Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: «PPDi» Seven countries to celebrate Now ruz in Jakarta

Expand Messages
  • Jasuli Ahmad
    Nouruz, Momentum Perbaikan Diri Kamis, 2013 Maret 21 10:25 Wahai Dzat yang membolak balikkan hati dan pandangan, Wahai yang mengatur malam dan siang, Wahai
    Message 1 of 2 , Mar 21, 2013

    Nouruz, Momentum Perbaikan Diri



    "Wahai Dzat yang membolak balikkan hati dan pandangan, Wahai yang mengatur malam dan siang, Wahai yang mengubah tahun dan keadaan, Perbaikilah keadaan kami menjadi lebih baik!"
     
    Hari ini adalah tahun baru Hijriah Syamsiah, tepat tanggal 1 Farvardin 1392 atau bertepatan dengan 21Maret 2013. Tahun baru ini tidak hanya dirayakan oleh bangsa Iran, tapi dirayakan juga oleh bangsa Kurdi di sebagian wilayah Irak dan Turki, penduduk Afghanistan, Tajikistan, Azerbaijan, Kazakhstan, Turkmenistan , Kyrgyzstan, dan Pakistan. Perayaan Nouruz atau tahun baru dalam kalender Persia, telah berlangsung sejak dahulu kala. Peringatan Nouruz dimulai bersamaan dengan tibanya musim semi. Dalam ilmu astronomi, musim semi terjadi ketika pancaran sinar matahari bergerak dari garis tropis menuju bagian utara bumi. Tahun baru kalender solar Persia untuk tahun ini ditetapkan pada tanggal 20 Maret.
     
    Dalam sejarah disebutkan bahwa peringatan Nouruz menyebar di Iran pada tahun 538 Sebelum Masehi, yakni ketika serangan Kourosh ke Babil dan penaklukannya. Raja Kourosh II yang membentuk Imperium Achaemenid dan mengumumkan peringatan Nouruz pada tahun itu pula. Pada hari itu, sang raja menetapkan berbagai macam acara seperti peningkatan pangkat tentara, pembersihan tempat-tempat publik dan rumah-rumah, dan pengampunan bagi para tahanan. Kebiasaan itu dilakukan oleh seluruh raja Imperium Achaemenid setiap tahun dan akhirnya menjadi tradisi.
     
    Pada era Islam, meski peringatan Nouruz mengalami perubahan dan pergeseran, akan tetapi prinsip dari peringatan tersebut tetap dijaga oleh bangsa Persia. Munculnya dinasti Samani dan Ali Buyeh juga membuat peringatan Nouruz kembali bersemarak meski dengan bentuk yang berbeda. Setiap tahun di awal musim semi, bangsa Persia tetap merayakan Nouruz. Bangsa Iran juga tetap melestarikan peringatan Nouruz itu di berbagai masa dan dengan nuansa Islami. Di era modern, Nouruz sebagai warisan budaya dan spiritual Iran masih menjadi perhatian bukan hanya bagi bangsa Iran, tapi juga sebagian besar negara di kawasan. Bahkan negara-negara anggota UNESCO juga mengakui peringatan Nouruz sebagai warisan budaya dunia.
     
    Peringatan Nouruz tetap digelar dengan meriah mengawali musim semi. Semangat perdamaian, harapan, kebahagiaan, dan pesan persahabatan juga disebarkan ke dunia pada peringatan Nouruz. Peringatan Nouruz merefleksikan tradisi dan kebudayaan bangsa-bangsa yang terpengaruh oleh budaya Persia. Seluruh bangsa yang terpengaruh dengan budaya Iran, menunjukkan solidaritas dan persatuan sejarah mereka pada peringatan Nouruz.
     
    Setiap tahun di awal musim semi, bangsa Iran di seluruh dunia duduk berkumpul mengelilingi Sufrah Haft Sin (Taplak Tujuh S) dan mengawali tahun baru dengan suasana penuh keakraban dan keceriaan. Sufrah Haft Sin itu merupakan simbol kegembiraan dan menjadi alasan untuk berkumpul merayakan tahun baru. Seperti namanya, Haft Sin atau Taplak Tujuh S itu adalah Sabzeh atau tunas gandum yang menjadi simbol kehidupan dan dimulainya hidup baru. Samanoo atau makanan yang terbuat dari biji gandum sebagai simbol panen tumbuh-tumbuhan. Sib atau apel sebagai simbol kesegaran dan keindahan. Senjed atau buah semacam kurma yang menjadi simbol kelahiran dan kecintaan, Somaq, nama sebuah tanaman, dan Sir atau bawang putih, sebagai simbol kesehatan dan penggerak keceriaan dalam hidup. Serkeh atau cuka sebagai simbol kesabaran.
     
