Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

IKLIL BENAR HUKUM YANG HARUS DITEGAKKAN, APA JUGA KATANYA ADA PANCASILA PEMERSATU RUPANYA "PUNCASILAP"

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Syiah Sampang Ingin Paham Mereka tidak Dianggap Sesat  Sabtu, 2013 Agustus 03 01:14 3721 Views Pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ulama
    Message 1 of 107 , Aug 2, 2013



      Pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ulama madura ternyata tidak bisa mengubah pendirian agar Syiah bertaubat terlebih dahulu jika ingin kembali ke Sampang.

      Namun, pengungsi menolak tuntutan tersebut yang meminta meninggalkan ajaran Syiah.

      "Sekarang sudah bukan zamannya lagi untuk memaksakan pemahaman, itu benar, yang satu sesat," kata Iklil al Milal perwakilan para pengungsi Islam Syiah, kemarin.

      Ia menegaskan, tidak ada persoalan harus bertobat, dengan kondisi saat ini. Lagipula, menurutnya, mereka juga punya memiliki Tuhan, Rasul serta Kitab suci yang sama dengan penganut mazhab Islam lainnya.

      "Kita 'kan sama-sama menganut Islam, mengapa dipertentangkan. Jadi, kenapa kami harus dianggap harus bertobat," kata Iklil.

      Desakan para ulama Madura agar warga Syiah ‘bertobat' itu disampaikan ketika Tiga komponen ulama di madura, yakni Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA), Majelis Ulama dan Nahdlatul Ulama, kepada Presiden langsung, pada pertemuan di Surabaya, Kamis (1/8).

      Namun menurut Iklil, persoalan keyakinan (Syiah dan Sunni) tidak perlu dijadikan materi atau syarat dalam proses rekonsiliasi. "Asal kita bisa menghargai perbedaan, dan saling menghormati, tentu ini yang perlu ditekankan. Dan tentunya pihak aparat harus tegas kepada pelaku kekerasan," tandasnya.

      "Kami ingin Syiah ini harus ditegaskan tidak sesat. Kami ingin, prinsip menghargai perbedaan harus dikedepankan," tutur Iklil. Ia pun menegaskan, penegakan hukum menjadi kunci, ia pun menegaskan tidak perlu ada penjagaan 24 jam terhadap warga Syiah untuk mencegah konflik.



      'Tidak perlu jaga 24 jam, bukan itu yang kami butuhkan. tegakkan hukum, yang melakukan kekerasan kemarin, dihukum. Biar ada efek jera bagi pelaku, dan tidak mengulangi lagi," ujarnya. (IRIB Indonesia/Metrotvnews)
    • Ali Al Asytar
      http://www.presstv.ir/detail/2013/08/05/317368/latest-leaks-show-us-has-been-funding-uk-spying-agency/ Hubungan khusus antara Inggris dan Amerika telah
      Message 107 of 107 , Aug 5, 2013

        Hubungan khusus antara Inggris dan Amerika telah mengambil twist dari jenis spionase - sebagai bocoran terbaru oleh American whistleblower Edward Snowden mengungkapkan bahwa tidak hanya kedua negara erat bekerja sama untuk memata-matai warga negara di kedua sisi Atlantik, tetapi juga Amerika telah melakukan pembayaran rahasia sebesar £ 100 juta hanya dalam tiga tahun untuk mengamankan akses dan pengaruh terhadap program pengumpulan intelijen Inggris.

        Kelompok kampanye telah bereaksi marah terhadap wahyu.

        Tapi, transparansi bukanlah nama permainan, dan ahli intelijen mengatakan ada banyak pertanyaan yang masih belum terjawab.

        Bahwa kita tidak tahu, tetapi dokumen yang membuat jelas bahwa Amerika mengharapkan laba atas investasi, dan bahwa GCHQ harus bekerja keras untuk memenuhi tuntutan mereka. Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang terus Washington memiliki lebih dari Inggris.

        Dalam wahyu terpisah, media Jerman melaporkan bahwa beberapa raksasa telekomunikasi global yang juga telah melewati intel ke GCHQ. Mereka termasuk dua perusahaan besar Inggris: BT, atau British Telecom dan Vodafone yang diduga menyerahkan rincian panggilan telepon, email dan posting facebook serta memberikan akses terbatas kepada seluruh kabel bawah mereka.

        Kedua perusahaan mengatakan bahwa mereka telah bertindak dalam hukum, tapi hal itu tidak diredakan banyak.

        Karena pemerintah terus ibu, keuntungan momentum kegagalan dan sebagai cerita terungkap kita mendapatkan sekilas dari hubungan yang nyata antara AS dan Inggris, dan sejauh mana mata-mata yang terjadi.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.