Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: «PPDi» Abu Jibril: Yang Ikut Pancasila Akan Binasa

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Pada mulanya Piagam Jakarta tetapi Seokarno menyulapnya dengan Pancasila. Intelektual Indonesia, M Natsir mempertahankan semampunya bahwa Islam itu bersystem
    Message 1 of 2 , Jul 24, 2013
    View Source
    • 0 Attachment
      Pada mulanya "Piagam Jakarta" tetapi Seokarno menyulapnya dengan Pancasila. Intelektual Indonesia, M Natsir mempertahankan semampunya bahwa Islam itu bersystem tetapi Seokarno dengan power yang dimilikinya tetap bersikukuh bahwa Islam "Yes" negara Islam "No"

      Saya tidak sedang membela Majelis Mujahidin Indonesia sebab mereka keliru juga dalam memahami Islam dimana realitanya mereka menzalimi Ahmadiah dan Syiah. Sedangkan Islam murni harus melindungi rakyat dalam negara, apapun agama mereka. Itulah namanya Islam yang rahmatan lil 'alamin.


      From: Sunny <ambon@...>
      To: Undisclosed-Recipient@...
      Sent: Thursday, July 25, 2013 2:00 AM
      Subject: «PPDi» Abu Jibril: Yang Ikut Pancasila Akan Binasa



      http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/06/08/15186/abu-jibril-yang-ikut-pancasila-akan-binasa/
       
      Rabu, 08 Jun 2011

      Abu Jibril: Yang Ikut Pancasila Akan Binasa

      Bekasi (voa-Islam) – Masih dalam Tabligh Akbar “Bekasi Bersyariah” di Masjid Islamic Center Bekasi, belum lama ini, Ustadz Abu Muhammad Jibril dari Majelis Mujahidin Indonesia menegaskan, syariat Islam tidak akan tegak, jika tidak ada penegaknya. Sesungguhnya orang yang menentang, mengingkari, dan tidak mempercayai Al Quran, mereka pasti akan binasa. Sangat disayangkan,  statement SBY yang menyatakan perang dengan mengatakan, tidak ada ideologi lain selain Pancasila
      Pancasila yang dianggap hasil galian Soekarno itu diteruskan oleh Soeharto, yang menetapkan, Pancasila adalah satu-satunya ideologi, dimana semua agama berada dibawahnya. Padahal, asas Pancasila ditemukan dalam Kitab Talmud. Asas pertama, monotheisme diganti dengan Ketuhahan. Kedua, Nasonalisme, berbangsa, berbahasa dan bertanah air satu  tanah Yahudi. Kemanusiaan yang adil dan beradab bagi bangsa Yahudi. Kembali pada Pancasila, berarti kembali pada doktrin Yahudi. Padahal, Allah sudah menetapkan: Ikutilah jalan-Ku yang lurus,  jangan ikuti jalan-jalan yang lain selain yang ditunjukkan oleh Al Qur’an.
      “Jika kalian mengikuti jalan Pancasila, nasionalisme, liberalisme, komunisme, kalian pasti bercerai-berai dan akan binasa. Satu-satunya jalan yang menyelamatkan umat Islam adalah Al Qur'an, tiada yang lain,” ujarnya.
      Para penguasa di negeri ini lebih memilih ajaran nenek moyangnya, yakni Pancasila.  Ketika ditawari Al Qur'an, syariat Islam mereka menolak. Jika Indonesia ingin menjadi lebih baik, maka ganti rezim ganti sistem, jadikan Islam sebagai sistem yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
      “Amalkan seluruh ajaran Islam, jangan ikuti langkah setan, karena setan musuhmu yang paling nyata. Artinya, laksanakan Islam seluruhnya dalam bentuk kekuasaan atau negara. Ketahuilah, Rasulullah Saw, Abu Bakar As-Shiddiq ra, Umar bin Khaththatb ra, Utsman bin Affan ra, dan Ali bin Abi Thalib ra, adalah pelaksana Al Quran dalam bentuk kekuasaan negara. Maka mustahil kita akan melaksakan Islam jika kita tidak punya kekuasaan dan negara,” jelas Ustadz.
      Saat ini umat Islam harus melaksanakan dakwah dan jihad. Kita tidak mau dihimpun dalam parlemen bersama Abu Jahal, Abu Lahab. Kita sudah saksikan, parlemen itu tempat kotor, tempat para koruptor berkumpul.
      "Barangsiapa tidak meyakini syariat Islam untuk mengatur di muka bumi, maka Islamnya, shalatnya, puasanya, zakatnya, hajinya menjadi batal. Orang yang dikatakan beriman adalah jika ia meyakini bahwa syariat Islam sebagai penyelamat, tidak ada keberatan hati untuk menerima syariat Islam," kata Ustadz Abu Jibril.
      Apabila diserukan kepada  Allah dan Rasulnya untuk berhukum dengan hukum Allah dan Rasulnya , itulah orang orang sukses dan jaya, panduannya hanya Quran dan sunnah saja. Jika mengikuti Pancasila, tidak akan selamat selama-lamanya.
      “Kita saksikan hari ini,  pemimpin demokrasi di dunia ini sedang berlaku sombong terhadap umat Islam. Betapa tidak, umat Islam dijelek-jelekkan, difitnah, diintimiasi, ditangkap, dibunuh dan dibantai di dunia,” katanya. Desastian




    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.