Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

TERBUKTI SEBAGIAN BESAR OTAK-OTAK KEPALA ANGGOTA MPR KENA RACUN SEKULARISME

Expand Messages
  • Ahmad Sudirman
    http://www.dataphone.se/~ahmad ahmad@dataphone.se Stockholm, 11 Agustus 2002 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr wbr. MAKIN TERBUKTI SEBAGIAN
    Message 1 of 1 , Aug 11, 2002
    • 0 Attachment
      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...

      Stockholm, 11 Agustus 2002

      Bismillaahirrahmaanirrahiim.
      Assalamu'alaikum wr wbr.

      MAKIN TERBUKTI SEBAGIAN BESAR OTAK-OTAK KEPALA ANGGOTA MPR KENA RACUN
      SEKULARISME
      Ahmad Sudirman
      XaarJet Stockholm - SWEDIA.


      APA MAU DIKATA MEMANG BENAR DAN TEBRUKTI BAHWA SEBAGIAN BESAR OTAK-OTAK
      KEPALA ANGGOTA MPR SUDAH
      DIRACUNI SEKULARISME DAN TETAP NEGARA PANCASILA MENJADI NEGARA SEKULAR
      PANCASILA

      Jelas, dagelan politikus karbitan yang sudah ditutup otak-otaknya itu yang
      sudah bersidang tahunan MPR yang berlangsung dari tanggal 1 sampai 10
      Agustus 2002
      itu ternyata memang benar dan terbukti tetap ingin mempertahankan negara
      pancasila tetap menjadi negara sekular pancasila, sesuai dengan apa yang
      tertulis dalam
      preambul UUD 1945.

      Coba saja perhatikan sedikit bukti dari hasil sidang tahunan MPR dalam
      sidang paripurna ke-7 ST MPR kemarin, 10 Agustus 2002 mengenai usaha untuk
      merubah
      isi pasal 29 ayat 1 dan ayat 2 tetapi kenyataan dari hasil sidang paripurna
      ke-7 ST MPR tersebut tetap saja isinya sesuai dengan aslinya yang ditulis
      dari sejak UUD
      1945 disyahkan 57 tahun yang lalu. Karena memang sebagian besar otak-otak
      kepala anggota MPR ini masih tetap menginginkan negara pancasila langgeng
      menjadi
      negara sekular pancasila.

      Mengapa saya sebut negara pancasila ini menjadi negara sekular pancasila ?

      Karena kalau kita telusuri dan gali sedikit lebih dalam apa yang terkandung
      dalam Bab XI tentang Agama pasal 29 UUD'45 yang berisikan,

      1.Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
      2.Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya
      masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya
      itu.

      Maka akan terbukti bahwa benar Bab XI tentang Agama pasal 29 ayat 1 dan 2
      UUD 1945 itu adalah landasan negara sekular.

      Sekarang mari kita gali, apakah yang dimaksud dengan "Negara berdasar kepada
      Ketuhanan Yang Maha Esa" dalam Bab XI pasal 29 ayat 1 diatas itu ?

      Jawabannya adalah seperti yang saya tulis kemarin, 10 Agustus 2002 mengenai
      "Preambul UUD 1945 yang harus duluan dibedah bukan batang tubuhnya" (
      http://www.dataphone.se/~ahmad/020810.htm ) dimana saya menyinggung bahwa:

      "Konsepsi ketuhanan yang maha esa yang tercamtum dalam preambul UUD 1945
      (dan Bab XI pasal 29 ayat 1) itu adalah konsepsi ketuhanan yang maha esa
      yang
      bisa diterima oleh seluruh agama, aliran kepercayaan dan adat istiadat yang
      ada di negara sekular pancasila. Artinya, konsepsi ketuhanan yang maha esa
      yang
      fleksibel.

      Misalnya aliran kepercayaan yang percaya kepada satu patung yang besar, maka
      konsepsi ketuhanan yang maha esa dapat diterima, karena satu patung yang
      besar
      sama dengan tuhan yang maha esa (satu). Contoh lainnya, misalnya aliran
      kepercayaan yang percaya kepada satu pohon beringin yang besar, maka
      konsepsi
      ketuhanan yang maha esa dapat diterimanya, karena satu pohon beringin yang
      besar sama dengan tuhan yang maha esa (satu).

