Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

SBY minta KPK hati-hati dalam menetapkan tersangka

Expand Messages
  • Sunny
    res: Kalau tersangka adalah sahabat karib atau anggota penting separtai tentunya sangat tidak bagus. Sepatutnya KPK adalah Komite Penyelamat Koruptor.
    Message 1 of 1 , Jul 27, 2013
    • 0 Attachment
      res: Kalau tersangka adalah sahabat karib atau anggota penting separtai tentunya sangat tidak bagus. Sepatutnya KPK adalah Komite Penyelamat Koruptor.
       
       
       
      SBY minta KPK hati-hati dalam menetapkan tersangka
      Nasional | Jumat, 26 Juli 2013 | 15:03    Dibaca 30 kali    Komentar 0
      Oleh : MN3, manadonews.com
      Presiden SBY. ©Rumgapres/Abror Rizki
       

      Setelah menyindir sering bocornya Berita Acara Pidana (BAP) dari tangan aparat hukum ke wartawan dan masyarakat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menyoroti kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). SBY meminta, agar lembaga ini berhati-hati dalam menetapkan tersangka.

      "Kalau di kejaksaan dan kepolisian, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, kalau tidak memenuhi syarat untuk maju ke proses berikutnya lagi dihentikan demi keadilan. Nah kalau KPK, sekali proses akan bablas sampai pengadilan, begitu," ucap SBY saat meresmikan Rakernas Bantuan Hukum di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/7).

      Menurut SBY, jauh sebelumnya, KPK selalu melakukan tindakan di mana setiap orang yang ditangkap sudah dinyatakan bersalah. Namun, dari sejumlah kasus, ada beberapa saat terdakwa dibebaskan pengadilan karena tidak memiliki cukup bukti.

      "Pesan saya kepada KPK karena begitu aturan ketentuannya, maka berhati-hatilah dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka, karena setelah itu bablas sampai dengan pengadilan," tandasnya.

      SBY menambahkan, besarnya kekuasaan yang dimiliki MK dan KPK memberikan respek yang begitu besar terhadap kedua lembaga itu. Maka, kekuasan itu harus dijalankan dengan baik.

      "Ini tujuannya baik, baik kepada MK ataupun KPK bahwa dengan respek dengan penghormatan yang tinggi, mengingat besarnya kekuasaan di tangan kedua lembaga itu, maka kekuasaan itu dijalankan dengan benar, penuh amanah, dan tanggung jawab," kata SBY.(merdeka)

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.