Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Ke Arab Saudi, TKW Diupayakan Bawa Suami

Expand Messages
  • Sunny
    Ref: Kalau suami harus turut serta, lantas siapa yang harus menjaga anak-anak mereka dan apakah yang belum kawin harus kawin terlebih dahulu sebelum berangkat
    Message 1 of 1 , Mar 24, 2013
    • 0 Attachment
      Ref: Kalau suami harus turut serta, lantas siapa yang harus menjaga anak-anak mereka dan apakah yang belum kawin harus kawin terlebih dahulu sebelum berangkat agar bisa bersama-sama ke sana.
       
       
       
      Sabtu, 9 Maret 2013
       

      Ke Arab Saudi, TKW Diupayakan Bawa Suami



      JAKARTA. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) meminta pemerintah Arab Saudi mengakomodir Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berstatus suami istri. Diharapkan ada kemudahan perizinan dalam satu dokumen pengajuan. Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan sudah mengutarakan permintaan itu saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Tenaga kerja (perburuhan) Arab Saudi Adel M Fakeih di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (7/03).


      Salah satu usulan disampaikan adalah tentang TKI suami istri yang sama-sama bekerja di Arab Saudi agar dapat bekerja dalam satu user yang sama. "Usulan kita agar penempatan TKI suami istri dapat diakomodir mendapat tanggapan positif dari Pemerintah Saudi. Usulan terobosan ini segera dibahas secara intern di sana. Mereka mengerti bahwa usulan ini untuk melindungi TKI secara lebih baik,” ujar Muhaimin dalam keterangan resminya, kemarin.


      Permintaan ini diajukan memanfaatkan momen membaiknya sistem ketenagakerjan di Arab Saudi pasca reformasi dalam sistem ketenagakerjaan di sana terutama dalam menangani keberadaan Tenaga Kerja Asing. Terlebih, menurutnya, saat ini pemerintah di sana selalu melibatkan berbagai kajian dan penelitian dari lembaga internasional dalam menentukan kebijakan dan program ketenagakerjaan.
      Situasi ini, menurutnya, diharapkan menjadi momentum peningkatan aspek perlindungan TKI khususnya yang berkerja di sektor domestic worker atau akrab disapa Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).
      Selagi kajian diakukan secara intern di pemerintah Arab Saudi, kata Muhaimin, pihaknya akan terus aktif melakukan lobi ke sana agar bisa menerima pasangan suami istri dari Indonesia sebagai tenaga kerja.
      Tak hanya Arab Saudi, Muhaimin juga mengajukan hal yang sama kepada negara-negara Timur Tengah yang kerap kerap mempekerjakan TKI. Upaya ini, menurut Muhaimin, bertujuan untuk melindungi TKI yang kerap mendapat tindakan sewenang-wenang dari pihak majikannya.


      Dengan hadirnya sang suami, atau begitu pun sebaliknya, para TKI bisa saling mengingatkan dan saling melindungi satu sama lain. Sebab sudah sering terjadi perlakuan tidak majikan terhadap tenaga kerja wanita asal Indonesia oleh majikan di sana.


      Di sisi lain, rumah tangga di Arab Saudi tidak hanya membutuhkan tenaga perempuan untuk asistensi rumah tangga. Tetapi juga tenaga kerja pria untuk faktor keamanan di rumahnya. “Saat ini pengiriman TKI ke Arab Saudi masih saya tutup. Kalau mau setelah dibuka, nanti yang berangkat adalah pasangan suami-istri,” harapnya.
      Kepergian Muhaimin ke Arab Saudi itu memang mengusung tujuan utama terjadinya percepatan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dengan Arab Saudi tentang penempatan dan perlindungan TKI. Tanpa perjanjian itu penempatan TKI ke sana tidak akan dilakukan.
      “Kesepakatan bilateral telah tercapai dengan mengagendakan sesegera mungkin pertemuan JWC (Joint Working Committee) yang akan melakukan pembahasan secara teknis dan detail tentang isi MoU,” ungkapnya. (gen/jpnn/ica

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.