      Jadi, apabila konsepsi ketuhanan yang maha esa ini menurut dasar konsepsi
      ketuhanan yang maha esa yang ada dalam akidah Islam, maka jelas negara
      sekular
      pancasila adalah hanya mengakui satu agama yaitu Islam, dan ini adalah jelas
      bukan yang dimaksudkan oleh pembukaan UUD 1945 (dan Bab XI pasal 29 ayat 1)
      dalam point berdasarkan kepada ketuhanan yang maha esa diatas itu.

      Jelas Islam tidak mengakui konsepsi ketuhanan yang maha esa dari
      aliran-aliran kepercayaan diatas yang menyembah satu patung yang besar atau
      satu pohon
      beringin yang besar. Sedangkan konsepsi ketuhanan yang maha esa menurut
      preambul UUD 1945 (dan Bab XI pasal 29 ayat 1) diatas adalah mencakup
      keseluruhan agama dan aliran kepercayaan yang ada di negara sekular
      pancasila dan yang bersifat fleksibel yang bukan berdasarkan kepada konsepsi
      ketuhanan
      yang maha esa yang berdasarkan ketauhidan yang bersumberkan dari akidah
      Islam. Karena itu, jelas, Islam secara terang-terangan menolak konsepsi
      ketuhanan
      yang maha esa yang tercantum dalam preambul UUD 1945 (dan Bab XI pasal 29
      ayat 1) diatas tersebut." ( http://www.dataphone.se/~ahmad/020810.htm ).

      Konsekwensi logisnya adalah, karena Islam tidak menerima konsepsi ketuhanan
      yang maha esa yang ada dalam Bab XI pasal 29 ayat 1 UUD 1945 dan sila
      Ketuhanan yang maha esa yang ada dalam preambul UUD 1945, maka isi dari
      seluruh UUD 1945 adalah bukan dijiwai oleh akidah Islam. Dengan kata lain,
      bahwa
      Islam adalah berada di luar UUD 1945, atau UUD 1945 adalah UUD yang sekuler
      dan sila-sila lainnya yang ada dalam pancasila menjadi gersang dari aqidah
      Islam.

      Karena menurut Bab XI pasal 29 ayat 1 UUD'45 negara bukan berdasarkan
      konsepsi ketuhanan yang maha esa menurut akidah Islam, maka ayat keduanya
      yang
      menyatakan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
      memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan
      kepercayaannya itu" adalah sama dengan penetapan yang ada di negara-negara
      sekuler. Artinya, bebas bagi setiap warga untuk beragama atau tidak, agama
      tidak
      ada sangkut pautnya dengan negara.

      Mengapa agama tidak ada sangkut pautnya dengan negara?

      Karena tidak ada satu ayatpun dalam UUD 1945 yang mengatakan bahwa "Apabila
      timbul perbedaan pendapat di antara kamu di dalam suatu soal, maka
      kembalikanlah penyelesaiannya pada (hukum) Tuhan dan (Sunnah) Muhammad SAW"
      seperti yang terkandung dalam Undang Undang Madinah Bab IV
      PERSATUAN SEGENAP WARGANEGARA pasal 23.

      Jadi, kesimpulannya adalah Negara Pancasila dengan dasar pancasila yang
      terkandung dalam preambul UUD 1945 dan UUD 1945-nya adalah Negara Sekuler
      yang sekarang telah diperkuat dan disyahkan oleh para anggota MPR yang
      otak-otak kepalanya telah kena racun sekularisme dalam sidang tahunan MPR
      dari
      tanggal 1 - 10 Agustus 2002.

      Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
      ahmad@... agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
      untuk
      membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
      Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
      di HP
      http://www.dataphone.se/~ahmad

      Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
      memohon petunjuk, amin *.*

      Wassalam.

      Ahmad Sudirman

      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...




      _________________________________________________________________
      MSN Hotmail är världens populäraste e-posttjänst. Skaffa dig ett eget konto
      du också: http://www.hotmail.com
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.