Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Polisi Bebaskan 17 Penambang

Expand Messages
  • Sunny
    http://www.siwalimanews.com/post/polisi_bebaskan_17_penambang Monday, 01 April 2013 Hanya Kibarkan Bendera Perancis Polisi Bebaskan 17 Penambang Namlea -
    Message 1 of 1 , Apr 1, 2013
    • 0 Attachment
       
      Monday, 01 April 2013
       
      Hanya Kibarkan Bendera Perancis

      Polisi Bebaskan 17 Penambang

      Namlea - Sebanyak 17 penambang yang diciduk di lokasi tam­bang emas Gunung Botak, Wamsalit, Kecamatan Teluk Kayeli  telah dibebaskan Polres Buru.

      Para penambang dibebaskan karena bendera yang dikibarkan di lokasi tambang emas ternyata bendera negara Prancis. Personil TNI yang menciduk para penam­bang salah menginterpretasi ben­dera tersebut. Personil TNI tidak tahu bendera tersebut merupa­kan bendera Prancis. Mereka justru menilai bendera tersebut sebagai bendera RMS, padahal komposisi warna sangat jauh berbeda.

      Kapolres Buru, AKBP Wahyu Widiarso kepada Siwalima mela­lui telepon selulernya, Sabtu (30/3) mengatakan para penambang tersebut dibebaskan karena ben­dera yang dikibarkan bukanlah bendera RMS seperti yang diin­formasikan namun yang dkibarkan justru bendera Prancis.

      “Itu bendera Prancis yang diki­barkan salah satu penambang kare­na dia fans tim sepakbola Prancis. Jadi tidak benar itu bendera RMS,” tandasnya.

      Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Buru, AKP M Harris kepada Siwalima di ruang kerjanya, Sabtu (30/3), menjelaskan, para penam­bang terse­but awalnya mengibarkan bendera Prancis yang dipancang dengan sebatang kayu di lokasi tambang dan kemudian dilihat personil TNI.

      “Saat personil TNI datang dan melihat bendera tersebut, ternyata me­reka mengira itu adalah bendera RMS sehingga mereka lalu men­ngkap para penambang,” jelasnya.

      Setelah penangkapan tersebut, kata Harris, ke-17 penambang itu di­bawa ke pos TNI di kawasan Ana­honi, sementara Boby, pelaku pengi­baran bendera Prancis yang ketaku­tan sudah duluan kabur dan men­cari perlindungan di suatu tempat.

      “Para penambang ini mengaku saat ditahan pos TNI ternyata mereka kembali diperlihatkan bendera tersebut dan ditanya ini bendera apa. Mereka sepakat menjawab ini bendera Prancis.  Namun mereka tetap dibawa ke pos TNI di Kayeli lalu dievakuasi ke Namlea dan selanjutnya dise­rahkan ke Polres Buru,” katanya.

      Menurutnya, penyidik Polres Buru setelah menerima penyerahan para penambang yang ditangkap tersebut dari personil TNI langsung melakukan interogasi dan ternyata hasil pemeriksaan menunjukkan bendera yang dikibarkan adalah bendera Prancis.

      “Kejadian ini sama sekali tidak terkait dengan RMS, karena mereka semua penambang. Kejadiannya tidak lebih karena salah paham. Mereka kemudian sudah kami pulangkan ke kediaman masing-masing untuk memperoleh apa yang mereka inginkan,” ungkapnya.

      Sebagaimana diketahui, sebanyak 17 penambang ditangkap personil TNI yang bertugas di kawasan penambangan emas Gunung Botak, Wamsalit, Kecamatan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Kamis (28/3) pukul 15.00 WIT.

      Penangkapan tersebut terkait adanya pengibaran dua bendera yang warna dan komposisinya mirip bendera negara Prancis

      Ke-17 penambang yang ditangkap yaitu Blali Latbual, Jaikal Teiras, Yopi Kolondang, Kurniawan Simamora, Joiku Wulur, Candri Lumuko, Jakson Kolondang, La Buntu Soulissa, Rein Kolondang, Udin, Fendi Lampas, Iskia Marinca, Jendri Wokas, Roike Lumuko, John Maul, Agus Mixel dan Fredy Tentua.

      Danton Yonif 731/Kabaresi, Letda Inf Tamrin Batuatas kepada wartawan di Namlea, Kamis (28/3) menjelaskan, beberapa menit sebelum ke-17 orang itu diamankan, ada yang datang melapor ke pos jaga Yonif 731/Kabaresi di kawasan Anahoni (pintu masuk menuju gunung botak) jika ada dua bendera mirip bendera Prancis yang dikibarkan.

      Bendera yang diikat di batang bambu kemudian diikat lagi di tiang kayu yang ditanam itu tepat berkibar di pos empat bukit batu. Mendengar laporan itu, personil Yonif 731/Kaba­resi dan Brimob langsung menuju TKP dan menangkap 17 orang yang berada di lokasi bendera tersebut.

      Mereka kemudian dibawa menuju Kayeli lalu dievakuasi dengan speedboat menuju Namlea. personil Yonif 731/Kabaresi dan Brimob mengawal proses evakuasi menuju Mapolres Buru. Ke-17 penambang tersebut saat ini masih diamankan di Mapolres Buru. Mareka ditangkap di Kawasan Pos Empat, Bukit Batu, Gunung Botak hanya berselang beberapa menit setelah bendera yang dicurigai bendara RMS itu dikibarkan. (S-31)

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.