ada pungli. Jadi kalau itu ada laporkan kepada saya, kita akan menindaknya," ungkap Djali Yusuf. (aji)



      With Yahoo! Mail you can get a bigger mailbox -- choose a size that fits your needs
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.