    Selain itu, rakyat Iran menambah beberapa item dalam Sufrah Haft Sin itu dengan al-Quran sebagai kitab pedoman hidup, telur sebagai simbol penciptaan, cermin sebagai simbol kejujuran, air sebagai simbol berkah dan kecerahan, ikan merah sebagai simbol kehidupan dan dinamisme, koin emas sebagai simbol limpahan rezeki, dan lilin, sebagai simbol cahaya dan kehangatan dalam hidup. Setelah pergantian tahun, warga Iran membaca doa dan ayat-ayat al-Quran bersama anggota keluarga mereka. Sudah menjadi tradisi dalam keluarga di Iran, setelah pergantian tahun, para anggota keluarga memberikan hadiah tahun baru dan semua anggota keluarga menyantap kue dan manisan seraya saling mengucapkan selamat tahun baru.
     
    Musim semi adalah masa-masa bahagia yang sangat diperlukan jiwa manusia. Berdasarkan tradisi di Iran, selain penampilan lahiriyah yang sangat rapi dan indah, batin manusia di musim semi juga harus indah dan ceria. Kebahagiaan adalah hal penting yang memberikan makna dalam hidup. Faktor penting yang membantu manusia dalam perjalanannya mencapi tujuan hidup yaitu kesempurnaan. Dalam perjalanan tersebut, manusia memerlukan semangat dan kebahagiaan. Agama-agama langit juga menekankan masalah kebagiaan duniawi manusia sebagai elemen penting dalam kehidupan. Dalam Islam, kebahagiaan menjamin kesehatan jiwa dan meningkatkan semangat manusia dalam berupaya mencapai tujuan hidupnya.
     
    Dalam ajaran Islam, kebahagiaan individu saja tidak cukup, melainkan juga membagikan kebahagiaan itu kepada sesama. Bahkan membahagiakan orang lain dalam Islam termasuk nilai-nilai akhlak dan kemanusiaan. Pasalnya, kebahagiaan dan keceriaan masyarakat, akan menjamin kebahagiaan dan keceriaan setiap individu dalam masyarakat. Rasulullah Saw bersabda, "Orang yang menyenangkan hati seorang mukmin, maka dia telah membuatku senang, dan orang yang menyenangkan hatiku, akan mendapat keridhaan dari Allah Swt."
     
    Musim semi dengan seluruh kesegaran dan keindahannya, kembali menyapa dan menyebarkan kebahagiaan, keceriaan, kepedulian, dan semangat. Musim semi adalah kebahagiaan milik semua, dan semua orang bersatu dalam mengawali tahun penuh berkah dan kebahagiaan.
     
    Sebagian besar keluarga Iran berdasarkan keyakinan agamanya melewati detik-detik pergantian tahun di tempat-tempat ziarah. Hal ini dilakukan agar cahaya makrifat dan kemuliaan manusia yang dimakamkan di situ dapat dimanfaatkan oleh mereka menjadi contoh dalam kehidupannya. Berada di tempat-tempat ziarah semacam ini memberikan kekuatan batin saat melewati tahun baru yang diisi dengan pembacaan doa dan munajat. Oleh karenanya, setiap tahun tempat-tempat ziarah, khususnya komplek suci makam Imam Ridha as di kota Mashad, Sayidah Maksumah di kota Qom dan Ahmad bin Musa di Shiraz menjadi kawasan paling ramai yang dikunjungi warga Iran untuk melewati pergantian tahun.
     
    Setelah tahun berganti, dimulailah tradisi silaturahmi yang berlangsung mulai dari tanggal 1 hingga 13 bulan Farvardin. Tentu saja antara sahabat dan keluarga dekat, silaturahmi Nouruz terkadang berlanjut hingga akhir bulan Farvardin. Dalam budaya Iran, orang tua dan mereka yang ditokohkan memiliki tempat khusus, setiap keluarga menjadikan satu kewajiban bagi mereka untuk mengunjungi orang tua dan tokoh masyarakat. Dalam tradisi silaturahmi ini, warga berusaha menghilangkan rasa dengki dan menggantikannya dengan kasih sayang. Bila salah satu dari keluarga ditinggal mati oleh anggota keluarganya, pada hari Nouruz, keluarga dan sahabatnya akan mengunjungi keluarga itu sambil menyatakan bela sungkawa dan penghormatan. Mereka akan mendoakan anggota keluarga yang baru meninggal dan memohon ampun atas dosanya.
     
    Sebagian lain tidak melupakan sanak keluarga mereka yang menderita sakit di rumah sakit. Dengan kunjungan ini mereka berusaha untuk tidak membiarkan mereka yang sakit merasa sendirian. Itulah mengapa di hari Nouruz, rumah-rumah sakit dan panti jompo dipenuhi oleh warga yang mengunjungi sanak keluarganya di sana. Akhirnya, tempat yang biasanya sepi ini menjadi ramai dipenuhi kasih sayang dan keakraban.
     
