Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

HAMBA ALLAH YANG MAMPU MENEMUKAN AGAMA ALTERNATIF, BUKAN AGAMA WARISAN

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Khadijah Noor: Malangnya, Suamiku Tidak Senang Saya Meminati Islam! Minggu, 2013 Maret 24 09:13   Saya dibesarkan di Yorkshire, UK. Saya merupakan anak sulung
    Message 1 of 6 , Mar 23, 2013
    • 0 Attachment
      Khadijah Noor: Malangnya, Suamiku Tidak Senang Saya Meminati Islam!
      Minggu, 2013 Maret 24 09:13
       

      Saya dibesarkan di Yorkshire, UK. Saya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Saya tidak dibesarkan dalam keluarga yang religius. Jujur saja, keluarga saya bukan keluarga yang religius. Ayah saya seorang ekstrim dan pembenci agama. Ia akan segera mereaksi tanpa mau tahu agama apa yang dihadapinya.



      Pada usia 12 tahun, saya menemukan 'agama'. Saya begitu menyakini Tuhan, tetapi hanya sekadar terbuka kepada Kristen, itu saja yang saya percayai….



      Saya benar-benar ikhlas ingin mematuhi Tuhan.Saya kemudian mulai pergi ke gereja. Ketika ayah saya tahu, ia begitu marah melihat saya menjadi lebih religius. Ia memukul saya karena keinginan saya untuk ke gereja.



      Ibu saya menderita pendarahan otak pada usia 37 tahun. Ia tinggal di rumah sakit. Ia lumpuh dan tidak bisa berbicara. Penyakit yang dideritanya ini berlanjut sampai 2 setengah tahun sebelum ia menemui ajalnya.



      Penderitaan ibu saya merupakan satu pukulan lain terhadap ayah saya. Kenyataan itu membuat ia semakin tidak percaya akan keberadaan Tuhan. Ia mengatakan bahwa tidak ada Tuhan cinta! Andai ada Tuhan Yang Maha Pengasih, seperti yang engkau percaya, sudah pasti ibu kamu tidak menderita sedemikian rupa!



      Sebenarnya bukan satu hal yang mudah melihat yang mudahbagi kami semua melihat penderitaan ibu. Bagaimanapun, saya percaya bahwa karena Tuhan merupakan Tuhan Yang Maha Pengasihdan penderitaan ibu saya tidak lama. Ia hanya selama dua tahun setengahmenderita. Ia mungkin bisa menderita selama berpuluh tahunlati. Bagi manusia ini kelihatan seperti selamanya, padahal untuk Tuhan, ia hanyalah sekejap mata.



      Di sebalik larangan ayah, saya terus saja menghadiri gereja sehingga berusia 30 tahun. Bagaimanapun, di balik kerinduan untuk mematuhi Tuhan, saya merasakan masih ada yang hilang. Kepingan puzzle tampaknya tidak begitu tepatuntuk melukiskan yang ada. Banyak hal tampak tidak masuk akal. Hal ini membuat saya merasa gelisah.



      Pendeta di gereja mengutuk Islam dalam ceramah-ceramahnya dengan mengatakan,"Islam adalah jahat! Ia merupakan agama palsu! Tuhan mereka hanyalah berhala, tuhan bulan!"



      Dia menekankan bahwa Allah umat Islam tidak prihatin dengan manusia….

      Dia (Allah) tidak mencintai manusia. Umat Islam adalah penakut, dan shalat lima kali sehari karena takut!



      Saya merasa bingung dengan apa yang disebutkan ini agak lama. Saya pikir bagaimana bisa begitu? Bagaimana Tuhan yang mencipta kita, yang menulis masa kita dilahirkan, dan masa kita menemui kematian, tidak mencintai manusia? Bagaimana bisa Dia disamakan dengan tuhan-tuhan Yahudi, berubah-ubah, pemarah, dan senantiasa bersedia untuk melontarkan javelinnya ke atas manusia-manusia kerdil, sebagai hiburan?



      Dialog dengan Muslim

      Saya menjalin hubungan dengan beberapa orang muslim yang bertetangga dengan kami. Mereka adalah orang-orang yang baik. Saya mengambil keputusan untuk bertanya sendiri dengan mereka tentang kepercayaan mereka. Saya pikir; lebih baik saya bertanya dengan mereka, dan mendapatkan informasi secara langsung.



      Saya bertanya dengan tetangga Muslim saya,"Bisakah anda memberitahu saya…. apakah yang dipercayai oleh Muslim? Apakah yang diperkatakan oleh Quran.



      Kami duduk bersama, di rumah mereka yang hangat dan mulai berdialog. Ketika itu tidak terlintas bahwa saya akan memeluk agama Islam… Maksud saya ketika itu hanyalah minat untuk mendapatkan pengetahuan tentang Islam, untuk lebih memahami apa yang dipercayai teman-teman muslim.



      Di sela-sela diskusi, mereka bertanya kepada saya,"Apakah yang anda percaya?"



      Saya jawab,"Saya mempercayai hanya ada satu Tuhan, dan hanya Diayang layak untuk disembah. Saya menyakini bahwa Dia yang mencipta kita.



