Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

an Tengah Itu Ani Yudhoyono

Expand Messages
  • Sunny
    http://www.indopos.co.id/index.php/berita-politik/3265-jalan-tengah-itu-ani-yudhoyono Jalan Tengah Itu Ani Yudhoyono Wednesday, 27 March 2013 07:41 Written by
    Message 1 of 1 , Mar 28, 2013
    • 0 Attachment

      Jalan Tengah Itu Ani Yudhoyono

      Wednesday, 27 March 2013 07:41
      Written by Bowo

      B3

      JAKARTATak semua elite Partai Demokrat setuju dengan keinginan 26 dari 33 Dewan Pengurus Daerah (DPD) se Indonesia agar SBY menjadi ketua umum. Ketua DPP PD Achsanul Qosasi termasuk yang tidak sreg menempatkan SBY duduk sebagai ketua umum. Menurut Achsanul, Susilo Bambang Yudhoyono tidak pas diajukan menjadi ketua umum. Sebab, jika dipaksakan, SBY akan bersentuhan langsung dengan lawan politiknya dan hal ini akan berimbas negatif bagi figur SBY dan partai.

      Achsanul mencontohkan bagaimana Aburizal Bakrie jadi bulan-bulanan lawan politiknya ketika terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar. “Aburizal Bakrie sejak menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar banyak sekali mendapat serangan politik lewat media,” kata Achsanul kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (25/3).

      Achsanul juga mengatakan tidak tertutup kemungkinan hal serupa juga terjadi dengan ketua umum dari partai-partai lain, termasuk Partai
      Demokrat. Karenanya, menurut Achsanul, jabatan presiden yang dimiliki SBY jauh lebih terhormat ketimbang ketua umum partai. Namun, dia tetap mengapresiasi dukungan para pengurus DPD kepada SBY tersebut. “Saya pikir dukungan itu sebagai cerminan semangat para pengurus DPD dan DPC,” paparnya.

      Sebagai jalan tengah, Achsanul menawarkan dua kader Demokrat yang lebih pantas diajukan menjadi ketua umum. Yaitu Marzuki Alie dan Ani Yudhoyono. “Justru saya melihat sosok ibu Ani yang mampu menjadi perekat partai sangat cocok untuk menjabat kursi ketua umum,” ujar Achsanul.

      Sedangkan Marzuki, menurutnya, siap didukung apabila mayoritas DPD dan DPC menghendaki. “Pak Marzuki dalam kontes ini cukup ideal karena beliau juga memiliki akar yang cukup kuat di daerah,” tandasnya.

      Saan Mustopa juga termasuk yang kurang sependapat jika SBY jadi ketua umum. Meski demikian, jika Ketua Majelis Tinggi PD itu dipilih secara aklamasi di KLB Bali, maka organisasi Demokrat bisa menyesuaikan dengan, misalnya, menambah ketua harian.

      Menurut Saan, kalau Ketum DPP PD dipegang langsung SBY, maka SBY akan menghadapi berbagai tugas yang sangat berat, termasuk timbulnya dilema karena SBY sebagai Presiden RI, dan di sisi lain sebagai ketua umum partai. Ketua harian bisa dipakai untuk membantu tugas ketua umum.

      ”Bagaimana pun kami menunggu keputusan Pak SBY. Seandainya menjadi ketua umum, tentu akan dipikirkan struktur organisasi PD, apakah nanti perlu ada ketua harian, mengingat tugas SBY akan bertambah berat,” ujar Saan yang juga anggota Komisi III DPR RI ini, Selasa (26/3) di gedung DPR RI, Selasa (26/3).

      Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PD Ramadhan Pohan berpendapat, bahwa SBY diperkirakan tidak akan menerima usulan DPD,
      untuk menjadi ketua umum. Partai Demokrat
      diperkirakan akan menunjuk Ani Yudhoyono sebagai ketum.

      “Seluruh kader PD tidak akan resisten bila akhirnya Ani Yudhoyono menjadi pemimpin partainya. Ani juga termasuk sebagai calon ketua umum favorit para kader. Saya pikir itu pilihan terakhir jika tak ada alternatif lain. Artinya
      skenario yang terburuk tapi terbaik,” sambungnya.

      Pohan menjelaskan, bahwa mendudukkan Ani Yudhoyono di kursi ketua umum PD adalah pilihan yang tidak ideal. Namun, kalau memang itu harus
      ditempuh melihat kondisi internal partai, maka itu bisa menjadi solusi terbaik. “Ini pilihan yang tidak ideal, tapi realistis. Ini jalan tengah yang cukup kompromistis di tengah kuatnya kekuatan Marzuki Alie dan Saan Mustopa,” paparnya. (dms/ind)

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.