Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Sikap Iran Soal Perjanjian Perdagangan Senjata

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Sikap Iran Soal Perjanjian Perdagangan Senjata Jumat, 2013 Maret 29 16:36   Duta Besar Iran untuk PBB Mohammad Khazaei mengatakan, rancangan perjanjian yang
    Message 1 of 33 , Mar 29, 2013
    • 0 Attachment
      Sikap Iran Soal Perjanjian Perdagangan Senjata
      Jumat, 2013 Maret 29 16:36
       
      Duta Besar Iran untuk PBB Mohammad Khazaei mengatakan, rancangan perjanjian yang mengatur perdagangan internasional senjata konvensional mengandung kelemahan hukum.

      Dalam pidatonya pada Konferensi Akhir PBB tentang Perjanjian Perdagangan Senjata (ATT) yang diadakan di Markas Besar PBB, New York, Khazaei mengatakan, meskipun adanya upaya Iran untuk memperbaiki berbagai kekurangan draf perjanjian tersebut, namun rancangan akhir perjanjian itu tetap bermotif politik dan bias. Oleh sebab itu, Iran menentangnya.

      Khazaei menyatakan bahwa perlawanan terhadap tindakan agresi merupakan tujuan utama PBB, namun rancangan saat ini mengabaikan tuntutan dari banyak negara untuk melarang transfer senjata ke pihak agresor.

      Dia mengatakan, Republik Islam telah menjadi korban agresi asing dan pertanyaan utama Tehran adalah bagaimana penderitaan manusia dapat dikurangi sementara menutup mata terhadap masalah penyediaan senjata ke tangan agresor.

      Khazaei lebih lanjut menyatakan penyesalannya bahwa upaya untuk menyetujui perjanjian yang seimbang dan non-diskriminatif telah diabaikan selama konferensi PBB.

      Sekitar 2.000 perwakilan pemerintah, organisasi internasional dan regional serta masyarakat sipil berkumpul di markas PBB untuk menuntaskan rincian dari perjanjian, yang dipandang sebagai inisiatif paling penting terkait peraturan perdagangan senjata konvensional.

      Menurut Kantor PBB untuk Urusan Perlucutan, kekerasan membunuh lebih dari setengah juta orang setiap tahun, termasuk 66.000 perempuan. Selain itu, sekitar 800 pekerja kemanusiaan tewas dan hampir 700 cidera dalam serangan bersenjata di seluruh dunia antara tahun 2000 dan 2010.

      Selain Republik Islam Iran, Korea Utara dan Suriah juga menolak rancangan perjanjian yang disusun dengan motivasi politik itu. Akhirnya, PBB gagal mencapai konsensus perjanjian perdagangan senjata.

      Salah satu tujuan utama dari perjanjian itu adalah menetapkan standar transfer bagi semua transfer lintas perbatasan dari segala jenis senjata konvensional.

      Perjanjian tersebut juga menetapkan ketentuan-ketentuan mengikat bagi negara-negara untuk meninjau semua kontrak senjata lintas perbatasan untuk menjamin amunisi itu tidak akan digunakan dalam pelanggaran hak asasi manusia, tidak melanggar embargo, dan tidak dialihkan secara tidak sah.

      Peran tidak langsung beberapa negara Barat dalam mengobar konflik di sejumlah negara telah meyingkap kebijakan standar ganda mereka terkait perdagangan senjata. Saat ini, beberapa negara Barat khususnya Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis telah mengirim senjata kepada pemberontak Suriah, yang berujung pada pembantaian warga sipil.

      Dengan memperhatikan standar ganda Barat mengenai soal perdagangan senjata, maka Duta Besar Iran untuk PBB menyerukan pengesahan sebuah perjanjian yang tidak diskriminatif guna mengurangi angka kematian akibat perdagangan senjata ilegal. (IRIB Indonesia/RM/NA)



    • Ali Al Asytar
      Agen-agen Barat Berkeliaran di Jalur Gaza Minggu, 2013 April 07 10:38   Pemerintah Palestina pilihan rakyat (Hamas) di Jalur Gaza menyatakan, berbagai dinas
      Message 33 of 33 , Apr 7 12:55 AM
      • 0 Attachment

        Agen-agen Barat Berkeliaran di Jalur Gaza

        Menurut laporan IRNA mengutip AFP, Departemen Dalam Negeri Hamas menyebutkan, Jalur Gaza menjadi arena aktifitas berbagai dinas rahasia Barat seperti dinas rahasia Amerika, Inggris, Perancis dan Jerman.
        Mohammed Lafi, pejabat keamanan nasional Palestina pemerintahan Hamas Sabtu (6/4) menambahkan, dinas rahasia asing yang aktif di Gaza menarget Hamas dan kelompok muqawama.
        Ia juga membenarkan adanya sejumlah dinas rahasia Arab yang turut meramaikan aktivitas dinas rahasia Barat di Gaza.
        "Dinas keamanan Hamas memiliki data para agen asing dan jika kesempatan bertaubat mereka telah berakhir maka Hamas akan menangkapi mereka," ungkap Lafi.
        Menurutnya, separuh dari mereka yang telah ditangkap mengakui bahwa mereka adalah agen dari berbagai dinas rahasia asing.
        Hamas pada 12 Maret mengumumkan kepada warga Palestina yang bekerja untuk dinas rahasia asing memiliki kesempatan satu bulan untuk menghentikan aktivitasnya. (IRIB Indonesia/MF/RM)

      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.