      Saya percaya bahwa akan ada Hari Kiamat, dimana kita akan berdiri di hadapan-Nya, dan menjawab segala perilaku dan kesilapan kita di hadapan-Nya.



      Saya percaya bahwa Dia telah mengutus para nabi, kitab yang suci, dan Dia yang mencipta para malaikat."



      Teman-teman saya berkata dengan penuh semangat, "Itulah Islam!"



      Dialog itu terus berlanjut, teman-teman saya mengatakan,"Tidakkah anda sadar bahwa kepercayaan anda sejajar dengan Islam?"



      Malangnya, suami saya tidak senang dengan minat saya terhadap Islam. Kami akhirnya bercerai.



      Saya berpikir terus tentang sejarah agama-agama tauhid seperti Judaisme, Kristen dan Islam ketika mendengar pidato dari pendeta gereja yang mengumumkan bahwa Islam adalah palsu.



      Saya berpikir sendiri, bagaimana bisa Islam menjadi palsu ketika Taurat, dan Injil mencatatkan dengan jelas, bahwa Ibrahim adalah utusan Tuhan…Ia merupakan orang pertama di zaman penyembahan berhala yang mengenal keesaan Tuhan.. unik, Tuhan Sang Pencipta, Tuhan Yang Esa.



      Bagaimana bisa Nabi Ibrahim bisa mengajar seorang putranya agama tauhid, kebenaran, keimanan…dan seorang putra lain polytheisme, kesesatan dan penyimpangan?



      Seharusnya dua putra tersebut diajar tauhid. Ibrahim adalah nabi Tuhan, dan ia dijelaskan dalam Taurat dan Injil sebagai "Sahabat Tuhan".



      Saya berpikir pula mengenai Jesus/Nabi Isa dan bagaimana dia dibesarkan sebagai seorang Yahudi yang pemerhati dan pengamal ajaran yang doa hariannya dimulakan dengan 'Shema, Yisrael!' 'Dengarlah wahai Bani Israel! Tuhan kalian adalah Tuhan yang Esa'. (New International Version, Psalm 111:10)



      Takut di sini bermaksud hormat kagum terhadap Tuhan, cinta dan rasa hormat, dan keinginan untuk menyenangkan-Nya, dari tunduk meringkuk, takut, seperti apa yang telah disampaikan kepada saya.



      Proyek Muslim Baru

      Semakin banyak saya pelajari, semakin membara hati saya ingin belajar. Kepingan-kepingan puzzle mula menampakkan wajahnya.



      Demikian juga diskusi-diskusi bersama teman-teman saya, saya mulaipergi ke Proyek Muslim Baru/ New Muslim Project (NMP), di sini saya berkenalan dengan sekumpulan muslimah yang baru memeluk Islam. Mereka juga haus akan ilmu pengetahuan.



      Saya mulai hidup secara Islam, termasuklah mengenakan hijab, pada akhir tahun 2007.



      Pada bulan Augustus 2008, saya mengucapkan syahadah secara resmi, di hadapan muslimah NMP. Saya mengucapkan dua kalimat syahadah. Akhirnya saya resmi sebagai seorang muslimah!



      Bukanlah berarti itu satu pelayaran yang 100% mudah, setelah memeluk Islam. Saya menerima cercaan dan komentar-komentar yang pahit setelah memeluk Islam.



      Saya diberitahu,"Anda telah mencurangi bangsa Inggris anda, agama anda, dengan menjadi Muslimah! Anda memeluk Islam karena anda dipaksa oleh suami anda!"



      Saya juga mengenakan hijab. Tidak ada siapapun yang menyuruh saya melakukannya. Ia merupakan pilihan saya sendiri, untuk menghormati diri saya, dan karena takut kepada Allah.



      Saya juga berjuang dengan kesehatan saya. Saya bergantung pada insulin karena penyakit diabetis saya. Beberapa tahun lalu saya pingsan karena sakit jantung. Saya dibawa ke rumah sakit.Saya didiagnosa dengan kondisi yang disebut 'Heart Block' . Maksudnya jantung saya tidak cukup berdetak, atau seringkali oksigen tidak cukup mengalir ke otak saya.Itu sebabnya saya pingsan.



      Saya diberitahu dengan dokter bahwa saya perlu melakukan operasi untuk menyelamatkan nyawa saya. Saya melalui operasi tersebut beberapa hari kemudian. Pakar bedah yang melakukan operasi adalah orang-orang Muslim. Dan saya tahu bahwa Allah yang membantu mereka.



      Allah Swt membuat saya berhasil melaluinya, Subhanallah. Dia memelihara nyawa saya. Saya masih di sini, masih bisa bernafas, dan masih bisa memuji-Nya.



      Saya bersyukut kepada Tuhan yang telah membimbing saya, dan dengan Kehendak-Nya, saya bisa mencari kebenaran mengenai-Nya. Saya bersyukur kepada-Nya karena saya bisa belajar tentang Islam, dan saya memeluk Islam sebagai agama saya.



      Saya berdoa semoga Dia menerima perbuatan baik saya, mengampuni dosa-dosa saya, dan saya berdoa semoga Allah Swt mengasihi saya, dan menyelamatkan saya dari api neraka di Hari Kiamat kelak. (IRIB Indonesia / onislam.net)


      http://www.livestation.com/en/press-tv
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.