Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Mendikbud: 100% Siswa di 24 SMA/SMK Tidak Lulus UN + Kurikulum 2013, Waktu Pelajaran Agama Ditambah

Expand Messages
  • Sunny
    Ref. Bukan saja tahun ini terdapat sekolah-sekolah menengah atas yang 100% dari murid-murid pengikut ujian nasional (UN) tidak bisa lulus. 100%
    Message 1 of 1 , May 24, 2013
      Ref.  Bukan saja tahun ini terdapat sekolah-sekolah menengah atas yang 100%  dari murid-murid pengikut ujian nasional (UN) tidak bisa lulus. 100% Ketidaklulusan ujian ini bukan saja terjadi pada tahun ini, tetapi tahun-tahun silam juga banyak sekolah yang 100% dari murid pengikut ujiannya tidak lulus, dengan lain kata bisa dibilang sudah menjadi ritual tahunan tidak lulus.   Selebih itu hanya ucapan : Dirgahayu NKRI!
       
       

      Mendikbud: 100% Siswa di 24 SMA/SMK Tidak Lulus UN

      Pengumuman kelulusan UN tingkat SMA/SMK akan dilakukan Jumat besok.

      ddd
      Kamis, 23 Mei 2013, 19:44 Umi Kalsum, Rohimat Nurbaya
      Ujian SMA Negeri di Makassar
      Ujian SMA Negeri di Makassar (ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
       
       
      VIVAnews - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Kamis 23 Mei 2013, menyebutkan pada Ujian Nasional SMA dan SMK tahun 2013 ada sebanyak 24 sekolah yang siswanya 100 persen tidak lulus. Pengumuman kelulusan UN tingkat SMA/SMK akan dilakukan Jumat 24 Mei 2013.

      "Nanti saya sampaikan mana saja yang tidak lulus dari 24 sekolah tersebut.  Jadi dari 24 sekolah tersebut siswanya ada 899 yang tidak lulus," ujar M Nuh, saat jumpa pers di kantor Kemdikbud.

      Meskipun masih banyak yang tidak lulus, M Nuh mengimbau agar siswa yang tidak lulus tetap sabar dan tidak putus asa. Kata dia, walaupun tidak lulus masih ada kesempatan mengikuti ujian kesetaraan

      Bagi yang tidak lulus ia mengimbau tetap sabar dan tidak boleh putus asa. Karena ada kesempatan untuk mengikuti paket C bulan Juli nanti. Ujian kesetaraan itu sama saja, bisa dipakai untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. "Kalau tidak mau harus mengulang lagi," ujar M Nuh.

      Kemendikbud sendiri akan menyelidiki mengapa sampai ada 24 sekolah yang siswanya tidak lulus sampai 100 persen. Kata dia, apabila  penyebabnya sudah ketemu. Kemendikbud akan melakukan intervensi kepada 24 sekolah tersebut

      "Kita lihat pertama gurunya, apakah cukup atau tidak. Apakah gurunya sudah sertifikasi atau belum. Terus infrastruktur sekolahnya seperti apa. Dari situ akan ketemu apa sebabnya dan kita akan lakukan intervensi," ucap M Nuh. (ren)
       
      +++++
       

      Kurikulum 2013, Waktu Pelajaran Agama Ditambah

      Ini dilakukan karena kondisi etika sosial yang kian memprihatinkan.

      ddd
      Rabu, 15 Mei 2013, 15:30 Dwifantya Aquina, Daru Waskita (Yogyakarta)
      Pemerintah akan menambah jam pelajaran agama dalam kurikulum 2013.
      Pemerintah akan menambah jam pelajaran agama dalam kurikulum 2013. (Antara/ M Agung Rajasa)
       
      VIVAnews - Penerapan kurikulum 2013 akan mengedepankan pelajaran moral dan ahklak. Mata pelajaran agama, yang semula hanya dua jam per minggu, akan ditambah menjadi empat jam per minggu. Di dalamnya termasuk penambahan pelajaran budi pekerti.

      Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menilai penambahan waktu pelajaran agama ini sangat tepat.

      "Kondisi yang saat ini sedang terjadi, ada kegersangan sosial, hubungan sosial yang kering karena hilangnya etika sosial, tata krama, budi pekerti. Dalam kondisi seperti itu kehadiran kurikulum 2013 sangat tepat," kata Nuh di Yogyakarta, Rabu 15 Mei 2013.

      Mendikbud menyatakan, penerapan kurikulum 2013 sangat diperlukan karena tantangan di masa mendatang tentu bertambah berat. Sehingga diperlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk mengatasi tantangan. “Karena itu kurikulum 2013 disusun untuk memunculkan kreativitas dan inovasi untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks,” jelasnya.

      Menurut Nuh, pendidikan adalah vaksin sosial yang dapat mengatasi infeksi sosial seperti kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan peradaban.

      "Sekolah, madrasah, pondok, itulah vaksin sosial yang harus kita kembangkan. Karena itu anak-anak harus bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya," tuturnya.

      UN SD Dihapus

      Mulai tahun ajaran baru, Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat (MI/SDLB) juga akan ditiadakan. Ini sesuai dengan pelaksanaan Kurikulum Baru pada 2013/2014.

      Dikutip dari lama setkab.go.id, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pada 7 Mei 2013.

      Dalam PP ini dijelaskan pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelanggarakan Ujian Nasional yang diikuti Peserta Didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah, dan jalur nonformal kesetaraan.

      “Ujian Nasional untuk satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar sebagaimana dimaksud, dikecualikan untuk SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat,” bunyi Pasal 67 Ayat (1a) PP No. 32/2013 ini.

      Pada Pasal 69 PP ini disebutkan, setiap Peserta Didik jalur pendidikan formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur pendidikan nonformal kesetaraan berhak mengikuti Ujian Nasional, dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus, serta kewajiban bagi Peserta Didik untuk mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. Namun pada Ayat (2a) Pasal 69 PP itu ditegaskan, Peserta Didik SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat dikecualikan dari ketentuan mengikuti Ujian Nasional itu.

      Khusus Peserta Didik dari SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat, menurut Pasal 72 Ayat (1a) PP ini, dinyatakan lulus setelah memenuhi ketentuan pada Ayat (1) huruf a, b, dan c atau tidak ada kata-kata lulus Ujian Nasional.

      “Kelulusan Peserta Didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri,” bunyi Pasal 72 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini.

      Menurut PP ini pula, ketentuan pengecualian Ujian Nasional SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 Ayat (1a) berlaku sejak tahun ajaran 2013/2014. (umi
      )
       
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.