    Pada dasarnya, Nouruz tidak terbatas pada pergantian tahun, musim, dan bulan. Karena Nouruz juga berarti alam menjadi baru, begitu juga manusia. Pergantian tahun berarti juga perubahan dalam perilaku manusia dan hubungan sosialnya. Segala bentuk perubahan ini sangat berarti bagi rakyat Iran. Kegembiraan dan semakin lembutnya jiwa merupakan dampak penting dari perubahan ini. Kegembiraan yang berarti terciptanya motivasi dan keceriaan tidak hanya terbatas pada satu komunitas. Penelitian membuktikan keceriaan sebuah masyarakat akan meningkatkan kinerja mereka. Menurut sosiolog, keceriaan tidak hanya teraktualisasi di bidang ekonomi, tapi juga merata di sektor politik, budaya, dan pendidikan. Pada hakikatnya, keceriaan menjadi pondasi bagi banyak kemajuan dan mesin penggerak keluarga dan masyarakat.
     
    Allah Swt dalam al-Quran berfirman, "Katakanlah! Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." Berdasarkan ayat ini, hubungan dengan Allah Swt dan percaya akan rahmat-Nya mempersiapkan jiwa menjadi ceria. Ketika seorang muslim memulai tahun barunya dengan mengingat Allah, membaca al-Quran dan doa, maka kondisi spiritual seperti ini akan memberikan kesejukan tersendiri dalam jiwa manusia. Bermunajat selain mendekatkan manusia kepada Allah Swt, juga menguatkan rasa percaya diri.
     
    Setiap orang yang melakukan perbuatan dosa pada dasarnya ia senantiasa diliputi kegelisahan. Tapi Islam membuka pintu lebar-lebar bagi mereka untuk meraih ketenangan hidup dengan taubat. Seseorang yang bertaubat akan terbebaskan dari rasa berdosa yang menghinggapinya setiap hari. Terbebas dari rasa berdosa dengan taubat berarti orang tersebut telah meraih keceriaannya kembali. Sekaitan dengan hal ini Rasulullah Saw bersabda, "Seseorang yang banyak melakukan istighfar kepada Allah, maka istighfar itu akan menghapus kegelisahannya dan membuka jalan baginya." (IRIB Indonesia)

    Tags:

    From: Sunny <ambon@...>
    To: Undisclosed-Recipient@...
    Sent: Wednesday, March 20, 2013 7:15 PM
    Subject: «PPDi» Seven countries to celebrate Nowruz in Jakarta

     
    Ref: Apakah tidak haram untuk menyampaikan selamat Nawruz kepada yang merayakan?
     
     
    http://www.thejakartapost.com/news/2013/03/20/seven-countries-celebrate-nowruz-jakarta.html

    Seven countries to celebrate Nowruz in Jakarta

    Veeramalla Anjaiah, The Jakarta Post, Jakarta | World | Wed, March 20 2013, 7:58 PM
    For the first time, all member countries of the Economic Cooperation Organization (ECO), in cooperation with ASEAN, will jointly celebrate the Nowruz Festival at the ASEAN Secretariat in Jakarta today.
    Nowruz, which means “New Day”, marks the first day of spring and is celebrated on the day of the astronomical vernal equinox, which usually falls on March 21 every year.
    “Nowruz is celebrated as the beginning of the new year by more than 300 million people around the world and it has been celebrated for over 3,000 years in Central Asia, Caucasus, Balkans, Black Sea Basin, Middle East and other regions,” ECO members said in a statement sent The Jakarta Post on Wednesday.
    “Nowruz plays a significant role in strengthening ties among people based on mutual respect and the ideals of peace and good neighborliness”.
    In 2010, the United Nations General Assembly declared March 21 as the International Day of Nowruz.
    “Nowruz is a day for family and friends, for festive meals, for dancing and singing. It is a day to celebrate the value of mutual respect and the aspiration for harmony in all societies,” UN Secretary-General Ban Ki-moon said in his message.
    Though Nowruz is mostly celebrated in Muslim majority countries, non-Muslims also celebrate this festival joyfully with feasts and dances.
    Many countries have declared holidays to observe Nowruz. For example, Azerbaijan declared March 20 to March 26 as holidays.
    ECO is an inter-governmental regional organization like ASEAN that promotes economic, technical and cultural cooperation among member states.
    It was established in 1985 and its current members are Azerbaijan, Afghanistan, Iran, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Pakistan, Tajikistan, Turkey, Turkmenistan and Uzbekistan.
    ASEAN Secretary-General Le Luong Minh and the ambassadors of Afghanistan, Azerbaijan, Iran, Kazakhstan, Pakistan Turkey and Uzbekistan will participate in the Nowruz celebrations.


Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.